Saat bangun dari tempat tidur atau ketika bersin, perut bagian bawah tiba-tiba terasa seperti ditarik di satu sisi. Di bulan-bulan akhir kehamilan, rasa nyeri seperti ini mudah memunculkan pertanyaan apakah persalinan sudah dekat.
Nyeri perut bawah di trimester ketiga umumnya tidak berbahaya dan sering berasal dari ligamen rahim yang meregang, sendi panggul, atau sembelit. Namun, segera ke IGD bila nyeri disertai perdarahan, keluar cairan dari jalan lahir, kencang-kencang teratur sebelum usia kehamilan 37 minggu, gerakan bayi berkurang, atau nyeri hebat yang tidak kunjung hilang.
Artikel ini membahas tanda bahaya, penyebab yang umum, pola nyeri, pemeriksaan dokter, dan cara meredakannya.
Tanda Nyeri Perut Bawah yang Perlu Segera Dibawa ke IGD
Segera ke IGD rumah sakit atau fasilitas kesehatan bila nyeri perut bawah muncul bersama salah satu keluhan berikut:
Perdarahan atau flek dari jalan lahir. Pada usia hamil tua, perdarahan bisa menjadi tanda plasenta menutupi jalan lahir atau mulai lepas dari dinding rahim.
Keluar cairan dari jalan lahir. Air ketuban yang pecah sebelum waktunya bisa memudahkan infeksi dalam kandungan dan bisa menjadi tanda persalinan prematur. Keputihan yang berbeda dari biasanya juga perlu diperiksa.
Kram atau kencang-kencang yang teratur. Sebelum usia kehamilan 37 minggu, pola ini bisa menandai persalinan prematur sehingga ibu perlu dipantau di rumah sakit. Nyeri punggung bawah yang datang bersama nyeri perut juga perlu segera diperiksa.
Gerakan bayi berkurang. Gerakan yang melemah atau berhenti termasuk tanda bahaya. Ayo Sehat Kemenkes menganjurkan segera periksa bila janin bergerak kurang dari 10 kali dalam 2 jam.
Nyeri hebat atau tidak hilang setelah istirahat 30 sampai 60 menit. Nyeri yang menetap atau hilang timbul seperti kontraksi, terutama bila disertai perdarahan, bisa berasal dari plasenta yang lepas sebelum waktunya.
Demam tinggi atau keluhan saat buang air kecil. Demam bisa menandakan infeksi. Nyeri saat buang air kecil, sering ingin buang air kecil, atau urine yang keruh, merah muda, merah, atau cokelat juga perlu segera diperiksa.
Nyeri di bawah rusuk kanan, sakit kepala hebat, pandangan kabur, atau bengkak di wajah, tangan, dan kaki. Keluhan ini bisa mengarah ke preeklamsia.
Bila nyeri membuat Anda khawatir meski tanpa tanda di atas, hubungi dokter kandungan atau bidan.
Mengapa Perut Bawah Sering Nyeri di Trimester Ketiga?
Selama hamil trimester 3, rahim terus membesar dan jaringan di sekitarnya ikut menyesuaikan diri. Ligamen yang menyangga rahim meregang, sendi panggul bisa terasa kaku, dan sembelit lebih sering muncul. Akibatnya, perut bawah lebih mudah terasa pegal, tertarik, atau penuh.
Rasa nyeri ini sering disamakan dengan kram perut biasa. Menurut NHS, nyeri perut saat hamil bisa terasa tumpul atau tajam, dan umumnya tidak mengkhawatirkan bila ringan serta hilang saat Anda berganti posisi, beristirahat, buang air besar, atau buang angin.
Penyebab Umum yang Biasanya Mereda dengan Istirahat
Empat penyebab berikut umum dialami ibu hamil dan bisa muncul di trimester ketiga:
1. Peregangan Ligamen Rotundum
Ligamen rotundum adalah dua pita jaringan seperti tali di kiri dan kanan rahim. Saat rahim membesar, ligamen ini tertarik dan bisa menimbulkan nyeri tajam seperti kram di satu atau kedua sisi perut bawah atau selangkangan. Nyeri biasanya dipicu gerakan mendadak, seperti bangun terlalu cepat, berguling di tempat tidur, batuk, bersin, atau tertawa, lalu hilang dalam beberapa detik sampai menit. Keluhan ini umumnya muncul di trimester kedua, tetapi pada sebagian ibu baru benar-benar reda setelah melahirkan.
2. Nyeri Sendi Panggul
Dalam istilah medis, nyeri ini disebut pelvic girdle pain atau symphysis pubis dysfunction, dan terjadi akibat sendi panggul yang kaku. Rasa nyeri muncul di atas tulang kemaluan, di area antara vagina dan anus, atau di satu atau kedua sisi punggung bawah sehingga terasa seperti sakit pinggang. Nyeri bisa menjalar ke paha dan bertambah saat berjalan, naik turun tangga, berdiri di satu kaki ketika berpakaian, atau berbalik di tempat tidur. Menurut NHS, kondisi ini tidak membahayakan bayi. Nyerinya tetap bisa membuat ibu sulit bergerak.
3. Sembelit dan Gas
Sembelit atau konstipasi umum terjadi selama hamil dan lebih sering muncul di trimester ketiga. Rasanya berupa perut penuh, tertekan, dan kram di bagian bawah. Gas yang terperangkap juga bisa memicu perut kembung dan nyeri yang hilang setelah buang angin atau buang air besar.
4. Kencang-Kencang Latihan atau Braxton Hicks
Kontraksi Braxton Hicks umum muncul di trimester ketiga dan membuat perut terasa kencang. Anda masih bisa berbicara dan berjalan saat mengalaminya, dan kontraksi ini sering mereda setelah minum air atau berganti posisi. Kencang-kencang yang datang teratur, apalagi sebelum usia kehamilan 37 minggu, perlu segera diperiksa. Catat jarak antarkontraksi bila perut yang terasa kencang muncul berulang kali.
Kondisi yang Perlu Diperiksa Dokter Hari Itu Juga
Infeksi saluran kemih (ISK) umum terjadi saat hamil dan biasanya mudah diobati. Gejalanya berupa rasa tidak nyaman di perut bawah, sering ingin buang air kecil meski yang keluar sedikit, dan nyeri atau perih saat buang air kecil. NHS mencatat rasa perih ini tidak selalu muncul. Tanpa pengobatan, ISK bisa berlanjut menjadi infeksi ginjal.
Solusio plasenta terjadi saat plasenta lepas dari dinding rahim sebelum waktunya, pada usia kehamilan 20 minggu atau lebih. Gejalanya berupa nyeri perut mendadak yang menetap atau seperti kram, perut terasa nyeri saat ditekan, dan perdarahan. Darah bisa tertahan di balik plasenta, sehingga nyeri terasa lebih berat daripada jumlah darah yang keluar. Risikonya lebih tinggi pada ibu dengan tekanan darah tinggi, riwayat solusio plasenta, cedera perut, atau kebiasaan merokok.
Membaca Pola Nyeri dari Letak dan Pemicunya
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Yang Diperiksa Dokter atau Bidan saat Anda Datang
Dokter atau bidan akan menanyakan letak nyeri, kapan mulai, pemicunya, dan keluhan yang menyertai, lalu memeriksa perut dan tekanan darah. Pemeriksaan lanjutan disesuaikan dengan dugaan penyebabnya:
Pemeriksaan untuk mencari infeksi. Tes urine jenis urinalisis mencari bakteri, darah, atau sel nanah. Bila perlu, kultur urine dilakukan untuk mengetahui jenis bakteri dan antibiotik yang sesuai.
Pemantauan detak jantung janin. Pemeriksaan ini menilai kondisi bayi, terutama saat dokter mencurigai solusio plasenta.
Pemeriksaan USG. USG kehamilan membantu melihat plasenta dan membedakan solusio plasenta dari plasenta previa. Hasilnya bisa tampak normal meski ada solusio plasenta.
Penanganan mengikuti penyebabnya. ISK umumnya diobati dengan antibiotik pilihan dokter, sedangkan persalinan prematur dan solusio plasenta memerlukan perawatan di rumah sakit.
Pemantauan Rutin Menjelang Persalinan di Bumame
Nyeri perut bawah dinilai lewat pemeriksaan langsung, dan keluhan berat tetap ditangani di IGD. Di luar keluhan nyeri, minggu-minggu akhir kehamilan juga menjadi waktu untuk memantau kondisi ibu lewat tes darah saat hamil dan tes urine, yang bisa menunjukkan tanda ISK. Bila dokter menyarankan pemeriksaan pra-persalinan, Paket Kehamilan Trimester III di Bumame mencantumkan hematologi lengkap, vitamin D 25-OH total, ferritin, urine lengkap, GTT 2 jam PP, dan HBsAg kualitatif, dengan pembacaan hasil bersama dokter. Halaman produknya mencantumkan puasa 8 sampai 10 jam dan waktu minimal 3 jam untuk GTT. Untuk pertanyaan seputar persiapan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Langkah Aman Meredakan Nyeri Ringan di Rumah
Bila nyeri ringan dan tidak disertai tanda bahaya, beberapa langkah berikut bisa membantu:
Beristirahat dan bergerak perlahan. Ubah posisi tubuh dengan pelan saat bangun dari duduk atau tempat tidur. Sebelum batuk, bersin, atau tertawa, condongkan badan ke depan agar ligamen tidak tertarik mendadak.
Mandi air hangat. Pilih air hangat yang tidak panas, lalu lakukan peregangan lembut atau yoga untuk meredakan tarikan pada ligamen.
Gunakan penyangga. Sabuk penyangga perut membantu menopang perut. Untuk nyeri sendi panggul, selipkan bantal di antara kedua kaki saat tidur dan tanyakan kepada bidan atau dokter tentang fisioterapi.
Atur aktivitas harian. Tetap aktif tanpa memperberat nyeri, dan hindari duduk atau berdiri terlalu lama serta mengangkat beban berat.
Hubungi dokter bila nyeri ligamen tidak hilang setelah beberapa jam atau nyeri sendi panggul membuat Anda sulit bergerak. Konsultasikan juga sebelum minum obat pereda nyeri apa pun.
Jalani Akhir Kehamilan dengan Tenang dan Siaga
Nyeri perut bawah di trimester ketiga sering berasal dari rahim yang terus membesar dan biasanya mereda dengan istirahat. Catatan sederhana tentang letak nyeri, pemicunya, dan keluhan yang menyertai membantu dokter atau bidan menilai kondisi Anda. Kontrol kehamilan yang teratur membantu menemukan perubahan lebih awal. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.
Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan selama hamil, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat — Tanda Bahaya Kehamilan yang Harus Diketahui Oleh Ibu Hamil
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Tanda-Tanda Bahaya pada Ibu Hamil
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Kenali Apa Itu Infeksi Saluran Kemih
NHS — Stomach Pain in Pregnancy
NHS — Pelvic Pain in Pregnancy
Cleveland Clinic — Round Ligament Pain: Causes, Treatment & Prevention
Cleveland Clinic — Abdominal Pain During Pregnancy
MSD Manual Consumer Version (Antonette T. Dulay, MD) — Placental Abruption (Abruptio Placentae)
Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed
Frequently Asked Question
Apakah perut bawah sakit saat hamil trimester 3 normal?
Nyeri ringan yang hilang saat beristirahat, berganti posisi, buang angin, atau buang air besar umumnya tidak berbahaya. Namun, nyeri hebat, menetap, atau disertai perdarahan, keluar cairan, maupun kontraksi teratur perlu segera diperiksa.
Kenapa perut bawah terasa nyeri tajam saat bangun atau bersin?
Nyeri tajam yang singkat saat bergerak mendadak sering disebabkan peregangan ligamen rotundum yang menyangga rahim. Nyeri biasanya hilang dalam beberapa detik hingga menit.
Kapan sakit perut bawah saat hamil tua harus dibawa ke IGD?
Segera ke IGD jika nyeri disertai perdarahan, cairan keluar dari jalan lahir, kontraksi teratur sebelum usia kehamilan 37 minggu, gerakan bayi berkurang, atau nyeri tidak hilang setelah istirahat selama 30–60 menit.
Apakah infeksi saluran kemih bisa membuat perut bawah sakit saat hamil?
Ya, infeksi saluran kemih dapat menyebabkan rasa tidak nyaman di perut bawah, sering ingin buang air kecil, dan terkadang nyeri saat berkemih. Kondisi ini perlu diobati oleh dokter agar tidak berkembang menjadi infeksi ginjal.
Bagaimana cara meredakan nyeri perut bawah saat hamil di rumah?
Beristirahat, bergerak perlahan, mandi air hangat, dan menggunakan sabuk penyangga perut dapat membantu meredakan nyeri ringan. Konsultasikan dengan dokter atau bidan sebelum mengonsumsi obat pereda nyeri.
