Hidung berair saat masuk ke ruangan AC atau mendadak bersin saat mencium parfum adalah beberapa keluhan yang sering terjadi pada banyak orang. Meski cukup umum, tidak banyak yang tahu bahwa keluhan tersebut sebenarnya mengindikasikan peradangan di rongga hidung yang disebut dengan vasomotor rhinitis.
Apa itu Vasomotor Rhinitis?
Vasomotor rhinitis adalah kondisi saat jaringan dalam hidung mengalami iritasi atau pembengkakan yang menyebabkan hidung tersumbat, pilek, dan bersin. Kondisi iritasi ini termasuk dalam kategori rhinitis non alergi karena kemunculannya tidak disebabkan oleh reaksi terhadap pemicu alergi tertentu (alergen).
Istilah vasomotor berhubungan dengan respons pembuluh darah dan saraf di hidung terhadap berbagai rangsangan. Jika Anda mengalami kondisi ini, perubahan suhu, bau menyengat, atau faktor lain bisa memicu reaksi berlebihan dari hidung.Meskipun gejalanya mirip dengan alergi rhinitis, vasomotor rhinitis pada dasarnya memiliki mekanisme yang berbeda.
Rhinitis kategori vasomotor dipicu oleh rangsangan non alergi, seperti udara dingin, asap, parfum, atau perubahan cuaca. Sementara rhinitis kategori alergi bisa terjadi saat sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap pemicu alergi tertentu, seperti debu, serbuk sari, atau bulu hewan.
Selain itu, tidak seperti rhinitis alergi, keluhan pada rhinitis vasomotor biasanya tidak disertai rasa gatal yang menonjol. Gejalanya juga bisa muncul sepanjang tahun, bergantung pada paparan pemicu.
Penyebab dan Faktor Risiko Rhinitis Vasomotor
Hingga hari ini, penyebab pasti jenis rhinitis ini masih belum sepenuhnya diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang diduga kuat menjadi pemicu terjadinya kondisi iritasi rongga hidung ini, yaitu:
Perubahan suhu dan kelembapan, misalnya perpindahan dari ruangan panas ke ruangan ber-AC;
Aroma menyengat, seperti parfum, bahan pembersih, dan bau bahan kimia;
Polusi udara, seperti asap kendaraan bermotor, limbah gas pabrik, dan asap rokok;
Konsumsi makanan pedas dan minuman beralkohol;
Perubahan hormon saat hamil, pubertas, atau menopause; serta
Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat penurun tekanan darah dan antiinflamasi nonsteroid.
Vasomotor rhinitis pada dasarnya bisa terjadi pada semua orang, baik orang dewasa maupun anak-anak. Namun, kasusnya lebih sering muncul pada seseorang berusia 20 tahun.
Gejala Rhinitis Vasomotor
Gejala rhinitis vasomotor bisa menyerupai pilek atau rhinitis alergi. Keluhan biasanya muncul setelah terpapar pemicu tertentu dan bisa berlangsung secara berulang. Lebih lengkapnya, berikut adalah gejala yang penderita umumnya alami.
Hidung berair atau meler: Produksi cairan bening dari hidung meningkat, terutama setelah terpapar udara dingin atau bau menyengat.
Hidung tersumbat: Jaringan dalam hidung membengkak yang menyebabkan aliran udara menjadi kurang lancar.
Bersin berulang: Hidung bereaksi terhadap rangsangan yang dianggap mengiritasi.
Lendir mengalir ke tenggorokan: Kondisi ini disebut postnasal drip dan bisa menimbulkan rasa mengganjal atau memicu batuk.
Penurunan kemampuan mencium aroma: Pembengkakan dan sumbatan hidung bisa mengurangi aliran udara menuju area penciuman.
Diagnosis Vasomotor Rhinitis
Tidak ada satu pemeriksaan medis khusus yang bisa memastikan semua kasus rhinitis vasomotor. Dalam proses diagnosisnya, biasanya dokter mengevaluasi berdasarkan riwayat keluhan, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan tambahan. Lebih lengkapnya, berikut adalah proses diagnosis rinitis non alergi.
Wawancara medis: Dokter akan menanyakan jenis gejala, kapan keluhan muncul, seberapa sering keluhan terjadi, dan apakah ada pemicu tertentu. Riwayat alergi, penyakit lain, serta obat yang sedang dikonsumsi juga menjadi hal yang akan dokter tinjau.
Pemeriksaan hidung: Dokter akan memeriksa bagian dalam hidung untuk melihat pembengkakan, produksi lendir, atau kelainan struktur yang bisa menyebabkan sumbatan. Pemeriksaan ini membantu menilai kemungkinan penyebab lain, seperti polip hidung atau kelainan septum.
Pemeriksaan alergi: Jika ada kecurigaan rhinitis alergi, dokter bisa menyarankan tes alergi tusuk kulit atau pemeriksaan darah untuk mengukur antibodi IgE spesifik terhadap alergen tertentu.
Pemeriksaan lanjutan: Pada kasus tertentu, dokter bisa melakukan endoskopi hidung atau pemeriksaan pencitraan jika ada kecurigaan kelainan struktur maupun gangguan sinusitis.
Komplikasi Rhinitis Vasomotor
Vasomotor rhinitis umumnya bukan kondisi medis yang bersifat berbahaya. Meski demikian, keluhan atau gejala berulangnya bisa mengganggu kualitas hidup. Misalnya, keluhan hidung tersumbat atau meler berkepanjangan bisa membuat tidur tidak nyaman dan menurunkan konsentrasi saat bekerja maupun belajar.
Selain itu, gangguan tidur yang menjadi keluhan lanjutan akibat bersin atau hidung tersumbat juga bisa menyebabkan rasa lelah pada siang hari. Bahkan, pada sebagian orang, rhinitis non alergi juga bisa terjadi bersamaan dengan masalah lain, seperti sinusitis atau polip hidung. Namun, komplikasi tersebut tidak dialami oleh semua penderita dan memerlukan evaluasi medis lanjutan untuk memastikannya.
Cara Menyembuhkan Rhinitis Vasomotor
Hingga hari ini, belum ada satu pengobatan yang bisa menyembuhkan rhinitis non alergi secara permanen. Pengobatan atau penanganan medisnya hanya berfokus pada pengendalian gejala, menghindari pemicu, dan memperbaiki kualitas hidup. Berikut adalah beberapa terapi yang umumnya menjadi pilihan untuk penanganannya.
1. Menghindari Pemicu
Perhatikan situasi yang membuat hidung mulai meler atau tersumbat. Jika parfum, asap rokok, atau udara dingin menjadi pemicu, maka sebaiknya kurangi paparannya. Anda juga bisa menggunakan masker saat berada di lingkungan berdebu atau tercemar sebagai bentuk meminimalisir risiko munculnya gejala.
2. Menggunakan Larutan Saline
Semprotan atau bilasan hidung dengan larutan saline bisa membantu membersihkan lendir dan iritan sekaligus menjaga kelembapan rongga hidung. Jika menggunakan alat irigasi hidung ini, pastikan air yang Anda gunakan dalam keadaan steril, distilasi, atau sudah direbus dan didinginkan.
3. Menggunakan Semprotan Hidung Sesuai Kebutuhan
Dokter umumnya bisa merekomendasikan obat sesuai gejala dominan yang muncul. Misalnya:
Semprotan kortikosteroid: Membantu mengurangi peradangan dan pembengkakan hidung.
Semprotan antihistamin: Membantu mengendalikan sejumlah gejala rhinitis non alergi, meskipun kondisi ini bukan disebabkan oleh alergi.
Semprotan ipratropium: Membantu mengurangi produksi cairan hidung yang berlebihan.
Dekongestan: Meredakan sumbatan hidung dalam kondisi tertentu. Namun, semprotan dekongestan tidak boleh digunakan terlalu lama karena berisiko menyebabkan sumbatan berulang.
Pemilihan obat sebaiknya melalui rekomendasi dokter atau apoteker, terutama untuk anak-anak, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta.
4. Menjaga Kelembapan Udara
Jika udara kering memperburuk gejala, penggunaan pelembab udara sebaiknya Anda pertimbangkan untuk menjaga kelembaban rongga hidung. Dalam aplikasinya, jangan lupa bersihkan alat secara rutin sesuai petunjuk produk agar tidak menjadi tempat berkembangnya jamur atau mikroorganisme.
5. Mempertimbangkan Tindakan Medis jika Gejala Menetap
Jika obat dan perubahan kebiasaan belum membantu meredakan gejala, dokter spesialis THT bisa mengevaluasi kemungkinan terapi lanjutan. Tindakan seperti operasi hanya dipertimbangkan pada kondisi tertentu, misalnya jika ada kelainan struktur hidung yang turut menyebabkan sumbatan.
Hindari mencoba banyak obat sekaligus tanpa arahan medis. Penanganan yang tepat bergantung pada gejala dominan dan penyebab yang mendasarinya.
Pemeriksaan Panel Alergi untuk Bantu Evaluasi Keluhan Hidung pada Anak
Karena gejala rhinitis non alergi dan rhinitis alergi memiliki gejala yang mirip, pemeriksaan alergi adalah hal penting untuk mengetahui penyebab keluhan sebelum menentukan langkah penanganan.
Untuk kasus yang terjadi pada anak, layanan Panel Alergi Anak dari Bumame bisa menjadi solusi pemeriksaan yang membantu menilai jenis rhinitis yang dialami. Paket medis ini mencakup pemeriksaan darah (hematologi) lengkap untuk mengevaluasi respons alergi terhadap berbagai allergen yang umum pada anak.
Hasil pemeriksaannya bisa langsung Anda terima melaluu WhatsApp dalam kurun waktu 1x24 jam setelah pemeriksaan. Dengan mengetahui pemicunya, Anda bisa mengurangi risiko alergi berulang pada anak.
Kapan Harus ke Dokter?
Pertimbangkan untuk memeriksakan diri ke dokter jika hidung meler atau tersumbat terjadi berulang, mengganggu tidur, atau tidak membaik setelah Anda menghindari pemicu utamanya. Konsultasi juga sebaiknya Anda lakukan jika obat yang digunakan tidak membantu atau justru menimbulkan efek samping.
Tak kalah penting, segera cari pertolongan medis jika keluhan hidung disertai sesak napas berat, pembengkakan pada wajah atau tenggorokan, atau perdarahan hidung (mimisan) yang banyak dan sulit berhenti. Pasalnya, gejala tersebut bisa mengindikasikan kondisi medis yang lebih serius.
Pemeriksaan dokter membantu membedakan rhinitis non alergi dari alergi, infeksi, dan kelainan hidung lain, sehingga penanganannya lebih tepat.
Kenali Pemicunya, Kendalikan Gejalanya
Vasomotor rhinitis adalah jenis rhinitis non alergi yang bisa terjadi karena perubahan suhu, bau menyengat, asap, makanan tertentu, maupun obat-obatan. Meski bisa kambuh, gejalanya sebenarnya bisa Anda hindari dengan menjauhi pemicu, menjaga kebersihan hidung, dan menggunakan obat sesuai anjuran dokter.
Jika keluhan menetap atau mengganggu aktivitas, pemeriksaan dokter menjadi langkah yang sebaiknya Anda ambil untuk mengevaluasi penyebab dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Cleveland Clinic — Vasomotor Rhinitis: Symptoms, Causes & Treatment
Mayo Clinic — Nonallergic Rhinitis: Symptoms and Causes
Mayo Clinic — Nonallergic Rhinitis: Diagnosis and Treatment
U.S. Food and Drug Administration (FDA) — Is Rinsing Your Sinuses With Neti Pots Safe?
Bumame — Panel Alergi Anak
Bumame — IgE Atopy Panel Indonesia
Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan
Frequently Asked Question
Apakah rhinitis vasomotor bisa disembuhkan?
Rhinitis vasomotor umumnya dapat dikendalikan dengan menghindari pemicu dan menggunakan pengobatan yang sesuai. Namun, gejalanya masih bisa kambuh kembali.
Apa obat untuk rhinitis vasomotor?
Penanganannya dapat menggunakan semprotan kortikosteroid, antihistamin intranasal, atau ipratropium sesuai gejala dominan. Pemilihan obat sebaiknya mengikuti rekomendasi dokter atau apoteker.
Apa bedanya rhinitis alergi dan rhinitis vasomotor?
Rhinitis alergi terjadi akibat respons sistem kekebalan terhadap alergen, seperti debu atau serbuk sari. Rhinitis vasomotor termasuk rhinitis nonalergi yang dapat dipicu perubahan suhu, asap, atau bau menyengat.
Mana yang lebih parah, sinusitis atau rhinitis?
Tingkat keparahannya bergantung pada penyebab dan gejala. Rhinitis melibatkan peradangan pada lapisan hidung, sedangkan sinusitis melibatkan peradangan pada rongga sinus. Dokter dapat membantu menentukan kondisi yang dialami.
Apa pemicu rhinitis vasomotor yang perlu dihindari?
Pemicu yang umum meliputi perubahan suhu dan kelembapan, parfum, asap rokok, polusi udara, makanan pedas, minuman beralkohol, serta obat-obatan tertentu. Pemicu dapat berbeda pada setiap orang.
