Serpihan putih tampak di bahu kemeja gelap, padahal rambut baru dicuci kemarin. Banyak orang lalu menyimpulkan kulit kepalanya kering, kemudian mengoleskan minyak rambut atau sengaja jarang keramas.
Langkah itu belum tentu cocok. Serpihan yang tampak kering bisa berasal dari ketombe, dari kulit kepala yang kehilangan kelembapan, atau dari kondisi kulit lain yang perlu obat dokter. Perawatan yang tidak sesuai penyebabnya membuat serpihan dan gatal bertahan lebih lama.
Artikel ini membahas cara membedakan ketombe kering, ketombe basah, dan kulit kepala kering, beserta pemicu, perawatan di rumah, dan kapan perlu ke dokter.
Apa Itu Ketombe Kering?
Ketombe adalah kondisi kulit kepala kronis berupa serpihan kulit putih keabu-abuan yang tidak melekat erat. Serpihan ini sering terlihat di sela rambut dan jatuh ke bahu, apalagi pada rambut atau pakaian gelap. Kulit kepala juga bisa terasa kering dan gatal.
Dalam istilah medis, ketombe dikenal sebagai pityriasis sicca, masalah kulit kepala yang umum di masyarakat Indonesia menurut penelitian di Jurnal Kesehatan Andalas. Jamur Malassezia, penghuni normal kulit kepala orang dewasa, berperan dalam munculnya ketombe.
Kemenkes menggolongkan ketombe sebagai bentuk dermatitis seboroik tanpa peradangan. Dermatitis seboroik adalah kondisi kulit kronis di area kaya kelenjar minyak, seperti kulit kepala dan wajah. Menurut NHS, ketombe tidak berbahaya, tidak menular, dan tidak disebabkan oleh kebersihan yang buruk, meski serpihannya lebih terlihat bila rambut jarang dicuci.
Ketombe Kering, Ketombe Basah, atau Kulit Kepala Kering?
Ketiganya sama-sama membuat kulit kepala gatal dan bersisik. Pada ketombe, sisik bisa tampak kering atau berminyak, sehingga muncul sebutan ketombe kering dan ketombe basah. Menurut Cleveland Clinic, ketombe berkaitan dengan minyak berlebih, sedangkan kulit kepala kering terjadi karena kulit kehilangan terlalu banyak kelembapan.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Ketombe basah dengan kulit kepala kemerahan dan ruam bersisik di wajah bisa mengarah ke dermatitis seboroik dengan peradangan. Periksakan ke dokter bila tidak membaik dengan sampo antiketombe.
Pemicu Ketombe Muncul dan Kambuh
Jamur Malassezia hidup di kulit kepala sebagai penghuni normal. Menurut Kemenkes, minyak berlebih di rambut bisa menjadi sumber makanannya, lalu jamur memicu penumpukan asam lemak dan peradangan sehingga kulit kepala mengelupas berlebihan. Kondisi berikut mempermudah proses ini:
Stres. NHS menyebut stres bisa memperburuk ketombe. Penelitian pada 112 mahasiswa kedokteran di Semarang menemukan tingkat stres berhubungan dengan ketombe kering, sedangkan usia dan jenis kelamin tidak.
Cuaca dingin. Ketombe dan dermatitis seboroik cenderung memburuk saat cuaca dingin. Udara dingin dan kering juga bisa membuat kulit kepala kehilangan kelembapan.
Jarang keramas. Saat kulit kepala jarang dibersihkan, minyak dan sel kulit mati menumpuk dan memicu ketombe. Serpihan juga lebih mudah terlihat di sela rambut.
Produk perawatan rambut. Sebagian orang sensitif terhadap bahan dalam sampo, pewarna rambut, atau produk penata rambut. Produk yang mengikis minyak alami rambut juga bisa membuat kulit kepala kering dan iritasi.
Kondisi tubuh tertentu. Kemenkes mencatat dermatitis seboroik lebih sering dialami pria, orang dewasa muda, lansia, dan orang dengan riwayat keluarga. Kondisi ini juga bisa lebih sering dan lebih berat pada orang dengan daya tahan tubuh lemah, misalnya akibat infeksi HIV, dan pada penyakit Parkinson.
Langkah Menghilangkan Ketombe Kering di Rumah
Menurut AAD, ketombe ringan umumnya bisa diatasi di rumah dengan keramas teratur, yang membantu mengangkat minyak dan sel kulit mati. Bila belum cukup, lakukan langkah berikut.
1. Pakai sampo antiketombe dengan benar
Sampo antiketombe dijual bebas dengan bahan aktif yang berbeda. Sebagian mengandung antijamur untuk menekan Malassezia, sebagian lagi keratolitik untuk mengangkat sisik. Busakan sampo di kulit kepala dan ikuti petunjuk kemasan, karena sebagian sampo perlu didiamkan 5 sampai 10 menit sebelum dibilas.
2. Sesuaikan jadwal keramas dengan jenis rambut
Rambut halus, lurus, atau kulit kepala berminyak perlu dikeramas lebih sering, bila perlu setiap hari. Kulit kepala yang cepat berminyak juga kerap membuat rambut lepek. Rambut kasar, ikal, atau keriting cukup dikeramas saat perlu, dan sampo antiketombe dioleskan di kulit kepala saja karena bahan aktifnya bisa membuat rambut kering.
3. Beri waktu sebelum mengganti sampo
NHS menyarankan memakai sampo antiketombe hingga 4 minggu untuk melihat hasilnya, dan Kemenkes menyarankan tidak terlalu sering berganti merek sampo. Bila satu sampo tidak membantu, AAD menyarankan bergantian memakai sampo dengan bahan aktif berbeda. Bila ketombe datang lagi setelah perawatan dihentikan, perawatan bisa diulang.
4. Bilas bersih dan hentikan produk pemicu iritasi
Sisa sampo yang tertinggal bisa mengiritasi kulit kepala. Kurangi produk rambut beralkohol dan semprotan rambut, yang menurut Kemenkes bisa memicu kambuhnya dermatitis seboroik. Hentikan produk yang membuat kulit kepala gatal, perih, merah, atau panas, dan segera cari pertolongan medis bila muncul ruam, biduran, atau sesak napas.
5. Pikirkan ulang kebiasaan memakai minyak
Serpihan yang tampak kering sering mendorong orang mengoleskan minyak ke kulit kepala. Kemenkes mencatat minyak berlebih di rambut bisa menjadi makanan jamur penyebab ketombe. Bila serpihan atau gatal bertambah setelah memakai minyak, hentikan pemakaiannya dan kembali ke sampo antiketombe.
6. Lindungi kulit kepala dan kelola stres
Hindari menggaruk berlebihan agar kulit kepala tidak luka. Sebagian sampo antiketombe membuat kulit kepala lebih peka terhadap sinar matahari, jadi pakai topi saat beraktivitas di bawah terik matahari. Kelola stres dengan meditasi atau aktivitas lain yang menenangkan.
Bila Serpihan Berasal dari Kulit Kepala yang Kering
Kulit kepala kering terjadi saat kulit kehilangan terlalu banyak kelembapan, sehingga perawatannya berbeda dari ketombe. Cleveland Clinic menyarankan sampo lembut tanpa obat yang melembapkan, keramas lebih jarang, membilas sampo sampai bersih, dan alat pelembap udara bila udara di rumah kering. Kemenkes juga menganjurkan menjaga kelembapan kulit kepala. Bila keluhan tidak membaik setelah sampo diganti, periksakan ke dokter.
Kondisi Lain yang Menyerupai Ketombe
Serpihan dan gatal di kulit kepala juga bisa berasal dari kondisi lain yang perlu pengobatan berbeda. Seperti penyebab gatal pada kulit lainnya, sumbernya perlu dicari dulu. Kondisi yang perlu dibedakan antara lain:
Psoriasis kulit kepala. Bercaknya merah, berkerak, terasa perih, dan tertutup sisik keperakan. Psoriasis adalah penyakit kronis yang membuat sel kulit tumbuh terlalu cepat lalu menumpuk membentuk plak.
Tinea capitis. Infeksi jamur kulit kepala ini termasuk jenis kurap. Ruamnya merah atau keperakan, kadang disertai kebotakan setempat, dan mudah menular lewat kontak langsung atau pemakaian bersama topi dan sisir.
Dermatitis kontak. Reaksi kulit kepala terhadap pewarna, semprotan, atau gel rambut, dengan kulit merah dan iritasi yang kadang melepuh atau pecah-pecah. Kondisi ini termasuk jenis dermatitis, dan langkah pertamanya menghentikan produk yang dicurigai.
Eksim. Kulit tampak kering, merah, bersisik, dan sangat gatal, sering juga di bagian tubuh lain. Bila kulit kepala dan tubuh sama-sama kering dan gatal, eksim kering bisa menjadi penyebabnya.
Kutu rambut. Telur kutu berwarna putih atau cokelat dan menempel pada rambut, sedangkan serpihan ketombe mudah lepas. Kutu rambut sering dialami anak kecil dan keluarganya.
Kapan Ketombe Perlu Ditangani Dokter?
Sebagian besar ketombe tidak memerlukan perawatan medis. Periksakan diri ke dokter spesialis kulit bila mengalami kondisi berikut:
Tidak membaik setelah 4 minggu. Ketombe masih ada meski sampo antiketombe sudah dipakai teratur selama 4 minggu. Dokter bisa meresepkan sampo atau obat yang lebih kuat.
Gatal berat atau kulit kepala meradang. Kulit kepala sangat gatal, merah, bengkak, hangat, atau nyeri saat disentuh. Dokter perlu mencari penyebabnya.
Bercak bersisik di wajah atau tubuh. Bercak gatal dan bersisik muncul di wajah atau bagian tubuh lain. Pola ini bisa mengarah ke dermatitis seboroik atau kondisi kulit lain.
Rambut rontok di area bersisik. Kebotakan setempat bisa menandakan infeksi jamur kulit kepala. Dermatitis seboroik yang parah juga bisa berujung kebotakan, sehingga rambut rontok parah di area bersisik perlu diperiksa dokter.
Dokter umumnya menilai dari lokasi dan tampilan kulit kepala. Pemeriksaan serpihan sering tidak cukup untuk memastikan dermatitis seboroik karena Malassezia memang biasa ada di kulit. Bila dicurigai tinea capitis, dokter bisa meminta tes kultur jamur.
Pilihan pengobatan bergantung pada penyebab dan keparahan, mulai dari sampo atau obat oles antijamur, keratolitik untuk mengangkat sisik, kortikosteroid ringan untuk meredakan radang dan gatal, hingga inhibitor kalsineurin topikal. Gunakan obat sesuai petunjuk dokter. Pengobatan sering perlu dilanjutkan beberapa minggu.
Rawat Kulit Kepala dengan Sabar dan Teratur
Ketombe kering umumnya bisa dikendalikan dengan sampo antiketombe yang dipakai teratur, jadwal keramas yang sesuai jenis rambut, dan stres yang terkelola. Pastikan dulu apakah serpihan berasal dari ketombe atau kulit kepala kering, karena perawatan keduanya berbeda.
Keluhan kulit kepala yang menetap juga bisa Anda sampaikan ke dokter, misalnya saat medical check up rutin. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan kesehatan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — Apa Itu Ketombe?
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat — Dermatitis Seboroik
Amiroh EU, Krisnarto E, Ratnaningrum K — Stres Berhubungan dengan Kejadian Pityriasis Sicca (Ketombe) pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang
American Academy of Dermatology Association — How to treat dandruff
NHS — Dandruff
Cleveland Clinic — Dry Scalp: Causes, Treatment & Prevention
Ruenger TM, MSD Manual Consumer Version — Seborrheic Dermatitis
NHS — Head lice and nits
Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed
Frequently Asked Question
Apa perbedaan ketombe kering dan ketombe basah?
Ketombe kering berupa serpihan putih atau keabu-abuan yang mudah lepas dan jatuh ke bahu. Ketombe basah berupa sisik kekuningan yang berminyak dan sering disertai kulit kepala kemerahan.
Apakah ketombe kering sama dengan kulit kepala kering?
Tidak. Ketombe berkaitan dengan jamur Malassezia dan minyak di kulit kepala, sedangkan kulit kepala kering terjadi karena kulit kehilangan kelembapan. Keduanya membutuhkan pendekatan perawatan yang berbeda.
Berapa lama sampo antiketombe perlu dipakai sebelum ke dokter?
Sampo antiketombe dapat dicoba secara teratur hingga empat minggu sesuai petunjuk kemasan. Jika ketombe belum membaik setelah periode tersebut, periksakan kulit kepala ke dokter.
Apakah stres bisa memicu ketombe?
Bisa. Stres dapat memicu atau memperburuk ketombe. Penelitian pada mahasiswa kedokteran di Semarang menemukan hubungan antara tingkat stres dan kejadian ketombe kering.
Apakah ketombe bisa membuat rambut rontok?
Ketombe biasanya tidak menyebabkan kerontokan rambut. Namun, kebotakan setempat pada kulit kepala bersisik bisa menandakan kondisi lain, seperti infeksi jamur atau dermatitis seboroik berat, sehingga perlu diperiksa dokter.
