Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Pansitopenia: Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya
Kembali ke Artikel & Berita

Pansitopenia: Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

SBAOthers

Badan terasa lemas, padahal sudah tidur cukup. Lalu muncul memar di lengan yang tidak Anda ingat penyebabnya, serta batuk pilek yang tak kunjung sembuh. Kebanyakan keluhan ini berasal dari kurangnya istirahat atau infeksi ringan. Namun, pada sebagian orang, gabungan keluhan tersebut adalah petunjuk pansitopenia.

Pansitopenia merupakan penurunan jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit secara bersamaan. Kondisi ini bukan penyakit tunggal, melainkan tanda bahwa ada masalah kesehatan lain dalam tubuh. Mari memahami pengertian, gejala, pemicu, hingga cara pemeriksaannya secara lebih dalam!

Apa Itu Pansitopenia?

Pansitopenia adalah kondisi medis yang ditandai dengan berkurangnya tiga komponen utama sel darah di dalam sirkulasi perifer, yaitu eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih), dan trombosit (keping darah).

Bayangkan darah sebagai tim dengan tiga pemain utama. Sel darah merah akan mengantar oksigen ke seluruh tubuh, sel darah putih akan membantu tubuh melawan kuman, dan trombosit (keping darah) membantu darah membeku saat kita terluka. Namun, pada pansitopenia (pancytopenia) ketiganya menurun sekaligus.

Istilah ini pun mencakup tiga kondisi sekaligus, anemia (sel darah merah rendah), leukopenia (sel darah putih rendah), dan trombositopenia (trombosit rendah). Satu hal yang perlu Anda pahami, pancytopenia bukan penyakit yang berdiri sendiri.

Dokter sendiri menganggapnya sebagai temuan pemeriksaan darah yang menandakan adanya masalah lain di baliknya. Tingkat keparahannya pun cukup beragam, mulai dari ringan tanpa keluhan hingga berat yang memerlukan penanganan segera.

Gejala dan Tanda Peringatan Pansitopenia

Gejala bergantung pada jenis sel darah yang paling terdampak. Pada kasus ringan, penderita bisa saja tidak merasakan keluhan sama sekali. Kalaupun muncul, pengelompokkan keluhan pansitopenia adalah sebagai berikut.

  • Sel darah merah rendah: Penderita mudah lelah, sesak napas, berwajah pucat, dan jantungnya berdebar. Sebagian orang juga merasakan nyeri dada. Anemia kadang membuat kepala terasa melayang atau kliyengan.

  • Sel darah putih rendah: Tubuh jadi lebih mudah terserang infeksi. Infeksi pun bisa muncul berulang atau berlangsung berat.

  • Trombosit rendah: Kulit mudah memar dan muncul bintik merah kecil. Gusi atau hidung bisa berdarah dan perdarahan sulit berhenti.

Perlu diingat bahwa keluhan-keluhan ini tidak khas untuk pancytopenia. Banyak kondisi lain menimbulkan gejala serupa, termasuk ciri-ciri anemia yang sering diabaikan. Karena itu, jangan menebak sendiri penyebabnya. Pastikan lewat pemeriksaan darah dan konsultasi bersama dokter.

Penyebab dan Faktor Risiko Pansitopenia

Terjadinya gangguan ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari gangguan produksi di sumsum tulang sampai gangguan metabolisme protein. Karena itu, mengenali penyebab pastinya sangat penting agar penanganannya tepat. Beberapa pemicu utama pansitopenia adalah sebagai berikut.

  • Kegagalan Sumsum Tulang (Anemia Aplastik): Pada kondisi ini, sel punca di sumsum tulang rusak sehingga tidak lagi mampu memproduksi sel darah baru dalam jumlah yang cukup. Kerusakan tersebut bisa muncul akibat reaksi autoimun, paparan bahan kimia beracun, atau efek samping obat tertentu.

  • Defisiensi Nutrisi Berat: Kekurangan vitamin B12 dan asam folat mengganggu pembentukan DNA sel, sehingga sel darah gagal matang di sumsum tulang. Kondisi ini sering muncul pada orang dengan pola makan tidak seimbang atau gangguan penyerapan di lambung.

  • Infeksi Kronis atau Berat: Infeksi sistemik seperti tuberkulosis (TB), malaria, HIV, dan hepatitis bisa menekan produksi darah di sumsum tulang atau mempercepat penghancuran sel darah.

  • Infiltrasi Keganasan (Kanker): Kanker darah seperti leukemia dan limfoma, atau kanker organ lain yang menyebar (metastasis) ke sumsum tulang, dapat mendesak ruang tumbuh sel darah normal sehingga produksinya terhenti.

  • Hipersplenisme (Pembesaran Limpa): Limpa yang membesar secara abnormal memerangkap dan menghancurkan sel darah terlalu banyak, bahkan sebelum sel-sel itu menyelesaikan masa hidup alaminya.

  • Pajanan Obat dan Kemoterapi: Radiasi dosis tinggi atau obat kemoterapi yang dirancang untuk membunuh sel ganas sering ikut menekan jaringan pembentuk darah di sumsum tulang.

Diagnosis dan Pemeriksaan Penunjang

Proses penegakan diagnosis pansitopenia membutuhkan tahapan evaluasi medis yang sistematis. Dokter pertama-tama mendeteksi lewat pemeriksaan darah lengkap untuk mengetahui jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Setelah hasilnya terkonfirmasi, dokter akan mencari penyebabnya. Biasanya mereka menelusuri riwayat obat yang dikonsumsi, memeriksa apusan darah (melihat bentuk sel darah di bawah mikroskop), lalu merujuk Anda ke dokter spesialis hematologi atau penyakit darah bila penyebabnya belum jelas.

Bila dokter mencurigai gangguan sumsum tulang seperti anemia aplastik, mereka akan menghitung jenis sel darah putih, retikulosit (sel darah merah muda). Dokter juga akan melakukan aspirasi dan biopsi sumsum tulang, yaitu pengambilan sampel sumsum tulang untuk diperiksa di laboratorium.

Sebagai langkah awal, Anda dapat melakukan pemeriksaan hematologi lengkap di Bumame. Pemeriksaan ini umumnya menilai hemoglobin, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit, sehingga Anda mendapat gambaran awal tentang kondisi sel darah. 

Pilihan Pengobatan Pansitopenia

Penanganan sangat bergantung pada penyebabnya. Karena pansitopenia adalah gejala klinis, dokter berfokus untuk memulihkan fungsi sumsum tulang atau menghentikan faktor yang merusak sel darah. Berikut beberapa pendekatan medis yang umum dipakai.

  • Terapi suplementasi nutrisi: Jika muncul karena tubuh kekurangan asam folat atau vitamin B12, dokter akan meresepkan suplemen dosis medis, baik berupa tablet maupun suntikan. Terapi ini bisa memulihkan produksi sel darah secara signifikan.

  • Penghentian obat pemicu: Jika efek samping obat tertentu atau paparan bahan kimia beracun menjadi penyebabnya, dokter akan menghentikan atau mengganti obat tersebut.

  • Terapi imunosupresif: Pada pancytopenia akibat penyakit autoimun atau anemia aplastik, dokter meresepkan obat imunosupresif agar sistem imun berhenti menyerang sel punca tubuh sendiri.

  • Transfusi darah: Dokter memberikan transfusi untuk meredakan gejala akut. Transfusi sel darah merah mengatasi anemia berat, sedangkan transfusi trombosit menghentikan perdarahan aktif.

  • Transplantasi sumsum tulang (sel punca): Jika sumsum tulang gagal berfungsi, dokter akan mencangkokkan sel punca dari donor yang cocok. Prosedur ini dapat memulihkan sistem pembentuk darah dalam jangka panjang.

Strategi Pencegahan

Anda memang tidak selalu bisa mencegah pansitopenia. Pada anemia aplastik, misalnya, belum ada tes skrining yang mampu mendeteksi penyakit ini sejak dini, dan sebagian besar kasusnya tidak diketahui penyebabnya. Meski begitu, Anda tetap bisa menurunkan risiko dari penyebab yang bisa dihindari dengan langkah-langkah berikut.

  • Minum obat sesuai resep dokter, lalu tanyakan apakah obat jangka panjang yang Anda konsumsi memengaruhi sel darah.

  • Penuhi kebutuhan gizi seimbang, terutama dengan makanan yang kaya vitamin B12 dan folat.

  • Jauhi paparan radiasi dan bahan kimia berbahaya dengan selalu mengikuti prosedur keselamatan di tempat kerja.

  • Periksakan darah secara berkala jika Anda sedang menjalani kemoterapi atau memiliki penyakit kronis, supaya dokter bisa menemukan perubahan lebih awal.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Pansitopenia adalah penyakit yang dapat menimbulkan komplikasi serius. Karena itu, segera temui dokter jika mengalami beberapa gejala sekaligus, misalnya tubuh terasa lemas terus-menerus, infeksi atau demam yang tak kunjung sembuh, dan memar yang muncul tanpa sebab yang jelas. 

Semakin cepat Anda mendapat penanganan, semakin kecil peluang komplikasi yang memperburuk kondisi. Jika penasaran dengan kondisi sel darah, Anda dapat menjadwalkan pemeriksaan hematologi di Bumame, lalu bawa hasilnya ke dokter. Dokter akan menjelaskan hasil tersebut sesuai keluhan dan riwayat kesehatan Anda.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Cleveland Clinic — Pancytopenia

  2. Chiravuri, S., & De Jesus, O. — Pancytopenia. StatPearls Publishing

  3. Batool, Z., Amin, H., & Durrani, S. H. — Etiological Continuum of Pancytopenia in North West Region of Pakistan

  4. WikiEM — Pancytopenia

  5. Devitt, K. A., Lunde, J. H., & Lewis, M. R. — New Onset Pancytopenia in Adults: A Review of Underlying Pathologies and Their Associated Clinical and Laboratory Findings

  6. AMBOSS — Pancytopenia

Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan

Frequently Asked Question

Apa bedanya pansitopenia dan anemia?

Anemia adalah kondisi ketika kadar sel darah merah atau hemoglobin rendah, sedangkan pansitopenia merupakan penurunan sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit secara bersamaan.

Apakah pansitopenia termasuk penyakit kanker?

Pansitopenia bukan kanker, melainkan kondisi ketika tiga jenis sel darah menurun bersamaan. Namun, beberapa jenis kanker, seperti leukemia atau kanker yang menyebar ke sumsum tulang, dapat menjadi penyebabnya.

Apakah pansitopenia berbahaya?

Pansitopenia dapat berbahaya bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Kondisi ini perlu dievaluasi dokter, terutama jika disertai kelemahan berkepanjangan, demam, infeksi berulang, atau memar tanpa sebab jelas.

Bisakah pansitopenia sembuh total?

Peluang pemulihan bergantung pada penyebabnya. Pansitopenia akibat kekurangan nutrisi atau efek samping obat dapat membaik setelah penyebab ditangani, sedangkan kondisi akibat gangguan sumsum tulang mungkin memerlukan perawatan lebih intensif.

Makanan apa yang membantu pembentukan sel darah?

Nutrisi yang mendukung pembentukan sel darah meliputi vitamin B12, asam folat, zat besi, dan protein. Konsumsi makanan bergizi seimbang, serta konsultasikan dengan dokter jika terdapat kekurangan nutrisi atau pansitopenia.