Sore hari, sepatu yang tadi pagi pas mendadak terasa sesak, dan bekas karet kaus kaki tercetak jelas di pergelangan. Banyak ibu hamil mengalaminya, dan keluhan ini biasanya makin sering saat usia kehamilan bertambah.
Sebagian besar bengkak muncul perlahan dan tidak berbahaya. Bengkak yang bertambah tiba-tiba perlu dicek lebih cepat karena bisa berkaitan dengan preeklamsia. Bila bengkak disertai sesak napas, nyeri dada, atau sakit kepala hebat dengan pandangan kabur, segera ke IGD.
Artikel ini membahas penyebab, cara meredakan, tanda yang perlu diperiksa, dan pemeriksaan dokter, hingga masa setelah persalinan.
Apakah Kaki Bengkak saat Hamil Normal?
Pada umumnya, ya. Bengkak ringan di tungkai, pergelangan kaki, dan jari tangan lazim terjadi selama kehamilan. Bengkak biasanya memberat menjelang malam dan makin terasa di trimester akhir.
Dalam istilah medis, penumpukan cairan di jaringan disebut edema. Hal yang perlu dicermati adalah kecepatannya. Bengkak yang muncul perlahan umumnya aman, sedangkan bengkak yang mendadak bertambah, khususnya di wajah dan tangan, bisa menjadi tanda preeklamsia, yaitu gangguan kehamilan dengan tekanan darah tinggi dan protein dalam urine.
Bekas tekanan jari yang bertahan beberapa saat di kulit kaki dikenal sebagai pitting edema. Bidan atau dokter menilainya bersama hasil tekanan darah.
Mengapa Kaki Membengkak selama Kehamilan
Beberapa perubahan berikut biasanya terjadi bersamaan:
Tubuh menyimpan lebih banyak air. Selama hamil, tubuh menahan cairan lebih banyak dari biasanya. Sepanjang hari, cairan ini cenderung turun ke tungkai dan kaki.
Rahim yang membesar. Tekanan rahim bisa memengaruhi aliran darah di tungkai. Cairan pun lebih mudah menumpuk di pergelangan dan telapak kaki, makin terasa seiring usia kehamilan.
Cuaca panas. Udara panas membuat cairan lebih mudah berkumpul di kaki. Bengkak bisa muncul lebih cepat pada siang dan sore hari.
Berdiri terlalu lama. Banyak berdiri membuat cairan tertahan di tungkai. Duduk diam berjam-jam, misalnya saat perjalanan jauh, juga sebaiknya diselingi gerakan.
Di luar masa hamil, penyebab kaki bengkak lebih beragam dan penanganannya pun berbeda.
Kondisi yang Membuat Bengkak Perlu Dipantau Lebih Saksama
Beberapa kondisi menaikkan peluang preeklamsia. Sampaikan kepada bidan atau dokter sejak kunjungan awal bila Anda memiliki salah satunya:
Riwayat preeklamsia. Ibu yang pernah mengalaminya pada kehamilan sebelumnya berpeluang mengalaminya lagi. Riwayat pada ibu kandung atau saudara perempuan juga penting disampaikan.
Penyakit yang sudah ada sebelum hamil. Hipertensi, diabetes, penyakit ginjal, lupus, dan sindrom antifosfolipid termasuk kelompok ini. Kondisi tersebut sebaiknya dikelola bersama dokter sejak awal kehamilan.
Ciri kehamilan saat ini. Kehamilan pertama, kehamilan kembar, dan jarak 10 tahun atau lebih dari kehamilan sebelumnya ikut berperan. Begitu pula usia ibu yang lebih matang dan berat badan berlebih sebelum hamil.
Untuk bengkak di satu kaki, peluang trombosis vena dalam atau DVT, yaitu bekuan darah di vena dalam, lebih tinggi selama hamil hingga 6 minggu setelah melahirkan. Riwayat DVT, merokok, dan varises ikut menaikkan peluang ini.
Tanda Bengkak yang Perlu Segera Diperiksa
Sampaikan keluhan berikut kepada bidan atau dokter secepatnya. Sebagian besar berkaitan dengan preeklamsia pada ibu hamil, yang umumnya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu.
1. Bengkak Mendadak di Wajah atau Tangan
Bengkak yang tiba-tiba bertambah di wajah dan tangan sebaiknya segera dicek. Pola ini berbeda dari bengkak sore hari yang muncul perlahan.
2. Sakit Kepala Hebat
Sakit kepala berat yang tidak hilang dengan obat pereda nyeri biasa sebaiknya langsung dilaporkan. Keluhan ini mudah dikira akibat kurang tidur.
3. Gangguan Penglihatan
Pandangan kabur, kilatan cahaya, atau mata yang lebih sensitif terhadap cahaya membutuhkan pemeriksaan segera. Laporkan juga walau gangguan itu sudah hilang.
4. Nyeri di Bawah Rusuk atau Ulu Hati
Nyeri di perut atas, biasanya di bawah rusuk kanan, juga patut dilaporkan. Begitu pula rasa panas di ulu hati yang tidak membaik dengan obat maag atau disertai muntah.
5. Sesak Napas atau Nyeri Dada
Keluhan ini termasuk kondisi darurat dan harus ditangani di IGD. Penyebabnya bisa berupa cairan di paru akibat preeklamsia atau bekuan darah yang terbawa ke paru (emboli paru).
6. Bengkak di Satu Kaki dengan Nyeri
Bengkak di satu tungkai dengan nyeri berdenyut di betis atau paha perlu diperiksa pada hari yang sama. Kulit bisa tampak merah atau lebih gelap, dan pola ini mengarah pada kemungkinan DVT.
Mengapa Pemantauan Dini Penting bagi Ibu dan Janin
Sebagian besar kasus preeklamsia tidak berat. Bila tidak terpantau, aliran darah ke plasenta bisa berkurang sehingga janin tumbuh lebih lambat atau lahir sebelum waktunya.
Pada sebagian ibu, komplikasi serius bisa muncul, seperti eklamsia atau kejang, sindrom HELLP, lepasnya plasenta sebelum persalinan, dan stroke. Kajian Fakultas Kedokteran Universitas Andalas menyebut preeklamsia ringan yang tidak terkontrol melalui asuhan antenatal bisa berkembang menjadi berat. Riwayat preeklamsia juga dikaitkan dengan risiko penyakit jantung di kemudian hari.
Bengkak Biasa atau Perlu Diperiksa?
Tabel berikut merangkum perbedaan polanya.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Kapan Harus ke Dokter atau IGD?
Segera ke IGD bila bengkak disertai sesak napas, nyeri dada, kejang, nyeri perut hebat, atau sakit kepala hebat dengan gangguan penglihatan.
Hubungi bidan atau dokter kandungan pada hari yang sama bila bengkak bertambah tiba-tiba, muncul di wajah atau tangan, atau terjadi di satu kaki dengan nyeri, termasuk pada masa nifas.
Bengkak ringan tanpa keluhan lain cukup disampaikan saat kontrol berikutnya. Bila ragu, tetap bertanya, apalagi pada kehamilan pertama.
Pemeriksaan yang Biasanya Dilakukan Dokter
Tanda awal preeklamsia sering tidak terasa, sehingga tekanan darah dan urine diperiksa rutin saat kontrol kehamilan. Permenkes Nomor 21 Tahun 2021 menetapkan pelayanan antenatal minimal 6 kali, yaitu 1 kali di trimester pertama, 2 kali di trimester kedua, dan 3 kali di trimester ketiga, termasuk pengukuran tekanan darah dan tes laboratorium.
Bila dokter mencurigai preeklamsia, pemeriksaan bisa berlanjut ke tes darah saat hamil untuk menilai fungsi hati, ginjal, dan trombosit, serta USG janin. Untuk bengkak di satu kaki, dokter biasanya meminta USG pembuluh darah.
Peran Pemeriksaan Urine saat Kaki Bengkak
Ginjal yang sehat menahan protein agar tidak terbuang ke urine. Saat penyaringan terganggu, protein bisa lolos. Kondisi ini disebut proteinuria dan menjadi salah satu tanda yang dicari dokter bersama tekanan darah tinggi.
Satu hasil belum cukup untuk diagnosis, karena protein urine bisa naik sementara akibat aktivitas berat, kurang cairan, stres, atau kehamilan itu sendiri.
Bila dokter menyarankan cek urine di luar jadwal kontrol, Bumame menyediakan pemeriksaan urine rutin atau urine lengkap. Parameternya mencakup protein, glukosa, darah, nitrit, leukosit esterase, keton, bilirubin, urobilinogen, pH, dan kepekatan warna urine. Sampel berupa urine porsi tengah, tanpa puasa bila diperiksa tersendiri. Bila ada tanda bahaya di atas, kunjungi IGD lebih dulu. Untuk jadwal atau layanan Home Care, chat CS Bumame.
Cara Meredakan Kaki Bengkak saat Hamil
Untuk bengkak yang umum, langkah berikut membantu mengurangi rasa tidak nyaman:
Kurangi berdiri lama. Selingi dengan duduk sambil menggerakkan kaki. Saat duduk lama, bangun dan berjalan sebentar kira-kira setiap jam.
Angkat kaki saat beristirahat. Letakkan kaki di atas bantal atau bangku kecil sesering mungkin. Kebiasaan ini membantu mengurangi bengkak setelah seharian beraktivitas.
Pakai alas kaki yang nyaman. Pilih sepatu yang tidak sempit dan kaus kaki yang longgar. Hindari tali atau karet yang menjepit saat kaki membengkak.
Tetap aktif. Jalan kaki teratur dan senam kaki membantu sirkulasi. Tekuk dan luruskan telapak kaki ke atas dan ke bawah 30 kali, lalu putar tiap kaki 8 kali ke tiap arah.
Cukupi cairan. Minum cukup air membantu mencegah dehidrasi yang menaikkan peluang bekuan darah. Ikuti saran dokter bila Anda punya kondisi tertentu.
Bila bengkak berkaitan dengan preeklamsia, dokter kandungan menentukan penanganannya, misalnya kontrol lebih sering, obat penurun tekanan darah, dan perencanaan waktu persalinan. DVT biasanya ditangani dengan obat pengencer darah hingga beberapa minggu setelah persalinan.
Langkah Pencegahan selama dan setelah Kehamilan
Langkah berikut membantu menjaga kesehatan ibu dan mengenali tanda lebih awal:
Datang ke setiap jadwal kontrol. Pemeriksaan tekanan darah dan urine membantu menemukan preeklamsia sebelum muncul keluhan. Bawa buku KIA agar hasil tiap kunjungan tercatat.
Jaga berat badan dan pola makan seimbang. Pola makan seimbang dan olahraga yang sesuai membantu menurunkan risiko preeklamsia. Diskusikan kebutuhan vitamin ibu hamil setiap trimester dengan bidan atau dokter.
Obat pencegahan hanya atas saran dokter. Bagi ibu berisiko tinggi, dokter bisa meresepkan obat pencegahan mulai usia kehamilan 12 minggu. Jangan memulainya sendiri.
Tetap memantau setelah melahirkan. Laporkan bengkak, sakit kepala hebat, atau sesak napas pada masa nifas. Ibu dengan riwayat preeklamsia juga dianjurkan rutin memeriksa tekanan darah.
Kenali Pola Bengkak, Jalani Kehamilan dengan Lebih Tenang
Kaki bengkak saat hamil umumnya bagian wajar dari tubuh yang sedang beradaptasi. Dengan mengenali polanya, Anda bisa lebih tenang sekaligus bertindak cepat saat polanya berubah. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.
Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan urine, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
NHS. Swollen Ankles, Feet and Fingers in Pregnancy.
NHS. Pre-eclampsia.
Mayo Clinic. Preeclampsia, Symptoms and Causes.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, dan Masa Sesudah Melahirkan, Pelayanan Kontrasepsi, dan Pelayanan Kesehatan Seksual.
Ulva LA, Lasmini PS, Amir A. Jurnal Kesehatan Andalas, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Hubungan Asuhan Antenatal dengan Preeklampsia di RSUP M. Djamil Padang Periode 1 Januari 2013–31 Desember 2013.
MedlinePlus, National Library of Medicine. Protein in Urine.
NHS. DVT (Deep Vein Thrombosis).
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
Frequently Asked Question
Apakah kaki bengkak saat hamil normal?
Ya, bengkak ringan pada tungkai, pergelangan kaki, dan jari tangan umum terjadi selama kehamilan. Biasanya, bengkak muncul perlahan, lebih terasa pada sore hari, dan meningkat pada trimester akhir.
Kapan kaki bengkak saat hamil perlu segera diperiksa?
Segera hubungi dokter atau bidan jika bengkak bertambah mendadak, muncul di wajah atau tangan, atau terjadi pada satu kaki disertai nyeri. Sesak napas, nyeri dada, kejang, atau sakit kepala hebat dengan gangguan penglihatan merupakan tanda darurat yang memerlukan penanganan di IGD.
Bagaimana cara mengurangi kaki bengkak saat hamil?
Kurangi berdiri terlalu lama, angkat kaki saat beristirahat, gunakan alas kaki yang nyaman, dan lakukan jalan kaki atau senam kaki secara teratur. Cukupi kebutuhan cairan serta ikuti anjuran dokter jika memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Apakah kaki bengkak saat hamil selalu menjadi tanda preeklamsia?
Tidak. Bengkak ringan yang muncul perlahan bisa menjadi bagian normal dari kehamilan. Namun, bengkak mendadak, terutama pada wajah dan tangan, perlu diperiksa karena dapat menjadi salah satu tanda preeklamsia. Dokter akan menilai tekanan darah, urine, dan pemeriksaan lain sesuai kebutuhan.
Apakah kaki bengkak masih perlu diwaspadai setelah melahirkan?
Ya. Preeklamsia dapat muncul setelah persalinan, sementara risiko bekuan darah di vena dalam masih meningkat hingga enam minggu setelah melahirkan. Segera periksakan bengkak yang muncul mendadak, sakit kepala hebat, sesak napas, atau bengkak pada satu kaki yang disertai nyeri.
