Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Cara Menghilangkan Chicken Skin di Wajah: Penyebab dan Perawatan yang Aman
Kembali ke Artikel & Berita

Cara Menghilangkan Chicken Skin di Wajah: Penyebab dan Perawatan yang Aman

SBATips Kesehatan

Saat mengoleskan pelembap, ujung jari menyentuh pipi yang terasa kasar seperti amplas halus. Bintiknya kecil, rapat, kadang kemerahan, dan tetap ada walau wajah rajin digosok scrub.

Kondisi yang disebut chicken skin ini umumnya tidak berbahaya. Hanya saja, cara yang kerap dipakai untuk menghilangkannya, seperti menggosok keras atau memakai krim tanpa izin edar, justru bisa membuat kulit iritasi.

Artikel ini membahas penyebab, ciri, bedanya dengan jerawat, perawatan harian yang lembut, pilihan di dokter kulit, dan tanda kapan perlu periksa.

Bisakah Chicken Skin di Wajah Hilang Sepenuhnya?

Jawaban jujurnya, belum ada pengobatan yang menyembuhkan chicken skin secara permanen. American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa perawatan bertujuan mengendalikan bintik, sehingga kulit perlu terus dirawat agar hasilnya bertahan.

Kabar baiknya, NHS menyebut chicken skin bisa hilang sendiri setelah bertahun-tahun, dan DermNet mencatat kondisinya sering membaik saat dewasa. Jadi, menghilangkan chicken skin dalam praktiknya berarti membuat kulit lebih halus, meredakan kemerahan, dan mencegahnya kambuh.

Apa Itu Chicken Skin?

Chicken skin adalah sebutan awam untuk keratosis pilaris, kondisi kulit kering berupa bintik kecil kasar yang mirip kulit ayam. Bintik terbentuk saat keratin, zat yang ada di kulit, rambut, dan kuku, menumpuk dan menyumbat folikel rambut, yaitu lubang tempat tumbuhnya rambut.

Menurut DermNet, kondisi ini dialami sekitar 50 sampai 70 persen remaja dan 40 persen orang dewasa. Bintik umumnya muncul di lengan atas dan paha, tetapi bisa juga di wajah. Chicken skin tidak menular.

Penyebab dan Faktor Risiko Chicken Skin di Wajah

Pada chicken skin, keratin mengisi folikel rambut dan tidak ikut terlepas bersama sel kulit mati. Penyebab utamanya belum sepenuhnya diketahui, tetapi faktor berikut berperan:

  • Faktor keturunan. NHS menyebut kondisi ini cenderung menurun dalam keluarga. DermNet juga mencatat kaitannya dengan perubahan gen filagrin, protein penting bagi lapisan pelindung kulit.

  • Riwayat eksim. DermNet menyebut chicken skin berkaitan dengan eksim (dermatitis atopik) dan iktiosis, kelainan yang membuat kulit kering bersisik. Orang dengan riwayat ini perlu lebih telaten menjaga kelembapan kulit.

  • Kulit dan udara kering. AAD menjelaskan bahwa chicken skin sering kambuh saat kulit kering. Udara yang kurang lembap, misalnya di ruangan ber-AC, ikut mengeringkan kulit, sehingga perawatannya bertumpu pada pelembap seperti saat merawat eksim kering.

  • Usia anak dan remaja. Kondisi ini biasanya mulai pada masa kanak-kanak dan makin jelas saat remaja. Salah satu bentuknya di wajah bahkan bisa mulai sejak bayi.

  • Mencukur atau waxing. AAD menyebut kebiasaan ini bisa memunculkan lebih banyak bintik. Bila bintik sering muncul di area kumis atau jenggot setelah bercukur, diskusikan laser penghilang bulu dengan dokter kulit.

Ciri-Ciri Chicken Skin di Wajah

1. Bintik Kecil Kasar dengan Warna Beragam

Kulit terasa kasar saat diraba, dengan bintik kecil rapat seperti kulit merinding, biasanya di pipi dan kadang di dahi atau alis. Menurut NHS, bintik bisa sewarna kulit, tampak kemerahan pada kulit terang, atau lebih gelap pada kulit cokelat.

2. Kemerahan atau Bercak Kecokelatan di Pipi

Pada keratosis pilaris rubra faciei, kemerahan di sekitar pori tampak jelas di dahi, pipi, dan leher tanpa penipisan kulit. Bentuk lain, erythromelanosis follicularis faciei et colli, berupa bercak merah dan kecokelatan berbatas jelas di pipi dan leher yang menurut DermNet banyak dilaporkan pada pria Asia.

3. Alis Menipis dan Kulit Tampak Cekung

Bentuk yang jarang, keratosis pilaris atrophicans faciei atau ulerythema ophryogenes, menimbulkan bintik meradang di sepertiga luar alis. Lama-kelamaan, kulit di area itu bisa menipis dan rambut alis rontok permanen. Bentuk ini umumnya mulai sejak bayi, dan perubahan pada alis sebaiknya diperiksakan sejak awal.

4. Terasa Kering dan Kadang Gatal

Kulit di sekitar bintik sering terasa kering dan sesekali gatal. Bila gatal pada kulit makin mengganggu atau kulit tampak meradang, keluhan itu perlu diperiksa karena bisa berasal dari kondisi lain.

Bedanya Chicken Skin dengan Jerawat dan Eksim

DermNet mencantumkan dermatitis atopik, folikulitis atau radang folikel rambut, dan milia sebagai kondisi yang mirip chicken skin. Jerawat juga muncul di area yang sama, dan tabel berikut merangkum perbedaannya.

Ciri

Chicken skin

Jerawat

Dermatitis atopik (eksim)

Bentuk

Bintik kecil kasar, sewarna kulit, merah, atau cokelat

Komedo, bintik merah, bintik bernanah, benjolan

Kulit merah atau kecokelatan dan kering, kadang ada benjolan kecil berisi cairan

Keluhan

Kasar dan kering, sesekali gatal

Bintik meradang dan bisa bernanah

Gatal yang sering memburuk pada malam hari

Lokasi

Pipi, dahi, alis, juga lengan atas atau paha

Wajah, leher, badan bagian atas

Dahi, sekitar mata dan telinga, sisi leher, lipatan kulit

Pemicu

Kulit kering, keturunan

Hormon saat remaja, kosmetik yang tidak sesuai, stres

Alergen, sabun, deterjen, parfum, udara kering

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Bintik putih kecil yang keras di sekitar mata bisa jadi milia di wajah, sedangkan sumbatan pori berujung putih atau hitam umumnya komedo. Ruam yang sangat gatal dan bersisik lebih mengarah ke dermatitis.

Cara Menghilangkan Chicken Skin di Wajah Lewat Perawatan Harian

AAD menyarankan rutinitas harian sampai kulit tampak lebih halus. Untuk wajah, pilih versi yang lembut dari langkah berikut:

  1. Cuci wajah dengan pembersih lembut. Kementerian Kesehatan menyarankan menghindari sabun beralkali dan sabun batangan yang bisa mengeringkan kulit, jadi pilih pembersih wajah tanpa pewangi. Cuci wajah dua kali sehari dengan air sejuk atau hangat, dan hindari air panas.

  2. Oleskan pelembap saat kulit masih lembap. Pakai dalam 5 menit setelah mencuci muka, lalu ulangi 2 sampai 3 kali sehari. Pilih krim bebas minyak agar pori tidak tersumbat, idealnya dengan urea atau asam laktat.

  3. Pakai eksfoliasi kimia yang ringan. Produk keratolitik dengan AHA (alpha hydroxy acid), asam glikolat, asam salisilat, atau urea membantu mengangkat sel kulit mati. Ikuti petunjuk kemasan, dan hentikan beberapa hari bila kulit terasa perih atau terlalu kering.

  4. Hindari menggosok terlalu keras. NHS dan AAD mengingatkan bahwa scrub kasar dan gosokan kuat bisa memperparah chicken skin. Bila ingin eksfoliasi fisik, cukup usap pelan dengan waslap lembut.

  5. Biarkan bintik tanpa dipencet. NHS menyarankan untuk tidak menggaruk, mencungkil, atau menggosok bintik. Tangan yang kotor juga bisa membawa kuman ke wajah.

  6. Lindungi wajah dari matahari. Menurut DermNet, sinar matahari cenderung memperjelas kemerahan chicken skin di wajah. Pakai tabir surya SPF 30 yang ringan dan bebas minyak, kebiasaan yang juga melindungi kulit dari kerusakan jangka panjang, termasuk risiko kanker kulit akibat sinar matahari.

Lakukan secara konsisten. Setelah kulit membaik, AAD menyarankan perawatan lanjutan beberapa kali seminggu agar bintik tetap terkendali.

Waspadai Krim Instan Tanpa Izin Edar

Dari pengawasan peredaran kosmetik, termasuk penjualan online, BPOM pada triwulan II 2026 kembali menemukan 14 produk yang mengandung bahan berbahaya atau dilarang, seperti merkuri, hidrokinon, serta bahan obat golongan retinoid dan kortikosteroid.

Menurut BPOM, bahan tersebut bisa membuat kulit kering dan terasa terbakar, memicu bintik hitam, hingga menipiskan kulit. Retinoid yang ditemukan juga bersifat teratogenik, artinya bisa mengganggu pembentukan organ janin. Sebelum membeli, terapkan Cek KLIK, yaitu cek Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa, lalu hindari produk dengan klaim berlebihan.

Pilihan Perawatan Chicken Skin di Dokter Kulit

Dokter kulit umumnya mengenali chicken skin cukup dengan memeriksa kulit. Bila bentuknya kurang khas, dokter bisa memakai dermoskopi, alat pembesar khusus untuk kulit, atau mengambil sampel kecil kulit untuk biopsi. Pilihan perawatannya antara lain:

  • Obat oles pengelupas. Dokter bisa meresepkan krim berbahan asam laktat, asam salisilat, urea, atau retinoid dengan aturan pakai yang disesuaikan. Ibu hamil perlu menyampaikan kehamilannya sebelum memakai retinoid.

  • Krim kortikosteroid jangka pendek. Krim ini membantu melunakkan bintik dan meredakan kemerahan atau gatal. Pemakaiannya diawasi dokter karena golongan obat ini bisa menipiskan kulit.

  • Laser atau terapi cahaya. AAD menyebut laser bisa dipertimbangkan bila pelembap dan obat oles belum berhasil, misalnya untuk kemerahan dan bercak gelap. Efeknya pada kemerahan bisa sementara, dan NHS mencatat efektivitasnya belum terbukti kuat.

AAD menyarankan memberi tahu dokter bila belum ada perbaikan setelah 4 sampai 6 minggu, karena sebagian pasien perlu mencoba beberapa pilihan.

Kapan Perlu Periksa ke Dokter Kulit?

Periksakan diri ke dokter spesialis kulit bila Anda mengalami hal berikut:

  • Tidak membaik dengan perawatan rutin. Bintik tetap kasar setelah beberapa minggu atau mengganggu rasa percaya diri. Dokter bisa menyusun rencana yang sesuai.

  • Alis menipis atau kulit tampak cekung. Tanda ini bisa mengarah ke bentuk yang menimbulkan perubahan menetap. Pemeriksaan sejak awal membantu menentukan langkah perawatan.

  • Gatal, meradang, atau bernanah. NHS menyarankan berkonsultasi bila kulit gatal atau meradang. Bintik bernanah lebih mengarah ke jerawat meradang atau folikulitis.

  • Iritasi setelah memakai produk. Kulit perih, terasa terbakar, atau mengelupas hebat perlu diperiksakan. Bawa produknya agar dokter bisa menilai kandungannya.

  • Bintik kasar pada bayi atau anak. Ruam merah yang gatal di wajah anak juga bisa berupa dermatitis atopik pada bayi. Pemeriksaan dokter membantu menentukan penyebabnya.

Kulit Lebih Halus Berawal dari Rutinitas yang Lembut

Chicken skin di wajah butuh kesabaran, tetapi kondisinya tidak berbahaya dan sering membaik seiring waktu. Pembersih lembut, pelembap rutin, tabir surya, dan produk berizin edar membantu kulit tampak lebih halus. Diagnosisnya cukup lewat pemeriksaan kulit, sementara medical check up berkala tetap berguna untuk memantau kesehatan secara menyeluruh.

Untuk informasi layanan pemeriksaan kesehatan di klinik Bumame, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. American Academy of Dermatology. Keratosis Pilaris: Diagnosis and Treatment.

  2. NHS. Keratosis Pilaris.

  3. DermNet (Winter S, Motley R). Keratosis Pilaris.

  4. American Academy of Dermatology. Keratosis Pilaris: Self-Care.

  5. DermNet (Egan O, Luther EM, Oakley A). Keratosis Pilaris Atrophicans Faciei.

  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Dermatitis Atopik.

  7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan (RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten). Faktor Pemicu Timbulnya Jerawat.

  8. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). BPOM Temukan Kembali 14 Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya dan Bahan Dilarang pada Triwulan II Tahun 2026.

Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan

Frequently Asked Question

Apakah chicken skin di wajah bisa hilang permanen?

Belum ada pengobatan yang menyembuhkan chicken skin secara permanen. Namun, perawatan rutin dapat membuat kulit lebih halus dan mengurangi bintik. Kondisi ini juga sering membaik seiring bertambahnya usia.

Apa penyebab chicken skin di wajah?

Chicken skin atau keratosis pilaris terjadi ketika keratin menumpuk dan menyumbat folikel rambut. Kondisi ini cenderung diturunkan dalam keluarga serta berkaitan dengan kulit kering dan riwayat eksim.

Apakah chicken skin di wajah menular?

Tidak. Chicken skin bukan penyakit menular sehingga tidak berpindah melalui sentuhan atau kontak langsung dengan orang lain.

Bolehkah menggunakan scrub untuk menghilangkan chicken skin di wajah?

Scrub kasar dan gosokan kuat dapat mengiritasi kulit serta memperparah bintik. Pilih pembersih lembut, pelembap rutin, dan eksfoliasi kimia ringan sesuai petunjuk produk. Hentikan pemakaian jika kulit terasa perih atau terlalu kering.

Kapan chicken skin di wajah perlu diperiksakan ke dokter kulit?

Periksakan diri jika bintik tidak membaik setelah 4–6 minggu perawatan rutin, terasa gatal atau meradang, bernanah, atau disertai alis menipis dan kulit tampak cekung. Pemeriksaan juga diperlukan jika terjadi iritasi berat setelah menggunakan produk perawatan.