Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Minyak Zaitun untuk Wajah: Manfaat, Batas Bukti, dan Cara Memakainya dengan Aman
Kembali ke Artikel & Berita

Minyak Zaitun untuk Wajah: Manfaat, Batas Bukti, dan Cara Memakainya dengan Aman

SBATips Kesehatan

Sebotol minyak zaitun dari dapur kini sering berpindah ke meja rias. Beberapa tetes dioleskan ke wajah sebelum tidur, dengan harapan kulit tampak lebih lembap dan bercahaya keesokan paginya. Tips seperti ini mudah ditemukan di media sosial, lengkap dengan janji mengatasi kulit kusam, kerutan, hingga jerawat.

Pada kulit yang kering, minyak zaitun memang bisa membuat kulit terasa lebih halus. Masalahnya, tidak semua jenis kulit cocok dengannya. Minyak bisa menyumbat pori pada kulit yang mudah berjerawat, dan sebuah penelitian pada orang dewasa menemukan lapisan pelindung kulit melemah setelah minyak zaitun dioleskan secara rutin.

Artikel ini membahas temuan penelitian, klaim yang beredar, cara mencobanya dengan hati-hati, siapa yang sebaiknya menghindarinya, dan kapan perlu ke dokter.

Apakah Minyak Zaitun Cocok untuk Kulit Wajah?

Jawabannya bergantung pada jenis kulit Anda, dan bukti ilmiahnya masih terbatas. Dokter kulit di Cleveland Clinic menyebut minyak zaitun bisa membantu menahan kelembapan pada kulit kering atau sensitif. Pada kulit yang sudah berminyak, minyak ini sebaiknya tidak dioleskan ke wajah atau area lain yang mudah berjerawat.

Ulasan tentang dermatitis atopik di majalah ilmiah PERDOSKI mencatat bahwa studi yang mendukung minyak zaitun sebagai bahan pelembap untuk kondisi ini masih sedikit. Studi yang ada memakai jenis dan kadar bahan yang berbeda-beda, dan belum ada ukuran baku untuk menilai efektivitasnya.

Data yang lebih rinci datang dari penelitian Danby dan rekan yang terbit pada 2013. Sebanyak 19 orang dewasa, dengan dan tanpa riwayat dermatitis atopik, mengoleskan enam tetes minyak zaitun ke salah satu lengan bawah dua kali sehari. Setelah empat minggu, keutuhan lapisan terluar kulit menurun secara bermakna dan muncul kemerahan ringan. Minyak biji bunga matahari yang dioleskan di lengan lainnya menjaga keutuhan lapisan tersebut dan meningkatkan hidrasi kulit.

Para peneliti menyimpulkan bahwa minyak zaitun sebaiknya tidak dianjurkan untuk mengatasi kulit kering maupun untuk pijat bayi. Penelitian ini melibatkan sedikit peserta dan menguji kulit lengan, sehingga hasilnya belum bisa langsung disamakan dengan kulit wajah. Meski begitu, temuan ini menjadi alasan untuk lebih berhati-hati.

Kandungan Minyak Zaitun dan Pengaruhnya pada Lapisan Pelindung Kulit

Minyak zaitun sebagian besar tersusun atas asam oleat, dengan jumlah kecil asam linoleat dan asam palmitat. Minyak ini juga mengandung sterol, karotenoid, triterpen, dan senyawa fenolik. Sebagian senyawa tersebut bersifat antioksidan dan diteliti karena kemungkinan efek antiradangnya.

Lapisan terluar kulit atau stratum korneum bekerja sebagai pelindung yang menahan air agar tidak mudah menguap. Ulasan Lin dan rekan tentang minyak nabati menjelaskan bahwa asam linoleat berperan langsung menjaga keutuhan lapisan pelindung ini. Sebaliknya, asam oleat merugikan fungsi lapisan pelindung kulit.

Hal ini sejalan dengan temuan pada relawan dewasa, ketika minyak zaitun yang dioleskan ke lengan bawah meningkatkan penguapan air dari kulit. Karena itu, peneliti menilai minyak zaitun berpotensi memicu munculnya dermatitis atopik dan memperberat kondisi yang sudah ada.

Senyawa antioksidannya memang menarik perhatian peneliti, tetapi temuan tentang perlindungan dari sinar matahari dan penyembuhan luka berasal dari hewan percobaan. Pada hewan yang terpapar sinar UVB, minyak zaitun extra virgin menunda munculnya kanker kulit dan menurunkan angka kejadiannya. Penelitian pada hewan juga mencatat penyembuhan luka tekan dan luka bakar yang lebih baik. Hasil seperti ini belum bisa diartikan sebagai manfaat yang sama pada wajah manusia.

Klaim Populer dan Fakta yang Diketahui Sejauh Ini

Banyak klaim tentang minyak zaitun untuk wajah beredar tanpa sumber yang jelas. Tabel berikut merangkum klaim yang sering ditemui dan temuan yang ada.

Klaim

Yang Diketahui Sejauh Ini

Melembapkan kulit kering

Bisa membantu menahan kelembapan pada kulit kering atau sensitif. Pemakaian rutin selama empat minggu di lengan orang dewasa melemahkan lapisan pelindung kulit.

Mengatasi jerawat

Minyak yang terperangkap di pori justru bisa memicu jerawat, terutama pada kulit berminyak.

Mencegah penuaan dan kerutan

Senyawa antioksidannya masih diteliti. Bukti perlindungan dari sinar UV berasal dari hewan percobaan.

Memudarkan flek hitam

Minyak zaitun tidak memiliki faktor pelindung matahari (SPF) dan bisa membuat bercak akibat sinar matahari tampak lebih gelap.

Mempercepat penyembuhan luka

Hasil yang ada sebagian besar berasal dari penelitian pada hewan.

Membersihkan riasan

Lemak membantu melarutkan maskara tahan air, lalu wajah tetap perlu dicuci dengan sabun yang lembut.

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Cara Mencoba Minyak Zaitun di Wajah dengan Lebih Hati-hati

Bila kulit Anda kering dan tidak mudah berjerawat, langkah berikut membantu mengurangi risiko saat mencoba minyak zaitun:

  • Uji dulu di lengan. American Academy of Dermatology (AAD) menyarankan uji produk baru di area seukuran koin pada sisi bawah lengan atau lipatan siku. Oleskan dua kali sehari selama 7 sampai 10 hari dengan jumlah yang biasa Anda pakai. Bila tidak muncul kulit kemerahan, gatal, atau bengkak, produk boleh dipakai.

  • Hentikan bila kulit bereaksi. Cuci bersih area yang kemerahan, gatal, atau bengkak sesegera mungkin, lalu jangan memakai produk itu lagi. Kompres dingin bisa membantu meredakan rasa tidak nyaman.

  • Pakai sedikit pada kulit yang masih lembap. Oleskan setelah mencuci muka, saat kulit belum benar-benar kering, agar minyak lebih mudah meresap. Sedikit minyak sudah cukup, dan kulit seharusnya terasa halus tanpa rasa lengket.

  • Jauhkan dari area yang berjerawat. Produk minyak untuk wajah bisa menyumbat pori dan memunculkan jerawat. Bila jerawat baru muncul setelah Anda mulai memakainya, hentikan pemakaian.

  • Cuci muka setelah menghapus riasan dengan minyak. Setelah minyak melarutkan riasan, bersihkan wajah dengan sabun pembersih berbahan dasar air yang lembut. Langkah ini membantu agar sisa minyak tidak terperangkap di pori.

  • Tetap pakai tabir surya. Minyak zaitun tidak memiliki SPF. Mengoleskan minyak tanpa tabir surya membuat kulit lebih mudah terbakar matahari dan menaikkan risiko kanker kulit akibat sinar matahari.

Siapa yang Sebaiknya Menghindari Minyak Zaitun di Wajah?

Bicarakan dulu dengan dokter sebelum memakai minyak zaitun bila Anda termasuk salah satu kelompok berikut:

  • Kulit berminyak dan mudah berjerawat. Jerawat atau acne vulgaris adalah kelainan pada folikel rambut, dan minyak yang terperangkap di pori bisa memicu jerawat baru. Kemenkes menyarankan pemilik kulit berjerawat memilih pelembap bebas minyak dan menghindari produk dengan kandungan emolien berlebihan. Klaim bahan alami maupun vitamin untuk jerawat sebaiknya ditimbang bersama dokter.

  • Riwayat eksim atau dermatitis atopik. Kondisi ini berkaitan dengan lapisan pelindung kulit yang terganggu, dan perawatannya meliputi pelembap serta obat dari dokter. Minyak zaitun berpotensi memperberat kondisi ini, sehingga keluhan seperti eksim kering sebaiknya dirawat sesuai saran dokter.

  • Kulit bersisik di lipatan hidung dan alis. Keluhan ini bisa menandakan dermatitis seboroik, kondisi kulit kronis yang membuat kulit kering, mengelupas, dan merah. Kemenkes menyebut pertumbuhan jamur Malassezia dan produksi minyak kulit yang berlebihan di antara penyebabnya. Pilih pelembap yang sesuai dengan jenis kulit dan tanyakan ke dokter sebelum menambah minyak di area tersebut.

  • Kulit sensitif atau mudah alergi. Sebagian orang dengan kulit sensitif memilih minyak zaitun karena tidak mengandung pewarna atau pewangi tambahan. Meski begitu, kemerahan, gatal, atau bengkak tetap bisa muncul, sehingga uji di lengan membantu mengenali reaksi sebelum minyak menyentuh wajah. Ruam yang berulang perlu dinilai dokter untuk membedakan berbagai jenis dermatitis.

  • Bayi. Danby dan rekan menyarankan agar minyak zaitun tidak dipakai untuk pijat bayi. Kulit bayi yang kering atau kemerahan, termasuk tanda dermatitis atopik pada bayi, sebaiknya dikonsultasikan ke dokter sebelum dirawat dengan minyak.

Pilihan Pelembap Lain untuk Wajah yang Kering

AAD menyebut krim dan salep menambah lebih banyak kelembapan dan lebih efektif daripada losion. Bahan yang bisa dicari pada krim atau salep pelembap antara lain minyak jojoba, dimetikon, gliserin, asam hialuronat, asam laktat, lanolin, minyak mineral, petrolatum, dan shea butter. Minyak zaitun tidak termasuk dalam daftar tersebut.

Oleskan pelembap tanpa pewangi segera setelah mandi atau mencuci muka, saat kulit masih lembap. Wajah yang tetap kering dan mulai bersisik perlu ditelusuri penyebabnya, karena kulit kering bersisik bisa berkaitan dengan kondisi lain yang perlu diobati.

Kapan Perlu Memeriksakan Kulit Wajah ke Dokter?

Hentikan minyak zaitun dan periksakan diri ke dokter bila muncul keluhan berikut:

  • Kemerahan, gatal, atau bengkak yang menetap. Bila keluhan tidak mereda setelah produk dicuci bersih dan dihentikan, dokter bisa menelusuri pemicunya. Kebutuhan tes alergi ditentukan dokter sesuai riwayat keluhan Anda.

  • Jerawat bertambah setelah mulai memakai minyak. Catat kapan jerawat bertambah dan produk apa saja yang dipakai untuk membantu dokter menelusuri pemicunya. Dokter bisa menilai jenis jerawat dan menyarankan pengobatan yang sesuai, termasuk perawatan untuk bekas jerawat yang tertinggal.

  • Kulit kering yang tidak membaik dengan perawatan dasar. AAD menyarankan ke dokter kulit bila kulit tetap kering, karena tanpa pengobatan kondisi yang mendasarinya bisa memburuk. Bercak merah bersisik di lipatan hidung, belakang telinga, atau di antara alis juga perlu dinilai dokter.

Bila Anda juga ingin memantau kesehatan secara umum, medical check up berkala bisa didiskusikan dengan dokter.

Pilih Perawatan Wajah yang Sesuai dengan Jenis Kulit Anda

Minyak zaitun bisa menjadi pilihan bagi sebagian orang dengan kulit kering, asalkan dipakai sedikit, diuji lebih dulu, dan dipadukan dengan tabir surya. Pada kulit berminyak, mudah berjerawat, atau punya riwayat eksim, pelembap bebas minyak atau produk yang disarankan dokter lebih sesuai.

Mulailah dari langkah kecil, seperti uji di lengan dan tabir surya setiap pagi. Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan kesehatan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Danby SG, Alenezi T, Sultan A, Lavender T, Chittock J, Brown K, Cork MJ — Effect of olive and sunflower seed oil on the adult skin barrier, implications for neonatal skin care.

  2. Lin TK, Zhong L, Santiago JL — Anti-Inflammatory and Skin Barrier Repair Effects of Topical Application of Some Plant Oils.

  3. Manurung THP, Fitri EM, Budianti WK, Sirait SP, Miranda E — Patogenesis dan Tata Laksana Dermatitis Atopik Terkini.

  4. Cleveland Clinic — 4 Benefits of Olive Oil for Skin.

  5. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — Faktor Pemicu Timbulnya Jerawat.

  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat — Dermatitis Seboroik.

  7. American Academy of Dermatology — How to test skin care products.

  8. American Academy of Dermatology — Dermatologists' top tips for relieving dry skin.

Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna

Frequently Asked Question

Apakah minyak zaitun bagus untuk wajah?

Minyak zaitun mungkin membantu menahan kelembapan kulit kering, tetapi bukti ilmiahnya masih terbatas. Penelitian pada orang dewasa menemukan pemakaian rutin selama empat minggu melemahkan lapisan pelindung kulit. Lakukan uji di lengan sebelum menggunakannya pada wajah.

Apakah minyak zaitun bisa menyebabkan jerawat?

Bisa, terutama pada kulit berminyak dan mudah berjerawat. Minyak yang terperangkap di pori dapat memicu jerawat baru. Pemilik kulit berjerawat sebaiknya memilih pelembap bebas minyak.

Bagaimana cara memakai minyak zaitun untuk wajah?

Uji terlebih dahulu pada sisi bawah lengan dua kali sehari selama 7–10 hari. Jika tidak muncul reaksi, gunakan sedikit pada kulit wajah yang masih lembap. Hentikan pemakaian jika terjadi kemerahan, gatal, atau bengkak, dan tetap gunakan tabir surya.

Apakah minyak zaitun bisa menghilangkan flek hitam?

Belum ada bukti kuat bahwa minyak zaitun dapat menghilangkan flek hitam. Minyak ini tidak memiliki SPF dan dapat membuat bercak akibat sinar matahari tampak lebih gelap. Gunakan tabir surya setiap hari dan konsultasikan perawatan flek kepada dokter kulit.

Siapa yang sebaiknya tidak memakai minyak zaitun di wajah?

Orang dengan kulit berminyak atau mudah berjerawat, riwayat eksim atau dermatitis atopik, dermatitis seboroik, maupun kulit yang mudah alergi sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Minyak zaitun juga tidak dianjurkan untuk pijat bayi.