Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Penyebab Ngantuk di Pagi Hari: Mana yang Wajar dan Cara Mengatasinya
Kembali ke Artikel & Berita

Penyebab Ngantuk di Pagi Hari: Mana yang Wajar dan Cara Mengatasinya

SBATips Kesehatan

Alarm sudah berbunyi, tetapi mata masih berat dan pikiran terasa berkabut, padahal semalam sudah tidur.

Rasa berat seperti ini umumnya wajar dan cepat reda. Lain halnya bila kantuk bertahan hingga siang selama berminggu-minggu, karena pola ini bisa berkaitan dengan utang tidur, jam biologis yang bergeser, gangguan napas saat tidur, atau anemia.

Artikel ini membahas batas kantuk pagi yang wajar, pemicunya, kondisi yang perlu dicek, dan langkah agar bangun lebih segar.

Mata Masih Berat setelah Bangun, Wajarkah?

Wajar, selama rasa itu cepat hilang. Kondisi ini disebut inersia tidur (sleep inertia), yaitu rasa grogi dan lamban tepat setelah bangun. Tinjauan riset di jurnal Nature and Science of Sleep menyebut efeknya kuat dalam 30 menit pertama. Kewaspadaan umumnya pulih dalam 30 menit, kadang secepat 15 menit, tetapi pemulihan penuh baru tercapai setidaknya satu jam setelah bangun.

Rasa grogi ini terasa lebih berat bila tidur malam sebelumnya kurang atau utang tidur menumpuk berhari-hari. Efeknya juga lebih besar bila Anda bangun saat jam biologis masih di fase malam, dan orang yang terbiasa tidur larut cenderung butuh waktu lebih lama untuk pulih. Bangun dari tahap tidur dalam diduga ikut memperberat, meski pengaruhnya masih diperdebatkan.

Bila rasa berat itu hilang dalam sekitar satu jam setelah Anda bangun dan bergerak, kemungkinan besar itu masih wajar.

Pola Tidur dan Kebiasaan yang Memicu Ngantuk di Pagi Hari

Pemicu berikut berkaitan dengan pola tidur dan kebiasaan sehari-hari.

1. Jam Tidur Kurang dan Utang Tidur Menumpuk

Kemenkes menganjurkan tidur setidaknya 7 sampai 9 jam setiap malam. Kurang tidur membuat tubuh lelah dan mudah lapar, sehingga sebagian orang makan lebih banyak, termasuk camilan, dan kantuk makin terasa. Patokan jam tidur normal membantu menilai kecukupan tidur Anda.

2. Jam Biologis yang Bergeser

Jam biologis atau ritme sirkadian diatur oleh bagian otak yang membaca sinyal terang dan gelap dari mata. Cahaya biru layar gawai di malam hari menekan produksi melatonin, hormon yang membantu tidur. Jadwal tidur yang berbeda jauh antara hari kerja dan akhir pekan juga menggeser ritme tubuh, mirip efek jet lag.

MSD Manual mencatat gangguan fase tidur tertunda, yaitu pola tidur dan bangun yang selalu larut, lebih sering dialami remaja dan dewasa muda. Penderitanya sulit tidur lebih awal walau sudah berusaha, sehingga tidurnya pendek bila harus bangun pagi. Jam kerja panjang dan sif malam juga termasuk pemicu kantuk.

3. Alkohol dan Kafein Menjelang Tidur

Alkohol mungkin membantu tubuh rileks dan lebih mudah tertidur. Namun, Kemenkes mencatat tidur setelah minum alkohol mudah terganggu, sehingga Anda bisa bangun lelah atau tidak segar. Minuman berenergi pun hanya memberi dorongan sesaat, lalu bisa diikuti rasa lelah. NHS menyarankan tidak makan, minum kafein, atau berolahraga dalam beberapa jam sebelum tidur.

4. Mengantuk setelah Sarapan Berat

Sedikit mengantuk setelah makan termasuk normal. Menurut Kemenkes, saat mencerna makanan tubuh melepas hormon seperti serotonin dan melatonin, dan aliran darah lebih banyak dialihkan ke saluran cerna. Sarapan dengan porsi besar bisa membuat tubuh lemas dan mengantuk. Kemenkes juga mencatat diabetes, anemia, hipotiroid, dan sleep apnea bisa membuat orang mudah mengantuk setelah makan, bahkan sepanjang hari.

5. Efek Samping Obat

Sejumlah obat bisa membuat Anda mengantuk di siang hari. MedlinePlus menyebut obat penenang, obat tidur, antihistamin atau obat alergi, sebagian obat pereda nyeri, dan sebagian obat untuk gangguan jiwa sebagai contohnya. Bila kantuk muncul setelah mulai minum obat baru, bicarakan dengan dokter dan jangan menghentikan atau mengubah dosis sendiri.

Kondisi Kesehatan di Balik Kantuk yang Bertahan hingga Siang

Bila tidur sudah cukup tetapi kantuk tetap kuat, kondisi berikut perlu dipertimbangkan. Sebagian termasuk jenis gangguan tidur, sebagian lagi berasal dari kondisi tubuh lain.

  • Sleep apnea. Napas berhenti dan mulai lagi berulang kali saat tidur, disertai dengkur keras atau suara tersedak. NHS mencatat penderitanya bisa sangat lelah di siang hari, sulit berkonsentrasi, dan sakit kepala saat bangun. Kondisi sleep apnea dikaitkan dengan obesitas, leher besar, merokok, alkohol, dan tidur telentang.

  • Insomnia. Sulit tidur atau sering terbangun membuat tidur tidak tuntas. MedlinePlus memasukkan insomnia dan sulit mempertahankan tidur sebagai penyebab kantuk di siang hari.

  • Anemia. Sel darah merah membawa oksigen ke jaringan tubuh, sehingga kekurangannya membuat badan lemas. Kemenkes merangkum ciri-ciri anemia awal sebagai 5L, yaitu lesu, letih, lemah, lelah, dan lalai. Pada tahap sedang, jantung bisa berdebar, kulit pucat, dan napas mudah sesak.

  • Hipotiroid. Kelenjar tiroid yang kurang aktif tercantum sebagai penyebab kantuk di siang hari dalam MedlinePlus dan pemicu kantuk setelah makan menurut Kemenkes. Bila Anda merasakan gejala hipotiroid lain, sampaikan kepada dokter.

  • Diabetes. NHS mencatat diabetes bisa membuat badan sangat lelah, disertai rasa sangat haus, sering buang air kecil khususnya di malam hari, dan berat badan turun. Daftar ciri-ciri diabetes membantu Anda mencatat keluhan sebelum bertemu dokter.

  • Stres, kecemasan, dan depresi. MedlinePlus menyebut ketiganya, juga rasa bosan, bisa ikut memicu kantuk berlebihan. Karena itu, perubahan suasana hati perlu ikut diceritakan kepada dokter.

Menurut MedlinePlus, kantuk berlebihan di siang hari tanpa sebab jelas bisa menandakan gangguan tidur seperti narkolepsi. Keluhan menetap seperti ini, termasuk hipersomnia, perlu dinilai dokter.

Mencocokkan Pola Kantuk dengan Pemicunya

Pola keluhan sering memberi petunjuk awal tentang pemicunya.

Pola yang dirasakan

Kemungkinan pemicu

Langkah awal

Grogi saat bangun, segar dalam satu jam

Rasa grogi yang wajar

Jaga jam tidur tetap cukup

Sulit bangun di hari kerja, tidur jauh lebih lama di akhir pekan

Utang tidur atau jam biologis bergeser

Samakan jam bangun setiap hari

Dengkur keras, napas terhenti, sakit kepala saat bangun

Sleep apnea

Konsultasi ke dokter

Lesu, pucat, jantung berdebar

Anemia

Diskusikan tes darah dengan dokter

Sangat haus, sering buang air kecil di malam hari

Diabetes

Diskusikan tes gula darah dengan dokter

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Kapan Rasa Kantuk Pagi Perlu Dibawa ke Dokter?

NHS menyarankan pemeriksaan ke dokter bila rasa lelah berlangsung beberapa minggu tanpa sebab jelas, mengganggu aktivitas, atau disertai berat badan turun dan perubahan suasana hati. Periksakan diri juga bila orang lain mendengar Anda tersedak, mendengus, atau terengah saat tidur.

Kantuk yang membuat Anda tertidur tanpa sengaja saat bekerja atau berkendara perlu diperiksakan lebih awal. Kemenkes menjelaskan microsleep sebagai episode tidur beberapa detik yang terjadi tanpa disadari, dan MedlinePlus mengingatkan untuk tidak mengemudi saat mengantuk.

Cara Dokter Menelusuri Sumber Kantuk

Dokter biasanya bertanya tentang pola tidur, kebiasaan mendengkur, obat yang diminum, dan kondisi lain. Pemeriksaan berikutnya disesuaikan dengan dugaan penyebab:

  • Catatan tidur. Anda bisa diminta mencatat jam tidur dan bangun selama beberapa minggu. Menurut MSD Manual, catatan ini membantu mengenali jam biologis yang bergeser.

  • Tes darah dan urine. MedlinePlus menyebut tes darah lengkap, gula darah, elektrolit, kalsium, hormon tiroid, dan pemeriksaan urine. Hasilnya membantu melihat kemungkinan anemia, diabetes, atau gangguan tiroid.

  • Pemeriksaan tidur semalam. Bila dicurigai sleep apnea, dokter bisa merujuk Anda ke klinik tidur. Di sana Anda memakai alat pemantau selama tidur.

Cek Hemoglobin dan Gula Darah sebagai Langkah Awal

Anemia dan diabetes termasuk penyebab rasa lelah yang bisa ditelusuri lewat tes darah, sehingga pemeriksaan dasar bisa menjadi langkah awal. Di Bumame, Medical Check Up Basic memuat Hematologi Lengkap yang menilai sel darah merah dan hemoglobin, Glukosa Puasa, serta tes fungsi hati, ginjal, kolesterol, asam urat, dan urine. Puasa sebelum pemeriksaan mengikuti konfirmasi tim Bumame. Paket ini tersedia Walk In maupun Home Care, dengan hasil dalam 1x24 jam. Tes hormon tiroid dan pemeriksaan tidur tidak termasuk di dalamnya.

Penanganan Mengikuti Penyebabnya

MedlinePlus menyebut kantuk bisa mereda bila penyebabnya ditangani. Contohnya:

  • Utang tidur dan jam biologis. Waktu tidur digeser bertahap, dengan jam bangun yang mirip setiap hari. Ayo Sehat Kemenkes menyarankan tambahan tidur yang secukupnya dan terencana.

  • Sleep apnea. NHS menyebut menurunkan berat badan, berhenti merokok, dan mengurangi alkohol bisa membantu. Banyak penderita juga memerlukan alat bantu napas CPAP saat tidur, sementara obat tidur bisa memperburuk kondisi ini.

  • Anemia, diabetes, atau gangguan tiroid. Pengobatan mengikuti hasil pemeriksaan. Jenis dan dosis obat ditentukan dokter.

Kebiasaan Harian agar Bangun Lebih Segar

Selain berbagai cara tidur lebih nyenyak, langkah berikut membantu tubuh bangun lebih segar:

  • Tetapkan jam bangun yang sama. Ayo Sehat Kemenkes menekankan jam tidur dan bangun yang stabil bagi jam biologis, termasuk di akhir pekan. Bila ingin tidur lebih awal, geser jadwal sedikit demi sedikit.

  • Atur paparan cahaya. Ayo Sehat Kemenkes menyebut pengaturan cahaya pagi sebagai salah satu cara menata ritme tubuh. NHS juga menyarankan tidak memakai ponsel atau layar dalam satu jam sebelum tidur.

  • Bergerak secara rutin. Kemenkes mencatat tubuh yang jarang berolahraga lebih mudah lelah. Berjalan, naik turun tangga, atau yoga bisa menjadi awal.

  • Tidur siang secukupnya. Bila perlu tidur siang, batasi kurang dari 30 menit agar risiko bangun dalam keadaan grogi berkurang. Panduan waktu tidur siang yang baik membantu Anda memilih jamnya.

Tata Jam Tidur, Sambut Pagi dengan Lebih Segar

Rasa grogi setelah bangun umumnya wajar dan reda dalam sekitar satu jam. Kantuk yang bertahan hingga siang selama berminggu-minggu layak diperiksakan, karena keluhan ini bisa mereda saat penyebabnya ditangani. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Hilditch CJ, McHill AW, Nature and Science of Sleep, PubMed Central — Sleep Inertia: Current Insights.

  2. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Mengantuk Setelah Makan.

  3. Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat, dr. Dito Anurogo, M.Sc., Ph.D. — Bahaya Begadang: Diam-Diam Merusak Otak, Jantung, dan Sistem Imun Anda.

  4. Schwab RJ, MSD Manual Consumer Version — Circadian Rhythm Sleep Disorders.

  5. MedlinePlus Medical Encyclopedia, National Library of Medicine — Drowsiness.

  6. NHS — Sleep Apnoea.

  7. Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat — Anemia.

  8. NHS — Tiredness and Fatigue.

Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed

Frequently Asked Question

Apa penyebab ngantuk di pagi hari padahal sudah tidur cukup?

Pemicunya bisa berupa jam biologis yang bergeser, tidur terganggu akibat alkohol atau sleep apnea, efek obat, maupun kondisi seperti anemia, hipotiroid, dan diabetes. Jika kantuk berlangsung beberapa minggu atau mengganggu aktivitas, periksakan diri ke dokter.

Berapa lama rasa grogi setelah bangun tidur masih dianggap wajar?

Rasa grogi atau inersia tidur umumnya terasa kuat dalam 30 menit pertama setelah bangun. Kewaspadaan biasanya pulih dalam waktu tersebut, tetapi pemulihan penuh bisa membutuhkan setidaknya satu jam. Kantuk berat yang bertahan hingga siang perlu ditelusuri penyebabnya.

Kenapa mengantuk setelah sarapan?

Sedikit mengantuk setelah makan termasuk normal, terutama setelah sarapan dalam porsi besar. Namun, kantuk yang berat dan sering terjadi juga bisa berkaitan dengan diabetes, anemia, atau hipotiroid sehingga perlu dibicarakan dengan dokter.

Apakah ngantuk di pagi hari bisa menjadi tanda penyakit?

Bisa. Kondisi yang berkaitan dengan kantuk berlebihan antara lain sleep apnea, insomnia, anemia, hipotiroid, diabetes, depresi, dan narkolepsi. Dokter dapat menelusuri penyebabnya melalui wawancara, catatan tidur, tes darah, atau pemeriksaan tidur jika diperlukan.

Bagaimana cara mengatasi ngantuk di pagi hari?

Tidurlah 7–9 jam setiap malam, pertahankan jam bangun yang konsisten, kurangi paparan layar menjelang tidur, dan hindari kafein serta alkohol pada malam hari. Lakukan aktivitas fisik secara rutin. Jika kantuk tetap mengganggu, konsultasikan dengan dokter.