Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Tumor Mediastinum: Gejala, Penyebab, dan Jenisnya Menurut Lokasi
Kembali ke Artikel & Berita

Tumor Mediastinum: Gejala, Penyebab, dan Jenisnya Menurut Lokasi

SBAOthers

Batuk yang tidak kunjung reda sering dianggap sisa flu, dan rasa berat di dada dikira akibat kelelahan. Pada sebagian kecil orang, keluhan seperti ini berasal dari benjolan di tengah rongga dada, tepat di antara kedua paru.

Ruang tersebut sempit dan berisi banyak organ penting, sehingga benjolan yang membesar bisa menekan saluran napas atau pembuluh darah besar. Bila muncul sesak napas berat, napas berbunyi nyaring, atau bengkak mendadak di wajah dan leher, segera ke IGD.

Artikel ini membahas jenis tumor mediastinum menurut lokasi, peluang jinaknya, gejala, hingga cara dokter memastikan dan mengobatinya.

Apa Itu Tumor Mediastinum?

Tumor mediastinum adalah massa yang tumbuh di mediastinum, yaitu ruang di antara paru kanan dan kiri. Menurut Cleveland Clinic, ruang ini dibatasi tulang dada di depan dan tulang belakang di belakang. Isinya antara lain jantung, aorta, kerongkongan, batang tenggorok atau trakea, kelenjar timus, kelenjar getah bening, dan saraf.

MSD Manual menjelaskan massa di area ini bisa berupa tumor, kantong berisi cairan atau kista, maupun kelainan lain. Kondisinya tergolong jarang.

Apakah Tumor Mediastinum Selalu Kanker?

Belum tentu. Cleveland Clinic menyebut tumor di area ini lebih sering jinak. Penelitian di RS Persahabatan yang dimuat Jurnal Respirologi Indonesia juga mengutip bahwa dua dari tiga tumor mediastinum bersifat jinak, dan lebih dari 75% orang dengan tumor jinak tidak bergejala.

Peluang ganas dipengaruhi lokasi massa, usia, dan ada tidaknya gejala. Pada orang yang bergejala, dua dari tiga massa ternyata ganas. Pada orang dewasa, Cleveland Clinic menyebut massa lebih sering tumbuh di bagian depan dan berupa limfoma atau timoma yang bersifat ganas.

Kemenkes menjelaskan tumor jinak umumnya bisa diangkat dengan operasi, sedangkan tumor ganas berpotensi menyebar ke jaringan lain lewat metastasis. Memahami perbedaan tumor dan kanker membantu Anda membaca istilah di hasil pemeriksaan.

Jenis Tumor Mediastinum Menurut Lokasinya

Dokter membagi mediastinum menjadi bagian depan atau anterior, tengah, dan belakang atau posterior. Pembagian ini membantu memperkirakan jenis massa sebelum hasil pemeriksaan jaringan keluar.

Lokasi

Massa yang sering ditemukan

Sifat umumnya

Bagian depan

Timoma, limfoma, tumor sel germinal seperti teratoma, dan massa tiroid

Sering pada orang dewasa. Massa tiroid umumnya jinak, begitu pula sebagian besar tumor sel germinal.

Bagian tengah

Kista bronkogenik, kista perikardium, dan pembesaran kelenjar getah bening

Kista umumnya jinak. Kelenjar getah bening bisa membesar karena infeksi atau limfoma.

Bagian belakang

Tumor neurogenik dari jaringan saraf

Sering pada anak. Sebagian besar tumor neurogenik jinak.

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Penelitian di RS Persahabatan Jakarta menemukan 92 dari 98 pasien memiliki tumor di bagian depan, umumnya berupa timoma, teratoma, atau limfoma.

Penyebab Tumbuhnya Massa di Mediastinum

Cleveland Clinic menyebut tiga jalur penyebab berikut:

  • Pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Sel di salah satu organ terus membelah dan membentuk massa. Kemenkes menyebut pola pertumbuhan ini sebagai ciri kanker.

  • Respons terhadap kondisi lain. Infeksi bisa membuat kelenjar getah bening di dada membesar dan tampak seperti massa. Menurut MSD Manual, kondisi ini biasanya diobati dengan antibiotik atau obat antijamur.

  • Jaringan yang berkembang tidak biasa sebelum lahir. Contohnya adalah kista bawaan di bagian tengah. MSD Manual mencatat massa pada anak bisa berupa kelainan bawaan.

Siapa yang Lebih Berisiko?

Jenis tumor mediastinum cenderung mengikuti kelompok usia dan kondisi tertentu:

  • Dewasa usia 30 sampai 50 tahun. Cleveland Clinic mencatat sebagian besar diagnosis jatuh pada rentang usia ini. Di RS Persahabatan, timoma lebih banyak ditemukan pada usia di atas 40 tahun.

  • Remaja dan dewasa muda. Di RS Persahabatan, teratoma dan tumor sel germinal lebih sering pada usia muda, dengan rerata usia di bawah 25 tahun. Cleveland Clinic menyebut mediastinum sebagai lokasi yang sering bagi tumor sel germinal di luar organ reproduksi.

  • Orang dengan miastenia gravis. Menurut American Cancer Society, miastenia gravis adalah gangguan kekebalan yang membuat otot mudah lemah, misalnya kelopak mata turun dan pandangan ganda. Di RS Persahabatan, pasien dengan kondisi ini berisiko 2,79 kali lebih tinggi memiliki timoma.

Gejala Tumor Mediastinum yang Perlu Dikenali

Cleveland Clinic mencatat hampir 40% orang dengan tumor mediastinum tidak merasakan gejala, dan tumornya sering ditemukan secara kebetulan saat foto rontgen dada untuk keperluan lain. Bila muncul, gejala umumnya terjadi karena massa menekan organ di sekitarnya.

1. Batuk yang Menetap

Di RS Persahabatan, 78,1% pasien dengan keluhan pernapasan mengalami batuk. American Cancer Society menyebut batuk ini bisa disertai dahak berdarah. Batuk yang tidak kunjung sembuh lebih dari dua minggu perlu diperiksakan, sesuai anjuran Cleveland Clinic.

2. Sesak Napas dan Napas Berbunyi

Sesak napas dialami 68,9% pasien dengan keluhan pernapasan dalam penelitian yang sama. Sebagian orang juga mengalami stridor, yaitu bunyi napas bernada tinggi yang perlu segera dinilai dokter. Ada banyak penyebab sesak napas, sehingga keluhan ini dinilai bersama gejala lain.

3. Nyeri Dada

Nyeri dada dialami 44,8% pasien dengan keluhan pernapasan di RS Persahabatan. Keluhan sakit dada bagian tengah punya banyak penyebab lain, sehingga nyeri yang menetap perlu diperiksa.

4. Suara Serak dan Sulit Menelan

Cleveland Clinic mencatat kedua keluhan ini sebagai gejala tumor mediastinum. Sulit menelan bisa muncul bila massa menekan kerongkongan. Kemenkes juga menyebut suara serak dan sulit menelan yang berkelanjutan sebagai gejala umum kanker.

5. Demam, Keringat Malam, dan Berat Badan Turun

Keluhan ini masuk dalam daftar gejala Cleveland Clinic, bersama menggigil dan kelenjar getah bening yang membengkak. Di RS Persahabatan, penurunan berat badan dialami 76,2% pasien dengan keluhan di luar pernapasan, dan demam 45,7%.

Komplikasi Akibat Tekanan pada Organ Sekitar

Massa yang terus membesar di ruang sempit ini bisa memicu komplikasi berikut:

  • Bendungan pembuluh darah balik. Massa bisa menekan vena kava superior, pembuluh balik besar yang membawa darah dari kepala dan tubuh bagian atas ke jantung. American Cancer Society menyebut sindrom vena kava superior memicu bengkak di wajah, leher, dada atas, dan lengan, serta sesak, sakit kepala, dan pusing. Kondisi ini bisa mengancam nyawa dan perlu segera ditangani.

  • Kegawatan napas. Penelitian di RSUP H. Adam Malik Medan pada 690 pasien keganasan di rongga dada menemukan keterlibatan mediastinum berkaitan dengan munculnya kegawatan napas. Kegawatan ini antara lain sumbatan saluran napas dan penumpukan cairan di selaput paru atau efusi pleura.

Kapan Harus ke Dokter atau IGD?

Segera ke IGD bila Anda mengalami sesak napas berat, napas berbunyi nyaring, nyeri dada hebat, atau bengkak mendadak di wajah, leher, dan lengan.

Jadwalkan konsultasi bila batuk, sesak, atau keluhan lain berlangsung lebih dari dua minggu. Konsultasi juga diperlukan bila hasil foto rontgen menyebut ada massa di mediastinum, walau Anda tidak merasakan keluhan.

Cara Dokter Memastikan Diagnosis

Setelah pemeriksaan fisik, dokter bisa meminta pemeriksaan berikut:

  • Foto rontgen dada. Foto dada termasuk jenis rontgen yang bisa memperlihatkan massa beserta lokasinya. Penelitian di RS Persahabatan menilai foto dada penting untuk menentukan letak tumor.

  • CT scan dan MRI. Menurut Cleveland Clinic, CT scan memperlihatkan massa lebih rinci daripada foto rontgen, termasuk pengaruhnya pada organ sekitar. MRI menunjukkan apakah massa menekan atau masuk ke jaringan sekitar, dan PET scan membantu mengenali limfoma.

  • Tes darah penanda tumor. Tes ini mencari protein atau enzim yang berkaitan dengan jenis tumor tertentu. Penelitian di RS Persahabatan menyebut AFP, beta-hCG, dan LDH penting untuk tumor sel germinal.

  • Biopsi. Sampel jaringan diambil dengan jarum yang dipandu CT scan atau lewat teropong. Hasilnya menunjukkan jenis jaringan dan ada tidaknya sel kanker.

Peran Foto Dada sebagai Langkah Awal

Foto dada menghasilkan gambaran paru, jantung, dan struktur lain di rongga dada, dan MSD Manual mencatat massa di mediastinum kerap ditemukan lewat foto dada yang diambil untuk menilai nyeri dada, batuk, atau sesak.

Bila dokter menyarankan foto dada, pemeriksaan ini tersedia di Bumame sebagai Rontgen - Thorax, tanpa perlu puasa. Foto dada belum bisa memastikan jenis tumor, dan hasilnya keluar dalam lebih dari 1x24 jam, sehingga keluhan berat tetap ditangani di IGD. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Pilihan Pengobatan Tumor Mediastinum

Menurut MSD Manual, pengobatan bergantung pada penyebabnya. Untuk tumor, pilihannya antara lain:

  • Pemantauan berkala. Bila massa tidak bersifat kanker dan tidak menimbulkan gejala, dokter bisa memantaunya secara teratur. Langkah ini dikenal sebagai watchful waiting.

  • Operasi. Cleveland Clinic dan NCI menyebut operasi sebagai pengobatan yang umum, termasuk untuk timoma. Operasi bisa dilakukan lewat pembukaan tulang dada atau sayatan kecil berbantuan kamera.

  • Kemoterapi dan radioterapi. Kemoterapi memakai obat untuk membunuh sel kanker dan mengecilkan tumor. Radioterapi memakai sinar berenergi tinggi untuk merusak tumor.

NCI menyebut peluang pulih pada timoma dipengaruhi oleh apakah tumor bisa diangkat seluruhnya dan sudah menyebar atau belum.

Bisakah Tumor Mediastinum Dicegah?

Cleveland Clinic menyebut massa mediastinum tidak bisa dicegah. Untuk menurunkan risiko kanker secara umum, Kemenkes menganjurkan menghindari rokok dan asap rokok, makan seimbang kaya buah, sayur, dan serat, menjaga berat badan, serta berolahraga teratur.

Kenali Tandanya dan Periksakan Lebih Awal

Banyak tumor mediastinum bersifat jinak, dan jenisnya bisa dipastikan lewat pemeriksaan lanjutan. Batuk, sesak, atau nyeri dada yang menetap layak diperiksakan. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan dada, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Cleveland Clinic. Mediastinal Mass (Tumor): Types, Symptoms, Causes & Treatment.

  2. Rahman NM (MSD Manual Consumer Version). Mediastinal Masses.

  3. Pratama S, Syahruddin E, Hudoyo A (Jurnal Respirologi Indonesia). Karakteristik Tumor Mediastinum Berdasarkan Keadaan Klinis, Gambaran CT Scan dan Petanda Tumor di Rumah Sakit Persahabatan.

  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Kanker.

  5. American Cancer Society. Signs and Symptoms of Thymus Cancers.

  6. Napitupulu E, Soeroso NN, Tarigan SP, Eyanoer PC (Jurnal Respirologi Indonesia). Respiratory Emergency in Hospitalized Patient with Intrathoracic Malignancy at H. Adam Malik General Hospital.

  7. National Cancer Institute. Thymoma and Thymic Carcinoma Treatment (PDQ), Patient Version.

Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing

Frequently Asked Question

Apakah tumor mediastinum selalu termasuk kanker?

Tidak. Tumor mediastinum bisa bersifat jinak maupun ganas. Jenis dan sifatnya perlu dipastikan melalui pemeriksaan lanjutan, termasuk biopsi bila diperlukan.

Apa saja gejala tumor mediastinum yang perlu dikenali?

Gejalanya meliputi batuk menetap, sesak napas, nyeri dada, suara serak, sulit menelan, demam, keringat malam, dan berat badan turun. Sebagian orang tidak mengalami gejala.

Apa perbedaan jenis tumor mediastinum berdasarkan lokasinya?

Bagian depan dapat berisi timoma, limfoma, dan tumor sel germinal. Bagian tengah sering ditemukan kista atau pembesaran kelenjar getah bening, sedangkan bagian belakang sering memiliki tumor neurogenik.

Bagaimana dokter mendiagnosis tumor mediastinum?

Dokter dapat melakukan foto rontgen dada, CT scan, MRI, PET scan, tes darah penanda tumor, dan biopsi untuk menentukan karakteristik massa serta memastikan jenis jaringannya.

Kapan penderita tumor mediastinum harus segera ke IGD?

Segera ke IGD jika mengalami sesak napas berat, napas berbunyi nyaring, nyeri dada hebat, atau bengkak mendadak di wajah, leher, dan lengan.