Pernahkah Anda merasa badan pegal-pegal setelah angkat barang belanjaan, naik tangga, atau berolahraga? Kondisi ini bisa terjadi karena bagian otot Anda bekerja lebih keras dari biasanya untuk menjalankan aktivitas-aktivitas tersebut. Lalu, apa sebenarnya fungsi otot?
Secara umum, otot berperan sebagai alat bergerak aktif. Artinya, Anda perlu otot untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Untuk itulah, menjaga fungsi otot tetap bagus sangatlah penting, agar bisa menunjang aktivitas sehari-hari.
Lebih jelasnya tentang fungsi hingga cara menjaga kesehatan otot agar terus optimal akan diuraikan di artikel ini.
Apa Itu Otot?
Otot adalah bagian dari jaringan tubuh yang terdiri atas serat-serat yang bisa mengencang ataupun mengendur saat Anda gunakan untuk beraktivitas. Secara umum, otot terbagi menjadi tiga jenis utama, yaitu otot rangka, otot jantung, dan otot polos.
Nah, setiap otot ini memiliki fungsinya masing-masing dan bahkan bisa bekerja sama untuk membuat tubuh Anda bisa berpindah tempat dan terus bisa berkegiatan dengan baik.
Fungsi Otot bagi Tubuh
Pada dasarnya, otot berfungsi untuk menunjang kegiatan sehari-sehari, baik itu bergerak, bernapas, bahkan mencerna makanan. Lebih jelasnya, berikut beberapa fungsi selengkapnya.
Otot rangka:
Fungsi pertama adalah untuk menggerakkan tubuh. Otot ini bisa bekerja sama dengan tulang, sendi, dan tendon untuk menghasilkan berbagai jenis gerakan, baik itu berjalan, berlari, mengangkat barang, bahkan hanya tersenyum.
Menjaga postur dan keseimbangan tubuh, dengan menjaga posisi tubuh baik itu saat duduk, berdiri, atau bergerak biasa.
Otot perut:
Melindungi dan menopang organ tubuh, seperti lambung, usus, hati, dan ginjal, sekaligus juga bisa menopang bagian tulang belakang.
Otot jantung:
Mendukung kinerja organ jantung yang bisa memompa darah terus-menerus ke seluruh tubuh
Otot polos:
Mendorong makanan di saluran pencernaan, dan juga mengatur ukuran saluran pernapasan sehingga Anda bisa bernafas dengan baik.
Penyebab Fungsi Otot Menurun
Otot memang memiliki peranan yang baik untuk tubuh, namun kemampuannya bisa saja menurun karena beberapa hal, antara lain:
Tubuh Anda kurang gerak atau jarang menggunakan otot untuk beraktivitas sehari-hari, contohnya ketika Anda terlalu banyak baring dan tiduran atau mungkin duduk terlalu lama tanpa peregangan sama sekali;
Umur bertambah, karena seiring bertambahnya umur, massa dan kekuatan otot akan otomatis berkurang;
Asupan gizi yang kurang, terutama untuk gizi berupa protein, vitamin D, dan mineral, karena ketiganya memiliki fungsi penting untuk kesehatan otot tubuh;
Mengalami cedera, baik karena olahraga ataupun kecelakaan dan luka bakar, sehingga berefek pada fungsi dan kekuatan otot;
Menderita penyakit kronis, misalnya diabetes, penyakit ginjal, kanker, stroke, dan gangguan saraf, karena semua penyakit ini biasa menurunkan massa atau fungsi otot Anda;
Memiliki riwayat penyakit otot atau sistem saraf seperti distrofi otot hingga penyakit autoimun tertentu yang membuat otot Anda melemah;
Efek samping menggunakan obat-obatan yang tidak sesuai anjurkan dokter seperti kortikosteroid dalam jangka waktu panjang karena obat ini bisa membuat otot menyusut;
Hormon tubuh berubah karena faktor usia, misalnya kadar estrogen menurun setelah menopause, yang membuat massa otot Anda juga akan menurun.
Gejala Gangguan Fungsi Otot
Gejala keluhan ini ada banyak dan berbeda tergantung dari penyebabnya. Namun, gangguan otot biasanya berupa:
Otot melemah, bahkan mungkin Anda susah untuk hanya mengangkat barang ringan, berdiri dari posisi duduk, atau menaiki tangga;
Sering merasa nyeri, pegal, atau kram di bagian otot dan ini terjadi dalam waktu lama lama;
Gerakan tubuh Anda menjadi lebih kaku atau kurang leluasa untuk bergerak;
Lebih mudah tersandung dan terjatuh karena keseimbangan dan koordinasi tubuh menurun;
Ukuran otot tampak lebih kecil atau tubuh Anda menjadi lebih kurus daripada biasanya padahal berat badan tetap;
Anda kesusahan untuk menggenggam benda, mengangkat lengan, bahkan hanya berbicara atau menelan;
Pada kondisi tertentu, terutama jika melibatkan sistem saraf, Anda mungkin akan merasakan gejala kesemutan, mati rasa, hingga nyeri yang menjalar di bagian tubuh tertentu.
Kapan Perlu ke Dokter?
Keluhan pada otot memang tidak selalu berarti ada masalah serius di tubuh Anda. Tapi alangkah baiknya, mulai konsultasi ke dokter jika Anda sudah merasakan beberapa gejala di atas, terutama jika gejalanya terjadi terus-menerus.
Apalagi jika gejalanya diikuti dengan nafsu makan yang menurun, sesak napas, hingga wajah tampak menurun atau bicara menjadi pelo. Kondisi ini bisa menjadi indikasi bahwa ada gangguan otot yang perlu penanganan medis dengan cepat.
Jenis Pemeriksaan untuk Tahu Gangguan Otot
Jika Anda konsultasi ke dokter, ada beberapa pemeriksaan yang mungkin akan Anda jalani untuk mendiagnosis apakah mengalami gangguan otot atau tidak. Beberapa pemeriksaan tersebut yaitu:
Wawancara medis (anamnesis), tujuannya untuk mencari tahu alasan dibalik gangguan yang Anda rasakan. Pada tahap ini, dokter akan bertanya tentang kapan sebenarnya keluhan Anda mulai muncul, riwayat cedera atau operasi, tingkat aktivitas fisik sebelumnya, hingga riwayat penyakit;
Pengecekan fisik, seperti mengukur tinggi dan berat badan, cek postur tubuh, serta menilai fungsi otot dengan tes sederhana, seperti berdiri dari duduk, berjalan, atau tes kekuatan genggaman tangan. Tujuan tes ini adalah untuk evaluasi kekuatan dan massa otot serta koordinasi gerakan, refleks, dan rentang gerak persendian;
Tes di laboratorium, seperti tes darah untuk menguji apakah ada tanda peradangan, infeksi, kekurangan vitamin atau mineral, gangguan elektrolit, hingga kadar enzim otot. Tujuannya adalah agar tahu penyebab utama gangguan fungsi otot Anda;
Elektromiografi (EMG) dan tes konduksi saraf. Kedua tes ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat aktivitas listrik pada otot dan apakah kemampuan saraf tubuh sudah baik dalam menghantarkan sinyal ke otot. Dari hasil tes ini, dokter pun bisa menentukan apakah keluhan Anda termasuk gangguan otot atau justru saraf;
Tes dengan pencitraan, seperti USG, MRI, atau CT scan. Tujuan dari semua tes ini adalah untuk tahu apakah ada kerusakan pada jaringan otot baik berupa cedera maupun robekan;
Biopsi otot, yang biasanya dokter lakukan hanya ketika curiga akan adanya penyakit otot tertentu. Cara pemeriksaannya adalah dengan mengambil sampel kecil jaringan otot yang mengalami gangguan untuk kemudian dicek di laboratorium.
Perlu diperhatikan bahwa jenis pengecekan setiap orang berbeda-beda tergantung dari kondisi dan keluhan otot yang dialami.
Cara Menjaga Fungsi Otot Tetap Optimal
Untuk menjaga kesehatan otot tetap baik, ada beberapa cara yang bisa Anda terapkan, antara lain:
Rutin berolahraga, terutama aktivitas-aktivitas aerobik ringan seperti berjalan kaki, sepedaan, atau berenang;
Penuhi kebutuhan gizi sehari-hari, khususnya protein seperti dengan memperbanyak makan ikan, telur, ayam, susu, tempe, tahu, dan berbagai kacang-kacangan, karena semua makanan ini bisa membangun dan memperbaiki jaringan otot;
Cukupi asupan vitamin dan mineral sehari-hari Anda terutama vitamin D, kalsium, dan magnesium, karena semuanya bisa menjaga fungsi otot;
Batasi duduk terlalu lama atau tidak bergerak, sebaliknya lakukan peregangan ringan sekitar 30-60 menit agar otot Anda tidak kaku;
Jaga berat badan Anda tetap ideal, karena terlalu kurus bisa membuat risiko kehilangan massa otot lebih besar, sedangkan terlalu gemuk bisa menciptakan beban lebih pada otot dan sendi;
Selalu jaga keseimbangan hormon Anda, misalnya dengan rutin berolahraga, kelola stres, dan tidur yang cukup, karena hormon yang seimbang bisa membantu Anda untuk menjaga massa otot;
Istirahat yang cukup, terutama setelah Anda beraktivitas berat, agar otot bisa pulih dulu;
Penuhi kebutuhan cairan Anda setiap harinya dengan minum air minimal 2 liter per hari, karena ini bisa membantu menjaga kelenturan otot;
Lakukan tes kesehatan secara rutin, terutama jika Anda punya faktor risiko gangguan ini.
Paket Fit to Run Premium Bumame: Langkah Cerdas Menjaga Kesehatan Otot
Jaga kesehatan otot tidak cukup hanya dengan olahraga dan menjaga pola makan, tetapi Anda juga perlu pantau kondisi tubuh secara berkala dengan cek kesehatan secara rutin. Salah satu tes kesehatan otot terbaik yang bisa Anda pilihan, terutama bagi olahragawan adalah Paket Fit to Run Premium Bumame. Kenapa harus layanan ini?
Ini karena hanya dengan satu paket ini Anda sudah bisa merasakan berbagai layanan mulai dari konsultasi dokter, pemeriksaan fisik hingga berbagai pengecekan untuk menilai kekuatan, keseimbangan, serta koordinasi otot tubuh. Termasuk dalam paket ini adalah layanan cek elektrolit mulai dari kadar natrium, kalium, klorida, kalsium hingga magnesium dalam tubuh, yang mana semuanya bisa Anda gunakan untuk cek apakah ada ketidakseimbangan yang bisa berefek pada kemampuan kontraksi dan relaksasi otot atau tidak.
Menariknya lagi, layanan ini juga menyediakan treadmill test yang bisa Anda gunakan untuk evaluasi tingkat kesehatan dan respons tubuh saat berolahraga. Nah, dengan semua pemeriksaan ini, Anda pasti akan bisa mendeteksi jika ada potensi gangguan di otot, sehingga Anda pun pada akhirnya bisa mengambil langkah penanganan terbaik.
Jika Anda adalah golongan yang aktif berolahraga dan ingin pantau kesehatan tubuh dengan lebih menyeluruh, maka Medical Check Up Pelari dan Pesepeda Bumame bisa Anda pilihan, karena layanan ini bisa membantu menilai berbagai faktor untuk menyokong kesehatan dan fungsi otot Anda.
Cara Mengatasi Gangguan Fungsi Otot
Jika saat ini Anda sudah merasakan beberapa gejala gangguan otot seperti di atas, maka tindakan pengobatan adalah saran yang paling tepat. Adapun tindakan-tindakan tersebut seperti:
Melakukan latihan fisik dan rehabilitasi secara rutin sesuai panduan dokter ahli Anda, seperti latihan kekuatan, keseimbangan, hingga latihan berjalan.
Selalu penuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari Anda terutama protein, kalori, vitamin, serta mineral, karena semuanya bisa memperbaiki jaringan otot yang rusak.
Sembuhkan penyakit yang mendasarinya.
Minum obat-obatan sesuai anjuran dokter dan selalu evaluasi penggunaannya. Jika curiga obat tersebut malah memperburuk otot Anda, sebaiknya langsung hentikan pemakaiannya.
Sebaiknya lakukan fisioterapi guna membantu meningkatkan kekuatan, fleksibilitas, dan koordinasi otot.
Pertimbangkan untuk melakukan terapi tambahan, misalnya dengan stimulasi listrik pada otot atau mungkin terapi ultrasonografi.
Jika diperlukan, lakukan operasi, terutama jika gangguan fungsi otot Anda disebabkan karena cedera dan kontraktur.
Selalu konsultasikan capaian proses pengobatan Anda kepada dokter ahli untuk memperoleh hasil pengobatan terbaik dan lebih efektif.
Wujudkan Kesehatan Otot yang Lebih Optimal Bersama Bumame
Fungsi otot memiliki peran besar untuk menyokong hampir semua aktivitas sehari-hari Anda, mulai dari bergerak, menjaga postur, hingga membantu kerja organ-organ vital. Untuk itulah, sebaiknya Anda selalu menjaga kesehatan otot secara maksimal bisa dengan olahraga yang teratur, menjaga pola makan, istirahat yang cukup, serta selalu cek kesehatan secara berkala dengan layanan Medical Check Up Plus Bumame untuk evaluasi lebih menyeluruh.
Di dalam paket MCU ini, Anda bisa cek berbagai faktor risiko kesehatan lainnya karena tersedia cek darah lengkap, fungsi hati dan ginjal, profil kolesterol, gula darah, vitamin D, hingga pemeriksaan urine. Hubungi Bumame sekarang untuk booking layanan!
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
4. Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
Referensi:
Jurnal Teknoin. (2017). Klasifikasi Sinyal Emg Berbasis Jaringan Syaraf Tiruan dan Discrete Wavelet Transform.
Cleveland Clinic. (2024). Muscle.
LMS Spada Indonesia. (2021). Pengertian, peranan dan komponen sistem otot.
National Library of Medicine. (2023). Physiology, Muscle.
Kemenkes Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2022). Atropi Otot. PubMed Central. (2018). The Age-Related Loss of Skeletal Muscle Mass and Function: Measurement and Physiology of Muscle Fibre Atrophy and Muscle Fibre Loss in Humans.
Mandjur. (2026). Atrofi Otot.
Fithub. (2025). Pahami Apa Itu Penurunan Massa Otot, Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya.
Siloam. (2025). Apa itu Atrofi Otot? Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. (2023). Ketahui 5 Manfaat Air Putih untuk Kesehatan.
Ditinjau oleh: dr. Talitha Amalia
FAQ Seputar Fungsi Otot
Apa fungsi utama otot bagi tubuh?
Apa fungsi utama otot bagi tubuh?
Otot berfungsi sebagai alat gerak aktif yang membantu tubuh melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Selain menggerakkan tubuh, otot juga berperan menjaga postur dan keseimbangan, melindungi organ dalam, membantu jantung memompa darah, serta mendukung proses pencernaan dan pernapasan.
Apa yang menyebabkan fungsi otot menurun?
Apa yang menyebabkan fungsi otot menurun?
Penurunan fungsi otot dapat disebabkan oleh kurang bergerak, pertambahan usia, kekurangan asupan gizi seperti protein, vitamin D, dan mineral, cedera, penyakit kronis, gangguan otot atau saraf, penggunaan obat tertentu dalam jangka panjang, serta perubahan hormon.
Apa saja tanda dan gejala gangguan fungsi otot?
Apa saja tanda dan gejala gangguan fungsi otot?
Gejala yang dapat muncul antara lain otot melemah, nyeri atau kram berkepanjangan, tubuh terasa kaku, keseimbangan menurun sehingga mudah terjatuh, massa otot berkurang, kesulitan menggenggam atau mengangkat benda, hingga kesemutan atau mati rasa pada kondisi tertentu.
Kapan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter?
Kapan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter?
Segera berkonsultasi ke dokter jika keluhan pada otot berlangsung terus-menerus atau disertai gejala seperti nafsu makan menurun, sesak napas, wajah tampak menurun, atau bicara menjadi pelo. Kondisi tersebut dapat menandakan gangguan yang memerlukan penanganan medis.
Bagaimana gangguan fungsi otot didiagnosis?
Bagaimana gangguan fungsi otot didiagnosis?
Dokter dapat melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, tes laboratorium, elektromiografi (EMG), tes konduksi saraf, pemeriksaan pencitraan seperti USG, MRI, atau CT scan, hingga biopsi otot bila diperlukan untuk mengetahui penyebab gangguan.
Bagaimana cara menjaga fungsi otot tetap optimal?
Bagaimana cara menjaga fungsi otot tetap optimal?
Fungsi otot dapat dijaga dengan rutin berolahraga, memenuhi kebutuhan protein, vitamin, dan mineral, menghindari duduk terlalu lama, menjaga berat badan ideal, menjaga keseimbangan hormon, beristirahat yang cukup, memenuhi kebutuhan cairan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Bagaimana cara mengatasi gangguan fungsi otot?
Bagaimana cara mengatasi gangguan fungsi otot?
Penanganan dapat meliputi latihan fisik dan rehabilitasi, pemenuhan nutrisi yang cukup, pengobatan penyakit yang mendasari, penggunaan obat sesuai anjuran dokter, fisioterapi, terapi tambahan bila diperlukan, hingga tindakan operasi pada kondisi tertentu.
Mengapa pemeriksaan kesehatan penting untuk menjaga kesehatan otot?
Mengapa pemeriksaan kesehatan penting untuk menjaga kesehatan otot?
Pemeriksaan kesehatan membantu mendeteksi faktor yang dapat memengaruhi fungsi otot, seperti gangguan elektrolit, kekurangan nutrisi, atau penyakit tertentu. Dengan mengetahui penyebabnya sejak dini, penanganan yang tepat dapat segera dilakukan untuk menjaga fungsi otot tetap optimal.
