Keputihan umumnya normal dialami oleh perempuan sebagai cara tubuh untuk membersihkan vagina. Namun, keputihan tergolong aman jika warnanya bening, tidak berbau dan berubah warna. Jika keputihan terjadi secara tidak wajar dan jumlahnya lebih banyak disertai nyeri di panggul bisa menjadi tanda radang panggul.
Apa itu Radang Panggul?
Radang panggul adalah infeksi pada saluran reproduksi wanita yang umumnya masih aktif secara seksual. Kondisi dengan istilah medis Pelvic Inflammatory Disease (PID) ini termasuk infeksi asenden, atau infeksi yang menyebar dari saluran reproduksi bawah ke organ bagian atas.
Kondisi ini mampu menginfeksi rahim, tuba falopi, dan ovarium dengan membentuk jaringan parut di organ dalam. Jika tidak segera mendapat penanganan medis, infeksi ini mengakibatkan kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim) hingga infertilitas. Beberapa kasus juga membuat pasien merasakan nyeri panggul terus-menerus.
Kondisi ini tentu berbeda dengan sakit pinggang kiri biasa yang terjadi pada perut bagian bawah. Penyebab nyeri biasa tergantung faktor yang memengaruhinya, seperti usus buntu, infeksi saluran kemih, atau kram haid.
Penyebab Radang Panggul
Berikut adalah beberapa penyebab seseorang bisa terkena radang panggul sampai akhirnya mengalami infertilitas.
1. Infeksi Bakteri
Penyebab utama peradangan panggul adalah infeksi bakteri menular seksual seperti:
Chlamydia trachomatis (penyebab penyakit klamidia);
Neisseria gonorrhoeae (penyebab penyakit gonore);
Mycoplasma genitalium;
Trichomonas vaginalis;
Garnella vaginalis; dan
Herpes Simplex Virus 2 (penyebab herpes genital).
Infeksi bakteri-bakteri tersebut dapat merusak fungsi penghalang alami serviks yang akhirnya menyebar ke organ-organ bagian atas. Akibatnya, saluran reproduksi bagian atas rusak dan menyebabkan jaringan parut serta penyumbatan sebagian atau seluruh tuba falopi.
2. Hubungan Seksual Tidak Sehat
Penularan bakteri-bakteri penyebab terjadi ketika seseorang melakukan hubungan seksual tanpa pengaman dengan orang yang memiliki penyakit infeksi menular seksual (IMS) atau sering berganti pasangan seks.
3. Pemasangan IUD
Penyebab ini tergolong jarang terjadi, tetapi beberapa sumber menyebutkan bahwa pemasangan kontrasepsi spiral (IUD) juga bisa memicu radang panggul karena ada potensi masuknya mikroba dari vagina ke organ bagian dalam. Fase ini biasanya hanya terjadi pada tiga minggu pertama setelah pemasangan.
4. Aborsi
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa infeksi setelah tindakan aborsi atau kuretase adalah salah satu penyebab utama peradangan pada panggul. Pasalnya, aborsi dan kuretase berisiko besar membawa bakteri penyebab yang berasal dari tindakan kurang steril dan tuntas.
5. Douching
Kebiasaan membersihkan vagina menggunakan sabun kewanitaan atau cairan sejenisnya (douching) memperbesar potensi terkena peradangan panggul. Hal ini karena cairan tersebut mampu menghilangkan bakteri baik dan memengaruhi tingkat keasaman (pH) vagina secara alami.
Faktor Risiko Radang Panggul
Selain penyebab medis, ada juga faktor-faktor yang meningkatkan risiko terkena peradangan panggul, di antaranya adalah sebagai berikut.
Perempuan berusia di bawah 25 tahun: Ini karena aspek psikologis yang belum matang dan belum memiliki pengetahuan cukup tentang infeksi menular seksual (IMS).
Aktif secara seksual sejak usia muda: Organ reproduksi belum matang sempurna, terutama serviks, sehingga rentan terkena bakteri. Ditambah, usia terlalu muda belum dewasa dan sering gonta-ganti pasangan seksual.
Memiliki beberapa atau bergonta-ganti pasangan seksual: Ini karena Anda tidak pernah tahu apakah salah satu di antaranya terkena penyakit yang bisa menularkan atau tidak.
Mempunyai pasangan yang terinfeksi penyakit menular seksual: Penularan bakteri peradangan panggul sangat mudah melalui hubungan seksual.
Tidak menggunakan kontrasepsi sebagai penghalang setiap kali berhubungan seksual: Kontrasepsi seperti kondom bertugas sebagai penghalang bakteri ketika terjadi pertukaran cairan kelamin.
Memiliki riwayat infeksi menular seksual sebelumnya: Biasanya, pasien tidak mendapat penanganan yang tepat sehingga bakteri tetap ada dan lapisan pelindung alaminya sudah rusak.
Mengalami vaginosis bakterialis: Kondisi peradangan akibat jumlah bakteri baik di vagina lebih sedikit daripada bakteri jahat.
Kontrasepsi rahim (IUD): Risiko ini meningkat hanya selama 20 hari pertama, setelahnya tubuh sudah beradaptasi.
Sering melakukan douching atau membersihkan vagina menggunakan sabun: Ini karena vagina kehilangan bakteri baik sehingga bakteri jahat mudah masuk.
Ciri-ciri Radang Panggul
Penyakit ini sering kali muncul tanpa gejala, sehingga penderita tidak sadar telah terinfeksi. Akan tetapi, ada ciri atau gejala khas peradangan panggul yang bisa Anda perhatikan, yaitu:
Nyeri perut bagian bawah (antara perut dan paha) atau kedua sisi panggul;
Nyeri tekan pada rahim atau sekitar rahim;
Muncul keputihan abnormal, seperti berbau tidak sedap dengan jumlah yang lebih banyak dari biasanya;
Demam dan menggigil;
Mual dan muntah;
Nyeri ketika buang air kecil;
Nyeri perut bagian kanan atas;
Terasa nyeri bahkan pendarahan ketika berhubungan seksual;
Peningkatan frekuensi buang air kecil; dan
Diagnosis Radang Panggul
Untuk menentukan apakah gejala yang dirasakan mengarah pada peradangan panggul, Anda harus menjalani beberapa prosedur pemeriksaan berikut ini.
Wawancara medis: Dokter akan menanyakan identitas, keluhan mendetail, dan riwayat penyakit pasien, terutama ketika sudah aktif secara seksual.
Pemeriksaan fisik: Dokter memeriksa fisik yang mencakup perut dan panggul. Jika ditemukan nyeri tekan pada rahim atau serviks hingga mengeluarkan darah, bisa jadi itu tanda peradangan pada panggul.
Tes usap (swab) sampel cairan serviks: Untuk memeriksa dan mengidentifikasi adanya bakteri penyebab radang panggul melalui laboratorium.
Tes darah dan urine: Untuk melihat tanda-tanda adanya infeksi atau kondisi lain yang berkaitan. Dokter juga akan melihat jumlah sel darah putih (leukosit) pasien.
USG: Untuk melihat adanya kelainan pada organ reproduksi.
Laparoskopi: Dokter akan memasukkan kamera kecil untuk melihat kondisi organ reproduksi bagian dalam. Pasien biasanya diharuskan puasa selama 6-8 jam sebelum tindakan dan harus mengosongkan kandung kemih.
Biopsi: Untuk melihat ketidaknormalan sampel jaringan pada dinding rahim.
Komplikasi Radang Panggul
Penyakit ini sangat membutuhkan pemeriksaan dan penanganan serius karena bisa menyebabkan beberapa komplikasi jika gejalanya dibiarkan, seperti:
Infertilitas atau kemandulan: Ini terjadi karena infeksi mampu merusak tuba falopi;
Kehamilan ektopik: Kerusakan dan peradangan tuba falopi menyebabkan risiko kehamilan ektopik alias hamil di luar rahim; serta
Nyeri perut dan panggul dalam jangka panjang: Ini karena bakteri dan peradangan masih ada dan tidak segera mendapat pengobatan medis.
Pengobatan Radang Panggul
Langkah pengobatan dan perawatan radang panggul menyesuaikan gejala, usia, tingkat keparahan, dan penyebab penyakitnya.
Apabila Anda sedang hamil dan mengalami kondisi parah sampai mual, muntah, dan suhu tubuh lebih dari 38°C, maka harus menjalani rawat inap.
Pemberian antibiotik dan obat antimual dan analgesik pereda nyeri.
Tindakan pembedahan (operasi) mungkin jadi pertimbangan apabila Anda mengalami abses tubo-ovarium (ada nanah di saluran tuba falopi dan ovarium) dan penyakit parah lainnya atau tidak menunjukkan respons terhadap antibiotik.
Pemberian antibiotik oral apabila kondisi sudah membaik dan menjalani rawat jalan.
Pasangan seksual Anda juga harus menjalani pemeriksaan dan pengobatan intensif untuk mencegah kondisi berulang.
Cara Mencegah Radang Panggul
Pencegahan paling utama adalah meningkatkan pengetahuan tentang infeksi menular seksual (IMS) beserta risikonya. Selain itu, Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut ini.
Berhubungan seksual dengan sehat, yakni dengan pasangan sah.
Jangan suka berganti-ganti pasangan.
Gunakan pengaman atau kondom ketika berhubungan seksual.
Sebaiknya jangan menggunakan cairan pembersih vagina karena akan membunuh bakteri baik di dalamnya.
Selalu jaga kebersihan vagina dengan memahami cara membasuh kemaluan, yaitu dari depan ke belakang, bukan sebaliknya.
Segera konsultasikan ke dokter apabila mengalami keputihan abnormal, yaitu keluar cairan berwarna kuning atau kehijauan, berbau menyengat, dan gatal.
HPV DNA Swab 21, Solusi Cegah Infeksi Organ Seksual
Pencegahan sangat diperlukan supaya terhindar dari infeksi menular seksual. Pencegahan ini bisa dilakukan dengan mudah lewat pemeriksaan HPV DNA Swab 21 dari Bumame. Tim medis Bumame akan memberi informasi detail tentang kesehatan organ reproduksi, khususnya kanker serviks dan radang panggul bahkan sebelum muncul keluhan.
Bumame juga menyediakan Paket Skrining Kanker Ovarium sebagai langkah deteksi dini adanya sel abnormal penyebab kanker ovarium. Namun, bagi Anda yang ingin mengetahui penyebab infertilitas, pilihlah Paket Kesuburan Wanita untuk mendapat informasi detail terkait kondisi kesuburan.
Kapan Harus ke Dokter?
Peradangan panggul kerap diabaikan karena umumnya tanpa ada gejala. Akan tetapi, jika pasien sudah mengalami mual dan muntah, demam, nyeri berkepanjangan disertai keputihan tidak normal, dan merasa sakit ketika buang air besar, segera lakukan pemeriksaan untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
Kenali Gejala dan Jaga Organ Reproduksi
Radang panggul adalah infeksi menular seksual yang sangat berkaitan dengan kesuburan atau infertilitas perempuan. Hal ini hanya bisa dicegah dengan menjaga kebersihan area kewanitaan dan menghindari kebiasaan berhubungan seksual tidak sehat. Jadi, mulai pahami diri dan jaga organ reproduksi dengan baik.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia — Sekilas Tentang Penyakit Radang Panggul
Honestdocs — Radang Panggul: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan
Family Planning Australia — Pelvic Inflammatory Diseases
National Library of Medicine — Pelvic Inflammatory Diseases
The New England Journal of Medicine — Pelvic Inflammatory Diseases
American Family Physician — Pelvic Inflammatory Disease: Diagnosis, Management, and Prevention
The Australian Journal of General Practice — Pelvic inflammatory disease and infertility
Guttmacher — Douching Raises Infection Risk, but Only for Women Without Bacterial Vaginosis
Indian Journal of Sexually Transmitted Diseases and AIDS — Association between Pelvic Inflammatory Disease and Abortions
National Library of Medicine — Intrauterine Contraceptive Device and Pelvic Inflammatory Disease
Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing
Frequently Asked Question
Apa saja ciri-ciri radang panggul?
Ciri-ciri radang panggul meliputi nyeri perut bagian bawah atau panggul, keputihan abnormal yang berbau, demam, mual, muntah, nyeri saat buang air kecil, serta nyeri atau perdarahan ketika berhubungan seksual. Sebagian penderita dapat mengalami kondisi ini tanpa gejala.
Apa penyebab radang panggul?
Radang panggul umumnya terjadi akibat infeksi yang menyebar ke organ reproduksi bagian atas. Faktor yang berkaitan antara lain infeksi menular seksual, hubungan seksual tanpa pengaman, pemasangan IUD, tindakan aborsi atau kuretase yang mengalami komplikasi infeksi, serta kebiasaan douching.
Apakah radang panggul bisa sembuh sendiri?
Radang panggul memerlukan pemeriksaan dan pengobatan medis. Penanganannya dapat mencakup antibiotik dan obat untuk meredakan gejala. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi seperti infertilitas, kehamilan ektopik, atau nyeri panggul berkepanjangan.
Bagaimana cara mencegah radang panggul?
Pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan kondom saat berhubungan seksual, menghindari berganti-ganti pasangan, tidak melakukan douching, menjaga kebersihan area genital dengan membasuh dari depan ke belakang, serta berkonsultasi kepada dokter jika mengalami keputihan abnormal.
Kapan harus memeriksakan radang panggul ke dokter?
Segera periksakan diri jika mengalami nyeri panggul berkepanjangan, keputihan tidak normal, demam, mual, muntah, atau nyeri saat berhubungan seksual maupun buang air kecil. Dokter spesialis kandungan dapat melakukan pemeriksaan untuk menentukan diagnosis dan pengobatan yang sesuai.
