Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Penyebab Jerawat di Dagu: Peran Hormon, Kebiasaan, dan Cara Mengatasinya
Kembali ke Artikel & Berita

Penyebab Jerawat di Dagu: Peran Hormon, Kebiasaan, dan Cara Mengatasinya

SBATips Kesehatan

Jerawat di dagu sering datang dengan pola yang mirip. Benjolannya tumbuh di titik yang hampir sama, terasa nyeri saat tersentuh, lalu muncul lagi di dekatnya bulan berikutnya.

Letak ini memberi petunjuk. Dokter kulit kerap mengaitkan jerawat di dagu dan rahang dengan naik turunnya hormon, sementara masker, tangan, dan pisau cukur juga bisa ikut memicunya. Pada sebagian perempuan, jerawat ini datang bersama haid tidak teratur atau rambut wajah berlebih, kombinasi yang layak dibicarakan dengan dokter.

Berikut pemicunya, cara membedakan pengaruh hormon dari kebiasaan, pemeriksaan yang mungkin diminta dokter, dan perawatan yang bisa Anda mulai.

Mengapa Dagu dan Rahang Mudah Berjerawat?

Jerawat atau akne vulgaris terbentuk ketika minyak terperangkap di pori bersama sel kulit mati. Bentuknya bisa berupa komedo, benjolan merah atau papula, benjolan bernanah atau pustula, hingga nodus dan kista yang letaknya lebih dalam. Kemenkes juga mencatat stres, penggunaan kosmetik yang salah, iklim, dan faktor keturunan sebagai penyebab jerawat secara umum.

Dagu dan rahang punya kekhasan sendiri. Dokter kulit Cleveland Clinic menyebut jerawat di kedua area ini sering berkaitan dengan hormon dan cenderung lebih dalam, lebih besar, serta lebih meradang. Benjolan keras di bawah kulit seperti ini sering disebut jerawat mendem.

Salah satu hormon yang berperan adalah androgen. Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya mencatat kepekaan reseptor androgen ikut memengaruhi produksi sebum atau minyak alami kulit pada jerawat usia dewasa. Androgen sering disebut hormon pria, meski semua perempuan juga memproduksinya dalam jumlah kecil.

Apakah letak jerawat menandakan organ tertentu yang bermasalah? Menurut dokter kulit yang sama, letak jerawat membantu menentukan cara mengobatinya. Kebanyakan dokter kulit memakai zona wajah sebagai panduan memilih pengobatan, tanpa memetakan wajah secara harfiah.

Dari Siklus Haid sampai Pisau Cukur, Ini Pemicunya

Pada satu orang, beberapa pemicu berikut bisa bekerja bersamaan.

1. Naik Turun Hormon Mengikuti Siklus Haid

Cleveland Clinic mencatat jerawat bisa bermunculan di dagu perempuan selama siklus haid, seiring kadar hormon perempuan yang naik dan turun. Karena polanya berulang, jerawat menjelang haid sering dianggap sebagai salah satu tanda mau haid. Pada remaja laki-laki, jerawat di sepanjang rahang sering muncul saat masa pertumbuhan cepat. Catatan tanggal haid dan hari munculnya jerawat membantu Anda dan dokter melihat apakah keduanya berkaitan.

2. Hormon Androgen Berlebih, Termasuk pada PCOS

Kadar androgen yang lebih tinggi dari biasanya bisa memicu jerawat dan rambut berlebih. Office on Women's Health (OWH) Amerika Serikat menyebut keduanya sebagai tanda PCOS atau sindrom ovarium polikistik, yang dialami 5 sampai 10 persen perempuan berusia 15 hingga 44 tahun.

PCOS juga bisa disertai haid yang jarang dan rambut kepala yang menipis, dan bisa muncul kapan pun setelah pubertas. Salah satu hormon yang sering disebut hormon pria adalah testosteron, yang juga ada di tubuh perempuan dalam jumlah lebih kecil.

3. Kebiasaan Menopang atau Memegang Dagu

Menopang dagu saat bekerja, mengusap dagu ketika berpikir, atau memencet jerawat sering dilakukan tanpa sadar. Kemenkes mengingatkan bahwa tangan yang kotor bisa membawa kuman ke wajah dan meningkatkan risiko jerawat. Mulailah dengan menjaga tangan tetap bersih dan menjauhkannya dari dagu.

4. Masker yang Menutup Dagu Berjam-jam

DermNet menyebut jerawat akibat masker atau maskne sebagai salah satu bentuk acne mechanica, yaitu jerawat yang dipicu gesekan dan tekanan. Napas yang terperangkap juga membuat kulit lembap dan hangat, sehingga folikel atau kantong tempat rambut tumbuh mudah tersumbat dan produksi minyak meningkat. Risikonya bertambah pada pemakaian yang lama, masker sekali pakai yang dipakai ulang, dan kulit yang sudah berjerawat.

5. Bercukur di Area Janggut dan Dagu

Pada laki-laki, dagu termasuk area yang rutin dicukur. American Academy of Dermatology (AAD) menyebut bercukur bisa mengiritasi kulit dan memperparah jerawat, termasuk bila bagian yang berjerawat ikut dicukur. Mencukur searah tumbuhnya rambut membantu mencegah benjolan cukur dan iritasi, baik pada laki-laki maupun perempuan yang mencukur rambut di dagu.

Kebiasaan atau Hormon, Mana yang Lebih Berperan?

Waktu dan pola kemunculan jerawat sering memberi petunjuk awal tentang pemicunya:

Yang Diamati

Condong ke Kebiasaan dan Gesekan

Condong ke Pengaruh Hormon

Waktu muncul

Setelah memakai masker berjam-jam atau setelah bercukur

Berulang mengikuti siklus haid

Letak

Area yang tertutup masker, sering disentuh, atau dilewati pisau cukur

Dagu dan sepanjang garis rahang

Ciri benjolan

Kulit sekitarnya mudah teriritasi atau perih

Lebih dalam, lebih besar, dan lebih meradang

Tanda yang menyertai

Jerawat yang sudah ada ikut memburuk

Haid tidak teratur, rambut berlebih di wajah atau dagu, rambut kepala menipis

Langkah awal

Beri jeda pemakaian masker, jauhkan tangan dari dagu, cukur searah tumbuhnya rambut

Catat siklus haid dan konsultasikan dengan dokter

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Kapan Perlu Berkonsultasi soal Jerawat di Dagu?

Kemenkes menganjurkan konsultasi ke dokter kulit bila Anda khawatir dengan jerawat. Perhatikan juga tanda berikut:

  • Jerawat dalam dan nyeri yang terus kambuh. Benjolan besar di dagu dan rahang cenderung lebih meradang. Dokter bisa memilih obat oles atau obat minum sesuai pemicunya.

  • Haid tidak teratur. Kemenkes menganjurkan pemeriksaan bila Anda berusia di bawah 45 tahun dan haid tidak teratur, misalnya jaraknya kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari. Bandingkan pola Anda dengan siklus menstruasi normal.

  • Rambut berlebih di wajah atau dagu. Kondisi yang disebut hirsutisme ini dialami hingga 70% perempuan dengan PCOS, menurut OWH. Sampaikan juga bila rambut kepala menipis atau berat badan sulit turun.

  • Perubahan suara atau sulit hamil. MedlinePlus mencantumkan keduanya, bersama jerawat dan haid tidak teratur, sebagai tanda kadar testosteron tinggi pada perempuan.

Pemeriksaan bila Dokter Menduga Gangguan Hormon

OWH menjelaskan tidak ada satu tes tunggal untuk memastikan PCOS. Setelah menanyakan riwayat kesehatan dan memeriksa kulit, dokter bisa meminta USG panggul untuk melihat ovarium serta tes darah untuk mengukur androgen dan hormon lain, misalnya hormon tiroid.

Setelah kondisi lain disingkirkan, PCOS bisa didiagnosis bila ada setidaknya dua dari empat temuan, yaitu haid tidak teratur, tanda androgen tinggi seperti jerawat atau rambut berlebih, kadar androgen darah yang tinggi, dan banyak kista di ovarium. Ambang diagnosis ditentukan oleh dokter.

MedlinePlus menyebut kadar testosteron yang tinggi pada perempuan bisa berkaitan dengan PCOS, gangguan ovarium, atau gangguan kelenjar adrenal. Hasil di luar rentang rujukan belum tentu berarti ada penyakit yang perlu diobati, karena maknanya bergantung pada usia, gejala, dan hasil tes lain.

Tes Testosteron saat Jerawat Disertai Tanda Hormon Lain

Pada perempuan, kadar testosteron yang tinggi bisa tampak sebagai jerawat, rambut wajah berlebih, dan haid tidak teratur. Karena itu, dokter bisa meminta pemeriksaan hormon ini saat beberapa tanda tersebut muncul bersamaan.

Bila dokter menyarankannya, pemeriksaan Testosteron di Bumame mengukur kadar testosteron total dalam darah, dengan layanan Walk In maupun Home Care. Bahas hasilnya bersama dokter. Untuk pertanyaan seputar persiapan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Penanganan Jerawat Dagu Mengikuti Pemicunya

Menurut Cleveland Clinic, jerawat hormonal bisa lebih rumit diatasi, tetapi obat dan perawatan oles bisa membantu. Pilihannya antara lain:

  • Obat oles. Retinoid, obat turunan vitamin A, membuat sel kulit mati tidak mudah melekat sehingga lebih mudah keluar dari pori. Perawatan berbahan belerang membantu meredakan peradangan pada jerawat yang letaknya dalam. Jenis dan cara pakainya ditentukan dokter sesuai kondisi kulit.

  • Pil KB. Bagi perempuan yang jerawatnya kambuh mengikuti siklus haid, pil KB bisa membantu. Sebagian jenis justru memperparah jerawat, jadi pilihannya ditentukan bersama dokter.

  • Obat antiandrogen. Menurut OWH, obat golongan ini menghambat efek androgen dan bisa mengurangi jerawat serta rambut berlebih pada PCOS. Obat ini bisa menimbulkan masalah pada kehamilan, sehingga penggunaannya diawasi dokter.

OWH mencatat banyak perempuan dengan PCOS juga mengalami resistensi insulin, yaitu sel tubuh kurang merespons insulin, yang lama-kelamaan bisa berkembang menjadi diabetes tipe 2. Karena itu, dokter bisa ikut membahas pola makan dan aktivitas fisik. Bila tertarik pada vitamin untuk mengatasi jerawat, bicarakan dulu dengan dokter sebelum menambah suplemen.

Kebiasaan Harian untuk Dagu yang Mudah Berjerawat

Langkah berikut membantu menekan pemicu dari luar:

  • Cuci muka dua kali sehari. Kemenkes menganjurkan pembersih berbahan dasar air yang lembut, lalu pelembap dan tabir surya wajah SPF 30 yang bebas minyak. Hindari sabun batangan dan pembersih berbutir kasar karena bisa memperburuk kondisi kulit.

  • Jauhkan tangan dari dagu. Cuci tangan sebelum menyentuh wajah dan hindari memencet jerawat. Pengingat kecil di meja kerja bisa membantu menghentikan kebiasaan menopang dagu.

  • Atur pemakaian masker. DermNet menyarankan masker yang pas dengan bahan yang tidak mengiritasi, jeda lima menit setiap beberapa jam bila memungkinkan, dan mencuci masker kain setiap hari. Oleskan pelembap setelah melepas masker.

  • Amati asupan susu dan gula. Cleveland Clinic menyebut laktosa dan gula bisa memicu jerawat pada sebagian orang. Perhatikan apakah mengurangi keduanya membantu kulit Anda.

  • Kelola stres. Stres termasuk pemicu jerawat yang dicatat Kemenkes. Pilih cara mengelola stres yang sesuai dengan keseharian Anda.

Catat Polanya, lalu Rawat Dagu dengan Telaten

Jerawat di dagu bisa ditekan dengan perawatan harian yang konsisten dan kebiasaan yang lebih ramah kulit. Bila jerawat datang bersama haid tidak teratur, rambut wajah berlebih, atau sulit hamil, pemeriksaan sejak awal membantu dokter menemukan pemicunya. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Bila ingin bertanya seputar pemeriksaan hormon, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Faktor Pemicu Timbulnya Jerawat

  2. Teresa A, Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya — Akne Vulgaris Dewasa: Etiologi, Patogenesis dan Tatalaksana Terkini

  3. Cleveland Clinic Health Essentials — What It Means When Acne Is on Certain Areas of Your Face

  4. Office on Women's Health, U.S. Department of Health and Human Services — Polycystic Ovary Syndrome

  5. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Gejala Oligomenorea

  6. DermNet, Jennifer Nguyen dan Rosemary Nixon — Skin Reactions to Face Masks

  7. American Academy of Dermatology — Hair Removal: How to Shave

  8. MedlinePlus, National Library of Medicine — Testosterone Levels Test

Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri

Frequently Asked Question

Apakah jerawat di dagu merupakan tanda gangguan hormon?

Bisa. Jerawat di dagu dan rahang sering berkaitan dengan perubahan hormon, termasuk selama siklus haid. Namun, masker, tangan yang menyentuh dagu, dan kebiasaan bercukur juga dapat memicu jerawat.

Apakah jerawat di dagu berarti PCOS?

Belum tentu. PCOS perlu dipertimbangkan jika jerawat disertai haid tidak teratur atau rambut berlebih di wajah. Dokter akan menilai gejala dan menentukan pemeriksaan yang diperlukan untuk memastikan diagnosis.

Apakah memakai masker bisa menyebabkan jerawat di dagu?

Bisa. Gesekan, tekanan, serta kondisi hangat dan lembap di balik masker dapat menyumbat folikel dan memicu jerawat yang dikenal sebagai maskne atau acne mechanica.

Bagaimana cara bercukur agar jerawat di dagu tidak bertambah parah?

Basahi kulit, gunakan krim atau gel cukur, lalu cukur searah pertumbuhan rambut. Hindari mencukur bagian yang sedang berjerawat dan ganti mata pisau setelah lima sampai tujuh kali pemakaian untuk mengurangi iritasi.

Kapan jerawat di dagu perlu diperiksakan ke dokter?

Periksakan diri jika jerawat terasa dalam dan nyeri, terus kambuh, atau disertai haid tidak teratur, rambut wajah berlebih, perubahan suara, maupun kesulitan hamil. Dokter dapat menilai apakah pemeriksaan hormon atau pemeriksaan lanjutan diperlukan.