Nama kalium dan kalsium hanya berbeda satu huruf, sehingga keduanya mudah tertukar. Kebingungan ini sering muncul saat membaca label suplemen, menyusun menu harian, atau melihat kode K dan Ca pada lembar hasil laboratorium.
Keduanya memang sama-sama mineral yang dibutuhkan otot, saraf, dan jantung. Namun, tempat penyimpanannya di tubuh, cara tubuh mengatur kadarnya, kebutuhan harian, hingga keluhan saat kadarnya tidak seimbang cukup berbeda. Memahami perbedaannya membantu Anda memilih makanan dan suplemen dengan lebih cermat.
Artikel ini membahas fungsi, sumber makanan, kebutuhan harian, kadar dalam darah, serta tanda saat keduanya terlalu rendah atau terlalu tinggi.
Apa Beda Kalium dan Kalsium?
Singkatnya, hampir seluruh kalium tubuh berada di dalam sel, sedangkan hampir seluruh kalsium tersimpan di tulang dan gigi. Kalium banyak berperan dalam kerja sel, saraf, otot, dan irama jantung. Kalsium menjaga tulang dan gigi tetap kuat, sekaligus dibutuhkan untuk kontraksi otot, irama jantung yang normal, dan pembekuan darah.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Nilai rujukan bergantung pada laboratorium dan dokter.
Kalium Bekerja di Dalam Sel
Kalium termasuk elektrolit, yaitu mineral bermuatan listrik yang membantu mengatur jumlah cairan tubuh, keseimbangan asam basa, serta kerja otot dan saraf. Sekitar 98% kalium tubuh berada di dalam sel, dan hanya sebagian kecil yang beredar di darah. Sel, saraf, jantung, dan otot membutuhkan kalium agar bisa bekerja dengan baik.
Kalium juga membantu tubuh mengeluarkan natrium lewat urine dan membuat dinding pembuluh darah lebih rileks, sehingga tekanan darah bisa turun.
Kadar kalium dalam darah dijaga oleh ginjal. Ginjal membuang kelebihan kalium lewat urine, dan hormon aldosteron merangsang ginjal mengeluarkan kalium. Saat ginjal terganggu, kalium bisa menumpuk di darah.
Kalsium Tersimpan di Tulang dan Gigi
Sekitar 99% kalsium tubuh tersimpan di tulang dan gigi, sedangkan sekitar 1% beredar di darah. Porsi kecil ini dibutuhkan agar saraf, otot, dan jantung bekerja dengan baik. Selain menjaga tulang, fungsi kalsium bagi tubuh mencakup kontraksi otot, irama jantung yang normal, dan pembekuan darah.
Tubuh menjaga kadar kalsium darah tetap stabil dengan memindahkan kalsium dari tulang ke darah saat dibutuhkan. Pengaturnya adalah hormon paratiroid. Hormon ini merangsang tulang melepas kalsium, mengurangi kalsium yang terbuang lewat urine, dan meningkatkan penyerapan kalsium di usus. Hormon yang sama mendorong ginjal mengaktifkan vitamin D, yang membantu usus menyerap lebih banyak kalsium.
Akibatnya, bila asupan kalsium kurang dalam waktu lama, tubuh terus mengambil kalsium dari tulang sehingga tulang melemah dan bisa berujung pada osteoporosis.
Kebutuhan Harian dan Sumber Makanan Keduanya
Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019 dari Kementerian Kesehatan, orang dewasa membutuhkan 4.700 mg kalium per hari. Kebutuhan kalsium lebih kecil, yaitu 1.000 mg per hari pada usia 19 sampai 49 tahun dan 1.200 mg mulai usia 50 tahun. Pilihan makanan mengandung kalium dan kalsium cukup beragam:
Sumber kalium. Kemenkes menyebut pisang, aprikot kering, alpukat, kentang, wortel, dan bayam sebagai sumber yang baik. Kacang-kacangan, produk susu, dan beberapa jenis ikan juga menyumbang kalium.
Sumber kalsium. Sumber hewaninya antara lain susu, yogurt, keju, ikan teri, dan udang rebon. Sumber nabatinya meliputi sawi, brokoli, daun pepaya, daun singkong, tahu, tempe, wijen, dan kacang-kacangan.
Sumber keduanya. Produk susu, bayam, dan kacang-kacangan muncul di daftar sumber kalium maupun kalsium. Bahan ini mudah dipadukan dalam menu harian.
Membaca Kadar K dan Ca pada Hasil Laboratorium
Beberapa hal berikut membantu membaca kedua hasil ini:
Kalium dalam profil elektrolit. Kalium biasanya diperiksa bersama natrium, klorida, dan bikarbonat. Jurnal Kesehatan Andalas mencantumkan nilai rujukan kalium darah orang dewasa 3,5-5,3 mmol/L. Kadar di bawah 3,5 disebut hipokalemia, sedangkan kadar di atas 5,3 disebut hiperkalemia.
Kalium tinggi palsu. Hasil kalium bisa tampak tinggi palsu atau pseudohiperkalemia. Penyebabnya antara lain sel darah dalam sampel pecah (hemolisis), sampel terlambat diperiksa, atau tangan berulang kali mengepal saat pengambilan darah.
Kalsium total dan albumin. MSD Manual menyebut kisaran normal kalsium total 8,8-10,4 mg/dL. Sekitar 40% kalsium darah terikat protein, khususnya albumin, sehingga dokter bisa membaca hasilnya bersama kadar albumin atau meminta tes kalsium bebas (kalsium ion).
Kalsium darah dan tulang. Tes kalsium darah tidak menggambarkan jumlah kalsium di tulang. Kepadatan tulang dinilai dengan pemindaian DEXA.
Nilai rujukan bergantung pada laboratorium dan dokter, dan ambang diagnosis ditentukan oleh dokter.
Bila Kadar Kalium atau Kalsium Terlalu Rendah
Kalium Rendah atau Hipokalemia
Pada hipokalemia, kalium darah turun di bawah nilai rujukan. Penyebabnya antara lain cairan yang banyak keluar lewat diare, muntah, atau keringat berlebihan, efek obat peluruh kencing (diuretik), dan pemakaian obat pencahar yang berlebihan. Asupan yang sangat kurang, misalnya pada orang sakit berat yang sulit makan, juga bisa memicunya. Keluhannya bisa berupa kram, otot lemah atau berkedut, lelah, mual, sembelit, dan detak jantung tidak teratur.
Kalsium Rendah atau Hipokalsemia
Kalsium darah yang rendah bisa berkaitan dengan kelenjar paratiroid yang kurang aktif, gangguan ginjal, kekurangan vitamin D atau magnesium, radang pankreas (pankreatitis), kadar protein darah yang rendah, atau asupan kalsium yang kurang. Keluhannya bisa berupa kesemutan di bibir, lidah, jari tangan, dan kaki, serta kram, otot mengejang, atau otot terasa kaku. Irama jantung bisa tidak teratur, dan kadar yang sangat rendah bisa memicu kejang.
Pada kekurangan kalsium dari asupan harian, tubuh mengambil cadangan dari tulang, sehingga dampaknya lebih banyak terasa pada tulang dalam jangka panjang.
Bila Kadarnya Terlalu Tinggi
Kalium Tinggi atau Hiperkalemia
Hiperkalemia bisa muncul ketika ginjal tidak bekerja dengan baik sehingga kelebihan kalium tidak terbuang. Obat tertentu, suplemen kalium, cedera, luka bakar, dan diabetes tipe 1 yang tidak terkendali juga bisa menaikkan kadarnya. Keluhannya bisa berupa lelah, otot lemah, mual, kesemutan, dan gangguan irama jantung atau aritmia. Kadar yang sangat tinggi bisa memicu henti jantung, sehingga perlu penanganan segera.
Kalsium Tinggi atau Hiperkalsemia
Kalsium darah yang tinggi bisa berkaitan dengan kelenjar paratiroid yang terlalu aktif, jenis kanker tertentu, gangguan tulang tertentu, atau konsumsi vitamin D berlebihan dalam waktu lama. Keluhannya bisa berupa sembelit, mual, muntah, nyeri perut, nafsu makan turun, sering haus, sering buang air kecil, lelah, serta nyeri tulang atau otot. Kadar yang tinggi juga bisa disertai batu ginjal.
Banyak orang dengan kalsium darah tinggi atau rendah tidak merasakan keluhan apa pun. Untuk itu, dokter bisa meminta tes kalsium pada orang yang punya gangguan ginjal, tiroid, atau paratiroid.
Siapa yang Perlu Lebih Berhati-hati?
Beberapa kelompok perlu lebih cermat mengatur asupan kalium dan kalsium:
Orang dengan gangguan ginjal. Ginjal yang tidak bekerja baik sulit membuang kelebihan kalium. Karena itu, asupan kalium, termasuk garam pengganti berbahan kalium klorida, perlu dibicarakan dulu dengan dokter. Gangguan ginjal juga bisa membuat kadar kalsium darah turun.
Pengguna obat tertentu. Diuretik bisa menurunkan kalium, sedangkan inhibitor ACE dan diuretik hemat kalium bisa menaikkannya. Sampaikan semua obat yang Anda minum saat konsultasi.
Pengguna suplemen. Suplemen kalium bisa menaikkan kadar kalium darah. Kalsium yang dikonsumsi berlebihan bisa memicu sembelit dan gangguan ginjal, dan suplemen kalsium bisa menurunkan efektivitas beberapa antibiotik bila diminum bersamaan.
Orang yang sering muntah, diare, atau berkeringat banyak. Kehilangan cairan dalam jumlah besar ikut membawa kalium keluar. Bila disertai lemas atau kram, periksakan diri ke dokter.
Kapan Sebaiknya Memeriksakan Diri ke Dokter?
Segera ke IGD bila Anda mengalami detak jantung yang sangat tidak teratur, otot sangat lemah hingga sulit bergerak, kejang, atau kebingungan. Keluhan ini bisa berkaitan dengan gangguan kalium atau kalsium yang berat dan perlu ditangani cepat.
Jadwalkan konsultasi bila Anda sering kram atau kesemutan, mudah lelah tanpa sebab yang jelas, mual atau sembelit yang berulang, atau sering haus dan sering buang air kecil. Banyak keluhan kalium dan kalsium yang mirip, seperti kram, lemas, mual, dan detak jantung tidak teratur. Tes darah membantu dokter memastikan mineral mana yang kadarnya bergeser.
Tes Kalsium Darah untuk Menilai Keseimbangan Mineral
Tes kalsium darah mengukur kalsium yang beredar di darah, sehingga membantu dokter menilai keseimbangan mineral, kelenjar paratiroid, dan kesehatan tulang saat ada keluhan seperti kesemutan atau kram. Di Bumame, pemeriksaan ini tersedia sebagai Kalsium (Ca) dengan sampel darah dan tanpa puasa. Hasilnya keluar dalam waktu lebih dari 1x24 jam. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Seimbangkan Kalium dan Kalsium dari Piring Sehari-hari
Kalium dan kalsium sama-sama penting, dengan tempat kerja dan sistem pengatur yang berbeda. Buah, sayur, dan kacang-kacangan membantu mencukupi kalium, sedangkan produk susu, ikan teri, sayuran hijau, tahu, dan tempe membantu mencukupi kalsium. Bila Anda memiliki gangguan ginjal, rutin minum obat tertentu, atau berencana memakai suplemen, diskusikan dulu dengan dokter. Keluhan yang berulang layak diperiksakan, karena deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Garam Kalium untuk Hipertensi
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Serba Serbi Kalsium
Yaswir R. dan Ferawati I. (Jurnal Kesehatan Andalas) — Fisiologi dan Gangguan Keseimbangan Natrium, Kalium dan Klorida serta Pemeriksaan Laboratorium
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia — Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia
MedlinePlus, National Library of Medicine — Potassium Blood Test
MedlinePlus, National Library of Medicine — Calcium Blood Test
MSD Manual Consumer Version — Overview of Calcium's Role in the Body
MSD Manual Professional Version — Overview of Disorders of Calcium Concentration
Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna
Frequently Asked Question
Apa perbedaan kalium dan kalsium?
Hampir seluruh kalium berada di dalam sel dan berperan dalam kerja saraf, otot, serta irama jantung. Sementara itu, hampir seluruh kalsium tersimpan di tulang dan gigi. Menurut AKG 2019, kebutuhan harian orang dewasa adalah 4.700 mg kalium dan 1.000–1.200 mg kalsium.
Berapa kadar normal kalium dan kalsium dalam darah?
Sebagai gambaran, nilai rujukan kalium darah orang dewasa sekitar 3,5–5,3 mmol/L, sedangkan kalsium total sekitar 8,8–10,4 mg/dL. Rentang normal dapat berbeda menurut laboratorium, sehingga hasil pemeriksaan perlu dinilai oleh dokter.
Makanan apa yang mengandung kalium dan kalsium sekaligus?
Produk susu, bayam, dan kacang-kacangan dapat menyumbang kedua mineral tersebut. Pisang, alpukat, dan kentang merupakan sumber kalium, sedangkan ikan teri, tahu, tempe, dan sayuran hijau dapat membantu memenuhi kebutuhan kalsium.
Apakah kram otot merupakan tanda kekurangan kalium atau kalsium?
Kram otot dapat terjadi ketika kadar kalium maupun kalsium terlalu rendah. Karena gejalanya bisa serupa, pemeriksaan darah diperlukan untuk mengetahui mineral yang tidak seimbang dan menentukan penanganan yang sesuai.
Apakah suplemen kalium dan kalsium boleh dikonsumsi tanpa saran dokter?
Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, terutama jika memiliki gangguan ginjal atau rutin mengonsumsi obat tertentu. Kalium berlebih dapat mengganggu irama jantung, sedangkan kalsium berlebih dapat menyebabkan sembelit dan gangguan ginjal.
