Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

10 Olahraga yang Bisa Meninggikan Badan secara Alami
Kembali ke Artikel & Berita

10 Olahraga yang Bisa Meninggikan Badan secara Alami

SBATips Kesehatan

Banyak orang menginginkan postur tubuh yang tinggi dan ideal agar lebih percaya diri. Berbagai usaha pun dilakukan, mulai dari mengonsumsi suplemen, makan dan minum tinggi kalsium, hingga mencari tahu jenis olahraga yang bisa meninggikan badan dan menstimulasi pertumbuhan tubuh.

Menerapkan berbagai jenis olahraga penambah tinggi badan tidak hanya berfokus pada hasil fisik, tetapi harus mengerti bagaimana cara melakukannya dengan benar dan aman. Ini juga bermanfaat untuk menjaga kepadatan tulang, memperbaiki kelurusan tulang belakang, dan menghindari risiko cedera yang tidak diinginkan.

Benarkah Olahraga Bisa Meninggikan Badan?

Tinggi badan seseorang dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dari genetik dan biologis menyumbang sebanyak 60–80%. Sedangkan 20–40% sisanya berasal dari faktor lingkungan dan gaya hidup, seperti asupan gizi, kualitas tidur, kondisi medis, dan aktivitas fisik dan olahraga.

Meski persentasenya terlihat sedikit, namun dengan rutin berolahraga, Anda bisa memaksimalkan potensi genetik pertumbuhan badan. Sebab, aktivitas olahraga akan merangsang tubuh untuk melepaskan hormon pertumbuhan (Human Growth Hormone/HGH) yang penting dalam pembelahan sel tulang.

10 Olahraga yang Bisa Meninggikan Badan dan Mendukung Pertumbuhan 

Tidak semua jenis olahraga mampu melepaskan hormon pertumbuhan dalam jumlah yang banyak. Anda perlu memilih jenis olahraga yang high-impact dan berintensitas sedang hingga tinggi, seperti lompatan, lari, dan peregangan tubuh. Berikut adalah 10 jenis olahraga yang bisa meninggikan badan.

1. Basket

Rekomendasi olahraga yang bisa meninggikan badan yang pertama adalah basket. Kombinasi lompatan dan lari cepat yang konstan memberi tekanan sehat pada tulang kaki. Hentakan kaki juga merangsang aliran darah ke lempeng pertumbuhan. Supaya permainan basket lebih aman, Anda perlu:

  • Lakukan pemanasan sebelum mulai bermain basket minimal 10 menit untuk mencegah cedera kaki;

  • Saat mendarat, gunakan kedua kaki dan pastikan lutut sedikit menekuk untuk menyerap benturan; serta

  • Gunakan sepatu dengan bantalan (sol) tebal untuk meredam benturan dengan lantai.

2. Voli

Selain basket, Anda juga bisa bermain bola voli. Gerakan lompatan tinggi yang berulang saat smash dan block bola bisa menstimulasi pertumbuhan tulang dan peregangan maksimal, sehingga tulang belakang lebih lurus. Cara bermain voli yang aman adalah:

  • Melakukan pemanasan di awal dan pendinginan di akhir olahraga setidaknya 10 menit dengan fokus pada bagian bahu, lengan, punggung, dan kaki; serta

  • Pastikan mendarat dengan bagian depan kaki dengan lutut sedikit menekuk untuk menyerap hentakan kaki.

3. Badminton

Badminton juga termasuk jenis olahraga yang bisa meninggikan badan sekaligus melatih refleks gerak cepat tangan dan kaki. Gerakan mengayunkan raket, menepis kok, dan lompatan smash dapat meregangkan serta melenturkan otot lengan dan kaki secara dinamis.

Anda bisa bermain badminton dengan aman dengan mengikuti tips berikut.

  • Pastikan langkah kaki benar, yaitu lutut searah dengan ujung jari kaki agar tidak cedera lutut.

  • Jangan paksakan tubuh menjangkau kok melebihi batas kemampuan.

  • Saat mengambil kok, gunakan teknik menyerok dengan raket dan jangan terlalu menunduk karena aliran darah otak sedang meningkat.

4. Berenang

Jika Anda ingin berolahraga tanpa harus banyak berkeringat, coba olahraga berenang. Saat berada di air, tubuh terbebas dari efek gravitasi. Kondisi ini membuat tulang belakang bebas dari tekanan sehingga dapat meregang maksimal. Adapun cara berenang yang benar dan aman adalah:

  • Lakukan peregangan pada otot pundak dan punggung sebelum masuk kolam; serta

  • Jaga posisi kepala dan leher tetap sejajar dengan tulang belakang, jangan mendongak terlalu tinggi agar leher tidak kram.

5. Bersepeda

Bersepeda adalah olahraga yang bisa meninggikan badan. Gerakan mengayuh sepeda bermanfaat dalam melancarkan aliran darah ke lempeng pertumbuhan. Selain itu, kaki yang meregang ke bawah saat mengayuh dapat menstimulasi pemanjangan tulang kaki. Agar kegiatan bersepeda Anda lebih aman, lakukan tips-tips berikut.

  • Atur tinggi sadel atau tempat duduk secara pas agar nyaman dan terhindar dari cedera.

  • Saat mengayuh ke bawah, lutut sedikit menekuk bukan lurus karena sendi bisa cedera.

  • Gunakan pelindung kepala atau helm.

6. Lompat Tali (Skipping)

Lompat tali juga bisa Anda lakukan sebagai upaya meninggikan badan. Sebab, manfaat lompat tali dengan ritme mampu meningkatkan hormon pertumbuhan. Selain itu, mineral di dalam tulang kaki menjadi padat sehingga lebih kuat. Cara lompat tali yang aman adalah:

  • Jangan melompat terlalu tinggi agar tidak mudah lelah;

  • Mendarat dengan ujung depan kaki, bukan tumit; dan

  • Melompat di permukaan lantai yang rata.

7. Jogging

Banyak yang belum tahu bahwa jogging termasuk olahraga yang bisa meninggikan badan. Hal ini karena jogging bermanfaat dalam memicu pelepasan hormon pertumbuhan, sehingga berdampak pada tinggi badan. Hentakan kaki yang teratur juga dapat menguatkan tulang kaki. Tips jogging yang aman adalah:

  • Pandangan lurus ke depan dan posisi tubuh tidak membungkuk; serta

  • Jangan melangkah terlalu lebar karena tumit bisa menghantam tanah terlalu keras.

8. Yoga dan Peregangan (Stretching)

Yoga pada dasarnya membantu meregangkan dan melatih kelenturan seluruh tubuh. Dengan begitu, postur bungkuk dapat diperbaiki sehingga dapat mengembalikan tinggi badan asli. Untuk melakukan gerakan yoga yang aman, pastikan Anda:

  • Menggunakan matras yang tidak licin;

  • Melakukan setiap gerakan secara perlahan dan atur ritme napas; serta

  • Jangan paksa tubuh meniru pose ekstrem jika terasa sakit.

9. Bergelantungan (Hanging)

Olahraga yang bisa meninggikan badan berikutnya adalah bergelantungan. Dengan memanfaatkan gaya gravitasi, bagian lengan dan tulang belakang dapat tertarik secara alami, sehingga badan lebih lurus dan panjang. Cara bergelantungan yang aman yaitu:

  • Pastikan tiang kokoh dan mampu menahan berat badan;

  • Cengkeram tiang dengan kuat dan biarkan otot punggung dan perut rileks; serta

  • Jangan mendadak melompat turun karena bisa mengejutkan sendi lutut dan tulang belakang.

10. Pull-Up Bar

Rekomendasi terakhir adalah pull-up bar. Tekniknya hampir sama dengan bergelantungan, hanya saja pada pull-up bar, ada penambahan gerakan menarik seluruh badan ke atas.

Gerakan ini dapat memperkuat otot punggung sehingga tidak lagi membungkuk. Cara agar gerakan pull-up bar lebih aman adalah sebagai berikut.

  • Mengontrol setiap tarikan tubuh ke atas dan fokus pada kekuatan otot tubuh bagian atas, bukan telapak tangan.

  • Turun secara perlahan, jangan menjatuhkan badan terlalu cepat.

Cara Memaksimalkan Pertumbuhan Tinggi Badan 

Menerapkan cara menambah tinggi badan dengan olahraga yang kami sebutkan di atas tidak cukup apabila Anda tidak mengimbanginya dengan gaya hidup sehat. Berikut ini beberapa cara lain untuk memaksimalkan pertumbuhan tinggi badan.

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang, terutama mengandung protein, kalsium, vitamin D, zinc, dan magnesium yang bermanfaat dalam pembentukan sel-sel tulang baru.

  • Melakukan aktivitas fisik harian secara rutin minimal 60 menit per hari.

  • Tidur cukup sekitar 8–10 jam (anak dan remaja) atau 7–9 jam (dewasa), agar tubuh dapat melepaskan hormon pertumbuhan saat fase deep sleep (tidur nyenyak).

  • Mengelola stres dengan baik, karena stres dapat meningkatkan hormon kortisol dan menghambat hormon pertumbuhan.

Apakah Olahraga Peninggi Badan Masih Efektif untuk Orang Dewasa?

Ketika beranjak dewasa di atas 21 tahun, tinggi badan sudah berhenti tumbuh karena lempeng tulang pertumbuhannya tertutup. Meski begitu, orang dewasa tetap disarankan melakukan olahraga yang bisa meninggikan badan secara rutin.

Olahraga dapat membantu meregangkan dan menguatkan otot, sehingga ruas tulang belakang terbebas dari tekanan. Dengan begitu, postur tubuh menjadi lebih tegak dan terlihat lebih tinggi. Selain itu, rutin berolahraga juga bermanfaat mencegah terjadinya osteoporosis di usia lanjut dan mengecilkan perut sehingga berat badan lebih ideal.

Optimalkan Kesehatan dan Kekuatan Tubuh

Menjaga kesehatan tubuh dapat meningkatkan stamina, sehingga Anda dapat menjalani olahraga dengan optimal. Sebab, kondisi fisik menurun dan letih berlebihan justru bisa menggagalkan efektivitas olahraga penambah tinggi badan.

Untuk mendukung kebugaran dan stamina tubuh saat berolahraga, Anda dapat melakukan medical check-up kesehatan tulang di Bumame secara berkala. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kadar kalsium dan vitamin D yang berperan penting untuk kesehatan tulang dan otot.

Apabila hasil pemeriksaan kadar vitamin dalam tubuh tidak mencukupi kebutuhan harian, Anda dapat menambah Strength Booster dari Bumame. Layanan berupa suntik vitamin ini bisa melengkapi kebutuhan 12 vitamin yang bermanfaat untuk meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh.

Jaga Postur dan Kebugaran Tubuh secara Berkesinambungan 

Itulah beberapa jenis olahraga yang bisa meninggikan badan. Olahraga tersebut bisa berdampak langsung pada peningkatan tinggi badan pada anak-anak dan remaja. Meskipun bagi orang dewasa tidak dapat menambah tinggi badan, namun postur tubuh menjadi lebih tegak, tulang lebih kuat, dan terhindar dari kerapuhan tulang.

Supaya hasilnya lebih maksimal, Anda dapat memadukan lebih dari satu jenis olahraga peninggi badan sesuai kemampuan. Tidak lupa imbangi dengan asupan gizi seimbang, cukup tidur, tidak stres, dan lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin agar Anda tetap sehat dan bugar.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Frontiers in Endocrinology — The Impact of Diet and Physical Activity on Bone Health in Children

  2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) — Adult Activity: An Overview | Physical Activity Basics

  3. PubMed Central — Editorial: Bone Health and Development in Children and Adolescents

  4. SVRG — 10 Home Exercises to Increase Height You Can Try

  5. FitHub Indonesia — Rekomendasi Olahraga Peninggi Badan Terbaik yang Bisa Dicoba

  6. MyPro — 16 Olahraga Peninggi Badan Paling Cepat dan Efektif untuk Mu

  7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) — Isi Piringku: Pedoman Makan Kekinian Orang Indonesia

  8. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) — 7 Olahraga Kardio Terbaik untuk Kesehatan Jantung Anda

Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani

Frequently Asked Question

Berapa kali seminggu sebaiknya melakukan olahraga penambah tinggi badan?

Artikel menyarankan olahraga secara rutin minimal tiga kali seminggu dengan durasi setidaknya 30 menit setiap sesi. Sesuaikan jenis dan intensitas olahraga dengan usia serta kemampuan tubuh.

Apa yang terjadi jika berolahraga tanpa pemanasan?

Berolahraga tanpa pemanasan dapat meningkatkan risiko cedera, seperti kram otot, terkilir, dan cedera lutut. Pemanasan membantu mempersiapkan otot dan jantung sebelum melakukan aktivitas fisik yang lebih intens.

Mengapa olahraga intensitas tinggi bisa membantu pertumbuhan tinggi badan?

Menurut artikel, olahraga intensitas sedang hingga tinggi dapat merangsang pelepasan hormon pertumbuhan. Namun, olahraga tidak menjamin pertambahan tinggi badan karena pertumbuhan juga dipengaruhi faktor genetik, gizi, usia, dan kondisi lempeng pertumbuhan tulang.

Apakah olahraga angkat beban bisa membuat anak-anak pendek?

Artikel menyebutkan bahwa latihan angkat beban dengan teknik yang benar dan beban sesuai kemampuan tidak otomatis menghambat pertumbuhan anak. Latihan perlu dilakukan dengan pengawasan yang tepat dan memperhatikan keselamatan.

Apakah olahraga masih bisa menambah tinggi badan pada orang dewasa?

Setelah lempeng pertumbuhan tulang menutup, olahraga umumnya tidak menambah panjang tulang. Namun, aktivitas seperti yoga, peregangan, berenang, dan latihan kekuatan dapat membantu memperbaiki postur, menguatkan otot, serta mendukung kesehatan tulang.