Gatal hebat yang memuncak di malam hari, lalu satu per satu anggota keluarga ikut menggaruk. Pola seperti ini sering dianggap alergi makanan atau digigit serangga, padahal bisa jadi kudis, penyakit kulit menular yang masih sangat umum di lingkungan padat seperti asrama, pesantren, dan rumah dengan banyak penghuni.
Kabar baiknya, kudis bisa disembuhkan sampai tuntas. Syaratnya satu, memahami cara kerjanya, sebab pengobatan yang setengah-setengah hampir selalu berakhir dengan kambuh.
Apa Itu Kudis?
Kudis adalah penyakit kulit akibat tungau sangat kecil yang masuk dan tinggal di lapisan atas kulit. Tungau ini tidak terlihat mata telanjang. Rasa gatal yang hebat muncul sebagai reaksi tubuh terhadap keberadaannya, dan gatalnya khas memburuk di malam hari saat suhu tubuh hangat di balik selimut.
Kudis sering dikira penyakit orang jorok. Anggapan ini keliru dan membuat banyak orang malu berobat. Kudis menular lewat kontak kulit yang lama dan erat, sehingga siapa pun bisa tertular, sebersih apa pun orangnya. Yang benar, kebersihan membantu pencegahan, tetapi tertular kudis bukan aib.
Ciri-Ciri Kudis
1. Gatal Hebat, Terutama Malam Hari
Ciri paling khas. Gatalnya bisa sampai mengganggu tidur, dan sering menjadi alasan utama penderita akhirnya berobat.
2. Bintil Kecil di Lokasi yang Khas
Bintil merah kecil, kadang berisi cairan, paling sering muncul di sela jari tangan, pergelangan tangan, siku, ketiak, sekitar pusar, bokong, dan area kelamin. Pada bayi dan anak kecil bisa juga di telapak tangan, telapak kaki, dan kepala.
3. Garis Halus di Kulit
Terowongan kecil berbentuk garis tipis keabu-abuan sepanjang beberapa milimeter, biasanya di sela jari. Ini jejak jalur tungau di kulit dan menjadi petunjuk kuat bagi dokter.
4. Luka Bekas Garukan
Garukan terus-menerus melukai kulit dan bisa memicu infeksi tambahan seperti bisul atau koreng bernanah.
5. Orang Serumah Ikut Gatal
Bila beberapa penghuni rumah gatal-gatal dalam rentang waktu berdekatan, kecurigaan kudis menguat. Ini pembeda penting dari alergi, yang tidak menular. Bila gatalnya ternyata berulang tanpa pola penularan, tes alergi bisa membantu memastikan pemicunya.
Bagaimana Kudis Menular?
Penularan utamanya lewat kontak kulit ke kulit yang cukup lama, seperti tidur bersama, menggendong, atau kontak intim. Bersalaman singkat umumnya tidak cukup. Penularan tidak langsung bisa terjadi lewat berbagi kasur, seprai, handuk, atau pakaian, meski jalur ini lebih jarang. Perlu diketahui juga, gejala pada orang yang baru pertama tertular bisa baru muncul beberapa minggu setelah kontak, dan selama masa itu ia sudah bisa menularkan.
Kapan Harus ke Dokter?
Gatal hebat malam hari yang berlangsung lebih dari beberapa hari.
Muncul bintil di sela jari, pergelangan, atau area lipatan tubuh.
Lebih dari satu orang serumah mengalami gatal serupa.
Kulit mulai luka, bernanah, atau demam menyertai gatalnya.
Gatal serupa juga bisa berasal dari kondisi lain seperti dermatitis, infeksi jamur seperti kurap, atau gatal di selangkangan, dan penanganannya berbeda. Bercak tebal bersisik keperakan di siku dan lutut lebih mengarah ke psoriasis, penyakit kulit menahun dengan penanganan berbeda. Pemeriksaan langsung oleh dokter memastikan arahnya.
Diagnosis Kudis
Dokter umumnya mengenali kudis dari pola gatal, lokasi bintil, dan riwayat orang serumah. Untuk memastikan, dokter bisa mengerok sedikit lapisan kulit dan memeriksanya di bawah mikroskop untuk menemukan tungau atau telurnya. Bumame menyediakan layanan konsultasi dokter untuk keluhan kulit seperti ini, dengan rujukan lanjutan bila diperlukan. Konsultasi gratis dengan CS Bumame tersedia untuk membantu memilih layanan.
Pengobatan Kudis
Kudis diobati dengan krim atau losion pembasmi tungau resep dokter, yang umumnya dioleskan ke seluruh tubuh dari leher ke bawah, didiamkan semalaman, lalu dibilas. Pengolesan biasanya diulang sekitar seminggu kemudian untuk membasmi tungau yang baru menetas. Dua aturan yang menentukan keberhasilannya:
Semua orang serumah diobati bersamaan, termasuk yang belum merasa gatal, sebab bisa saja sudah tertular tanpa gejala. Mengobati satu orang saja hampir pasti berakhir saling menularkan kembali.
Cuci semua kain secara serempak. Seprai, sarung bantal, handuk, dan pakaian yang dipakai beberapa hari terakhir dicuci air panas dan dijemur atau disetrika. Barang yang sulit dicuci dimasukkan kantong plastik tertutup selama beberapa hari sampai tungaunya mati.
Satu hal yang sering membuat khawatir, rasa gatal bisa bertahan dua sampai empat minggu setelah pengobatan berhasil. Itu sisa reaksi kulit, bukan berarti obatnya gagal. Dokter bisa memberi obat pereda gatal untuk masa ini.
Pencegahan Kudis
Hindari berbagi handuk, pakaian, dan tempat tidur, terutama di lingkungan padat seperti asrama dan pesantren. Bila ada anggota keluarga yang didiagnosis kudis, jalankan pengobatan serempak dan cuci kain bersamaan seperti di atas. Setelah itu selesai, kudis tidak meninggalkan bekas jangka panjang pada kesehatan.
Kudis Bisa Tuntas Bila Ditangani Benar
Kudis termasuk penyakit yang paling memuaskan untuk diobati, sebab dengan langkah yang benar ia sembuh total. Kuncinya berobat ke dokter alih-alih menebak-nebak obat sendiri, mengobati seisi rumah serempak, dan membersihkan kain secara bersamaan. Gatal yang berminggu-minggu mengganggu tidur bisa selesai dalam satu siklus pengobatan yang disiplin.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
CDC. About Scabies. Retrieved 4 September 2026 from https://www.cdc.gov/scabies/about/index.html
NHS. Scabies. Retrieved 4 September 2026 from https://www.nhs.uk/conditions/scabies/
Mayo Clinic. Scabies - Symptoms and causes. Retrieved 4 September 2026 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/scabies/symptoms-causes/syc-20377378
World Health Organization. Scabies. Retrieved 4 September 2026 from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/scabies
American Academy of Dermatology. Scabies: Overview. Retrieved 4 September 2026 from https://www.aad.org/public/diseases/a-z/scabies-overview
Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing
