Petugas meminta Anda melepas baju bagian atas, berbaring, lalu menempelkan beberapa stiker kecil di dada, lengan, dan tungkai. Pemasangan EKG sering pertama kali dijalani saat medical check up atau ketika jantung terasa berdebar, dan wajar bila muncul pertanyaan apakah ada listrik yang masuk ke tubuh.
Letak elektroda ikut menentukan mutu rekaman. Kabel elektroda yang tertukar bisa menghasilkan gambaran yang menyerupai gangguan irama, bahkan serangan jantung.
Artikel ini menjelaskan apa yang direkam EKG, letak kesepuluh elektroda, langkah pemeriksaan, persiapannya, serta cara memahami hasil bersama dokter.
Apa Itu Pemasangan EKG?
Elektrokardiogram atau EKG adalah tes sederhana dan noninvasif (tanpa memasukkan alat ke dalam tubuh) yang mencatat aktivitas listrik jantung. Menurut Johns Hopkins Medicine, pemasangan EKG berarti menempelkan elektroda, yaitu tempelan plastik kecil yang melekat di kulit, pada dada, lengan, dan tungkai, lalu menyambungkannya ke mesin lewat kabel. Mesin hanya membaca sinyal jantung dan tidak mengirim listrik ke tubuh.
Manfaat pemeriksaan EKG untuk jantung secara umum sudah banyak dikenal. Halaman ini berfokus pada proses pemasangannya.
Sinyal Listrik yang Direkam Elektroda
Setiap detak berawal dari impuls listrik alami yang mengatur kontraksi jantung agar darah terpompa dengan teratur. Impuls inilah inti dari cara kerja jantung, dan elektroda menangkapnya dari permukaan kulit.
Pada EKG standar, 10 elektroda menghasilkan 12 sadapan atau sudut pandang. Menurut MSD Manual, enam sudut berasal dari elektroda di anggota gerak dan enam lainnya dari elektroda di dada. Kelompok sadapan tertentu mewakili dinding bawah, samping, dan depan jantung.
Menurut MedlinePlus, gelombang P pada rekaman menggambarkan kerja serambi jantung, kompleks QRS menggambarkan kerja bilik, dan gelombang T menunjukkan pemulihan setelah kontraksi. Dari pola ini dokter menilai kecepatan detak, keteraturan irama, serta kekuatan dan waktu sinyal listrik.
Kapan Dokter Meminta Pemeriksaan EKG?
Nyeri dada yang berat atau menekan, apalagi bila menjalar ke lengan, leher, atau rahang dan disertai sesak napas, keringat berlebihan, atau mual, perlu segera ditangani di IGD. NHLBI menyarankan memanggil layanan gawat darurat walau belum yakin dan tidak menyetir sendiri. Pelajari juga penanganan pertama serangan jantung.
Di luar kondisi darurat, dokter umumnya meminta EKG pada situasi berikut:
Nyeri dada yang sudah reda. Keluhan nyeri dada tetap perlu dicari asalnya. MedlinePlus menyebut EKG sering menjadi tes pertama saat ada tanda gangguan jantung.
Jantung berdebar. Keluhan jantung berdebar yang datang berulang perlu dicek iramanya. Rekaman EKG membantu dokter mengenali gangguan irama.
Sesak napas, pusing, pingsan, atau mudah lelah. Keluhan ini bisa berkaitan dengan jantung. Kemampuan berolahraga yang menurun dibanding biasanya juga termasuk alasan dokter meminta EKG.
Sebelum operasi atau selama pengobatan. EKG dipakai untuk menilai jantung sebelum tindakan, kerja obat jantung, dan fungsi alat pacu jantung. Rekamannya juga bisa menjadi data dasar untuk perbandingan berikutnya.
Risiko yang lebih tinggi. Riwayat penyakit jantung dalam keluarga atau diabetes bisa menjadi alasan dokter meminta EKG walau belum ada keluhan. Tanpa keluhan dan tanpa risiko tinggi, MedlinePlus menyebut EKG umumnya tidak dipakai untuk skrining.
Persiapan Sebelum Pemasangan EKG
Pemasangan EKG tidak butuh persiapan rumit. Langkah berikut membantu pemeriksaan berjalan lancar:
Pakai atasan yang mudah dibuka. Pakaian dari pinggang ke atas perlu dilepas, dan petugas memberikan kain atau gaun agar hanya kulit yang diperlukan yang terbuka. Lepas juga perhiasan dan benda lain yang bisa mengganggu tes.
Bawa daftar obat dan suplemen. Sampaikan semua obat, vitamin, herbal, dan suplemen yang Anda konsumsi karena sebagian bisa memengaruhi hasil. Tetap minum obat rutin dan jangan menghentikannya tanpa arahan dokter.
Sampaikan bila memakai alat pacu jantung. Alat pacu jantung atau pacemaker bertugas menjaga irama jantung. Petugas perlu mengetahuinya sebelum tes dimulai.
Tidak perlu puasa. Umumnya Anda boleh makan dan minum seperti biasa. Hindari olahraga dan merokok sesaat sebelum tes karena keduanya bisa memengaruhi hasil.
Letak Elektroda pada EKG 12 Sadapan
EKG 12 sadapan memakai 10 elektroda, yaitu 4 di anggota gerak dan 6 di dada. Elektroda anggota gerak berkode RA, LA, RL, dan LL, sedangkan elektroda dada berkode V1 sampai V6. Titik di dada mengikuti patokan tulang dada dan sela iga, yaitu celah di antara tulang rusuk.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Mengapa Posisi Elektroda Perlu Tepat?
Tinjauan di jurnal EP Europace mencatat 0,4 sampai 4 persen rekaman EKG 12 sadapan di berbagai layanan kesehatan dibuat dengan kabel elektroda yang tertukar. Kesalahan ini bisa menghasilkan gambaran yang menyerupai gangguan irama, iskemia atau kurangnya aliran darah ke otot jantung, hingga serangan jantung.
Tinjauan yang sama menyebut elektroda dada yang ditempel terlalu tinggi atau terlalu rendah lebih sering terjadi dibanding kabel dada yang tertukar. Karena itu, wajar bila petugas meluangkan waktu memastikan letak setiap elektroda sebelum merekam.
Langkah Prosedur Pemasangan EKG
Urutannya bisa sedikit berbeda di tiap fasilitas, tetapi umumnya seperti berikut:
Penjelasan singkat. Petugas menjelaskan jalannya tes dan memberi kesempatan bertanya. Data identitas Anda lalu dimasukkan ke mesin EKG.
Berbaring dan persiapan kulit. Anda berbaring datar di meja periksa. Bila rambut di area tempel cukup lebat, petugas bisa mencukur atau menggunting sedikit agar elektroda menempel dengan baik.
Penempelan elektroda. Elektroda ditempel sesuai titik pada tabel di atas. Setiap elektroda lalu disambungkan ke mesin dengan kabel.
Perekaman. Anda berbaring diam dan tidak berbicara selama mesin merekam. Prosesnya hanya butuh beberapa menit.
Selesai. Kabel dan elektroda dilepas. Umumnya Anda bisa langsung makan dan beraktivitas seperti biasa, kecuali dokter memberi arahan lain.
Apakah Pemasangan EKG Terasa Sakit?
Tidak. Menurut Johns Hopkins Medicine, Anda tidak merasakan apa pun selama perekaman. Rasa kurang nyaman bisa muncul saat elektroda berperekat dilepas, dan iritasi kulit lebih mungkin terjadi bila elektroda menempel terlalu lama.
Membaca Hasil EKG Bersama Dokter
Dokter memeriksa apakah detak dan irama jantung teratur. Menurut Ayo Sehat Kementerian Kesehatan, hasil yang tidak normal bisa menjadi tanda aritmia atau irama tidak normal, serangan jantung yang sedang atau pernah terjadi, gagal jantung, pembesaran jantung, peradangan jantung atau miokarditis, dan kelainan elektrolit atau mineral darah.
Hasil EKG tidak bisa menegakkan diagnosis sendirian. Penelitian terhadap 500 rekam medis pasien di RSI Sultan Agung Semarang menemukan pola EKG iskemia dan infark, yaitu kerusakan otot jantung akibat aliran darah terhenti, berhubungan dengan derajat penyempitan pembuluh darah jantung atau koroner, tetapi hubungannya sangat lemah. Karena itu dokter menggabungkan EKG dengan riwayat kesehatan dan tes lain.
EKG juga hanya memotret aktivitas jantung sesaat. Bila keluhan datang dan pergi, dokter bisa menyarankan monitor Holter yang dipakai hingga dua hari atau event monitor yang merekam selama berminggu-minggu.
Hal yang Bisa Mengganggu Rekaman EKG
Johns Hopkins Medicine dan MSD Manual mencatat beberapa hal yang bisa memengaruhi rekaman. Sebagian bisa Anda kendalikan:
Bergerak dan berbicara. Keduanya bisa mengubah hasil rekaman. Berbaringlah dengan rileks sampai petugas menyatakan rekaman selesai.
Olahraga atau merokok sebelum tes. Keduanya tercatat bisa memengaruhi hasil. Atur jadwal agar Anda tidak datang dalam keadaan baru berolahraga atau merokok.
Cemas dan napas cepat. Kecemasan, hiperventilasi atau napas berlebihan, bahkan minuman panas atau dingin bisa mengubah bentuk gelombang T. Sampaikan kepada petugas bila Anda merasa tegang.
Kadar elektrolit. Kalium, magnesium, atau kalsium yang terlalu tinggi maupun rendah bisa mengubah gambaran rekaman. Kondisi seperti kekurangan kalium ikut dipertimbangkan saat dokter menilai hasil.
Bentuk tubuh. Berat badan berlebih, ukuran dada, dan letak jantung juga bisa memengaruhi hasil. Dokter memperhitungkan faktor ini saat menilai rekaman.
Saat Dokter Menyarankan Cek Jantung yang Lebih Lengkap
EKG saat istirahat merekam jantung yang sedang tenang. Menurut Ayo Sehat, treadmill test menilai respons jantung saat bekerja lebih keras dibanding saat istirahat. Faktor risiko seperti kolesterol dan gula darah juga dinilai lewat tes darah.
Bila dokter menyarankan pemeriksaan jantung yang terencana, Anda bisa memilih Paket Kesehatan Jantung di Bumame. Paket ini mencakup konsultasi dokter umum, pemeriksaan fisik oleh dokter, Ishihara test, rontgen thorax, EKG, treadmill, hematologi lengkap, urine lengkap, kolesterol total, kolesterol HDL, kolesterol LDL direk, trigliserida, HbA1c, CK, CK-MB, dan hs-CRP. Pemeriksaan fungsi tiroid tidak termasuk dalam paket ini, dan dokter bisa menambahkannya bila diperlukan. Untuk menanyakan jadwal dan persiapannya, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Kapan Perlu Kembali ke Dokter?
Hubungi dokter bila nyeri dada, sesak napas, pusing, atau pingsan muncul kembali setelah EKG, dan segera ke IGD bila keluhan terasa berat. Bila hasil menunjukkan kelainan, ikuti jadwal kontrol yang disarankan dan catat waktu munculnya keluhan yang hilang timbul.
Persiapan Kecil untuk Rekaman Jantung yang Lebih Jelas
Pemasangan EKG berlangsung singkat dan tidak menyakitkan. Atasan yang mudah dibuka, daftar obat yang lengkap, dan tubuh yang rileks membuat rekaman jantung lebih mudah dibaca dokter.
Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Bila Anda memiliki faktor risiko penyakit jantung, medical check up jantung secara berkala membantu memantau kondisi. Untuk berdiskusi soal pemeriksaan yang sesuai, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Pemeriksaan Penunjang Kardiovaskular.
MedlinePlus, National Library of Medicine. Electrocardiogram.
Johns Hopkins Medicine. Electrocardiogram.
MSD Manual Professional Version. Electrocardiography.
Cadogan M, Life in the Fast Lane (LITFL). ECG Lead Positioning.
Batchvarov VN, Malik M, Camm AJ. EP Europace, Oxford Academic. Incorrect Electrode Cable Connection During Electrocardiographic Recording.
National Heart, Lung, and Blood Institute. Heart Attack Symptoms.
Rohman F, Abduh S, Sumarawati T. Jurnal Kesehatan Andalas. Hubungan Pola EKG Infark dan Iskemik dengan Derajat Stenosis Berdasarkan Gensini Score.
Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan
Frequently Asked Question
Apa itu pemasangan EKG dan apa fungsinya?
Pemasangan EKG adalah prosedur menempelkan elektroda pada dada, lengan, dan tungkai untuk merekam aktivitas listrik jantung. Hasilnya membantu dokter menilai detak, irama jantung, serta kemungkinan gangguan jantung.
Apakah pemasangan EKG terasa sakit dan berapa lama berlangsung?
Pemasangan EKG tidak menyakitkan karena mesin hanya merekam sinyal listrik alami jantung. Perekaman biasanya berlangsung beberapa menit, meskipun melepas elektroda berperekat terkadang menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman.
Di mana letak elektroda EKG 12 sadapan?
EKG 12 sadapan menggunakan 10 elektroda: empat di anggota gerak dan enam di dada. V1 dan V2 berada di sela iga keempat di sisi kanan dan kiri tulang dada, V3 di antara V2 dan V4, sedangkan V4, V5, dan V6 berada sejajar di sela iga kelima menuju ketiak kiri.
Apa saja persiapan sebelum menjalani pemeriksaan EKG?
Kenakan atasan yang mudah dibuka, bawa daftar obat dan suplemen, serta beri tahu petugas jika menggunakan alat pacu jantung. Umumnya tidak perlu puasa, tetapi hindari olahraga dan merokok sesaat sebelum pemeriksaan.
Apakah hasil EKG normal berarti jantung pasti sehat?
Belum tentu. EKG hanya merekam aktivitas listrik jantung dalam waktu singkat, sehingga gangguan yang muncul sesekali bisa tidak terdeteksi. Jika keluhan berlanjut, dokter dapat menyarankan pemeriksaan tambahan, seperti monitor Holter atau tes lainnya.
