Hari pertama di pusat kebugaran sering diisi rasa bingung. Rak dumbel berjajar rapi, mesin latihan menunggu, dan Anda belum tahu harus mulai dari beban berapa. Sebagian orang akhirnya meniru beban orang di sebelahnya, lalu dua hari kemudian kesulitan menuruni tangga.
Pegal berlebihan atau cedera ringan di minggu pertama bisa membuat pemula berhenti sebelum merasakan hasilnya. Padahal latihan penguatan otot termasuk aktivitas fisik yang dianjurkan bagi orang dewasa, dan cara memulainya bisa sederhana.
Artikel ini membahas manfaat angkat beban, jumlah latihan per minggu, cara memilih beban, gerakan dasar, teknik yang aman, dan kapan perlu ke dokter.
Apa Itu Olahraga Angkat Beban dan Apakah Cocok untuk Pemula?
Olahraga angkat beban adalah latihan yang membuat otot berkontraksi melawan suatu beban. Kemenkes menyebutnya resistance training atau latihan resistensi. Bebannya bisa berupa dumbel, barbel, mesin latihan, tali resistensi, hingga berat badan Anda sendiri.
Jawaban singkatnya, latihan ini cocok untuk pemula selama dimulai dari beban ringan dan dinaikkan bertahap. Untuk latihan dengan berat badan, Kemenkes menyarankan pemula memulai dari gerakan sederhana berintensitas rendah, lalu menambah tingkat kesulitan sesuai kemampuan. Push-up dan squat juga termasuk latihan beban, sehingga sesi pertama bisa dilakukan di rumah.
Memahami fungsi otot membantu Anda melihat mengapa setiap kelompok otot perlu dilatih secara seimbang. Angkat beban juga bisa dipadukan dengan jenis olahraga lain seperti jalan cepat atau bersepeda.
Manfaat Angkat Beban bagi Otot, Tulang, dan Jantung
1. Otot Lebih Kuat dan Aktivitas Harian Lebih Ringan
Kemenkes mencatat latihan beban bermanfaat untuk kekuatan dan massa otot. Menurut MSD Manual, kekuatan otot menurun seiring bertambahnya usia, dan latihan kekuatan sederhana membantu lansia menjalani aktivitas seperti naik tangga, mandi, dan berbelanja.
2. Tulang Lebih Kuat dan Padat
Saat otot berkontraksi mengangkat beban, tulang ikut menerima tekanan yang memicu sel tulang membentuk jaringan baru sehingga tulang lebih kuat dan padat. Pada orang dengan osteoporosis atau tulang keropos, Kemenkes menyarankan latihan penguatan otot untuk meningkatkan kepadatan dan kekuatan tulang, dengan program yang disesuaikan bersama dokter.
3. Sendi Lebih Stabil dan Tubuh Lebih Seimbang
Latihan kekuatan membangun otot di sekitar sendi, sehingga sendi lebih tertopang dan stabil. Latihan dengan berat badan sendiri juga melatih keseimbangan, kelenturan, dan koordinasi. Pada artritis atau radang sendi, Kemenkes menyarankan latihan kekuatan bersama latihan fleksibilitas dan aerobik berdampak rendah untuk mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi sendi.
4. Mendukung Kesehatan Jantung dan Tekanan Darah
Kemenkes menyebut latihan beban bisa meningkatkan fungsi kardiovaskular, yaitu kerja jantung dan pembuluh darah. Pada orang dengan tekanan darah tinggi, latihan ini terbukti efektif menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik.
Berapa Kali Seminggu dan Berapa Repetisi yang Cukup?
CDC menganjurkan latihan penguatan otot minimal 2 hari seminggu. Latihannya sebaiknya mencakup semua kelompok otot utama, yaitu kaki, pinggul, punggung, dada, perut, bahu, dan lengan.
Gunakan patokan berikut untuk menyusun sesi pertama Anda:
Repetisi. Satu repetisi adalah satu gerakan utuh, misalnya mengangkat dumbel lalu menurunkannya. CDC menyarankan 8 sampai 12 repetisi per gerakan, yang dihitung sebagai satu set.
Set. Mulailah dengan satu set untuk setiap gerakan. Setelah tubuh terbiasa, naikkan menjadi dua atau tiga set untuk manfaat yang lebih besar.
Durasi sesi. Kemenkes menganjurkan latihan 2 sampai 3 kali seminggu dengan minimal satu set per kelompok otot utama. Sesi sekitar 20 sampai 30 menit sudah bisa memberi manfaat yang berarti.
Jeda istirahat. Otot butuh sekitar 48 jam untuk pulih setelah latihan. Beri jarak minimal satu hari sebelum melatih otot yang sama, misalnya Senin dan Kamis, atau Senin, Rabu, dan Jumat.
Beri juga waktu istirahat yang cukup di antara set agar tubuh tidak kelelahan berlebihan. Perhatikan asupan protein dari makanan sehari-hari dan perkirakan kebutuhan protein harian Anda. Bila targetnya menambah massa otot, rencanakan pola makan seperti pada program bulking.
Cara Memilih Beban Awal yang Sesuai Kemampuan
Pilih beban yang memungkinkan Anda menyelesaikan 8 sampai 12 repetisi dengan gerakan pelan dan terkendali. Pada repetisi terakhir, otot terasa cukup berat sehingga sulit menambah satu repetisi lagi tanpa merusak teknik. Menurut MSD Manual, latihan tidak perlu dipaksa sampai otot benar-benar gagal bergerak.
Kurangi beban bila teknik berubah. Menyentak atau menjatuhkan beban bisa menyebabkan cedera karena gerakan berhenti dan mulai secara mendadak. Turunkan beban bila gerakan mulai tidak terkendali.
Naikkan bertahap. Bila 12 repetisi sudah selesai dengan mudah dan teknik tetap baik, tambah beban sedikit agar otot kembali tertantang. Lakukan kenaikan sesuai kemampuan tubuh.
Pertimbangkan karet resistensi. Sebagian orang memakai karet elastis sebagai pengganti beban saat baru memulai latihan kekuatan. Pilihan ini praktis untuk berlatih di rumah.
Bila Anda belum terbiasa bergerak sama sekali, olahraga ringan untuk pemula bisa menjadi tahap awal sebelum menambah beban.
Lima Gerakan Dasar untuk Sesi Pertama
MSD Manual menyebut latihan biasanya dimulai dari kelompok otot besar ke otot kecil, yaitu kaki, punggung atas, dada, bahu, lalu lengan. Lima gerakan berikut mencakup sebagian besar kelompok otot utama:
Squat. Turunkan pinggul seperti hendak duduk, lalu berdiri kembali dengan dorongan kaki. Teknik dasar olahraga squat sebaiknya dikuasai sebelum memegang dumbel.
Lunges. Langkahkan satu kaki ke depan, tekuk kedua lutut hingga tubuh turun, lalu kembali ke posisi awal. Gerakan ini melatih otot kaki sekaligus keseimbangan.
Row dengan dumbel. Tumpukan satu tangan dan satu lutut di bangku, lalu tarik dumbel ke arah pinggang dengan tangan lainnya. Gerakan menarik ini melatih punggung atas dan lengan.
Push-up. Pemula bisa bertumpu pada dinding atau lutut, lalu beralih ke push-up biasa saat tubuh lebih kuat. Gerakan ini melatih dada, bahu, dan lengan.
Plank. Tahan tubuh lurus dari kepala hingga tumit dengan bertumpu pada lengan bawah dan ujung kaki. Gerakan ini melatih otot perut dan punggung yang menopang postur.
Pemanasan, Postur, dan Teknik Napas saat Mengangkat Beban
Biasakan langkah berikut di setiap sesi latihan:
Pemanasan. Berjalan atau melakukan gerakan yang sama dengan beban lebih ringan menaikkan suhu otot lewat aliran darah. Otot yang hangat lebih lentur dan lebih kecil kemungkinannya robek.
Postur. Jaga dada tetap tegak, bahu ditarik ke belakang, perut dikencangkan, dan hindari mengunci sendi saat lengan atau kaki lurus. Gerakkan beban dengan halus dan berkesinambungan.
Napas. Buang napas saat mengangkat beban dan tarik napas saat menurunkannya. Menahan napas sambil mengejan bisa membuat kepala terasa melayang, bahkan pingsan. Tekanan darah memang naik selama latihan beban, tetapi cepat kembali normal dan kenaikannya kecil bila teknik napas benar.
Pendampingan. Pemula umumnya terbantu oleh pendampingan untuk mengatur beban, posisi tubuh, dan napas. Kemenkes juga menyarankan berkonsultasi dengan pelatih untuk merancang program yang sesuai tujuan.
Pendinginan. Memperlambat gerakan secara bertahap di akhir sesi membantu mencegah kepala terasa ringan. Saat latihan dihentikan mendadak, darah bisa terkumpul di pembuluh darah kaki.
Cara Membedakan Pegal Biasa dan Cedera Otot
Rasa panas ringan di otot saat latihan, akibat penumpukan asam laktat, umumnya wajar. Begitu pula pegal keesokan harinya yang dikenal sebagai delayed onset muscle soreness (DOMS) atau nyeri otot tertunda. Menurut MSD Manual, pegal ini menandakan otot sedang terstimulasi untuk memperbaiki diri dan beradaptasi.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Hentikan latihan bila muncul nyeri yang berbeda dari rasa panas ringan di otot. Nyeri tajam di sendi, nyeri lutut setelah squat, atau nyeri punggung bawah yang belum hilang setelah 72 jam perlu diperiksakan ke dokter.
Siapa yang Sebaiknya Diperiksa Dokter Sebelum Mulai?
Masalah jantung akibat aktivitas fisik jarang terjadi. Risikonya berkaitan dengan tingkat kebugaran dan intensitas, sehingga orang yang belum bugar perlu memulai dari intensitas ringan. Bicarakan dengan dokter lebih dulu bila Anda termasuk dalam kelompok berikut:
Memiliki penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau diabetes. NHLBI menyarankan Anda menanyakan jenis aktivitas fisik yang aman kepada dokter. Menurut MSD Manual, hipertensi atau diabetes yang tidak terkontrol bisa membuat olahraga berbahaya bagi sebagian orang.
Berusia lanjut. Lansia sebaiknya diperiksa dokter sebelum memulai program latihan untuk mendeteksi gangguan jantung dan keterbatasan fisik. Latihan awal memakai beban ringan, seperti karet resistensi atau dumbel 1 kilogram, dengan sekitar 12 sampai 20 repetisi.
Memiliki radang sendi atau sedang pulih dari cedera. Radang sendi bisa membuat olahraga lebih sulit dilakukan. Program latihan untuk pemulihan cedera sebaiknya diawasi fisioterapis.
Hentikan latihan dan segera cari pertolongan medis bila muncul nyeri dada, kepala terasa melayang, atau jantung berdebar cepat atau tidak teratur (palpitasi). Nyeri dada yang berat atau tidak kunjung reda perlu segera ditangani di IGD.
Pemeriksaan kesehatan atau medical check up sebelum memulai program latihan membantu dokter melihat tekanan darah, gula darah, dan kondisi jantung Anda sebagai dasar menentukan intensitas yang aman.
Jadikan Angkat Beban Bagian dari Rutinitas Mingguan Anda
Dua sesi seminggu dengan beban ringan, teknik yang rapi, dan jeda istirahat yang cukup sudah menjadi awal yang baik. Naikkan beban sedikit demi sedikit dan nikmati kemajuan kecil, seperti tangga yang terasa lebih ringan atau belanjaan yang lebih mudah diangkat.
Bila Anda ingin memastikan kondisi tubuh sebelum memulai program latihan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. Resistance Training, Apakah Berpengaruh terhadap Kesehatan Jantung?
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. Latihan Fisik yang Baik untuk Kesehatan Tulang dan Sendi.
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI. Kalistenik, Revolusi Sehat Tanpa Biaya di Era Modern.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). What Counts as Physical Activity for Adults.
MSD Manual Consumer Version. Starting an Exercise Program.
MSD Manual Consumer Version. Exercising Safely.
MSD Manual Consumer Version. Exercise in Older Adults.
National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI). Physical Activity and Your Heart, Risks.
Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani
Frequently Asked Question
Apakah olahraga angkat beban aman untuk pemula?
Umumnya aman jika dimulai dengan beban ringan, teknik yang benar, dan peningkatan beban secara bertahap. Orang dengan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau diabetes sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Berapa kali seminggu sebaiknya angkat beban?
Lakukan latihan penguatan otot minimal dua hari seminggu untuk melatih seluruh kelompok otot utama. Berikan jeda sekitar 48 jam sebelum melatih kelompok otot yang sama kembali.
Berapa repetisi dan set angkat beban untuk pemula?
Mulailah dengan satu set berisi 8 sampai 12 repetisi untuk setiap gerakan. Setelah tubuh terbiasa, tingkatkan menjadi dua atau tiga set sesuai kemampuan.
Apakah wajar badan pegal setelah angkat beban?
Pegal otot tertunda atau DOMS biasanya muncul beberapa jam setelah latihan, memuncak dalam 48 jam, lalu mereda dalam 72 jam. Nyeri yang muncul langsung saat latihan atau semakin berat perlu diperiksakan ke dokter.
Apakah angkat beban bisa dilakukan di rumah tanpa alat?
Bisa. Push-up, squat, plank, dan lunges menggunakan berat badan sendiri sebagai beban. Karet resistensi juga dapat menjadi pilihan praktis untuk latihan kekuatan di rumah.
