Radang Tenggorokan yang Disertai Selaput Putih Jangan Dianggap Sepele. Bisa Jadi Tanda Difteri.
Sakit tenggorokan sering kali dianggap sebagai keluhan ringan yang akan membaik dengan sendirinya. Namun, apabila disertai demam, pembengkakan pada leher, dan muncul selaput berwarna abu-abu atau putih di tenggorokan, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan. Gejala ini dapat menjadi tanda difteri, yaitu penyakit infeksi bakteri yang dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak segera ditangani.
Meskipun kasus difteri dapat dicegah melalui imunisasi, penyakit ini masih dapat ditemukan, terutama pada orang yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap atau memiliki daya tahan tubuh yang lemah.
Menurut World Health Organization (WHO), difteri merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Penyakit ini dapat menyerang saluran pernapasan dan menghasilkan racun yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada jantung, saraf, maupun organ lainnya.[1]
Lalu, apa saja gejala difteri yang perlu dikenali sejak awal?
Apa Itu Difteri?
Difteri adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae.
Bakteri ini paling sering menyerang hidung dan tenggorokan, meskipun pada beberapa kasus juga dapat menginfeksi kulit. Salah satu ciri khas penyakit ini adalah terbentuknya selaput tebal berwarna abu-abu atau putih yang menempel pada tenggorokan sehingga dapat mengganggu proses bernapas maupun menelan.
Selain menyebabkan infeksi lokal, bakteri difteri juga menghasilkan racun yang dapat menyebar melalui aliran darah dan merusak berbagai organ apabila tidak segera ditangani.
Bagaimana Difteri Menular?
Difteri merupakan penyakit yang mudah menular dari satu orang ke orang lain.
Penularan umumnya terjadi melalui:
Percikan droplet saat penderita batuk atau bersin.
Kontak langsung dengan penderita.
Menyentuh benda yang terkontaminasi kemudian menyentuh hidung atau mulut.
Kontak dengan luka kulit yang terinfeksi pada kasus difteri kulit.
Karena penularannya cukup mudah, seseorang yang mengalami gejala difteri sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan dan menghindari kontak dekat dengan orang lain hingga mendapatkan penanganan.
Gejala Difteri yang Tidak Boleh Diabaikan
Gejala difteri biasanya muncul 2–5 hari setelah seseorang terpapar bakteri penyebab penyakit ini.
Berikut beberapa tanda yang paling sering ditemukan.
1. Sakit Tenggorokan
Keluhan awal yang paling sering muncul adalah nyeri atau rasa tidak nyaman pada tenggorokan.
Gejalanya sering menyerupai radang tenggorokan biasa sehingga tidak sedikit penderita yang mengabaikannya.
2. Demam Ringan
Sebagian besar penderita mengalami demam ringan pada awal infeksi.
Meskipun tidak selalu tinggi, demam yang disertai gejala lain tetap perlu diwaspadai.
3. Muncul Selaput Abu-Abu atau Putih di Tenggorokan
Ini merupakan salah satu tanda khas difteri.
Selaput tersebut melekat kuat pada jaringan tenggorokan sehingga tidak mudah dilepaskan dan dapat menyebabkan perdarahan apabila dipaksakan.
4. Sulit Menelan
Peradangan pada tenggorokan membuat penderita merasa nyeri saat menelan makanan maupun minuman.
Pada kondisi yang lebih berat, penderita bahkan dapat mengalami kesulitan untuk menelan air liur.
5. Leher Membengkak
Pembengkakan kelenjar getah bening di leher dapat menyebabkan leher tampak membesar atau dikenal sebagai bull neck.
Gejala ini lebih sering ditemukan pada kasus difteri yang berat.
6. Suara Menjadi Serak
Apabila infeksi mengenai pita suara atau saluran napas bagian atas, penderita dapat mengalami suara serak hingga kesulitan berbicara.
7. Sesak Napas
Selaput yang terbentuk di tenggorokan dapat menghambat aliran udara sehingga penderita mulai mengalami sesak napas.
Kondisi ini termasuk keadaan darurat yang memerlukan penanganan segera.
8. Tubuh Terasa Sangat Lemas
Infeksi serta racun yang dihasilkan bakteri dapat menyebabkan penderita merasa lemas, tidak bertenaga, dan kehilangan nafsu makan.
Kapan Gejala Difteri Harus Segera Diperiksakan?
Difteri merupakan penyakit yang dapat berkembang dengan cepat. Oleh karena itu, gejala yang mengarah pada difteri sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika muncul pada anak-anak atau orang yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Segera lakukan pemeriksaan apabila Anda atau anggota keluarga mengalami:
Sakit tenggorokan yang disertai selaput putih atau abu-abu.
Demam disertai pembengkakan pada leher.
Sulit menelan atau terasa nyeri saat menelan.
Suara serak yang tidak kunjung membaik.
Sesak napas atau napas berbunyi.
Tubuh terasa sangat lemas.
Bagaimana Dokter Mendiagnosis Difteri?
Diagnosis difteri diawali dengan wawancara mengenai gejala yang dialami, riwayat imunisasi, serta kemungkinan kontak dengan penderita difteri.
Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama pada tenggorokan untuk melihat adanya selaput khas yang melekat pada jaringan.
Apabila dicurigai sebagai difteri, dokter dapat mengambil sampel dari tenggorokan menggunakan kapas steril (swab tenggorokan) untuk diperiksa di laboratorium guna mengidentifikasi bakteri penyebab infeksi.
Karena difteri merupakan penyakit yang dapat menular dengan cepat, pengobatan umumnya akan segera diberikan tanpa harus menunggu seluruh hasil pemeriksaan laboratorium selesai.
Apa Komplikasi Difteri?
Tanpa penanganan yang tepat, difteri dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius.
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi meliputi:
Penyumbatan saluran napas akibat selaput yang semakin tebal.
Peradangan otot jantung (miokarditis).
Kerusakan saraf yang menyebabkan kelemahan otot.
Gagal napas pada kasus yang berat.
Risiko komplikasi lebih tinggi pada bayi, anak-anak, lansia, maupun orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Apakah Difteri Bisa Dicegah?
Ya. Cara paling efektif untuk mencegah difteri adalah melalui imunisasi.
Vaksin difteri umumnya diberikan dalam kombinasi dengan vaksin lain, seperti DPT atau Tdap, sesuai jadwal imunisasi yang direkomendasikan.
Selain vaksinasi, beberapa langkah berikut juga dapat membantu mengurangi risiko penularan:
Mencuci tangan secara rutin menggunakan sabun.
Menggunakan masker apabila sedang mengalami infeksi saluran pernapasan.
Menghindari kontak dekat dengan penderita difteri.
Menjaga kebersihan lingkungan dan etika batuk.
Periksakan Gejala Difteri Lebih Awal di Bumame
Sakit tenggorokan yang disertai demam, pembengkakan leher, atau munculnya selaput putih di tenggorokan sebaiknya tidak dianggap sebagai radang tenggorokan biasa. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu memastikan penyebab keluhan sekaligus mencegah komplikasi maupun penularan kepada orang lain.
Di Bumame, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai gejala yang dialami. Jika diperlukan, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan laboratorium maupun pemeriksaan penunjang lainnya sesuai kondisi kesehatan Anda.
Mengalami sakit tenggorokan yang disertai demam atau muncul selaput putih di tenggorokan? Konsultasikan segera dengan tim medis Bumame melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi mengenai layanan pemeriksaan yang sesuai. Klik di sini untuk chat WhatsApp Bumame.
Kenali Gejala Difteri Sebelum Menimbulkan Komplikasi
Difteri merupakan penyakit infeksi yang dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan komplikasi serius apabila tidak segera ditangani. Mengenali gejalanya sejak awal, seperti sakit tenggorokan, demam, pembengkakan leher, hingga munculnya selaput putih di tenggorokan, dapat membantu mempercepat diagnosis dan pengobatan.
Apabila Anda atau anggota keluarga mengalami gejala yang mengarah pada difteri, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Sumber
World Health Organization. Diphtheria. Geneva: World Health Organization.
Centers for Disease Control and Prevention. About Diphtheria. Atlanta: Centers for Disease Control and Prevention.
Lokasi Klinik Bumame
Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160Klinik Bumame TB Simatupang
1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310Klinik Bumame Puri Indah
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610
Ditinjau oleh: dr. Arina Dyga Putri
FAQ
Apa gejala awal difteri?
Apa gejala awal difteri?
Gejala awal difteri umumnya berupa sakit tenggorokan, demam ringan, lemas, dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher. Setelah itu dapat muncul selaput putih atau abu-abu pada tenggorokan.
Apakah difteri bisa menular?
Apakah difteri bisa menular?
Ya. Difteri dapat menular melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin, kontak langsung dengan penderita, maupun benda yang terkontaminasi.
Apa ciri khas difteri yang membedakannya dari radang tenggorokan biasa?
Apa ciri khas difteri yang membedakannya dari radang tenggorokan biasa?
Salah satu ciri khas difteri adalah munculnya selaput tebal berwarna putih atau abu-abu yang melekat pada tenggorokan dan sulit dilepaskan.
Apakah difteri bisa dicegah?
Apakah difteri bisa dicegah?
Ya. Imunisasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah difteri, disertai dengan menjaga kebersihan diri dan menghindari kontak dengan penderita.
Kapan saya harus segera ke dokter?
Kapan saya harus segera ke dokter?
Segera lakukan pemeriksaan apabila mengalami sakit tenggorokan disertai selaput putih, sulit bernapas, sulit menelan, pembengkakan leher, atau demam yang tidak kunjung membaik.
