Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Rambut Lepek: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Kapan Perlu ke Dokter
Kembali ke Artikel & Berita

Rambut Lepek: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Kapan Perlu ke Dokter

SBATips Kesehatan

Rambut baru dikeramas pagi hari, tetapi sorenya poni sudah menempel di dahi dan helai rambut tampak mengilap. Banyak orang lalu menunda keramas karena khawatir kulit kepala makin berminyak bila sering dicuci.

Rambut lepek umumnya berkaitan dengan minyak kulit kepala dan cara merawat rambut. Pada sebagian orang, keluhan ini datang bersama ketombe, gatal, atau tanda perubahan hormon yang perlu diperhatikan.

Artikel ini membahas penyebabnya, temuan riset soal frekuensi keramas, cara mengatasi, dan tanda yang perlu diperiksakan ke dokter.

Apa Itu Rambut Lepek?

Rambut lepek adalah istilah sehari-hari untuk rambut yang tampak lemas, berminyak, dan menempel ke kulit kepala sehingga kehilangan volume.

Kulit kepala memiliki banyak kelenjar sebasea atau kelenjar minyak yang menempel pada folikel rambut, kantong kecil tempat rambut tumbuh. Menurut MSD Manual, kelenjar ini menghasilkan sebum, minyak alami yang keluar ke permukaan kulit melalui pori. Saat produksinya tinggi atau minyak bercampur dengan keringat dan sisa produk, helai rambut saling menempel.

Kenapa Rambut Cepat Lepek?

Beberapa penyebab berikut sering muncul bersamaan:

  • Produksi minyak yang tinggi. Saat pubertas, hormon androgen seperti testosteron merangsang kelenjar minyak sehingga minyak diproduksi berlebih. Menurut MSD Manual, kadar hormon ini biasanya menurun pada awal hingga pertengahan usia 20-an.

  • Kondisioner dan produk yang menumpuk. Kondisioner, minyak rambut, atau produk penata yang mengenai kulit kepala bisa menumpuk bersama sel kulit mati dan minyak. Hasilnya, rambut terasa berat walau baru dicuci.

  • Jarak keramas terlalu lama. American Academy of Dermatology (AAD) menyarankan jadwal keramas mengikuti seberapa cepat rambut kotor atau berminyak. Minyak yang menumpuk juga menjadi makanan jamur Malassezia, yang menurut Mayo Clinic hidup di kulit kepala kebanyakan orang dewasa.

  • Keringat dan udara lembap. Cuaca panas, udara lembap, dan aktivitas fisik membuat kulit kepala mudah berkeringat. Keringat yang bercampur minyak membuat rambut halus cepat menempel.

  • Ketombe dan dermatitis seboroik. Ketombe adalah bentuk ringan dermatitis seboroik, salah satu jenis dermatitis di area kaya kelenjar minyak seperti kulit kepala dan wajah. Kemenkes menyebut produksi minyak berlebih sebagai salah satu faktor yang berhubungan dengannya.

  • Perubahan hormon. Perempuan dengan PCOS memiliki kadar androgen lebih tinggi dari normal, hormon yang juga merangsang kelenjar minyak. Perubahan hormon perempuan saat haid dan kehamilan juga bisa memengaruhi kulit, misalnya memicu jerawat.

Siapa yang Lebih Mudah Mengalaminya?

Risiko kulit kepala berminyak dan ketombe lebih tinggi pada kelompok berikut:

  • Remaja, dewasa muda, dan laki-laki. Kelenjar minyak lebih aktif sejak pubertas, dan Mayo Clinic mencatat ketombe sering mulai muncul di usia dewasa muda. Ketombe dan dermatitis seboroik juga lebih sering ditemukan pada laki-laki.

  • Orang yang sedang stres. Stres bisa memperburuk ketombe dan termasuk faktor yang berhubungan dengan dermatitis seboroik. Udara dingin dan kering juga tercatat sebagai pemicu.

  • Orang dengan kondisi medis tertentu. Gangguan saraf seperti Parkinson, infeksi HIV, dan daya tahan tubuh yang lemah meningkatkan risiko ketombe. Riwayat keluarga dengan dermatitis seboroik atau psoriasis juga berperan.

Ciri Rambut Lepek dan Keluhan yang Menyertainya

1. Rambut Mengilap dan Menempel di Kulit Kepala

Helai rambut di poni dan ubun-ubun tampak mengilap seperti basah walau tidak terkena air. Rambut sulit diatur, dan pola ini umumnya muncul sehari setelah keramas.

2. Volume Hilang Meski Baru Keramas

Rambut yang lemas beberapa jam setelah keramas sering berkaitan dengan cara memakai produk. Kondisioner yang dioleskan sampai ke akar atau bilasan yang kurang bersih membuat rambut terasa berat.

3. Serpihan Kulit di Rambut dan Bahu

Serpihan kulit terlihat di rambut, alis, atau bahu, disertai kulit kepala yang gatal. Mayo Clinic menyebut ketombe tidak menular dan tidak berbahaya. Pada dermatitis seboroik, kulit bisa berminyak dan kering sekaligus.

4. Kulit Kepala Gatal dan Kemerahan

Gatal yang menetap dan bercak merah muda bersisik lebih mengarah ke dermatitis seboroik. Kemenkes mencatat ruamnya juga bisa muncul di lipatan hidung, belakang telinga, alis, dada, dan punggung. Ceritakan keluhan gatal pada kulit ini kepada dokter karena polanya membantu menentukan penyebab.

5. Komedo dan Jerawat di Sekitar Garis Rambut

Kelenjar minyak juga banyak terdapat di wajah, dada, dan punggung, sehingga kulit kepala berminyak bisa muncul bersama komedo dan jerawat. Menurut MSD Manual, jerawat terbentuk saat minyak yang mengering, sel kulit mati, dan bakteri menyumbat folikel rambut.

Apakah Rambut Lepek Berbahaya?

Rambut lepek akibat minyak dan kebiasaan perawatan umumnya tidak mengganggu kesehatan. Dampaknya lebih terasa pada rasa nyaman dan percaya diri.

Situasinya berbeda bila penyebabnya dermatitis seboroik, kondisi kronis yang mudah kambuh. Penelitian pada 31 pasien di RSUP Dr. M. Djamil Padang menemukan 38,7% pasien sering kambuh, dan frekuensi kekambuhan berhubungan dengan kualitas hidup. Kemenkes juga menyebut dermatitis seboroik berat di kulit kepala bisa menyebabkan kebotakan.

Lepek karena Minyak, Produk, atau Masalah Kulit Kepala?

Pola keluhan bisa memberi petunjuk awal tentang penyebabnya:

Pola yang terlihat

Kemungkinan pemicu

Langkah awal

Mengilap sehari setelah keramas, tanpa gatal

Produksi minyak tinggi

Keramas lebih sering

Berat walau baru keramas

Sisa kondisioner atau produk

Sampo di kulit kepala, kondisioner di ujung rambut

Berminyak, berserpih, dan gatal

Ketombe atau dermatitis seboroik

Sampo antiketombe sesuai label

Sisik tebal atau bercak merah yang menetap

Psoriasis, infeksi jamur, atau eksim

Periksa ke dokter kulit

Disertai jerawat menetap dan haid tidak teratur

Gangguan hormon seperti PCOS

Konsultasi ke dokter

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Menurut AAD, dokter kulit bisa menilai apakah ketombe merupakan tanda dermatitis seboroik, psoriasis, infeksi jamur, atau eksim. Pemeriksaan langsung membantu membedakannya.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Rambut lepek tanpa keluhan lain umumnya cukup ditangani di rumah. Periksakan diri ke dokter bila mengalami hal berikut:

  • Ketombe tidak membaik. Mayo Clinic menyarankan pemeriksaan bila ketombe tidak berkurang meski sampo antiketombe sudah dipakai teratur. Ketombe yang berat juga sebaiknya ditangani dokter kulit.

  • Kulit kepala merah, bersisik tebal, atau rambut rontok. Keluhan ini bisa menandakan kondisi kulit yang membutuhkan obat resep. Pada dermatitis seboroik yang berat, kerontokan juga bisa terjadi.

  • Muncul tanda gangguan hormon. Haid tidak teratur, jerawat di wajah, dada, atau punggung atas, rambut berlebih di wajah atau tubuh, dan rambut kepala menipis bisa menjadi gejala PCOS. Menurut Office on Women's Health, kondisi ini dialami sekitar 1 dari 10 perempuan usia subur.

Bagaimana Dokter Mencari Penyebabnya?

Dokter akan menanyakan kebiasaan keramas, produk yang dipakai, dan lama keluhan, lalu memeriksa kulit kepala. Menurut Kemenkes, diagnosis dermatitis seboroik umumnya ditegakkan dari tampilan kulit.

Kerokan kulit sering kurang membantu karena jamur Malassezia memang hidup normal di kulit. Bila dicurigai infeksi jamur kulit kepala atau tinea capitis, dokter bisa meminta kultur jamur.

Bila ada tanda gangguan hormon, dokter bisa meminta tes darah untuk memeriksa kadar androgen dan hormon tiroid. Salah satunya adalah tes hormon testosteron.

Cara Mengatasi Rambut Lepek

Banyak orang mengurangi keramas karena percaya kulit kepala akan memproduksi minyak lebih banyak bila sering dicuci. Bukti yang ada mengarah ke arah sebaliknya.

Penelitian pada orang Asia tanpa gangguan kulit kepala menemukan kepuasan terhadap kondisi rambut dan kulit kepala tercapai saat keramas 5 sampai 6 kali per minggu. Keramas setiap hari juga lebih baik dibanding seminggu sekali, tanpa kerusakan rambut yang terukur. Sebagian penelitinya berasal dari produsen sampo, dan AAD secara terpisah membolehkan keramas setiap hari bagi pemilik kulit kepala berminyak.

Langkah berikut bisa Anda coba di rumah:

  • Atur jadwal keramas. Kulit kepala berminyak boleh dikeramas setiap hari. Rambut kering, keriting, atau tebal cukup dikeramas saat diperlukan.

  • Pusatkan sampo di kulit kepala. Pijat sampo di kulit kepala untuk mengangkat sisa produk, sel kulit mati, dan minyak berlebih. Cara ini membersihkan tanpa membuat batang rambut terlalu kering.

  • Oleskan kondisioner di ujung rambut. Pada rambut halus atau lurus, kondisioner cukup dipakai di bagian ujung. Bilas sampai bersih agar tidak ada sisa yang membuat rambut berat.

  • Pilih produk sesuai jenis rambut. AAD menyarankan sampo dan kondisioner yang dibuat untuk jenis rambut Anda. Kurangi minyak rambut atau produk penata yang berat.

  • Gunakan sampo antiketombe bila ada serpihan. Ikuti petunjuk label karena sebagian sampo perlu didiamkan 5 sampai 10 menit sebelum dibilas. Untuk kulit kepala berminyak, AAD mencontohkan keramas setiap hari dengan sampo antiketombe dua kali seminggu.

Bila penyebabnya dermatitis seboroik, Kemenkes menyebut dokter bisa memberi keratolitik untuk mengangkat sisik, antijamur topikal untuk menekan Malassezia, dan kortikosteroid topikal ringan untuk meredakan peradangan. Gangguan hormon ditangani sesuai penyebabnya.

Kebiasaan agar Rambut Tidak Cepat Lepek

Kebiasaan berikut membantu:

  • Keramas setelah banyak berkeringat. Olahraga atau aktivitas di luar ruangan membuat kulit kepala basah oleh keringat. Keramas setelahnya membantu rambut kembali ringan.

  • Batasi produk beralkohol dan hair spray. Kemenkes menyarankan hal ini untuk menurunkan risiko kambuhnya dermatitis seboroik. Pilih produk yang sesuai dengan jenis kulit dan rambut.

  • Kelola stres. Stres bisa memperburuk ketombe dan memicu kekambuhan. Meditasi dan berbagai cara mengelola stres lain membantu menjaga kondisi kulit kepala.

Rambut Lebih Segar dengan Rutinitas yang Tepat

Rambut lepek umumnya bisa diatasi dengan keramas teratur, cara memakai produk yang tepat, dan perhatian pada pemicu seperti stres. Perhatikan juga bila keluhan datang bersama gatal, sisik tebal, rambut rontok, atau perubahan siklus haid.

Medical check up berkala membantu Anda memantau kondisi kesehatan secara umum. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Keri JE. Acne. MSD Manual Consumer Version.

  2. American Academy of Dermatology Association. Tips for Healthy Hair.

  3. Mayo Clinic. Dandruff, Symptoms and Causes.

  4. Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Dermatitis Seboroik.

  5. Lausarina R, Yenny SW, Asri E. Hubungan Frekuensi Kekambuhan Dermatitis Seboroik dengan Kualitas Hidup pada Pasien di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Andalas.

  6. American Academy of Dermatology Association. How to Treat Dandruff.

  7. Office on Women's Health, U.S. Department of Health and Human Services. Polycystic Ovary Syndrome.

  8. Punyani S, Tosti A, Hordinsky M, Yeomans D, Schwartz J. The Impact of Shampoo Wash Frequency on Scalp and Hair Conditions. Skin Appendage Disorders.

Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan

Frequently Asked Question

Kenapa rambut cepat lepek padahal baru keramas?

Rambut cepat lepek bisa disebabkan produksi minyak kulit kepala yang tinggi, sisa kondisioner atau produk penata rambut, keringat, dan udara lembap. Jarak keramas yang terlalu lama juga dapat membuat minyak menumpuk.

Apakah keramas setiap hari membuat rambut semakin berminyak?

Tidak selalu. Penelitian pada orang Asia tanpa gangguan kulit kepala menemukan bahwa keramas lebih sering dapat membantu menjaga kondisi rambut dan kulit kepala tanpa kerusakan rambut yang terukur. Kulit kepala berminyak boleh dikeramas setiap hari sesuai kebutuhan.

Apakah rambut lepek selalu disebabkan oleh ketombe?

Tidak. Rambut lepek bisa terjadi karena minyak berlebih atau penumpukan produk. Namun, jika disertai serpihan kulit, gatal, dan kemerahan, keluhan tersebut bisa berkaitan dengan ketombe atau dermatitis seboroik.

Kapan rambut lepek perlu diperiksakan ke dokter?

Periksakan diri jika ketombe tidak membaik setelah menggunakan sampo antiketombe, kulit kepala merah atau bersisik tebal, atau rambut mengalami kerontokan. Konsultasi juga diperlukan jika rambut lepek disertai haid tidak teratur, jerawat menetap, atau rambut berlebih di wajah dan tubuh.

Bagaimana cara memakai kondisioner agar rambut tidak lepek?

Untuk rambut halus atau lurus, oleskan kondisioner pada ujung rambut, bukan kulit kepala. Bilas hingga bersih dan pilih produk sesuai jenis rambut agar tidak meninggalkan residu yang membuat rambut terasa berat.