Pagi hari Anda berangkat kerja dengan semangat. Menjelang siang, satu pesan singkat dari atasan membuat Anda kesal, lalu malamnya muncul rasa sedih tanpa alasan yang jelas. Banyak orang menyebut pengalaman seperti ini mood swing.
Perubahan suasana hati umumnya berkaitan dengan hal sehari-hari, seperti stres, kurang tidur, atau siklus hormon. Pada sebagian orang, polanya memberi petunjuk tentang kondisi yang bisa ditangani, misalnya gangguan tiroid atau gangguan bipolar.
Berikut arti mood swing, penyebabnya, cara membedakan perubahan yang wajar dengan pola yang perlu diperiksa, serta langkah praktis mengendalikannya.
Apa Itu Mood Swing?
Mood swing adalah perubahan suasana hati yang terasa cepat dan berganti-ganti, misalnya dari gembira menjadi mudah tersinggung, cemas, atau sedih dalam waktu singkat. Istilah ini menggambarkan keluhan, sedangkan diagnosis penyebabnya ditentukan dokter.
Hampir semua orang pernah mengalaminya. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencantumkan suasana hati yang berubah-ubah serta mudah marah sebagai gejala psikis stres, tanda bahwa emosi ikut merespons tekanan.
Pada kondisi tertentu, perubahannya jauh lebih kuat. NHS, layanan kesehatan nasional Inggris, menggambarkan gangguan bipolar sebagai kondisi dengan perubahan suasana hati yang ekstrem. Jadi, kekuatan perubahan, lamanya, dan dampaknya pada aktivitas menjadi pembeda utama.
Penyebab Mood Swing yang Sering Dialami
Pemicunya bisa datang dari kebiasaan, perubahan hormon, atau kondisi kesehatan. Lima penyebab berikut dekat dengan keseharian.
1. Stres dan Beban Pikiran
Kemenkes menyebut beban kerja, masalah keuangan, konflik antarpribadi, perubahan besar dalam hidup, dan ketidakpastian masa depan sebagai pemicu stres. Saat tekanan menumpuk, seseorang lebih mudah frustrasi, gelisah, dan sulit fokus, sehingga suasana hatinya ikut naik turun. Menerapkan cara mengelola stres yang sehat membantu meredamnya.
2. Kurang Tidur
Menurut NHLBI, lembaga kesehatan di bawah NIH Amerika Serikat, kekurangan tidur bisa membuat seseorang mudah frustrasi, cepat kesal, atau cemas dalam situasi sosial, serta lebih sulit membaca emosi orang lain. Tidur di waktu yang keliru, misalnya setelah begadang, juga termasuk kekurangan tidur. Dalam jangka panjang, kondisi ini dikaitkan dengan depresi.
3. Siklus Menstruasi dan PMS
Menjelang haid, banyak perempuan mengalami premenstrual syndrome (PMS) atau sindrom pramenstruasi. NHS menyebut mood swing, rasa murung atau mudah tersinggung, cemas, dan sulit tidur sebagai gejala PMS yang umum. Penyebabnya diduga berkaitan dengan perubahan kadar hormon selama siklus menstruasi. Mengenali tanda menjelang haid membantu Anda bersiap. Sebagian kecil perempuan mengalami gejala yang jauh lebih berat, disebut premenstrual dysphoric disorder (PMDD), dan kondisi ini perlu ditangani dokter.
4. Perubahan Emosi Setelah Melahirkan
Menurut NHS, merasa murung, cemas, atau mudah tersinggung selama beberapa hari setelah melahirkan sangat umum dialami. Kondisi yang dikenal sebagai baby blues ini biasanya mereda dalam 2 minggu setelah persalinan. Bila keluhan berlanjut, makin berat, atau ibu merasa kewalahan, kemungkinan depresi pascapersalinan perlu diperiksa. Gejala kondisi ini bisa muncul hingga setahun setelah melahirkan.
5. Masa Perimenopause
Perimenopause adalah masa transisi menjelang menopause, yang menurut Mayo Clinic umumnya mulai terasa di usia 40-an. Pada masa ini, kadar estrogen naik turun sehingga mood swing dan rasa mudah tersinggung bisa muncul, serta risiko depresi meningkat. Perempuan dengan riwayat PMS, PMDD, atau depresi pascapersalinan lebih mungkin mengalami perubahan suasana hati di fase ini. Memahami peran hormon perempuan membantu Anda menyikapi perubahan ini dengan tenang.
Kondisi Medis di Balik Suasana Hati yang Naik Turun
Bila perubahan emosi menetap walau kebiasaan sudah diperbaiki, kondisi berikut perlu dipertimbangkan.
6. Hipertiroid
Hipertiroid terjadi saat kelenjar tiroid di leher memproduksi hormon tiroid secara berlebihan. NHS mencantumkan rasa gugup, cemas, mudah tersinggung, mood swing, dan sulit tidur sebagai gejalanya, bersama jantung berdebar, tangan gemetar, berat badan turun, dan tidak tahan panas. Kondisi ini sekitar 10 kali lebih sering dialami perempuan dan umumnya muncul di usia 20 sampai 40 tahun. Kombinasi keluhan emosi dan fisik ini perlu dibicarakan dengan dokter, karena hipertiroid umumnya bisa diobati.
7. Depresi dan Gangguan Kecemasan
Menurut Kemenkes, depresi ditandai rasa sedih berkepanjangan dan hilangnya minat pada kegiatan sehari-hari, sedangkan gangguan kecemasan ditandai rasa khawatir berlebihan yang sulit dikendalikan, hampir setiap hari selama berminggu-minggu. Diagnosis depresi membutuhkan setidaknya dua dari tiga gejala utama, yaitu murung, hilang minat, dan energi berkurang, yang berlangsung minimal 2 minggu. Ambang diagnosis ditentukan oleh dokter. Kondisi seperti depresi mayor bisa diatasi dengan penanganan tenaga profesional.
8. Gangguan Bipolar
Pada gangguan bipolar, perubahan suasana hati jauh lebih ekstrem daripada mood swing sehari-hari. NHS membaginya menjadi fase suasana hati tinggi, yaitu mania atau hipomania, saat seseorang merasa sangat bersemangat, butuh sedikit tidur, dan bertindak impulsif, serta fase suasana hati rendah atau depresi. Tiap fase biasanya bertahan beberapa hari hingga beberapa minggu dan diselingi masa stabil. Mengenali gejala manik dan depresi pada bipolar membantu Anda dan keluarga mencari pertolongan lebih awal.
Mood Swing Biasa atau Pola yang Perlu Dicek?
Tabel berikut merangkum ciri umum yang membedakan keduanya menurut Kemenkes dan NHS.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Bila muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau mengakhiri hidup, segera ke IGD rumah sakit atau minta keluarga dan teman dekat mendampingi Anda mencari pertolongan. Situasi ini membutuhkan bantuan pada hari yang sama.
Untuk keluhan lain, buat janji dengan dokter bila Anda mengalami tanda berikut:
Murung lebih dari 2 minggu. Kemenkes memakai batas waktu ini sebagai tanda stres perlu penanganan lanjut. Perhatikan juga bila minat dan energi ikut menurun.
Aktivitas harian terganggu. Pekerjaan, sekolah, atau hubungan dengan orang lain mulai terdampak. Rasa panik yang sulit dikendalikan atau memakai alkohol dan obat-obatan untuk meredakan perasaan juga termasuk tanda ini.
Fase emosi yang berganti. Fase sangat bersemangat dan butuh sedikit tidur bergantian dengan fase murung yang panjang. Pola ini perlu dinilai dokter atau psikiater.
Keluhan fisik ikut muncul. Emosi yang naik turun disertai jantung berdebar, tangan gemetar, atau berat badan turun tanpa sebab yang jelas. Kombinasi ini perlu dicek untuk mencari penyebab fisik.
Keluhan hormonal terasa berat. Gejala menjelang haid atau setelah melahirkan tidak membaik setelah perubahan gaya hidup. Ibu baru yang merasa kewalahan sebaiknya segera bercerita kepada dokter atau bidan.
Pemeriksaan dan Penanganan oleh Dokter
Dokter akan menanyakan pola suasana hati, perilaku, riwayat kesehatan, dan riwayat keluarga. Kuesioner seperti Perceived Stress Scale atau Depression Anxiety Stress Scale bisa membantu menilai tingkat stres. Kemenkes menyebut tes darah dilakukan sesuai indikasi untuk menyingkirkan penyakit fisik, misalnya tes fungsi tiroid. Bila dokter menduga gangguan bipolar atau gangguan jiwa lain, Anda bisa dirujuk ke psikiater.
Penanganan mengikuti penyebabnya. Psikoterapi seperti terapi perilaku kognitif (CBT) membantu mengubah pola pikir dan mengelola emosi. Dokter juga bisa meresepkan antidepresan atau obat penstabil suasana hati sesuai kondisi, sedangkan untuk PMS, NHS menyebut obat hormonal sebagai salah satu pilihan. Obat yang sudah diresepkan sebaiknya tidak dihentikan tanpa arahan dokter.
Cara Mengendalikan Mood Swing Sehari-hari
Langkah sederhana berikut membantu menstabilkan emosi, apa pun pemicunya:
Catat pola suasana hati. Tulis kapan mood berubah, apa pemicunya, berapa jam Anda tidur, dan di hari ke berapa siklus haid. NHS menyarankan pencatatan gejala PMS minimal selama 2 siklus untuk dibawa saat konsultasi. Catatan ini membantu dokter melihat pola yang sulit diingat.
Jaga jadwal tidur. NHS menganjurkan rutinitas teratur dan tidur cukup untuk menjaga suasana hati tetap stabil pada gangguan bipolar. Patokan jam tidur normal sesuai usia bisa menjadi acuan bagi siapa pun.
Bergerak aktif. Kemenkes menganjurkan olahraga teratur minimal 30 menit setiap hari sebagai cara mencegah stres. Jalan kaki, bersepeda, atau yoga bisa dipilih sesuai kemampuan Anda.
Makan teratur dengan gizi seimbang. Untuk keluhan PMS, NHS menyarankan makan porsi kecil setiap 2 sampai 3 jam. Pilihan makanan pendukung suasana hati bisa melengkapi menu harian Anda.
Batasi alkohol, rokok, dan kafein berlebih. NHS menyarankan membatasi alkohol dan tidak merokok untuk meringankan PMS, serta menghindari minuman berkafein dalam jumlah banyak pada gangguan bipolar.
Latih teknik menenangkan diri. Kemenkes menyarankan meditasi, latihan pernapasan, butterfly hug, dan teknik grounding 5-4-3-2-1 untuk menstabilkan emosi. Teknik ini bisa dipakai saat emosi mulai memuncak, misalnya di tengah kemacetan.
Bicarakan perasaan Anda. Kemenkes menyebut bersosialisasi bisa membantu meningkatkan suasana hati. Bila keluhan terasa berat, psikolog atau psikiater bisa menjadi langkah lanjut.
Kenali Pola Emosi Anda dan Rawat dengan Langkah Kecil
Mood swing adalah bagian dari pengalaman manusia. Mencatat pola, menjaga tidur, bergerak aktif, dan mengelola stres sering kali sudah membawa perubahan. Bila emosi yang naik turun terasa berat, berlangsung lama, atau disertai keluhan fisik, berkonsultasi lebih awal membuka jalan ke penanganan yang sesuai. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.
Bila dokter menyarankan pemeriksaan untuk menyingkirkan penyebab fisik, medical check up bisa menjadi titik awal. Untuk informasi jadwal dan layanan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Stres.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Gangguan Kesehatan Mental, Semakin Ngetren dan Perlu Diwaspadai.
NHS. PMS (Premenstrual Syndrome).
NHS. Bipolar Disorder.
NHS. Postnatal Depression.
NHS. Overactive Thyroid (Hyperthyroidism).
National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), NIH. What Are Sleep Deprivation and Deficiency?
Mayo Clinic. Perimenopause, Symptoms and Causes.
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
Frequently Asked Question
Apakah mood swing merupakan tanda gangguan jiwa?
Tidak selalu. Mood swing dapat dipicu stres, kurang tidur, atau perubahan hormon. Namun, perubahan suasana hati perlu diperiksa jika terasa ekstrem, berlangsung lama, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau disertai keluhan fisik tertentu.
Apa penyebab mood swing pada perempuan?
Perubahan hormon menjelang menstruasi, setelah melahirkan, dan selama perimenopause dapat memicu mood swing. Stres dan kurang tidur juga bisa memperburuk perubahan suasana hati. Jika keluhan berat atau menetap, konsultasikan dengan dokter.
Apa perbedaan mood swing biasa dan gangguan bipolar?
Mood swing sehari-hari umumnya berkaitan dengan pemicu tertentu dan mereda setelah kondisi membaik. Pada gangguan bipolar, perubahan suasana hati lebih ekstrem, dengan fase sangat bersemangat atau mania dan fase depresi yang dapat berlangsung beberapa hari hingga beberapa minggu. Diagnosis perlu dilakukan oleh dokter atau psikiater.
Apakah gangguan tiroid dapat menyebabkan mood swing?
Ya. Hipertiroid dapat menyebabkan kecemasan, mudah tersinggung, dan perubahan suasana hati. Gejala lain yang mungkin menyertai meliputi jantung berdebar, tangan gemetar, berat badan turun tanpa sebab jelas, dan sulit tidur. Dokter dapat menyarankan pemeriksaan fungsi tiroid sesuai kebutuhan.
Bagaimana cara mengendalikan mood swing sehari-hari?
Catat perubahan suasana hati dan pemicunya, jaga jadwal tidur, berolahraga secara teratur, makan dengan gizi seimbang, serta lakukan latihan pernapasan atau teknik relaksasi. Jika keluhan berlangsung lebih dari dua minggu atau mengganggu aktivitas, konsultasikan dengan dokter. Bila muncul pikiran untuk menyakiti diri, segera cari pertolongan medis.
