Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

12 Manfaat Cokelat bagi Kesehatan Tubuh dan Tips Konsumsinya
Kembali ke Artikel & Berita

12 Manfaat Cokelat bagi Kesehatan Tubuh dan Tips Konsumsinya

SBATips Kesehatan

Setelah seharian menjalani aktivitas yang melelahkan, menikmati sepotong cokelat merupakan salah satu cara terbaik mengembalikan suasana hati. Namun, di balik rasanya yang manis, ada beragam manfaat cokelat yang menarik perhatian para peneliti, salah satunya kandungan senyawa alami di dalam kakao.

Meski begitu, tidak semua cokelat memberikan manfaat yang sama bagi tubuh. Hal ini bergantung pada kandungan kakao, jenis cokelat, jumlah gula, serta porsi yang Anda konsumsi. Untuk tahu manfaat dan cara mengonsumsinya agar tetap sehat, baca penjelasan artikel berikut ini.

Kandungan Nutrisi dalam Cokelat

Cokelat berasal dari biji kakao (Theobroma cacao) yang diolah menjadi berbagai produk makanan. Kandungan nutrisinya bisa berbeda-beda menyesuaikan persentase kakao dan bahan tambahan seperti susu, gula, dan lemak.

Mengutip Harvard School of Public Health, beberapa zat gizi dan senyawa bioaktif dalam cokelat yang mendukung kesehatan tubuh adalah sebagai berikut.

  • Flavanol: Senyawa tumbuhan yang berasal dari kelompok flavonoid. Senyawa ini mempunyai aktivitas antioksidan dan berpotensi mendukung fungsi pembuluh darah.

  • Magnesium: Mineral yang berperan penting dalam fungsi saraf dan otot, kesehatan tulang, dan pembentukan energi.

  • Zat besi: Mineral yang bermanfaat untuk metabolisme serta mendukung pembentukan jaringan dan fungsi saraf.

  • Lemak: Sebagian diperoleh dari cocoa butter atau lemak kakao. Lemak tersebut menyediakan energi, tetapi juga meningkatkan kepadatan kalori.

  • Karbohidrat: Mencakup gula dalam jumlah yang beragam dan serat. Cokelat dengan tambahan gula bisa memberi asupan gula yang relatif tinggi.

  • Theobromine dan kafein: Senyawa stimulan alami yang bisa memengaruhi kewaspadaan. Bagi orang sensitif, mengonsumsinya secara berlebihan bisa mengganggu tidur dan memicu jantung berdebar.

Secara umum, dark chocolate dengan persentase kakao yang lebih tinggi cenderung memiliki kandungan padatan kakao dan flavonoid yang lebih tinggi daripada milk chocolate.

Akan tetapi, proses pengolahan juga bisa berpengaruh terhadap kandungan senyawa tersebut. Itulah mengapa persentase kakao saja masih belum bisa memastikan jumlah flavonoid yang ada di setiap produk.

Manfaat Cokelat Bagi Kesehatan Tubuh

Ketika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat, cokelat memberi beberapa manfaat bagi tubuh yang menarik untuk diketahui. Berikut ini penjelasannya.

1. Mendukung Kesehatan Pembuluh Darah

Flavanol di dalam kakao membantu meningkatkan ketersediaan nitric oxide, senyawa yang akan melemaskan pembuluh darah. Proses ini mampu membuat aliran darah lebih lancar.

2. Membantu Menjaga Tekanan Darah

Sejumlah penelitian dan uji klinis menemukan bahwa manfaat cokelat yang kaya flavanol bisa menurunkan tekanan darah pada kondisi tertentu. Akan tetapi, cokelat bukan pengganti obat hipertensi atau pola makan rendah garam seperti diet DASH. Manfaatnya dipengaruhi oleh jumlah flavanol dan jenis produk yang Anda konsumsi.

3. Mendukung Perlindungan Sel

Flavanol adalah senyawa yang mempunyai aktivitas antioksidan. Senyawa tersebut berperan dalam melawan efek stres oksidatif, yaitu kondisi saat jumlah radikal bebas dalam tubuh lebih banyak ketimbang kemampuan tubuh untuk menetralkannya.

Meski begitu, mengonsumsi cokelat tidak memberi jaminan bahwa Anda terhindar dari penyakit. Pola makan yang kaya akan sayuran, buah, dan sumber antioksidan tetap lebih penting.

4. Membantu Memantau Kebutuhan Magnesium

Kakao mengandung senyawa magnesium yang mendukung fungsi saraf, otak, dan metabolisme energi. Dark chocolate bisa menjadi salah satu sumber mineral ini, meski bukan merupakan satu-satunya pilihan. Anda juga bisa mengonsumsi makanan yang mengandung magnesium tinggi seperti kacang-kacangan, sayuran hijau, dan biji-bijian.

5. Menyumbang Asupan Zat Besi

Dark chocolate juga mengandung zat besi yang tubuh butuhkan dalam proses pembentukan hemoglobin. Akan tetapi, kandungan tersebut tidak membuat cokelat menjadi pilihan utama dalam mengatasi kekurangan zat besi atau anemia. Ketika Anda sering lelah, pusing, atau pucat, pemeriksaan medis bisa bantu mengetahui penyebabnya sebelum memutuskan penanganan yang tepat.

6. Mendukung Fungsi Kognitif

Flavanol menarik perhatian para peneliti karena berpotensi membantu melancarkan aliran darah ke otak. Penelitian dari Harvard Health Publishing juga menemukan perubahan pada aspek fungsi kognitif, tetapi bukti yang tersedia masih belum cukup untuk menyimpulkan bahwa manfaat cokelat bisa mencegah demensia atau meningkatkan kecerdasan.

7. Membantu Menjaga Suasana Hati

Menikmati cokelat bisa memberi pengalaman yang menyenangkan dan membantu meningkatkan suasana hati. Aroma, rasa, dan sensasi saat mengonsumsi cokelat juga bisa memberi kenyamanan.

Namun, efek tersebut tidak menjadikan cokelat sebagai obat untuk gangguan kecemasan atau depresi. Jika perubahan suasana hati berlangsung lama hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, Anda sebaiknya mencari bantuan profesional untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

8. Menyediakan Energi untuk Beraktivitas

Karbohidrat dan lemak dalam cokelat bisa menjadi sumber energi bagi tubuh. Namun, beberapa produk cokelat mengandung gula dan kalori yang cukup tinggi sehingga lebih cocok dikonsumsi sebagai camilan daripada sumber energi utama.

Untuk itu, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan yang membantu menjaga energi sebagai pilihan utama. Sementara cokelat berperan sebagai camilan dengan takaran atau porsi yang sesuai agar asupan gula dan kalori tetap terkendali.

9. Berpotensi Mendukung Kesehatan Jantung

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi dark chocolate atau kakao memberi pengaruh positif terhadap faktor risiko penyakit kardiovaskular, seperti fungsi pembuluh darah dan tekanan darah. Namun, perlu Anda catat bahwa bukti mengenai manfaat cokelat dalam mencegah serangan jantung dan kejadian kardiovaskular lainnya masih belum cukup kuat untuk menghasilkan kesimpulan pasti.

Sebagai contoh, uji klinis berskala besar yang meneliti suplemen ekstrak kakao tidak menemukan penurunan yang signifikan pada jumlah keseluruhan kejadian kardiovaskular sebagai hasil utama penelitian.

10. Membantu Respons Tubuh terhadap Insulin

Penelitian jangka pendek juga menunjukkan bahwa senyawa flavanol dalam kakao bisa memengaruhi sensitivitas insulin, yaitu kemampuan tubuh dalam menggunakan insulin untuk mengatur kadar gula darah.

Namun, cokelat yang mengandung banyak gula tetap dapat meningkatkan asupan kalori dan gula harian. Oleh karena itu, penderita diabetes perlu memperhatikan ukuran porsi, kandungan gula, dan nilai gizi cokelat, bukan hanya persentase kakao yang tercantum pada kemasan.

11. Memberi Rasa Puas ketika Menikmati Camilan

Dark chocolate mempunyai rasa yang kuat sehingga cukup dinikmati dalam porsi kecil. Menikmatinya secara perlahan membantu Anda mengenali rasa kenyang dan menikmati setiap gigitan dengan lebih baik.

12. Menjadi Bagian dari Pola Makan yang Menyenangkan

Pola makan sehat tidak harus mengorbankan makanan favorit. Anda tetap bisa menikmati manfaat cokelat sebagai bagian dari pola makan seimbang selama dalam porsi wajar dan tidak menggantikan makanan bergizi lainnya.

Efek Samping Konsumsi Cokelat Berlebihan

Meski memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan, konsumsi cokelat secara berlebihan bisa menimbulkan efek yang kurang baik bagi tubuh. Terlebih, cokelat yang tinggi gula dan lemak dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering, seperti:

  • Kenaikan berat badan: Konsumsi kalori secara berlebihan dan terus-menerus bisa menyebabkan berat badan naik.

  • Asupan gula berlebihan: Konsumsi cokelat bisa meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan ketika menjadi kebiasaan jangka panjang.

  • Gangguan tidur: Kandungan teobromin dan kafein dalam cokelat bisa mengganggu tidur, terutama pada orang yang sensitif terhadap kedua zat tersebut atau mengonsumsi cokelat menjelang waktu tidur.

  • Gangguan pencernaan: Konsumsi cokelat dalam jumlah besar juga bisa memicu keluhan pencernaan, seperti perut terasa tidak nyaman, pada sebagian orang.

  • Reaksi alergi: Cokelat yang mengandung kacang, susu, atau bahan pemicu alergi lainnya dapat menimbulkan reaksi alergi pada orang yang memiliki sensitivitas terhadap bahan tersebut.

Bagi penderita refluks asam lambung, diabetes, atau kondisi kesehatan lainnya, penting untuk menyesuaikan konsumsi cokelat dengan toleransi tubuh dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan.

Tips Mengonsumsi Cokelat agar Lebih Sehat

Anda bisa mengonsumsi dan merasakan manfaat cokelat tanpa harus mengabaikan kesehatan dengan mengikuti tips berikut ini.

  • Pilih dark chocolate sesuai kebutuhan: Cokelat dengan kandungan kakao sekitar 70% atau lebih umumnya memiliki proporsi padatan kakao yang lebih tinggi. Namun, Anda tetap perlu memeriksa kandungan gula dan lemak pada label kemasan.

  • Perhatikan ukuran porsi: Konsumsilah cokelat dalam jumlah kecil terlebih dahulu agar asupan kalori dan gula tetap terkendali. Hindari menghabiskan satu batang cokelat sekaligus.

  • Batasi produk cokelat dengan gula tambahan: Cokelat putih dan beberapa jenis cokelat susu umumnya mengandung flavanol lebih sedikit daripada dark chocolate. Pilih produk dengan kandungan gula tambahan yang lebih rendah untuk membatasi asupan gula harian.

  • Jadikan cokelat bagian dari pola makan seimbang: Anda bisa menikmati cokelat bersama buah-buahan atau kacang tanpa tambahan gula. Kombinasi ini dapat melengkapi asupan nutrisi harian selama porsinya tetap sesuai kebutuhan.

  • Perhatikan waktu konsumsi: Hindari mengonsumsi cokelat menjelang waktu tidur jika Anda sensitif terhadap kafein.

  • Periksa label informasi nilai gizi: Bacalah label kemasan sebelum membeli cokelat untuk mengetahui ukuran sajian, jumlah kalori, kandungan gula, dan lemak jenuh. Informasi tersebut membantu Anda memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi harian.

Lengkapi Pola Hidup Sehat dengan Medical Check Up

Memilih makanan bergizi dan membatasi konsumsi cokelat adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan. Namun, pola makan saja tidak cukup untuk mengetahui kadar kolesterol, gula darah, dan kondisi fungsi organ tubuh secara menyeluruh.

Untuk mendapatkan gambaran kesehatan yang lebih lengkap, Anda bisa mempertimbangkan layanan Medical Check Up Plus dari Bumame. Paket ini mencakup berbagai pemeriksaan, seperti profil lipid, darah lengkap, asam urat, gula darah puasa, fungsi ginjal, fungsi hati, dan vitamin D 25-OH yang dapat membantu memantau kondisi kesehatan Anda.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebagian besar orang bisa mengonsumsi cokelat tanpa mengalami masalah kesehatan, selama mereka tidak memiliki alergi atau kondisi medis tertentu. Namun, menurut National Health Service (NHS), beberapa gejala setelah mengonsumsi cokelat memerlukan penanganan medis segera agar dokter bisa menentukan penyebabnya dan memberikan tindakan yang tepat.

Misalnya, pembengkakan pada lidah, sesak napas, kesulitan menelan, atau pusing berat yang disertai tanda-tanda reaksi alergi bisa menunjukkan kondisi serius. Gejala tersebut bisa menjadi tanda anafilaksis, yaitu reaksi alergi berat yang dapat mengancam nyawa dan membutuhkan pertolongan medis darurat.

Nikmati Cokelat dengan Bijak untuk Mendukung Kesehatan

Cokelat memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan berkat kandungan flavanol dan mineral di dalam kakao. Flavanol mendukung fungsi pembuluh darah, sedangkan mineral berperan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Meski demikian, penelitian mengenai manfaat cokelat dalam jangka panjang masih terus berkembang.

Agar tetap mendapatkan manfaatnya, pilih cokelat dengan komposisi yang sesuai, konsumsi dalam porsi wajar, dan batasi produk dengan kandungan gula tambahan yang tinggi. Imbangi pula konsumsi cokelat dengan aktivitas fisik rutin, pola makan bergizi seimbang, dan istirahat yang cukup agar kesehatan tubuh tetap terjaga.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Harvard T.H. Chan School of Public Health — Dark Chocolate

  2. National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements — Magnesium: Fact Sheet for Health Professionals

  3. Ried, K., Fakler, P., & Stocks, N. P. — Effect of Cocoa on Blood Pressure

  4. Harvard Health Publishing — Cocoa: A Sweet Treat for the Brain?

  5. Sesso, H. D., et al. — Effect of Cocoa Flavanol Supplementation for the Prevention of Cardiovascular Disease Events: The COcoa Supplement and Multivitamin Outcomes Study (COSMOS) Randomized Clinical Trial

  6. American Heart Association — Added Sugars

  7. National Health Service (NHS) — Anaphylaxis

  8. Harvard T.H. Chan School of Public Health — Dark Chocolate Is Best Choice for Health—but Don’t Turn It into Medicine

Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan

Frequently Asked Question

Apa saja manfaat cokelat bagi kesehatan tubuh?

Cokelat berpotensi mendukung kesehatan pembuluh darah, membantu menjaga tekanan darah, melindungi sel dari stres oksidatif, serta menyumbang magnesium dan zat besi.

Apakah dark chocolate lebih sehat daripada milk chocolate?

Dark chocolate umumnya mengandung lebih banyak padatan kakao dan flavanol. Namun, Anda tetap perlu memperhatikan kandungan gula, lemak, dan kalorinya.

Berapa banyak cokelat yang boleh dikonsumsi setiap hari?

Tidak ada takaran harian yang berlaku untuk semua orang. Sesuaikan porsi cokelat dengan kebutuhan nutrisi, asupan kalori, dan kondisi kesehatan Anda.

Apakah cokelat baik untuk kesehatan jantung?

Flavanol dalam kakao berpotensi mendukung fungsi pembuluh darah dan tekanan darah. Namun, bukti bahwa konsumsi cokelat dapat mencegah serangan jantung masih terbatas.

Apa efek samping mengonsumsi cokelat secara berlebihan?

Konsumsi cokelat berlebihan dapat meningkatkan asupan gula dan kalori, memicu kenaikan berat badan, mengganggu tidur, serta menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan pada sebagian orang.