perbedaan-diare-akut-dan-kronis

Perbedaan Diare Akut dan Kroni yang Perlu Diketahui

28/07/2026Bumame

Tidak Semua Diare Sama. Kenali Perbedaan Diare Akut dan Kronis agar Penanganannya Tepat.

Diare merupakan salah satu gangguan pencernaan yang paling sering dialami oleh anak maupun orang dewasa. Sebagian besar kasus memang dapat membaik dalam beberapa hari. Namun, ada juga diare yang berlangsung berminggu-minggu hingga berbulan-bulan dan dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius.

Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap semua diare memiliki penyebab dan penanganan yang sama. Padahal, durasi diare dapat memberikan petunjuk penting mengenai kondisi yang mendasarinya.

Menurut World Health Organization (WHO), diare merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian, terutama pada anak-anak. Kehilangan cairan akibat diare yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan dehidrasi yang berbahaya.[1]

Lalu, apa perbedaan diare akut dan kronis, serta kapan kondisi tersebut perlu segera diperiksakan?

Apa Itu Diare Akut?

Diare akut adalah diare yang berlangsung kurang dari 14 hari.

Jenis diare ini merupakan yang paling sering terjadi dan umumnya disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit. Selain itu, diare akut juga dapat dipicu oleh keracunan makanan atau konsumsi makanan maupun minuman yang terkontaminasi.

Pada sebagian besar kasus, diare akut dapat membaik dengan istirahat, menjaga asupan cairan, dan penanganan yang tepat.

Apa Itu Diare Kronis?

Diare kronis adalah diare yang berlangsung lebih dari empat minggu atau terus berulang dalam waktu yang lama.

Berbeda dengan diare akut, diare kronis lebih sering berkaitan dengan gangguan kesehatan tertentu, seperti:

  • Inflammatory Bowel Disease (IBD).

  • Irritable Bowel Syndrome (IBS).

  • Penyakit celiac.

  • Intoleransi laktosa.

  • Gangguan penyerapan nutrisi.

  • Efek samping obat-obatan tertentu.

Karena penyebabnya lebih kompleks, diare kronis memerlukan pemeriksaan lebih lanjut agar dapat diketahui penyebab yang mendasarinya.

Perbedaan Diare Akut dan Diare Kronis

Meskipun sama-sama menyebabkan buang air besar lebih sering dan feses menjadi encer, terdapat beberapa perbedaan yang penting untuk dikenali.

Diare Akut

Diare Kronis

Berlangsung kurang dari 14 hari

Berlangsung lebih dari 4 minggu atau berulang

Umumnya disebabkan infeksi

Lebih sering berkaitan dengan penyakit tertentu

Biasanya membaik dalam beberapa hari

Memerlukan pemeriksaan lebih lanjut

Risiko utama adalah dehidrasi

Dapat menyebabkan gangguan nutrisi dan penurunan berat badan

Mengetahui lamanya diare sangat membantu dokter dalam menentukan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Selain buang air besar yang lebih sering, diare dapat disertai berbagai gejala lain.

Beberapa di antaranya meliputi:

  • Feses encer lebih dari tiga kali sehari.

  • Kram atau nyeri perut.

  • Mual dan muntah.

  • Perut terasa kembung.

  • Demam.

  • Tubuh terasa lemas akibat kehilangan cairan.

Pada diare kronis, penderita juga dapat mengalami penurunan berat badan, nafsu makan berkurang, hingga anemia apabila kondisi berlangsung dalam waktu lama.

Penyebab Diare yang Paling Sering Terjadi

Penyebab diare dapat berbeda-beda tergantung jenisnya.

Beberapa penyebab yang paling sering meliputi:

  • Infeksi virus, seperti norovirus atau rotavirus.

  • Infeksi bakteri dari makanan atau minuman yang terkontaminasi.

  • Infeksi parasit.

  • Keracunan makanan.

  • Efek samping antibiotik.

  • Intoleransi terhadap makanan tertentu.

  • Penyakit radang usus.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menjaga kebersihan makanan, mencuci tangan, dan mengonsumsi air minum yang bersih merupakan langkah penting untuk membantu mencegah diare akibat infeksi.

Kapan Diare Harus Segera Diperiksakan?

Sebagian besar diare akut memang dapat membaik dalam beberapa hari. Namun, ada beberapa kondisi yang tidak boleh diabaikan karena dapat menandakan infeksi yang lebih berat atau gangguan pada saluran pencernaan.

Segera lakukan pemeriksaan apabila Anda mengalami:

  • Diare yang berlangsung lebih dari dua hari pada orang dewasa atau lebih dari 24 jam pada anak tanpa tanda membaik.

  • Diare disertai darah atau lendir dalam feses.

  • Demam tinggi.

  • Nyeri perut yang sangat hebat.

  • Muntah terus-menerus sehingga sulit makan atau minum.

  • Tanda-tanda dehidrasi, seperti mulut kering, jarang buang air kecil, mata cekung, atau tubuh terasa sangat lemas.

  • Diare yang berlangsung lebih dari empat minggu atau sering kambuh.

Kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya sehingga penanganan dapat diberikan sesuai kondisi yang mendasarinya.

Bagaimana Dokter Menentukan Penyebab Diare?

Untuk mengetahui perbedaan diare akut dan kronis, dokter akan menanyakan beberapa hal, seperti lamanya diare, frekuensi buang air besar, bentuk feses, makanan yang dikonsumsi sebelumnya, hingga riwayat perjalanan atau penggunaan obat-obatan tertentu.

Selanjutnya, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan apabila diperlukan menyarankan pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Pemeriksaan darah untuk melihat tanda infeksi atau gangguan lain.

  • Pemeriksaan feses untuk mendeteksi bakteri, virus, parasit, atau darah.

  • Pemeriksaan kolonoskopi apabila dicurigai terdapat penyakit radang usus atau gangguan lain pada usus besar.

  • Pemeriksaan pencitraan sesuai indikasi medis.

Pemeriksaan tersebut membantu dokter menentukan apakah diare disebabkan oleh infeksi yang bersifat sementara atau merupakan bagian dari penyakit kronis yang membutuhkan penanganan khusus.

Apa yang Bisa Dilakukan Saat Mengalami Diare?

Penanganan diare bergantung pada penyebabnya. Namun, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan di rumah untuk membantu mencegah dehidrasi.

Beberapa di antaranya adalah:

  • Minum air putih lebih banyak.

  • Mengonsumsi oralit apabila mengalami kehilangan cairan yang cukup banyak.

  • Tetap makan dalam porsi kecil dengan makanan yang mudah dicerna.

  • Menghindari makanan yang terlalu pedas, berlemak, atau tinggi gula sementara waktu.

  • Beristirahat yang cukup.

Hindari mengonsumsi antibiotik tanpa anjuran dokter karena sebagian besar diare akut justru disebabkan oleh virus, bukan bakteri.

Bisakah Diare Dicegah?

Tidak semua diare dapat dicegah, tetapi risiko terjadinya diare akibat infeksi dapat dikurangi dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain:

  • Mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet.

  • Memastikan makanan dimasak hingga matang.

  • Mengonsumsi air minum yang bersih dan aman.

  • Menjaga kebersihan peralatan makan.

  • Menghindari makanan yang sudah tidak layak konsumsi.

Langkah sederhana tersebut terbukti membantu mengurangi risiko penularan penyakit yang menyebabkan diare.

Periksakan Diare yang Tidak Kunjung Membaik di Bumame

Diare yang berlangsung lebih dari beberapa hari, sering kambuh, atau disertai darah tidak sebaiknya dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mengetahui penyebabnya sehingga penanganan dapat diberikan sesuai kondisi yang mendasarinya.

Di Bumame, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai keluhan yang dialami. Jika diperlukan, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan laboratorium maupun pemeriksaan penunjang lainnya untuk membantu menegakkan diagnosis secara lebih akurat.

Diare tidak kunjung membaik atau sering kambuh? Konsultasikan keluhan Anda dengan tim medis Bumame melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi mengenai layanan pemeriksaan yang sesuai. Klik di sini untuk chat WhatsApp Bumame.

Jangan Anggap Semua Diare Sama

Meskipun sama-sama menyebabkan buang air besar encer, diare akut dan diare kronis memiliki penyebab, durasi, serta penanganan yang berbeda. Mengenali perbedaannya dapat membantu Anda mengetahui kapan diare masih dapat ditangani di rumah dan kapan perlu segera mendapatkan pemeriksaan medis.

Apabila diare berlangsung berkepanjangan, sering kambuh, atau disertai gejala yang mengkhawatirkan, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Sumber

1. World Health Organization. Diarrhoeal disease. Geneva: World Health Organization.

2. Centers for Disease Control and Prevention. About Acute Diarrhea. Atlanta: Centers for Disease Control and Prevention.

Lokasi Klinik Bumame

  • Klinik Bumame Cideng
    JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160

  • Klinik Bumame TB Simatupang
    1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550

  • Klinik Bumame BSD
    Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310

  • Klinik Bumame Puri Indah
    Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610

Ditinjau oleh: dr. Arina Dyga Putri

FAQ

Apa perbedaan diare akut dan diare kronis?

Diare akut berlangsung kurang dari 14 hari dan umumnya disebabkan oleh infeksi. Sementara itu, diare kronis berlangsung lebih dari empat minggu atau sering kambuh dan biasanya berkaitan dengan gangguan kesehatan tertentu.

Kapan diare harus diperiksakan ke dokter?

Segera lakukan pemeriksaan jika diare disertai darah, demam tinggi, nyeri perut hebat, tanda dehidrasi, atau berlangsung lebih dari beberapa hari tanpa membaik.

Apakah semua diare membutuhkan antibiotik?

Tidak. Sebagian besar diare akut disebabkan oleh virus sehingga antibiotik tidak diperlukan. Penggunaan antibiotik harus berdasarkan pemeriksaan dan rekomendasi dokter.

Apa bahaya diare yang tidak ditangani?

Diare dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan elektrolit, kekurangan nutrisi, hingga komplikasi lain, terutama pada anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh yang lemah.

Bagaimana cara mencegah diare?

Mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan makanan dan minuman, serta memastikan makanan dimasak hingga matang merupakan langkah yang efektif untuk membantu mencegah diare akibat infeksi.