Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mengenal Amenore: Penyebab Berhentinya Haid pada Wanita
Kembali ke Artikel & Berita

Mengenal Amenore: Penyebab Berhentinya Haid pada Wanita

SBATips Kesehatan

Sudah lewat tanggal, tapi menstruasi belum juga datang. Banyak wanita menganggap siklus menstruasi bulanan sebagai rutinitas biasa yang menandakan bahwa kesehatan reproduksi berjalan baik. Telat sesekali pun wajar dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Namun, jika haid tidak muncul berbulan-bulan, kondisi ini biasa disebut amenore.

Tidak datang bulan dalam waktu lama biasanya akan memicu rasa cemas, kebingungan, dan berbagai pertanyaan di pikiran. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas gejala yang bisa menyertainya, penyebab, pemeriksaan, dan kapan Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Apa Itu Amenore?

Amenorrhea atau amenore adalah kondisi di mana wanita usia reproduksi tidak mengalami haid sama sekali atau haidnya berhenti. Kondisi ini bukan penyakit yang berdiri sendiri, melainkan gejala yang menandakan adanya perubahan medis, gangguan hormonal, atau faktor gaya hidup tertentu di dalam tubuh.

Secara umum, dokter mengklasifikasikannya menjadi dua jenis utama, berikut di antaranya.

  • Amenore Primer: Remaja putri belum pernah mengalami menstruasi sama sekali hingga usia 15 tahun, padahal tubuhnya sudah menunjukkan tanda perkembangan seksual sekunder, seperti payudara yang membesar.

  • Amenore Sekunder: Wanita yang sebelumnya haid secara teratur tiba-tiba berhenti menstruasi selama 3 bulan berturut-turut, atau selama 6 bulan berturut-turut jika sebelumnya siklus haid cenderung tidak teratur.

Perlu diingat, amenore tidak selalu berarti ada penyakit. Haid memang berhenti saat hamil, menyusui, dan setelah menopause. Karena itu, lebih tepat jika memahami amenorrhea sebagai tanda yang perlu dicari penyebabnya, bukan diagnosis tersendiri.

Gejala dan Tanda yang Perlu Diperhatikan

Gejala utama amenore yang jelas yaitu haid berhenti keluar sesuai jadwal biasanya. Tapi penyebabnya berbeda-beda, jadi Anda juga bisa merasakan beberapa tanda lain. Beberapa gejala yang sering muncul bersamaan adalah sebagai berikut.

  • Puting mengeluarkan cairan seperti ASI, padahal Anda tidak hamil atau menyusui.

  • Rambut rontok lebih banyak dari biasanya.

  • Anda sering sakit kepala atau pusing.

  • Penglihatanmu berubah.

  • Jerawat muncul berlebihan atau bulu halus di wajah dan tubuh tumbuh lebih banyak (hirsutisme).

  • Anda merasakan nyeri di panggul atau perut bagian bawah.

  • Anda tiba-tiba merasa panas (hot flashes) dan berkeringat di malam hari.

Gejala-gejala ini tidak langsung berarti ada penyakit serius. Tapi kalau beberapa muncul bersamaan, dokter bisa lebih mudah menebak apakah masalahnya ada di hormon, kelenjar, atau organ reproduksi. Jadi, catat saja apa saja yang Anda rasakan agar lebih mudah diceritakan saat konsultasi nanti.

Penyebab dan Faktor Risiko Amenore

Penyebab amenorrhea cukup beragam, mulai dari yang alami hingga yang berhubungan dengan kondisi medis. Berikut beberapa di antaranya.

Penyebab Alami

Tubuh wanita secara alami dapat menghentikan haid. Misalnya saat sedang hamil, menyusui bayinya secara eksklusif, atau sudah memasuki fase menopause.

Alat Kontrasepsi dan Obat-obatan

Beberapa jenis kontrasepsi seperti pil KB, suntik KB, atau implan sering membuat lapisan rahim menipis. Akibatnya, darah menstruasi menjadi sangat sedikit atau bahkan berhenti sama sekali. Selain itu, obat-obatan seperti antidepresan, obat tekanan darah tinggi, dan obat kemoterapi juga bisa memicu kondisi ini.

Faktor Gaya Hidup dan Stres

Keseimbangan hormon reproduksi sangat sensitif terhadap pola hidup sehari-hari. Beberapa faktor yang sering memicu amenore antara lain.

  • Berat badan terlalu rendah: Menurunkan berat badan secara drastis atau memiliki berat badan sangat rendah bisa mengganggu fungsi hormon reproduksi.

  • Olahraga terlalu intens: Berolahraga berlebihan tanpa asupan kalori yang cukup memberi tekanan besar pada tubuh yang membuat otak mematikan sinyal pembentukan hormon haid.

  • Stres emosional: Stres meningkatkan hormon kortisol di tubuh. Hormon ini lalu mengganggu kerja hipotalamus di otak yang mengatur hormon reproduksi seperti estrogen dan progesteron. Akibatnya, siklus menstruasi bisa jadi tidak teratur, terlambat, atau bahkan berhenti sementara (amenore sekunder).

Ketidakseimbangan Hormon dan Kondisi Medis

Beberapa gangguan kesehatan yang memengaruhi sistem endokrin sering menjadi penyebab utama jenis amenorrhea sekunder seperti:

  • Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS): Kondisi ini meningkatkan kadar hormon androgen dan mengganggu proses ovulasi alami.

  • Gangguan kelenjar tiroid: Baik hipertiroid (tiroid terlalu aktif) maupun hipotiroid (tiroid kurang aktif) dapat merusak keteraturan siklus haid.

  • Tumor pituitari: Tumor jinak di kelenjar otak bisa meningkatkan produksi hormon prolaktin, yang kemudian menekan menstruasi.

Kelainan Struktur Organ

Jaringan parut di dalam rahim (seperti pada sindrom Asherman) setelah tindakan medis tertentu, atau kelainan bawaan pada organ reproduksi, juga bisa membuat darah haid tidak keluar secara normal.

Diagnosis dan Pemeriksaan Medis

Untuk mengetahui penyebab pasti haid berhenti, Anda perlu menjalani pemeriksaan medis secara menyeluruh. Dokter biasanya melakukan langkah-langkah berikut.

  • Tes kehamilan: Dokter akan meminta Anda melakukan tes kehamilan lebih dulu untuk memastikan apakah haid berhenti karena hamil atau karena faktor lain.

  • Pemeriksaan darah dan hormon: Dokter menyarankan tes laboratorium untuk mengukur kadar hormon penting, seperti FSH, LH, TSH, prolaktin, estrogen, dan androgen.

  • Pemeriksaan pencitraan (USG/MRI): Dokter menggunakan USG panggul untuk melihat langsung kondisi rahim dan ovarium. Jika mencurigai adanya masalah pada kelenjar pituitari, dokter juga dapat meminta Anda menjalani MRI otak.

Jika ingin tahu kondisi tubuh dan kadar hormon secara jelas, Anda bisa melakukan MCU Basic Cek Hormon di Bumame. Pemeriksaan ini membantu Anda mendeteksi masalah sejak dini dan melihat gambaran kadar hormon dalam tubuh.

Pilihan Penanganan dan Pengobatan 

Dokter menentukan penanganan amenore berdasarkan penyebabnya. Mereka akan berfokus untuk mengatasi akar masalah, memulihkan keseimbangan hormon, dan mencegah komplikasi jangka panjang seperti osteoporosis atau gangguan kesuburan. Beberapa penanganan medis yang umum dilakukan.

  • Terapi hormon: Jika hormon tidak seimbang atau ovarium tidak berfungsi dengan baik, dokter akan meresepkan terapi hormon pengganti atau pil kontrasepsi. Terapi ini merangsang keluarnya darah haid sekaligus melindungi kesehatan tulang.

  • Pengobatan gangguan tiroid atau PCOS: Dokter memberikan obat khusus untuk menstabilkan fungsi tiroid atau memperbaiki sensitivitas insulin pada penderita PCOS.

  • Penyesuaian gaya hidup: Jika penyebabnya penurunan berat badan drastis, stres, atau olahraga berlebihan, dokter akan menyarankan konsultasi gizi, konseling psikologis, dan pengaturan porsi olahraga. Dengan begitu, tubuh bisa kembali ke kondisi yang cukup sehat untuk berovulasi.

  • Tindakan bedah: Pada kasus tertentu, dokter melakukan operasi, misalnya mengangkat jaringan parut di dalam rahim atau mengatasi tumor jinak pada kelenjar pituitari.

Strategi Pencegahan

Kita memang tidak bisa mencegah semua jenis amenore. Kehamilan, menyusui, menopause, dan faktor keturunan berada di luar kendali kita. Meski begitu, Anda tetap bisa menjaga siklus haid dengan kebiasaan sederhana berikut.

  • Jaga berat badan ideal: Makan makanan bergizi seimbang dan hindari diet ekstrem yang tiba-tiba memotong asupan kalori.

  • Berolahraga dengan bijak: Lakukan aktivitas fisik secara rutin, tapi jangan paksakan tubuh melebihi batas kemampuannya.

  • Kelola stres: Coba teknik relaksasi, meditasi, atau kegiatan yang Anda suka supaya mental tetap sehat dan otak tetap memproduksi hormon dengan stabil.

  • Catat siklus haid: Pakai kalender atau aplikasi pemantau haid untuk mencatat tanggal mulai dan selesai menstruasi. Dengan begitu, Anda langsung tahu jika haid terlambat.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Meski tidak selalu berbahaya, jangan sepelekan gejala amenore. Segera temui dokter spesialis kebidanan dan kandungan jika Anda mengalami salah satu kondisi berikut.

  • Anda belum pernah haid sama sekali meski usia sudah lebih dari 15 tahun.

  • Haid Anda berhenti selama 3 bulan berturut-turut (jika sebelumnya teratur) atau 6 bulan (jika sebelumnya tidak teratur).

  • Siklus haid Anda tiba-tiba kacau, padahal sebelumnya selalu teratur.

  • Haid Anda berhenti disertai pusing hebat, gangguan penglihatan, rambut rontok parah, atau cairan yang keluar dari puting.

Jangan tunda memeriksakan kondisi tubuh. Mulailah dengan pemeriksaan yang akurat agar Anda segera mendapatkan kepastian medis. Anda bisa langsung booking layanan MCU Basic Cek Hormon di Bumame untuk memantau profil hormon secara praktis dan terpercaya, sebelum berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter ahli.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Mayo Clinic — Amenorrhea: Symptoms and Causes

  2. Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development — Amenorrhea

  3. American College of Obstetricians and Gynecologists — Amenorrhea: Absence of Periods

  4. Klein, D. A., & Poth, M. A. — Amenorrhea: An Approach to Diagnosis and Management

  5. Johns Hopkins Medicine — Amenorrhea

Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani

Frequently Asked Question

Apa itu amenore?

Amenore adalah kondisi ketika wanita usia reproduksi tidak mengalami menstruasi atau haidnya berhenti. Kondisi ini dapat menjadi tanda perubahan medis, gangguan hormonal, atau faktor gaya hidup tertentu. Amenore dibagi menjadi amenore primer dan sekunder.

Apa saja penyebab amenore?

Amenore dapat disebabkan oleh kehamilan, menyusui, menopause, penggunaan kontrasepsi tertentu, obat-obatan, stres, berat badan terlalu rendah, olahraga berlebihan, PCOS, gangguan tiroid, tumor pituitari, atau kelainan struktur organ reproduksi.

Apakah stres bisa membuat haid berhenti?

Ya. Stres emosional dapat mengganggu kerja hipotalamus yang mengatur hormon reproduksi. Akibatnya, siklus menstruasi bisa menjadi tidak teratur, terlambat, atau berhenti sementara.

Bagaimana amenore didiagnosis dan ditangani?

Dokter dapat melakukan tes kehamilan, pemeriksaan darah dan hormon, serta USG atau MRI sesuai kebutuhan. Penanganan ditentukan berdasarkan penyebabnya, misalnya terapi hormon, pengobatan gangguan tiroid atau PCOS, penyesuaian gaya hidup, maupun tindakan bedah pada kondisi tertentu.

Kapan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika haid berhenti?

Konsultasikan dengan dokter jika belum pernah haid hingga usia 15 tahun, haid berhenti selama tiga bulan berturut-turut setelah sebelumnya teratur, atau enam bulan jika siklus sebelumnya tidak teratur. Periksakan diri juga jika haid berhenti disertai pusing hebat, gangguan penglihatan, rambut rontok parah, atau cairan dari puting.