Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Cara Menghilangkan Bekas Luka secara Alami dan Medis sesuai Jenisnya
Kembali ke Artikel & Berita

Cara Menghilangkan Bekas Luka secara Alami dan Medis sesuai Jenisnya

SBATips Kesehatan

Goresan pisau dapur, lutut yang lecet karena jatuh dari motor, atau jahitan setelah operasi umumnya menutup dalam beberapa minggu. Setelah itu, yang tertinggal adalah garis atau bercak dengan warna dan tekstur yang berbeda dari kulit di sekitarnya.

Banyak orang lalu mencoba air lemon, madu, atau minyak vitamin E karena tips tersebut ramai dibagikan. Sebagian bahan justru bisa mengiritasi kulit dan membuat bekas luka tampak lebih gelap. Hasil perawatan juga sangat bergantung pada jenis bekas luka dan kapan perawatan dimulai.

Artikel ini membahas hasil yang realistis untuk diharapkan, jenis bekas luka, cara merawat luka baru, perawatan di rumah, pilihan medis di dokter kulit, serta tanda yang perlu diperiksakan.

Bisakah Bekas Luka Benar-Benar Hilang?

Bekas luka, atau sikatriks dalam istilah medis, adalah jaringan pengganti yang dibentuk tubuh untuk menutup kulit yang rusak. Jaringan ini tersusun dari serat kolagen baru yang diletakkan sel-sel kulit selama proses penyembuhan, sehingga tampilannya berbeda dari kulit asli.

Bekas luka terus berubah lama setelah luka menutup. Fase pematangan luka dimulai sekitar minggu ketiga dan bisa berlangsung hingga 12 bulan, saat kelebihan kolagen diurai perlahan. NHS menyebutkan sebagian besar bekas luka memudar seiring waktu, dan prosesnya bisa memakan waktu hingga 2 tahun atau lebih.

American Academy of Dermatology (AAD) juga menegaskan bahwa tidak ada bekas luka yang bisa dihapus sepenuhnya. Target yang realistis adalah bekas luka yang lebih tipis, lebih rata, dan warnanya lebih menyatu dengan kulit. Karena itu, perawatan pada bulan-bulan awal setelah luka menutup ikut menentukan tampilan akhirnya.

Kenali Jenis Bekas Luka sebelum Memilih Perawatan

Jenis bekas luka menentukan cara yang cocok. Menurut AAD, usia Anda dan lamanya bekas luka ada di kulit juga memengaruhi pilihan perawatan. Tabel berikut merangkum jenis yang umum ditemui.

Jenis bekas luka

Ciri yang terlihat

Pilihan yang biasa dipertimbangkan

Garis halus

Awalnya bisa sedikit menonjol, lalu rata dan memudar sendiri

Pijat, tabir surya, lembaran silikon

Hipertrofik

Menonjol dan keras, tetap di dalam batas luka asal

Lembaran silikon, suntik kortikosteroid, laser

Keloid

Tumbuh melewati batas luka asal, jarang mengecil tanpa terapi

Suntik kortikosteroid, krioterapi, laser, bedah dengan terapi pendamping

Atrofik

Cekung seperti lubang kecil, sering setelah jerawat atau cacar air

Laser dan prosedur lain di dokter kulit

Kontraktur

Kulit terasa kencang dan sulit digerakkan, umumnya setelah luka bakar

Terapi tekanan, laser, bedah

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Bekas luka atrofik akibat jerawat atau cacar air, serta garis regangan kulit seperti stretch mark, membutuhkan pendekatan tersendiri. Artikel ini berfokus pada bekas luka akibat goresan, luka bakar, jahitan, dan operasi.

Mengapa Sebagian Bekas Luka Lebih Mencolok?

Dua luka dengan ukuran yang sama bisa meninggalkan bekas yang berbeda. Beberapa faktor berikut ikut berperan:

  • Lokasi luka. Bekas operasi dan luka di atas sendi seperti lutut dan siku lebih sulit dicegah meninggalkan bekas. Keloid juga sering muncul di area kulit yang tegang, seperti dada, bahu, dan leher.

  • Usia, keturunan, dan latar belakang etnis. Keloid lebih sering muncul pada usia di bawah 30 tahun dan cenderung menurun dalam keluarga. Orang Asia juga termasuk kelompok yang lebih rentan mengalaminya.

  • Koreng dan infeksi. Luka yang dibiarkan kering hingga berkoreng butuh waktu lebih lama untuk sembuh, dan bekasnya berisiko lebih besar, lebih dalam, atau lebih gatal. Infeksi juga memperlambat penyembuhan luka.

  • Paparan sinar matahari. Bekas luka baru mudah berubah warna menjadi kemerahan atau kecokelatan bila sering terkena matahari. Keloid yang terpapar matahari pada tahun pertama bisa menggelap, dan warnanya bisa menetap.

Kondisi kesehatan juga ikut berpengaruh. Diabetes, merokok, dan kurang gizi memperlambat penyembuhan luka. Pada diabetes, gula darah yang tinggi menghambat aliran darah yang membawa nutrisi ke area luka, sehingga perawatan luka diabetes membutuhkan perhatian khusus.

Langkah Merawat Luka Baru agar Bekasnya Lebih Tipis

Tampilan bekas luka banyak ditentukan oleh cara luka dirawat sejak hari pertama. Untuk goresan dan lecet ringan, AAD menganjurkan membersihkan luka setiap hari dengan air dan sabun yang lembut, lalu mengoleskan petroleum jelly tipis-tipis. Lapisan ini menjaga luka tetap lembap sehingga tidak mengering menjadi koreng. Selama luka dibersihkan setiap hari, salep antibakteri umumnya tidak diperlukan.

Setelah itu, tutup luka dengan plester atau kasa dan ganti setiap hari. Bila kulit Anda sensitif terhadap perekat, kasa dengan plester kertas bisa menjadi pilihan. Untuk luka jahitan, ikuti saran dokter tentang cara perawatan dan waktu pelepasan benang untuk membantu bekasnya tetap tipis.

Luka yang dalam, sangat nyeri, atau menunjukkan tanda infeksi perlu segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan.

Cara Menghilangkan Bekas Luka di Rumah setelah Luka Menutup

Setelah luka benar-benar menutup, beberapa kebiasaan sederhana membantu bekas luka memudar lebih rata. Kuncinya adalah konsistensi selama berbulan-bulan:

  • Pijat bekas luka. NHS menyarankan memijat bekas luka dengan krim berbahan dasar air beberapa kali sehari, masing-masing hingga 10 menit. Lakukan hanya bila luka sudah sembuh sepenuhnya.

  • Pakai lembaran gel silikon. Lembaran tipis yang menempel sendiri ini dipakai setiap hari setelah luka menutup, sering kali selama berbulan-bulan. Menurut AAD, silikon membantu mengurangi ukuran, kemerahan, dan gatal pada bekas luka yang menonjol, tetapi bisa memicu ruam pada sebagian orang.

  • Lindungi dari sinar matahari. Tutup bekas luka dengan pakaian atau plester saat beraktivitas di luar, minimal selama 1 tahun. Oleskan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih pada bagian yang tidak tertutup.

Dukungan dari dalam tubuh juga penting karena kekurangan gizi menghambat penyembuhan luka. Perhatikan kebutuhan protein harian dan sertakan sayur serta buah sumber vitamin C dalam menu sehari-hari.

Benarkah Madu, Air Lemon, dan Vitamin E Bisa Menghilangkan Bekas Luka?

Bahan dari dapur sering dianggap aman karena alami. Kenyataannya, bukti manfaatnya beragam dan sebagian justru berisiko bagi kulit.

Madu, misalnya, banyak diceritakan berkhasiat untuk luka. Namun, studi terkontrol menunjukkan manfaatnya untuk penyembuhan luka tergolong kecil, sehingga madu sebaiknya tidak menggantikan perawatan luka yang benar.

Air perasan lemon atau jeruk nipis membawa risiko lain. Bila menempel di kulit lalu terkena sinar matahari, air jeruk bisa memicu fitofotodermatitis, reaksi yang tampak seperti luka bakar. Reaksi ini termasuk jenis dermatitis kontak dan bisa meninggalkan bercak gelap selama beberapa bulan.

Krim bekas luka yang dijual bebas sering mengandung vitamin E, vitamin A, atau ekstrak bawang. AAD menyebutkan penelitian tentang manfaat bahan-bahan ini masih terbatas, jadi diskusikan dulu dengan dokter kulit sebelum memakainya. Untuk bahan apa pun, oleskan hanya pada kulit yang sudah menutup dan hentikan pemakaian bila muncul perih, kemerahan, atau ruam.

Pilihan Perawatan Medis di Dokter Kulit

Bila bekas luka menonjol, gatal, nyeri, atau membatasi gerak, dokter kulit bisa menawarkan beberapa pilihan. Dokter sering mengombinasikan lebih dari satu cara sesuai jenis bekas luka:

  • Suntik kortikosteroid. Obat disuntikkan langsung ke bekas luka yang menonjol atau keloid untuk mengecilkan ukurannya serta meredakan gatal dan nyeri. Menurut AAD, ukurannya bisa berkurang 50% atau lebih, umumnya setelah beberapa kali suntik, dengan efek samping berupa kulit menipis atau bercak gelap.

  • Krioterapi. Bekas luka dibekukan sehingga jaringannya rusak perlahan dan ukurannya mengecil. Cara ini juga membantu mengurangi nyeri, gatal, dan perubahan warna.

  • Laser dan terapi cahaya. Pilihan ini dipakai untuk berbagai jenis bekas luka, misalnya untuk mengurangi kemerahan atau memperbaiki sebagian bekas jerawat yang cekung. Laser juga membantu kulit lebih leluasa bergerak bila bekas luka terasa kaku.

  • Terapi tekanan. Perban elastis atau pakaian khusus menekan area luka, terutama selama luka bakar sembuh. Pemakaiannya bisa berlangsung hingga 1 tahun.

  • Bedah revisi. Bekas luka diangkat melalui tindakan bedah, biasanya bila cara lain belum berhasil. Pada keloid, bedah kadang justru membuatnya lebih besar, sehingga dokter sering menambahkan terapi pendamping.

Krim dan bedak penyamar khusus atau skin camouflage juga bisa membantu menutupi bekas luka di area yang terlihat.

Kapan Bekas Luka Perlu Diperiksakan ke Dokter?

Sebagian besar bekas luka cukup dirawat di rumah. Periksakan ke dokter bila Anda mengalami hal berikut:

  • Tanda infeksi. Bekas luka yang bengkak, nyeri, terasa hangat, atau mengeluarkan nanah perlu segera diperiksa. Infeksi yang tidak ditangani memperlambat penyembuhan kulit.

  • Luka tidak kunjung menutup. Luka umumnya sembuh dalam 4 sampai 6 minggu. Luka yang belum sembuh setelah rentang waktu itu tergolong luka kronis dan perlu dicari penyebabnya.

  • Bekas luka terus membesar atau membatasi gerak. Bekas luka yang tumbuh melewati batas luka asal bisa mengarah ke keloid. Bekas luka yang kaku di dekat sendi juga bisa mengganggu aktivitas dan membutuhkan penanganan dokter.

  • Bekas luka yang muncul tanpa sebab atau berubah. AAD mengingatkan bahwa kanker kulit kadang tampak seperti bekas luka dan juga bisa tumbuh pada bekas luka. Segera periksakan bila Anda melihat bekas luka padahal tidak ingat pernah terluka.

Bekas Luka Bisa Memudar dengan Perawatan yang Tekun

Bekas luka adalah bagian alami dari proses penyembuhan. Dengan perawatan luka yang benar sejak awal, perlindungan dari sinar matahari, dan kesabaran selama berbulan-bulan, sebagian besar bekas luka bisa tampak jauh lebih samar.

Bila luka kecil sering lama sembuh, kondisi ini bisa berkaitan dengan gula darah yang tinggi. Kenali juga ciri-ciri diabetes yang lain, dan pertimbangkan medical check up rutin untuk mengetahui kondisi tubuh lebih awal. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan kesehatan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

Pemeriksaan tersedia di lima klinik Bumame.

Bumame Cideng

JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame TB Simatupang

Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame BSD

Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame Puri

Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat 11610. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi

Bumame Kelapa Gading

Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta 14240. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi

Pilih lokasi terdekat dari tempat Anda.

Referensi

  1. American Academy of Dermatology. Scars: Diagnosis and Treatment.

  2. American Academy of Dermatology. Minimize a Scar: Proper Wound Care Tips from Dermatologists.

  3. NHS. Scars.

  4. MedlinePlus, National Library of Medicine. Keloids.

  5. Wallace HA, Basehore BM, Zito PM. Wound Healing Phases. StatPearls, NCBI Bookshelf.

  6. Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, Universitas Airlangga. The Association of Keloid Site with its Histopathological Features: An Analytical Observational Study.

  7. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Mengenal Luka Diabetes.

  8. Cleveland Clinic. Phytophotodermatitis.

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apakah bekas luka bisa hilang sepenuhnya?

Bekas luka umumnya tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, tetapi dapat memudar seiring waktu. Prosesnya bisa berlangsung hingga dua tahun atau lebih, tergantung jenis luka dan perawatannya.

Kapan perawatan bekas luka sebaiknya dimulai?

Perawatan seperti pijat dan penggunaan lembaran gel silikon dimulai setelah luka benar-benar menutup. Lindungi bekas luka dari sinar matahari dengan pakaian atau tabir surya SPF 30 atau lebih.

Apa perbedaan bekas luka keloid dan hipertrofik?

Keloid tumbuh melewati batas luka asal dan jarang mengecil tanpa terapi. Bekas luka hipertrofik menonjol, tetapi tetap berada dalam batas luka dan dapat merata seiring waktu.

Apakah air lemon efektif untuk menghilangkan bekas luka?

Belum ada bukti kuat bahwa air lemon dapat menghilangkan bekas luka. Jika terkena sinar matahari, air lemon dapat memicu reaksi kulit seperti luka bakar dan meninggalkan bercak gelap selama beberapa bulan.

Kapan bekas luka perlu diperiksakan ke dokter?

Periksakan bekas luka jika bengkak, terasa hangat, nyeri, bernanah, terus membesar, atau membatasi gerak. Luka yang tidak kunjung menutup atau bekas luka yang muncul tanpa riwayat cedera juga perlu diperiksa.