Jenis-Jenis Olahraga yang Bermanfaat Bagi Kesehatan Tubuh

Jenis-Jenis Olahraga yang Bermanfaat bagi Kesehatan Tubuh

30/07/2026Bumame

Pernah merasa sulit tidur meski sudah beraktivitas padat? Kondisi ini banyak dialami masyarakat modern yang kelelahan, namun pikiran di kepala menolak untuk beristirahat. Salah satu langkah sederhana untuk mengatasinya adalah dengan meluangkan waktu sejenak untuk melakukan olahraga ringan setiap hari.

Selain bisa membuat tidur lebih nyenyak, aktif berolahraga ini juga berperan dalam menjaga berat badan ideal, menurunkan risiko penyakit jantung, memperkuat daya tahan tubuh, hingga menjaga suasana hati. Tidak heran jika aktivitas ini menjadi salah satu pilar utama gaya hidup sehat.

Berapa Lama Intensitas Olahraga yang Baik?

Secara umum, olahraga adalah aktivitas fisik yang dilakukan secara terencana, terstruktur, dan berulang dengan tujuan meningkatkan atau mempertahankan kebugaran tubuh. Aktivitas ini dapat berupa latihan ringan hingga intensitas tinggi, tergantung usia, kondisi kesehatan, dan tujuan masing-masing individu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan orang dewasa melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150–300 menit setiap minggu atau aktivitas intensitas tinggi selama 75–150 menit setiap minggu. Rekomendasi ini bertujuan membantu menjaga kesehatan jantung, metabolisme, serta kesehatan mental.

Mengapa Olahraga Penting untuk Kesehatan?

Melakukan olahraga secara teratur memberikan manfaat yang tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga membantu menjaga kesehatan dalam jangka panjang. Beberapa manfaat utamanya di antaranya sebagai berikut.

1. Menjaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah

Aktivitas fisik membantu jantung memompa darah lebih efisien sehingga aliran oksigen ke seluruh tubuh menjadi lebih baik. Kebiasaan ini juga membantu mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterol.

2. Membantu Mengontrol Berat Badan

Kalori yang terbakar selama beraktivitas membantu menjaga keseimbangan antara energi yang masuk dan keluar. Jika dipadukan dengan pola makan seimbang, berat badan ideal akan lebih mudah dipertahankan.

3. Memperkuat Otot dan Tulang

Manfaat selanjutnya dari latihan yang melibatkan gerakan tubuh secara rutin adalah membantu mempertahankan massa otot sekaligus menjaga kepadatan tulang yang juga dapat jadi bekal kesehatan di masa tua nanti.

4. Mendukung Kesehatan Mental

Aktivitas fisik juga dapat meningkatkan produksi endorfin, yaitu hormon yang berperan dalam menciptakan perasaan nyaman. Karena itu, olahraga sering dikaitkan dengan penurunan stres dan perbaikan suasana hati.

5. Menurunkan Risiko Penyakit Kronis

Kebiasaan bergerak secara rutin berhubungan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2, stroke, penyakit jantung koroner, hingga beberapa jenis kanker seperti kanker usus besar, kanker payudara, hingga kanker hati.

Dampak Jika Tidak Pernah Berolahraga

Kurang bergerak atau jarang berolahraga dapat memicu berbagai gangguan kesehatan serius, di antaranya sebagai berikut.

  • Jantung yang jarang dilatih akan melemah dan menghambat kelancaran aliran darah hingga memicu stroke.

  • Tubuh akan kesulitan mengontrol kadar gula darah akibat penurunan sensitivitas insulin secara drastis.

  • Kalori yang tidak terbakar akan menumpuk menjadi lemak dan memicu obesitas sebagai akar berbagai penyakit.

  • Kepadatan tulang akan menurun drastis disertai pelemahan pada otot-otot di sekitar sendi.

  • Sistem kekebalan tubuh menjadi tidak aktif secara optimal sehingga tubuh lebih rentan terserang infeksi.

  • Risiko terkena beberapa jenis kanker mematikan seperti kanker usus besar dan payudara akan meningkat.

Jenis Olahraga yang Bermanfaat bagi Tubuh

Tidak semua olahraga harus dilakukan dengan intensitas tinggi. Berikut beberapa jenis yang dapat dipilih sesuai kebutuhan.

1. Jalan Kaki

Berjalan kaki selama 30 menit dapat meningkatkan sirkulasi darah tanpa memberikan beban berlebih pada sendi. Selain itu, jalan kaki secara berkala merupakan pondasi terbaik untuk menjaga kesehatan jantung jangka panjang.

2. Bersepeda

Berolahraga dengan intensitas ringan hingga sedang seperti bersepeda berfokus melatih kekuatan seluruh otot kaki. Targetkan durasi sekitar 30–45 menit per sesi dengan kayuhan yang konstan dan stabil.

Aktivitas ini sangat bagus untuk meningkatkan kebugaran kardiovaskular serta stamina harian. Bersepeda juga menjadi pilihan yang relatif aman bagi individu dengan keluhan persendian lutut.

3. Berenang

Latihan intensitas sedang ini melibatkan hampir seluruh otot pada tubuh, termasuk dapat mengencangkan otot betis dan menguatkan otot inti, bahu, paha, dan otot dada. Cukup lakukan olahraga air ini selama 20–30 menit, minimal sebanyak 2 kali seminggu.

Gerakan yang dilakukan selama berenang bantu meningkatkan kekuatan, fleksibilitas tubuh, serta mengoptimalkan kapasitas paru-paru. Karena dilakukan di dalam air, tekanan atau benturan pada persendian menjadi jauh lebih ringan.

4. Senam dan Yoga

Jenis olahraga ini berfokus pada intensitas ringan yang mengutamakan kelenturan dan keseimbangan. Anda bisa melakukan gerakan peregangan dan penguatan ini selama 15–30 menit per sesi. 

Kombinasi gerakannya sangat efektif untuk mengurangi ketegangan otot akibat beban aktivitas sehari-hari. Selain itu, rutin melakukan yoga juga membantu memperbaiki postur tubuh sekaligus menenangkan pikiran yang stres.

5. Lari

Lari merupakan olahraga kardio populer yang termasuk ke dalam kategori latihan dengan intensitas tinggi. Sebagai awal, mulailah dengan jogging santai selama 20-30 menit untuk melatih daya tahan.

Setelahnya, sesuaikan selalu kecepatan serta jarak lari dengan batas kemampuan fisik yang dimiliki. Pengaturan intensitas lari yang tepat akan mencegah risiko cedera dan mengoptimalkan kebugaran jantung.

Jenis Pemeriksaan Sebelum Memulai Program Olahraga

Bagi sebagian orang, terutama yang memiliki faktor risiko penyakit kronis, pemeriksaan kesehatan dapat menjadi langkah awal sebelum meningkatkan intensitas aktivitas fisik. Beberapa pemeriksaan yang biasanya direkomendasikan yakni sebagai berikut.

1. Pemeriksaan Tekanan Darah

Pemeriksaan intensitas risiko kardiovaskular ini menggunakan alat tensimeter digital atau manual yang bernama sfigmomanometer. Prosedur ini mengukur tekanan sistolik dan diastolik untuk mendeteksi gejala hipertensi secara dini. 

Pengukuran rutin sangat penting karena tekanan darah tinggi sering kali tidak memunculkan gejala luar. Hasil pemeriksaannya nanti akan menjadi acuan utama dokter dalam menyarankan intensitas olahraga yang aman bagi Anda.

2. Pemeriksaan Gula Darah

Skrining gula darah ini memanfaatkan alat glukometer melalui pengambilan sampel darah kecil di ujung jari. Pemeriksaan ini mencakup gula darah puasa (GDP) dan gula darah sewaktu (GDS) untuk mendeteksi risiko diabetes melitus

Kadar glukosa yang terkontrol dengan baik memastikan tubuh memiliki sumber energi optimal saat beraktivitas. Hasil tes ini membantu menyusun porsi asupan nutrisi dan target pembakaran kalori harian.

3. Profil Kolesterol

Pemeriksaan laboratorium ini menggunakan sampel darah vena untuk mengukur kadar lipid total tubuh. Komponen yang diperiksa meliputi kolesterol total, trigliserida, Low-Density Lipoprotein (LDL), dan High-Density Lipoprotein (HDL). Hasil pemeriksaan profil lipid ini akan membantu menentukan jenis olahraga kardio yang paling efektif.

4. Pemeriksaan Fungsi Jantung

Prosedur medis ini dilakukan menggunakan alat elektrokardiogram (EKG) atau melalui metode treadmill stress test. Pemeriksaan ini mendeteksi aktivitas kelistrikan jantung dan respons organ terhadap beban fisik yang meningkat. 

Langkah ini sangat direkomendasikan jika Anda memiliki riwayat nyeri dada atau sesak napas. Berdasarkan hasil rekam EKG, akan ditetapkan siap atau tidaknya jantung Anda menerima latihan fisik dengan intensitas tinggi.

5. Pemeriksaan Komposisi Tubuh dan IMT

Pemeriksaan ini menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) sekaligus memetakan persentase lemak, otot, dan air menggunakan alat timbangan digital, stadiometer, serta mesin Bioelectrical Impedance Analysis (BIA).

Hasil yang keluar nanti akan memberitahukan Anda mengenai kondisi obesitas maupun kekurangan massa otot. Informasi tadi akan memandu Anda dalam merancang target latihan fisik secara lebih tepat dan terukur.

Dukung Kebugaran dengan Energy Booster

Menjalani gaya hidup aktif membutuhkan stamina optimal setiap harinya. Bagi Anda yang sering kelelahan karena aktivitas padat, gunakan Energy Booster V-Boost Injection dari Bumame untuk bantu memulihkan energi dan mengembalikan stamina. Produk ini sudah bersertifikasi BPOM yang bisa membuat tubuh mendapatkan dukungan energi tambahan dengan aman.

Produk ini juga mengandung kombinasi zat aktif yang sangat penting untuk tubuh yang terdiri dari Thiamine atau dikenal sebagai Vitamin B1. Selain itu, terdapat pula Pyridoxine (B6) serta Cyanocobalamin (B12). 

Ketiga vitamin B kompleks tersebut dirancang khusus untuk memperbaiki sel yang lelah serta mengoptimalkan proses pengubahan makanan menjadi energi yang nantinya akan berguna dalam mencapai performa tubuh maksimum.

Kombinasi multivitamin tersebut juga memberikan manfaat untuk kesehatan seperti mencegah penyakit anemia hingga menjaga kesehatan jantung dan saraf. Bahkan, nutrisi tersebut mampu menurunkan risiko demensia dan osteoporosis.

Menariknya, dengan semua jenis zat aktif yang akan Anda dapatkan nanti, produk kesehatan ini ditawarkan hanya seharga Rp100.000,00 untuk satu tindakan dan sudah mencakup konsultasi dokter secara gratis. Selain itu, pelayanan home care, yang memungkinkan Anda untuk mendapat perawatan dari rumah, juga tersedia khusus area Jadetabek. Hal ini sangat memudahkan Anda yang sibuk agar tetap sehat.

Tips Memulai Olahraga dengan Aman

Agar manfaat olahraga dapat dirasakan tubuh secara optimal, lakukan beberapa tips seperti berikut.

1. Mulai dari Intensitas Ringan

Memulai kebiasaan baru tidak harus langsung dengan latihan berat yang menguras seluruh energi. Anda bisa memulainya dengan jalan kaki santai selama 20 hingga 30 menit beberapa kali dalam seminggu. Aktivitas sederhana ini sangat efektif untuk membiasakan otot dan sendi tubuh agar tidak kaget saat bergerak.

2. Lakukan secara Konsisten

Kunci utama dari keberhasilan olahraga adalah kontinuitas yang dijaga dalam jangka waktu yang panjang. Aktivitas fisik singkat selama 15 menit setiap hari terbukti jauh lebih bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Hal ini tentu lebih baik dibandingkan jika Anda berolahraga berat berjam-jam namun hanya dilakukan sebulan sekali.

3. Lakukan Pemanasan dan Pendinginan

Pemanasan berfungsi menyiapkan otot serta persendian agar lebih lentur. Sementara pendinginan berguna untuk mengembalikan detak jantung dan tekanan darah ke kondisi normal secara bertahap. Jangan pernah melewatkan dua tahap penting ini di setiap awal dan akhir dari sesi latihan karena bisa membuat cedera otot.

4. Penuhi Kebutuhan Cairan

Saat tubuh bergerak aktif, cairan tubuh akan keluar dalam bentuk keringat yang banyak sehingga menyebabkan dehidrasi sebesar 2%. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu mencukupi kebutuhan air putih dengan baik. Minumlah secara berkala, mulai dari sebelum memulai latihan, di sela-sela aktivitas, maupun setelah selesai.

5. Dengarkan Kondisi Tubuh

Setiap orang memiliki batas kemampuan fisik yang berbeda-beda ketika mereka sedang melakukan aktivitas fisik. Anda harus segera menghentikan olahraga jika mulai merasakan nyeri dada, pusing, atau sesak napas. Jika kondisi kurang nyaman tersebut tidak kunjung membaik, segera lakukan konsultasi ke tenaga medis.

Satu Langkah Lebih Sehat dengan Rutin Berolahraga

Menjadikan olahraga sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan. Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur membantu menjaga kesehatan jantung, meningkatkan kekuatan otot, mengontrol berat badan, sekaligus mendukung kesehatan mental.

Apabila Anda baru ingin memulai atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Lakukan juga pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mengetahui kondisi tubuh secara menyeluruh sehingga program latihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Lokasi Klinik Bumame

1. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

4. Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

References:

  1. World Health Organization. (2020). WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour.

  2. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2025). Latihan Fisik yang Baik untuk Kesehatan Tulang dan Sendi.

  3. Centers for Disease Control and Prevention. (2025). About Physical Activity.

  4. Universitas Muhammadiyah Sukabumi. (2024). JALAN KAKI SEBAGAI SALAH SATU FAKTOR DALAM MENJAGA KESEHATAN JANTUNG.

  5. Ayo Sehat Kemkes. (2023). Memulai Lari Bagi Pemula.

  6. International Journal for Equity in Health. (2025). An empirical study of 15-minute fitness circles and the health of Chinese older adults-based on the mediating effect of physical activity.

  7. Sports Medicine. (2015). Hypohydration and Human Performance: Impact of Environment and Physiological Mechanisms.

Ditinjau oleh: dr. Talitha Amalia

FAQ Seputar Olahraga untuk Kesehatan

Berapa lama durasi olahraga yang dianjurkan?

Orang dewasa dianjurkan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150–300 menit per minggu atau aktivitas intensitas tinggi selama 75–150 menit per minggu. Durasi tersebut membantu menjaga kesehatan jantung, metabolisme, dan kesehatan mental.

Apa saja manfaat olahraga bagi kesehatan tubuh?

Olahraga bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, membantu mengontrol berat badan, memperkuat otot dan tulang, mendukung kesehatan mental, serta menurunkan risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, stroke, penyakit jantung koroner, dan beberapa jenis kanker.

Apa dampaknya jika jarang berolahraga?

Kurang bergerak dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti melemahnya fungsi jantung, gangguan pengendalian gula darah, obesitas, penurunan kepadatan tulang dan kekuatan otot, melemahnya sistem kekebalan tubuh, hingga meningkatnya risiko beberapa jenis kanker.

Jenis olahraga apa yang baik untuk kesehatan?

Beberapa pilihan olahraga yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan antara lain jalan kaki, bersepeda, berenang, senam atau yoga, serta lari. Masing-masing memiliki manfaat tersendiri, mulai dari meningkatkan kebugaran jantung, memperkuat otot, hingga melatih fleksibilitas dan keseimbangan tubuh.

Apakah perlu pemeriksaan kesehatan sebelum mulai berolahraga?

Pada sebagian orang, terutama yang memiliki faktor risiko penyakit kronis, pemeriksaan kesehatan dapat dianjurkan sebelum meningkatkan intensitas olahraga. Pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi tekanan darah, gula darah, profil kolesterol, fungsi jantung, serta komposisi tubuh dan indeks massa tubuh (IMT).

Bagaimana cara memulai olahraga dengan aman?

Mulailah dengan intensitas ringan, lakukan secara konsisten, selalu melakukan pemanasan dan pendinginan, memenuhi kebutuhan cairan, serta memperhatikan respons tubuh selama berolahraga. Hentikan aktivitas dan konsultasikan ke tenaga medis jika muncul keluhan seperti nyeri dada, pusing, atau sesak napas.

Mengapa olahraga perlu dilakukan secara rutin?

Manfaat olahraga akan lebih optimal jika dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang. Aktivitas fisik singkat yang dilakukan setiap hari lebih bermanfaat dibandingkan olahraga berat yang hanya dilakukan sesekali.

Mengapa olahraga penting sebagai bagian dari gaya hidup sehat?

Menjadikan olahraga sebagai rutinitas membantu menjaga kesehatan jantung, meningkatkan kekuatan otot, mengontrol berat badan, dan mendukung kesehatan mental. Bagi orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, berkonsultasi dengan dokter serta melakukan pemeriksaan kesehatan berkala dapat membantu menyesuaikan program latihan dengan kondisi tubuh.