Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Sariawan di Bibir: Penyebab, Bedanya dengan Herpes, dan Cara Mengatasinya
Kembali ke Artikel & Berita

Sariawan di Bibir: Penyebab, Bedanya dengan Herpes, dan Cara Mengatasinya

SBATips Kesehatan

Bibir bagian dalam tidak sengaja tergigit saat makan. Esok harinya muncul luka kecil putih bertepi merah yang perih setiap kali terkena kuah pedas.

Luka di bibir hampir selalu disebut sariawan. Padahal, luka di tepi luar bibir bisa saja herpes, yang disebabkan virus dan bisa menular. Mengenali cirinya membantu Anda merawat luka dengan tepat dan menjaga orang di sekitar.

Artikel ini membahas pemicu sariawan di bibir, bedanya dengan herpes, perawatan di rumah, dan tanda yang perlu diperiksakan.

Apa Itu Sariawan di Bibir?

Sariawan adalah luka terbuka kecil pada lapisan lembap di dalam mulut atau mukosa. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat luka ini bisa muncul di gusi, langit-langit, lidah, pipi bagian dalam, dan bibir bagian dalam. Jadi, sariawan di bibir adalah luka yang sama dengan sariawan di lidah atau pipi. Sariawan yang sering berulang disebut stomatitis aftosa rekuren.

Menurut Cleveland Clinic, sariawan tidak menular dan terbagi menjadi tiga jenis:

  • Sariawan kecil. Jenis yang umum ini biasanya berukuran kurang dari 1 cm. Lukanya sembuh dalam beberapa minggu tanpa bekas.

  • Sariawan besar. Ukurannya lebih dari 1 cm, sangat nyeri, dan sering meninggalkan bekas. Penyembuhannya bisa berbulan-bulan.

  • Sariawan herpetiformis. Jenis yang jarang ini berupa kumpulan luka seukuran ujung jarum dan sembuh dalam sekitar dua minggu. Walau namanya mirip, jenis ini tidak berhubungan dengan virus herpes.

Pemicu Sariawan di Bibir Sehari-hari

Penyebab sariawan belum diketahui secara jelas, tetapi Cleveland Clinic dan NHS mencatat beberapa pemicunya:

  • Bibir tergigit atau tergores. Gesekan kawat gigi atau gigi palsu yang tidak pas, tambalan kasar, gigi tajam, makanan keras, dan minuman panas bisa melukai bibir. Sikat gigi yang melukai gusi juga termasuk pemicunya.

  • Makanan dan pasta gigi tertentu. Pada sebagian orang, makanan asam dan pedas, kafein, telur, keju, kacang tanah, atau almon bisa memicu sariawan. Pasta gigi dengan bahan pembusa sodium lauryl sulfate serta intoleransi atau alergi makanan juga termasuk pemicunya.

  • Stres, kelelahan, dan perubahan hormon. NHS dan Cleveland Clinic memasukkan stres, rasa lelah, cemas, serta perubahan hormon saat hamil atau menstruasi ke daftar pemicu. Studi pada 64 mahasiswa kedokteran gigi Universitas Sam Ratulangi juga menemukan hubungan bermakna antara tingkat stres dan sariawan berulang.

  • Obat dan kebiasaan tertentu. Sebagian obat antinyeri golongan NSAID dan obat tekanan darah golongan beta-blocker bisa memicu sariawan, begitu pula masa awal berhenti merokok. Obat resep sebaiknya tidak dihentikan tanpa arahan dokter.

Faktor yang Membuat Sariawan Mudah Kambuh

Cleveland Clinic menyebut sariawan lebih sering dialami remaja, orang berusia 20-an, dan perempuan, sedangkan sariawan pertama setelah usia 40 tahun tergolong jarang. Faktor keturunan juga berperan, karena menurut NHS sebagian keluarga lebih sering mengalami sariawan.

Cleveland Clinic dan NHS juga mengaitkan sariawan dengan kekurangan vitamin B12, folat, zat besi, seng, atau vitamin D. Kemenkes juga mengaitkan kekurangan vitamin C dan B12 dengan sariawan.

Beberapa sariawan yang muncul sekaligus kadang berkaitan dengan penyakit lain. NHS menyebut pola ini bisa menjadi gejala penyakit tangan, kaki, dan mulut, yang juga menimbulkan ruam di tangan dan kaki. Pola yang sama bisa muncul pada penyakit Crohn, penyakit seliak, atau daya tahan tubuh yang lemah akibat HIV atau lupus.

Ciri Sariawan di Bibir Bagian Dalam

1. Rasa Terbakar atau Kesemutan di Dalam Mulut

Cleveland Clinic menyebut rasa terbakar atau kesemutan di dalam mulut bisa menandakan sariawan akan muncul. Pada herpes, kesemutan atau gatal terasa di kulit bibir.

2. Luka Bulat Putih dengan Tepi Merah

Lukanya bulat atau oval, putih atau kekuningan, dengan area merah di sekelilingnya. Kemenkes mencatat ukurannya bisa sangat kecil hingga lebih dari satu sentimeter. Menurut NHS, sariawan bisa muncul lebih dari satu sekaligus.

3. Perih saat Makan, Minum, atau Berbicara

Luka terasa nyeri atau seperti terbakar saat terkena makanan dan minuman, bahkan saat berbicara, sehingga nafsu makan bisa turun. Menurut Cleveland Clinic, nyerinya biasanya membaik dalam beberapa hari.

Membedakan Sariawan dan Herpes di Bibir

Kemenkes mengingatkan bahwa sariawan perlu dibedakan dari kelainan mulut lain akibat infeksi virus, bakteri, jamur, obat, atau penyakit tertentu. Kondisi yang sering tertukar dengan sariawan adalah herpes di bibir, yaitu infeksi yang umumnya disebabkan virus herpes simplex tipe 1 (HSV-1).

WHO memperkirakan 3,8 miliar orang berusia di bawah 50 tahun terinfeksi HSV-1 pada 2020. Sebagian besar tertular sejak kanak-kanak, dan virusnya menetap di tubuh seumur hidup.

Ciri

Sariawan di bibir

Herpes di bibir

Letak

Bibir bagian dalam yang lembap

Tepi luar bibir dan kulit di sekitar mulut

Tanda awal

Rasa terbakar atau kesemutan di dalam mulut

Kesemutan, gatal, atau panas di kulit bibir 1 sampai 2 hari sebelumnya

Bentuk luka

Luka terbuka bulat, putih atau kekuningan, bertepi merah

Lepuhan kecil berisi cairan yang pecah lalu menjadi keropeng

Penularan

Tidak menular

Menular sejak kesemutan terasa hingga luka sembuh total

Lama sembuh

Umumnya 1 sampai 2 minggu

Mulai sembuh dalam 10 hari, keropeng lepas dalam 6 sampai 14 hari

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Menurut Cleveland Clinic, herpes kadang muncul di dalam mulut saat infeksi pertama. Keluhan di bibir juga bisa berasal dari kondisi lain seperti jamur di bibir, jadi luka yang membingungkan sebaiknya diperiksakan.

Kapan Sariawan di Bibir Perlu Diperiksakan?

Sebagian besar sariawan tidak berbahaya, tetapi periksakan diri ke dokter atau dokter gigi bila ada tanda berikut:

  • Luka tidak kunjung sembuh. Cleveland Clinic menyarankan konsultasi bila sariawan bertahan lebih dari dua minggu. NHS menyarankan pemeriksaan bila luka menetap lebih dari tiga minggu, karena luka mulut yang lama sembuh kadang menjadi tanda kanker mulut.

  • Besar, sering kambuh, atau mengganggu makan. Luka lebih dari 1 cm, sariawan yang datang dua sampai tiga kali setahun, atau nyeri yang mengganggu makan dan minum perlu dinilai dokter. Pola ini bisa menandakan kondisi yang mendasarinya.

  • Ada tanda infeksi atau keluhan lain. Luka yang berdarah atau makin nyeri dan merah bisa menandakan infeksi. Periksakan juga bila sariawan disertai gejala flu, luka di kulit atau kelamin, atau sendi yang nyeri dan bengkak.

Untuk herpes, NHS menyarankan ke dokter bila luka belum mulai sembuh dalam 10 hari, sangat besar, atau daya tahan tubuh sedang lemah. Hindari mencium bayi selama ada luka herpes, karena virusnya bisa menimbulkan infeksi berat pada bayi baru lahir.

Pemeriksaan untuk Memastikan Jenis Luka

Dokter umumnya mengenali sariawan cukup dengan melihat lukanya. Bila sariawan sering kambuh, dokter bisa menyarankan tes darah untuk mencari kondisi yang mendasarinya, termasuk kekurangan vitamin B12 atau folat. Untuk luka yang tidak biasa atau lama sembuh, dokter bisa melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan jenis lukanya.

Cek Kadar Vitamin B12 bila Sariawan Sering Datang

NHS mencatat lidah yang perih atau merah, kadang disertai sariawan, sebagai salah satu gejala kekurangan vitamin B12 atau folat, bersama rasa lelah dan kesemutan. Bila dokter menduga hal ini, kadarnya bisa dicek lewat pemeriksaan darah. Di Bumame, pemeriksaan Vitamin B12 tidak memerlukan puasa dan tersedia secara Walk In maupun Home Care. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Cara Mengatasi Sariawan di Bibir

Menurut NHS, menghindari hal yang mengiritasi luka membantu meredakan nyeri dan mempercepat penyembuhan. Langkah berikut bisa dicoba:

  • Berkumur dengan air garam hangat. Larutkan garam dalam segelas air hangat, berkumur, lalu buang airnya. Kemenkes menyarankan cara ini beberapa kali sehari untuk meredakan peradangan.

  • Pilih makanan lembut. Bubur atau sup lebih nyaman bagi luka. NHS menyarankan minum minuman sejuk dengan sedotan dan menghindari makanan pedas, asin, asam, atau renyah serta minuman panas.

  • Obat dari apoteker atau dokter. Apoteker bisa merekomendasikan obat kumur antimikroba, gel atau semprotan pereda nyeri, dan tablet isap kortikosteroid. Dokter bisa meresepkan obat yang lebih kuat untuk sariawan yang berat atau menetap, atau vitamin dan suplemen bila sariawan berkaitan dengan kekurangan zat gizi.

Penanganan herpes berbeda. Menurut NHS, krim antivirus bekerja lebih baik bila dipakai sejak kesemutan pertama terasa, dan dokter bisa meresepkan tablet antivirus untuk luka yang besar atau sering kambuh. WHO menyebut obat ini mempersingkat dan meringankan gejala, walau virusnya tetap tinggal di tubuh.

Langkah Mengurangi Risiko Sariawan Kambuh

Sariawan belum bisa dicegah sepenuhnya, tetapi kebiasaan berikut membantu mengurangi kekambuhan:

  • Catat pemicunya. Perhatikan makanan, kondisi, atau kebiasaan sebelum sariawan datang, lalu hindari sebisa mungkin. Cleveland Clinic menyarankan cara ini bagi orang yang pernah mengalami sariawan.

  • Jaga kebersihan mulut. Gunakan sikat gigi berbulu lembut, benang gigi secara perlahan, dan pasta gigi tanpa sodium lauryl sulfate bila sariawan sering kambuh. NHS juga menyarankan pemeriksaan gigi rutin.

  • Kelola stres dan perhatikan asupan gizi. Teknik relaksasi seperti meditasi membantu meredakan stres. Bila sariawan sering kambuh, bicarakan kemungkinan kekurangan zat gizi dengan dokter.

  • Lindungi orang lain saat ada luka herpes. Hindari berciuman serta berbagi sendok, sedotan, cangkir, atau pelembap bibir, dan cuci tangan setelah menyentuh luka. Bila herpes kambuh karena sinar matahari, gunakan pelembap bibir dengan tabir surya SPF 15 atau lebih.

Rawat Lukanya dengan Sabar dan Cari Tahu Pemicunya

Sebagian besar sariawan di bibir sembuh sendiri dalam satu sampai dua minggu. Mengenali letak dan bentuk luka membantu membedakannya dari herpes, dan sariawan yang sering kambuh layak ditelusuri bersama dokter. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — Penanganan Sariawan

  2. Wowor YP, Munayang H, Supit A, e-GiGi Universitas Sam Ratulangi — Hubungan Stres dengan Stomatitis Aftosa Rekuren pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Universitas Sam Ratulangi

  3. Cleveland Clinic — Canker Sore: Symptoms, Causes and Treatment

  4. Cleveland Clinic — Cold Sore: Symptoms, Causes and Treatment

  5. NHS — Mouth Ulcers

  6. NHS — Cold Sores

  7. NHS — Symptoms: Vitamin B12 or Folate Deficiency Anaemia

  8. World Health Organization — Herpes Simplex Virus

Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri

Frequently Asked Question

Apakah sariawan di bibir menular?

Sariawan tidak menular. Berbeda dengan sariawan, herpes di bibir dapat menular sejak munculnya kesemutan hingga luka sembuh total.

Berapa lama sariawan di bibir sembuh?

Sariawan umumnya sembuh sendiri dalam satu sampai dua minggu. Jika luka bertahan lebih dari dua minggu, sebaiknya periksakan ke dokter atau dokter gigi.

Bagaimana cara membedakan sariawan dan herpes di bibir?

Sariawan biasanya muncul di bibir bagian dalam sebagai luka putih atau kekuningan dengan tepi merah. Herpes umumnya muncul di tepi luar bibir berupa lepuhan kecil berisi cairan yang didahului kesemutan atau gatal.

Apakah sariawan di bibir bisa disebabkan kekurangan vitamin?

Bisa. Kekurangan vitamin B12, folat, zat besi, seng, atau vitamin D dikaitkan dengan sariawan. Dokter dapat menyarankan pemeriksaan darah jika dicurigai terdapat kekurangan zat gizi.

Bagaimana cara meredakan sariawan di bibir?

Berkumurlah dengan air garam hangat, pilih makanan lembut, gunakan sikat gigi berbulu lembut, dan hindari makanan pedas, asam, asin, atau keras yang dapat mengiritasi luka.