penyebab-tekanan-darah-rendah

11 Penyebab Tekanan Darah Rendah yang Perlu Diketahui

28/07/2026Bumame

Tekanan Darah Rendah Tidak Selalu Disebabkan Kurang Makan. Kenali Berbagai Penyebabnya agar Penanganannya Tepat.

Penyebab tekanan darah rendah atau hipotensi sering dianggap sebagai kondisi yang tidak berbahaya. Padahal, pada beberapa orang, tekanan darah yang terlalu rendah dapat menyebabkan pusing, lemas, hingga pingsan karena aliran darah ke organ tubuh tidak mencukupi.

Tidak semua kasus hipotensi memerlukan pengobatan. Namun, apabila tekanan darah rendah terjadi berulang atau disertai gejala yang mengganggu, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan karena dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu.

Menurut World Health Organization (WHO), tekanan darah merupakan salah satu indikator penting untuk menilai kondisi sistem kardiovaskular. Meskipun perhatian lebih sering diberikan pada tekanan darah tinggi, tekanan darah yang terlalu rendah juga perlu dievaluasi apabila menimbulkan keluhan.[1]

Lalu, apa saja penyebab tekanan darah rendah?

Apa Itu Tekanan Darah Rendah?

Tekanan darah rendah atau hipotensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di bawah 90/60 mmHg.

Pada sebagian orang, tekanan darah rendah merupakan kondisi normal dan tidak menimbulkan gejala. Namun, apabila menyebabkan pusing, pandangan kabur, atau pingsan, kondisi ini perlu mendapatkan perhatian.

Hipotensi dapat terjadi secara tiba-tiba maupun berkembang secara perlahan, tergantung penyebab yang mendasarinya.

Gejala Tekanan Darah Rendah

Tidak semua orang dengan hipotensi mengalami keluhan. Namun, beberapa gejala yang paling sering muncul antara lain:

  • Pusing atau kepala terasa ringan.

  • Pandangan kabur.

  • Mudah lelah.

  • Sulit berkonsentrasi.

  • Mual.

  • Tubuh terasa lemas.

  • Pingsan.

  • Kulit terasa dingin dan pucat pada kondisi yang berat.

Apabila gejala muncul secara tiba-tiba atau disertai penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis.

11 Penyebab Tekanan Darah Rendah

1. Dehidrasi

Kurangnya cairan dalam tubuh membuat volume darah berkurang sehingga tekanan darah dapat menurun.

Dehidrasi dapat terjadi akibat diare, muntah, demam tinggi, atau kurang minum.

2. Berdiri Terlalu Cepat

Sebagian orang mengalami hipotensi ortostatik, yaitu penurunan tekanan darah secara tiba-tiba ketika berdiri dari posisi duduk atau berbaring.

Kondisi ini biasanya menyebabkan pusing yang berlangsung beberapa detik.

3. Perdarahan

Kehilangan darah dalam jumlah banyak akibat kecelakaan, operasi, atau perdarahan saluran cerna dapat menyebabkan tekanan darah turun secara drastis.

4. Gangguan Jantung

Beberapa penyakit jantung, seperti gangguan irama jantung, gagal jantung, atau kelainan katup jantung dapat mengurangi kemampuan jantung memompa darah sehingga tekanan darah menurun.

5. Gangguan Hormon

Hipotensi juga dapat terjadi akibat gangguan hormon, seperti penyakit Addison, hipotiroidisme, maupun diabetes yang tidak terkontrol.

6. Efek Samping Obat

Beberapa jenis obat dapat menyebabkan tekanan darah menurun, misalnya:

  • Obat antihipertensi.

  • Diuretik.

  • Antidepresan tertentu.

  • Obat untuk penyakit Parkinson.

Karena itu, konsumsi obat sebaiknya selalu sesuai anjuran dokter.

7. Kekurangan Vitamin B12 atau Folat

Kekurangan vitamin B12 maupun folat dapat menyebabkan anemia sehingga pasokan oksigen ke seluruh tubuh berkurang dan tekanan darah ikut menurun.

8. Kehamilan

Pada awal kehamilan, pembuluh darah akan melebar sebagai bagian dari proses adaptasi tubuh sehingga tekanan darah cenderung lebih rendah.

Kondisi ini umumnya bersifat sementara.

9. Infeksi Berat (Sepsis)

Infeksi berat dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah secara luas sehingga tekanan darah turun drastis.

Kondisi ini merupakan keadaan darurat yang memerlukan penanganan segera.

10. Reaksi Alergi Berat (Anafilaksis)

Anafilaksis dapat menyebabkan tekanan darah turun secara tiba-tiba disertai sesak napas, pembengkakan, hingga penurunan kesadaran.

Kondisi ini membutuhkan pertolongan medis darurat.

11. Kurang Asupan Nutrisi

Pola makan yang tidak seimbang atau melewatkan waktu makan dalam jangka panjang dapat menyebabkan tubuh kekurangan energi maupun nutrisi penting yang berperan dalam menjaga tekanan darah tetap stabil.

Kapan Tekanan Darah Rendah Harus Diperiksakan?

Tekanan darah rendah tidak selalu memerlukan pengobatan. Namun, segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami:

  • Pusing yang sering kambuh.

  • Pingsan.

  • Tekanan darah di bawah 90/60 mmHg disertai keluhan.

  • Nyeri dada.

  • Sesak napas.

  • Perdarahan.

  • Demam tinggi disertai tekanan darah menurun.

Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah hipotensi disebabkan oleh kondisi yang memerlukan penanganan khusus.

Bagaimana Dokter Mengetahui Penyebab Hipotensi?

Dokter akan melakukan wawancara mengenai gejala, riwayat penyakit, penggunaan obat, serta pola makan pasien.

Apabila diperlukan, dokter dapat menyarankan beberapa pemeriksaan seperti:

  • Pengukuran tekanan darah.

  • Pemeriksaan darah.

  • Pemeriksaan kadar gula darah.

  • Elektrokardiografi (EKG).

  • Ekokardiografi apabila dicurigai terdapat gangguan jantung.

  • Pemeriksaan hormon sesuai indikasi.

Hasil pemeriksaan akan membantu dokter menentukan penyebab serta terapi yang paling sesuai.

Bagaimana Cara Mengatasi Tekanan Darah Rendah?

Penanganan hipotensi bergantung pada penyebabnya.

Apabila tekanan darah rendah disebabkan oleh dehidrasi, dokter biasanya akan menyarankan peningkatan asupan cairan.

Selain itu, beberapa langkah yang dapat membantu antara lain:

  • Minum air putih yang cukup.

  • Berdiri secara perlahan dari posisi duduk atau berbaring.

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

  • Tidak melewatkan waktu makan.

  • Menggunakan obat sesuai anjuran dokter apabila diperlukan.

Hindari mengonsumsi obat atau suplemen tertentu tanpa rekomendasi tenaga medis.

Periksakan Tekanan Darah Rendah di Bumame

Tekanan darah rendah yang disertai pusing, mudah lelah, atau sering pingsan sebaiknya tidak dianggap sebagai kondisi yang normal. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mengetahui penyebabnya sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi yang mendasarinya.

Di Bumame, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai keluhan yang dialami. Jika diperlukan, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan laboratorium, maupun pemeriksaan penunjang lainnya sesuai kondisi kesehatan Anda.

Sering mengalami pusing, lemas, atau tekanan darah rendah? Konsultasikan keluhan Anda dengan tim medis Bumame melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi mengenai layanan pemeriksaan yang sesuai. Klik di sini untuk chat WhatsApp Bumame.

Kenali Penyebab Tekanan Darah Rendah agar Penanganannya Tepat

Tekanan darah rendah tidak selalu menjadi tanda penyakit yang serius. Namun, apabila terjadi berulang atau menimbulkan gejala yang mengganggu, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan.

Dengan mengetahui penyebab hipotensi sejak dini, dokter dapat menentukan penanganan yang sesuai sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan dan kualitas hidup tetap terjaga.

Sumber

  1. World Health Organization. Blood pressure.

  2. Mayo Clinic. Low blood pressure (hypotension).

Lokasi Klinik Bumame

  • Klinik Bumame Cideng
    JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160

  • Klinik Bumame TB Simatupang
    1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550

  • Klinik Bumame BSD
    Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310

  • Klinik Bumame Puri Indah
    Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610

Ditinjau oleh: dr. Muhammad Reza Kurniawan

FAQ

Berapa tekanan darah yang termasuk rendah?

ekanan darah umumnya dikatakan rendah apabila berada di bawah 90/60 mmHg, terutama jika disertai gejala.

Apakah tekanan darah rendah berbahaya?

Tidak selalu. Namun, jika menyebabkan pusing, pingsan, atau terjadi secara tiba-tiba, kondisi ini perlu diperiksakan.

Apa penyebab tekanan darah rendah yang paling sering?

Dehidrasi, berdiri terlalu cepat, efek samping obat, perdarahan, kehamilan, dan gangguan jantung merupakan beberapa penyebab yang paling sering ditemukan.

Apa yang harus dilakukan saat tekanan darah turun?

Duduk atau berbaring terlebih dahulu, minum air putih, dan hindari berdiri secara tiba-tiba. Jika gejala tidak membaik atau disertai pingsan, segera cari pertolongan medis.

Kapan saya harus ke dokter karena tekanan darah rendah?

Segera lakukan pemeriksaan apabila tekanan darah rendah sering kambuh, menyebabkan pingsan, disertai nyeri dada, sesak napas, atau terjadi setelah perdarahan.