Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Botak: Jenis, Penyebab, dan Cara Mengatasinya Sesuai Pola
Kembali ke Artikel & Berita

Botak: Jenis, Penyebab, dan Cara Mengatasinya Sesuai Pola

SBATips Kesehatan

Foto lama di galeri ponsel sering menjadi pembanding yang jujur. Dahi tampak lebih lebar, belahan rambut makin lapang, atau tukang cukur menyebut puncak kepala Anda mulai tipis.

Botak punya banyak jenis. Sebagian tumbuh kembali dengan sendirinya, sebagian membaik dengan pengobatan, dan sebagian menetap bila tempat tumbuh rambut sudah rusak. Mengenali polanya sejak awal membantu Anda memilih langkah yang sesuai.

Artikel ini membahas jenis dan pemicu botak, peluang rambut tumbuh lagi, pemeriksaan di dokter, dan pilihan penanganannya.

Apa yang Dimaksud dengan Botak?

Botak atau alopesia adalah hilangnya rambut hingga kulit kepala tampak jelas, baik merata, membentuk pola, maupun berupa bercak. Kemenkes menyebut kerontokan yang terus-menerus bisa berujung kebotakan, sehingga penyebabnya perlu dicari.

Dokter juga membedakan kebotakan dengan dan tanpa jaringan parut. Tanpa jaringan parut, folikel atau kantong tempat rambut tumbuh masih hidup, sehingga rambut masih mungkin tumbuh kembali.

Rontok hingga sekitar 100 helai per hari termasuk bagian dari siklus tumbuh rambut yang wajar.

Membaca Jenis Botak dari Pola di Kulit Kepala

Bentuk dan lokasi kerontokan memberi petunjuk awal tentang penyebabnya.

1. Garis Rambut Mundur dan Puncak Kepala Menipis

Ini pola khas botak keturunan atau alopesia androgenetik pada pria. Menurut MedlinePlus, garis rambut mundur dari kedua pelipis membentuk huruf M, lalu puncak kepala ikut menipis. Pola ini bisa muncul sejak remaja, dan lebih dari 50% pria di atas usia 50 tahun mengalami kerontokan dalam derajat tertentu. Tahapannya dinilai dengan skala Norwood-Hamilton.

2. Belahan Rambut yang Makin Lebar

Pada wanita, pola keturunan tampak sebagai rambut yang menipis di atas kepala dan belahan tengah yang melebar, sedangkan garis rambut depan biasanya tetap. Kondisi ini jarang berujung botak total dan lebih sering muncul setelah menopause. Tahapannya dinilai dengan skala Ludwig.

3. Bercak Botak Bulat yang Muncul Tiba-tiba

Bercak ini khas alopesia areata, yaitu kebotakan akibat sistem imun yang menyerang folikel. Bentuknya bulat, berbatas tegas, dan bisa juga muncul di alis atau bulu mata. Kemenkes mencatat kerontokannya berkembang dalam hitungan hari hingga minggu. Sekitar 60% penderita kondisi autoimun ini berusia di bawah 30 tahun.

4. Garis Rambut Menipis di Area yang Sering Ditarik

Kuncir, kepang, atau sanggul yang kencang terus menarik akar rambut dan lama-lama memicu alopesia traksi atau botak akibat tarikan. Perhimpunan dokter kulit Amerika (AAD) menyebut gesekan topi atau kerudung juga bisa memicunya, khususnya bila rambut ditarik kencang sebelum ditutup. Tanda awalnya berupa rambut patah di sekitar dahi dan garis rambut yang mundur.

5. Rontok Merata Beberapa Bulan setelah Pemicu

Beberapa bulan setelah melahirkan, sakit, operasi, atau masa penuh tekanan, rambut bisa rontok merata ke seluruh kepala. Kondisi yang disebut telogen effluvium ini biasanya mereda dengan sendirinya.

6. Area Bersisik dengan Titik Hitam Kecil

Infeksi jamur kulit kepala atau tinea capitis menimbulkan area bersisik yang kadang meradang, dengan titik hitam dari batang rambut yang patah. Kondisi yang juga disebut kurap kulit kepala ini bisa meninggalkan bercak botak dan perlu diobati dokter.

7. Botak Menetap akibat Jaringan Parut

Pada alopesia sikatrikal atau botak dengan jaringan parut, peradangan merusak folikel sehingga rambut tidak tumbuh lagi. Pemicunya antara lain lupus, infeksi, trauma, dan tarikan yang berlangsung lama.

Faktor yang Membuat Rambut Lebih Mudah Menipis

Sejumlah faktor membuat kebotakan lebih mungkin terjadi:

  • Keturunan dan hormon. Pola keturunan berkaitan dengan hormon androgen, khususnya dihidrotestosteron (DHT). Enzim 5-alfa reduktase mengubah testosteron menjadi DHT, yang membuat folikel mengecil sehingga rambut makin tipis dan pendek.

  • Perubahan hormon pada wanita. Kemenkes mencatat masa setelah melahirkan dan menopause sebagai pemicu rambut rontok. Gangguan hormon seperti PCOS juga bisa membuat rambut kepala menipis.

  • Penyakit dan kekurangan gizi. Kemenkes mencatat lupus, anemia, diabetes, dan gangguan tiroid sebagai pemicu kerontokan. Kekurangan zat besi, protein, atau seng juga bisa memicu rontok yang pulih setelah kebutuhannya tercukupi.

  • Obat, terapi kanker, dan stres berat. Efek samping obat kemoterapi bisa membuat hampir seluruh rambut rontok dalam beberapa minggu, lalu rambut biasanya mulai tumbuh beberapa bulan setelah terapi selesai. Obat pengencer darah, golongan penghambat beta, pil KB, stres berat, dan berat badan yang turun drastis juga tercatat sebagai pemicu.

Bisakah Rambut Tumbuh Lagi pada Setiap Jenis Botak?

Peluang rambut tumbuh kembali bergantung pada kondisi folikel dan pemicunya.

Jenis botak

Peluang tumbuh kembali

Yang menentukan

Pola keturunan

Kerontokan bisa melambat dan sebagian rambut tumbuh dengan pengobatan

Pengobatan dimulai lebih awal dan dipakai terus

Bercak botak bulat

Bisa tumbuh lagi, kadang tanpa pengobatan

Pengobatan membantu bila rambut tidak tumbuh sendiri

Rontok setelah melahirkan, sakit, atau stres

Umumnya tebal kembali dalam 6 sampai 9 bulan setelah rontok berhenti

Pemicunya sudah berlalu

Akibat tarikan

Masih mungkin pada tahap awal

Kulit yang sudah licin mengilap tidak menumbuhkan rambut lagi

Infeksi jamur kulit kepala

Cenderung tumbuh setelah infeksi sembuh

Pengobatan dengan obat antijamur

Jaringan parut

Folikel yang rusak tidak menumbuhkan rambut

Penanganan dini mencegah botak meluas

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Kapan Kebotakan Perlu Diperiksakan ke Dokter?

StatPearls mencatat botak bisa berdampak besar pada rasa percaya diri, tetapi banyak orang malu memeriksakan diri. NHS menyarankan pemeriksaan ke dokter bila Anda khawatir, termasuk sebelum mendatangi klinik perawatan rambut komersial. Periksakan diri lebih awal bila mengalami hal berikut:

  • Bercak botak yang muncul tiba-tiba. Bercak yang terbentuk dalam hitungan hari perlu dinilai dokter. Pemeriksaan membantu membedakan serangan sistem imun dari infeksi.

  • Kulit kepala gatal, bersisik, atau meradang. Keluhan ini bisa menyertai infeksi jamur atau peradangan yang merusak folikel. Penanganan dini mencegah botak meluas.

  • Garis rambut mundur atau belahan melebar. Pengobatan pola keturunan bekerja lebih baik bila dimulai lebih awal. Tanpa pengobatan, kerontokan cenderung berlanjut.

  • Rontok disertai keluhan lain. Haid tidak teratur, jerawat, atau rambut berlebih di tubuh bisa berkaitan dengan PCOS. Kerontokan juga bisa menandakan gangguan tiroid atau kekurangan zat besi.

Cara Dokter Menentukan Jenis Kebotakan

Langkah yang biasa dilakukan dokter kulit meliputi:

  • Tanya jawab. Dokter menanyakan lama dan kecepatan kerontokan, obat yang dikonsumsi, dan riwayat botak di keluarga. Satu orang bisa punya lebih dari satu penyebab sekaligus.

  • Pemeriksaan kulit kepala. Dokter memeriksa kulit kepala dan kuku, termasuk dengan alat pembesar dermoskop, untuk melihat ada tidaknya jaringan parut. Tarikan lembut pada rambut menunjukkan apakah kerontokan sedang aktif.

  • Tes darah atau biopsi. Bila dicurigai penyakit, kekurangan vitamin, gangguan hormon, atau infeksi, dokter bisa meminta tes darah seperti darah lengkap, kadar ferritin, vitamin D, dan hormon tiroid. Biopsi atau pengambilan sampel jaringan kulit kepala bisa dilakukan bila diagnosisnya belum jelas.

Tes Darah untuk Menelusuri Pemicu dari Dalam Tubuh

Rontok yang menyeluruh bisa berkaitan dengan kekurangan zat besi atau seng dan gangguan tiroid yang bisa ditelusuri lewat tes darah. MCU Hair Panel (Core) memuat hematologi lengkap, ferritin, TSHs, vitamin D 25-OH total, dan Zn serum. Pemeriksaan ini memakai sampel darah, tidak perlu puasa, tersedia secara Walk In maupun Home Care, dan hasilnya keluar lebih dari 1x24 jam. Jenis botak tetap ditentukan dokter lewat pemeriksaan kulit kepala.

Pilihan Penanganan yang Bisa Ditawarkan Dokter

Penanganan disesuaikan dengan jenis dan penyebabnya, dan pada sebagian orang rambut tumbuh sendiri tanpa pengobatan. Pilihan dari dokter meliputi:

  • Obat untuk pola keturunan. Obat oles membantu pada kerontokan tahap awal. Pria bisa mendapat obat minum golongan penghambat 5-alfa reduktase, sedangkan wanita bisa mendapat obat golongan antiandrogen. Hasilnya tidak sama pada setiap orang, baru terlihat setelah sedikitnya 4 sampai 6 bulan, dan hilang bila obat dihentikan.

  • Suntikan kortikosteroid. Suntikan ke area bercak membantu rambut tumbuh lagi. Dalam satu studi pada 127 pasien dengan bercak botak, lebih dari 80% menumbuhkan kembali setidaknya separuh rambutnya dalam 12 minggu.

  • Obat antijamur. Infeksi jamur kulit kepala memerlukan obat antijamur dari dokter. Rambut cenderung tumbuh kembali setelah infeksinya sembuh.

  • Terapi laser dan PRP. Terapi laser tingkat rendah memerlukan banyak sesi selama berbulan-bulan. Pada PRP atau plasma kaya trombosit, sedikit darah Anda diolah, lalu salah satu bagiannya disuntikkan ke area yang menipis secara berulang.

  • Transplantasi rambut. Pilihan ini bisa memberi hasil permanen untuk pola keturunan. Syaratnya, rambut di area donor masih cukup untuk menutup bagian yang botak.

  • Mengatasi pemicunya. Penyakit tiroid diobati dan gaya rambut yang menarik diubah. Suplemen zat besi atau seng sebaiknya diminum hanya bila tes darah menunjukkan kekurangan, karena zat besi berlebih bisa menyebabkan keracunan.

Langkah Menjaga Rambut yang Masih Ada

Pola keturunan diturunkan dalam keluarga, sehingga langkah utamanya adalah memeriksakan diri sejak tanda awal. Untuk jenis lain, kebiasaan berikut membantu:

  • Longgarkan ikatan rambut. Ganti gaya rambut secara berkala dan pakai kepang tidak lebih dari 6 sampai 8 minggu. Bagi yang berhijab, ikat rambut dengan longgar di bawahnya dan pilih penutup berbahan sutra atau satin.

  • Rawat rambut dengan lembut. Batasi pewarnaan, pengeritingan, dan pelurusan. Kerusakan yang berulang akibat perawatan ini bisa berujung kerontokan.

  • Jaga pola hidup sehat. Kemenkes menyarankan meredakan stres, berolahraga rutin, dan tidur cukup. Cukupi gizi dari menu seimbang dan hindari diet yang membuat berat badan turun drastis.

Periksakan Lebih Awal agar Pilihan Penanganan Lebih Banyak

Banyak jenis botak bisa membaik bila penyebabnya ditemukan lebih awal, jadi periksakan perubahan pada rambut Anda ke dokter kulit. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. American Academy of Dermatology Association. Hair loss: Who gets and causes.

  2. American Academy of Dermatology Association. Hair loss: Diagnosis and treatment.

  3. American Academy of Dermatology Association. Hairstyles that pull can lead to hair loss.

  4. MedlinePlus Genetics, National Library of Medicine. Androgenetic alopecia.

  5. Ho CH, Sood T, Zito PM (StatPearls, NCBI Bookshelf). Androgenetic Alopecia.

  6. NHS. Hair loss.

  7. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Rambut Rontok.

  8. Harris B (Ibnu Sina, Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara). Kerontokan dan Kebotakan pada Rambut.

Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani

Frequently Asked Question

Apakah botak bisa tumbuh lagi?

Peluang rambut tumbuh kembali bergantung pada jenis kebotakan. Bercak botak bulat, kerontokan setelah melahirkan atau sakit, dan kebotakan akibat infeksi jamur umumnya bisa membaik. Namun, folikel yang rusak akibat jaringan parut tidak lagi menumbuhkan rambut.

Apakah botak keturunan berasal dari ayah atau ibu?

Pola pewarisan kebotakan keturunan belum sepenuhnya jelas karena melibatkan banyak faktor genetik dan lingkungan. Memiliki kerabat dekat dengan pola kebotakan serupa termasuk faktor risiko.

Apakah wanita juga bisa botak?

Bisa. Pada wanita, kebotakan keturunan biasanya terlihat sebagai rambut yang menipis di bagian atas kepala dan belahan tengah yang melebar. Kondisi ini jarang menyebabkan kebotakan total.

Apakah stres bisa menyebabkan botak?

Stres berat dapat memicu kerontokan merata beberapa bulan setelah pemicunya. Rambut umumnya kembali tebal dalam 6–9 bulan setelah kerontokan berhenti. Stres emosional juga termasuk faktor yang dapat memengaruhi munculnya bercak botak bulat.

Apakah memakai hijab atau topi bisa membuat botak?

Gesekan berulang dari penutup kepala dapat memicu kebotakan akibat tarikan, terutama jika rambut diikat terlalu kencang. Longgarkan ikatan rambut dan pilih penutup kepala berbahan lembut seperti sutra atau satin.