Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Orchitis Adalah: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan
Kembali ke Artikel & Berita

Orchitis adalah: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

SBATips Kesehatan

Bagi seorang pria, rasa tidak nyaman atau nyeri pada area lipatan paha atau kantung zakar bukanlah hal yang mudah untuk dibicarakan. Bahkan, berkonsultasi pada dokter pun terasa segan atau malu. Padahal, bisa jadi orchitis adalah penyebabnya dan harus segera mendapatkan penanganan.

Apa Itu Orchitis?

Orchitis adalah peradangan yang terjadi pada salah satu atau kedua buah zakar (testis) pria. Organ ini sendiri berperan penting dalam memproduksi sperma serta hormon testosteron. Ketika organ tersebut mengalami peradangan, aliran darah di sekitarnya akan meningkat sehingga memicu respons seperti:

  • Pembengkakan dan berwarna kemerahan;

  • Rasa nyeri tajam; dan

  • Sensasi terbakar atau panas.

Berdasarkan data kesehatan medis Siloam Hospital, gangguan peradangan ini bisa terjadi pada laki-laki dari berbagai kelompok usia, baik anak-anak hingga dewasa. Namun, meskipun menimbulkan ketidaknyamanan yang cukup berat, gangguan medis ini masih dapat ditangani dengan baik asalkan terdeteksi sejak dini.

Penyebab Orchitis

Sebagaimana pemicu umum reaksi peradangan organ lain dalam tubuh, penyebab dari penyakit ini juga kurang lebih sama, yaitu infeksi virus dan bakteri. Keduanya masuk ke saluran reproduksi atau kandung kemih sehingga memicu respons peradangan dari sistem kekebalan tubuh.

1. Infeksi Virus

Pemicu pertama dari orchitis adalah serangan virus, tepatnya jenis paramyxovirus, sama dengan yang memicu penyakit gondongan. Peradangan testis akibat virus ini lebih sering terjadi pada anak-anak dan remaja pria, terutama mereka yang sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna.

Biasanya, peradangan testis karena virus ini muncul sebagai komplikasi lanjutan, sekitar 4–7 hari setelah kelenjar ludah di sekitar leher mengalami pembengkakan. Singkatnya, jika penyebabnya virus, pasti leher sudah lebih dulu membengkak, terasa nyeri, dan ada sensasi terbakar.

2. Infeksi Bakteri

Berbeda dengan peradangan yang pemicunya adalah bakteri. Kasus ini umumnya terjadi pada pria dewasa, terutama mereka yang memiliki kehidupan seksual aktif.

Ada tiga jenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi ini, yaitu:

  • Neisseria gonorrhoeae yang menjadi pemicu penyakit gonore;

  • Chlamydia trachomatis sebagai penyebab klamidia; dan

  • Escherichia coli yang sejatinya merupakan bakteri pencernaan tapi dapat memicu peradangan sekunder pada saluran kemih.

Ketiga jenis bakteri tersebut bisa menular akibat hubungan seksual tanpa pelindung hingga memicu peradangan. Inilah yang menjadi salah satu alasan pentingnya menggunakan alat kontrasepsi saat melakukan hubungan intim.

Faktor Risiko Orchitis

Selain dua penyebab di atas–yaitu infeksi bakteri dan virus, terdapat pula beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang terjadinya peradangan tersebut. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Tidak pernah menerima vaksinasi untuk pencegahan gondongan secara lengkap pada masa kanak-kanak.

  • Melakukan aktivitas seksual dengan risiko tinggi, seperti berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan alat kontrasepsi pengaman dan tidak rutin melakukan pemeriksaan kesehatan organ reproduksi.

  • Memiliki riwayat infeksi saluran kemih kronis atau peradangan kelenjar prostat (prostatitis) yang tidak mendapat penanganan secara tuntas.

  • Kelainan bawaan lahir pada struktur saluran kemih yang menghambat kelancaran buang air kecil.

  • Pernah menjalani tindakan medis di area saluran kemih atau menggunakan alat bantu kateter urin dalam durasi cukup lama.

Gejala Orchitis

Mengingat orchitis adalah gangguan peradangan, gejala awalnya cukup mirip dengan respons infeksi pada organ tubuh lainnya. Meskipun demikian, ada beberapa gejala khas yang terjadi pada pasien, yaitu:

  • Terjadi pembengkakan mendadak pada salah satu atau kedua testis;

  • Rasa nyeri berkepanjangan dengan intensitas sedang hingga sangat tajam pada area testis;

  • Muncul sensasi hangat dan perubahan warna kulit menjadi kemerahan di sekitar area testis;

  • Mendadak mengalami demam tinggi disertai tubuh menggigil dan lemas;

  • Mengalami mual, muntah, dan pegal atau nyeri di area perut bagian bawah atau selangkangan; serta

  • Terdapat bercak atau campuran darah pada air mani saat ejakulasi.

Gejala-gejala peradangan di atas biasanya berkembang dengan cepat dalam kurun 2–7 hari. Namun, penegakan diagnosis orchitis tetap akan melalui beberapa tahapan pemeriksaan medis–tidak hanya berpedoman pada gejala yang muncul.

Diagnosis Orchitis

Adapun rangkaian evaluasi medis untuk diagnosis peradangan pada testis ini mencakup:

  • Pemeriksaan fisik di area testis untuk menilai tingkat pembengkakan, sensitivitas nyeri, serta pembesaran kelenjar getah beningnya;

  • Melakukan analisis sampel air kencing (tes urin) di laboratorium, yang bertujuan untuk mendeteksi tanda-tanda infeksi saluran kemih dan sel darah putih;

  • Pengambilan sampel cairan dari ujung saluran kencing (tes swab) untuk mendeteksi keberadaan kuman infeksi menular seksual seperti gonore atau klamidia;

  • Pemeriksaan USG untuk melihat aliran darah dalam testis; serta

  • Cek darah menyeluruh guna menilai tingkat peradangan dan memastikan keseimbangan fungsi organ dan hormon tubuh secara menyeluruh. Mirip dengan pemeriksaan progesteron pada wanita.

Cara Menyembuhkan Penyakit Orchitis

Bagaimana jika hasil diagnosis mengonfirmasi kondisi peradangan pada testis tersebut? Melansir MedlinePlus, Anda tidak perlu panik karena orchitis adalah respons sistem kekebalan tubuh yang dapat dipulihkan, asal terdeteksi dini dan mendapat penanganan tepat.

  • Pengobatan menggunakan antibiotik untuk peradangan yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Namun, seluruh dosis obat harus habis sesuai resep dokter agar bakteri musnah sepenuhnya dan tidak menjadi kebal (resisten).

  • Mengonsumsi obat pereda nyeri dan anti radang seperti ibuprofen atau paracetamol untuk meredakan rasa nyeri dan menurunkan demam.

  • Istirahat total (bed rest), tepatnya membatasi aktivitas fisik berat, terutama yang memberi beban berat pada area panggul.

  • Memakai kompres dingin pada testis selama 15–20 menit setiap hari untuk meredakan rasa panas dan mengurangi pembengkakan.

  • Menggunakan celana penyangga khusus bagian testis agar tekanan pada organ tersebut tidak terlalu besar ketika bergerak.

Komplikasi Jika Orchitis Tidak Ditangani

Rangkaian penanganan tersebut cukup sederhana, tapi efektif dalam meringankan dan memulihkan kondisi peradangan pada testis. Namun, jika kondisi tersebut tidak lekas mendapatkan penanganan, kemungkinan terjadi komplikasi gangguan kesehatan sangat besar, seperti:

  • Kerusakan jaringan testis akibat peradangan hebat yang membuat ukuran testis menyusut dan mengalami penurunan fungsi;

  • Pembentukan kantung nanah pada jaringan testis yang memerlukan tindakan bedah untuk penyedotan cairan;

  • Peradangan yang meluas hingga saluran penyimpanan dan pematangan sperma dan menyebabkan penurunan kualitas produksinya. Pada jangka panjang, meningkatkan risiko gangguan kesuburan (infertilitas); serta

  • Komplikasi lanjutan yang terakhir dari orchitis adalah infeksi pada aliran darah hingga menimbulkan kondisi berbahaya seperti meningitis.

Pencegahan Orchitis adalah dengan Vaksinasi

Menerapkan langkah pencegahan selalu menjadi pilihan terbaik sebelum gangguan kesehatan–termasuk peradangan testis–terjadi. Ada beberapa tindakan preventif yang bisa Anda lakukan, seperti:

  • Menerapkan aktivitas seksual yang aman dan menjaga kebersihan organ intim;

  • Memperhatikan kesehatan keluarga sejak dini, termasuk pada balita yang lebih rentan terinfeksi virus menular. Tidak hanya campak, tapi juga orchitis; serta

  • Memberikan Vaksin MMR II untuk mencegah peradangan testis akibat infeksi virus mumps (gondongan).

Vaksinasi sendiri dapat mencegah virus menyerang kelenjar ludah maupun organ reproduksi. Anda tidak perlu bingung mencari tempat vaksinasi yang tepat, karena Bumame menyediakannya. Cairan yang digunakan dapat memberikan perlindungan optimal dari tiga infeksi virus sekaligus, yaitu campak, gondongan, dan rubella.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun merasa malu atau takut untuk berkonsultasi ke dokter, dua kondisi berikut tidak memungkinkan Anda untuk terus menunda.

  • Nyeri mendadak dan sangat tajam pada area testis.

  • Pembengkakan menyebar dengan cepat dan dalam waktu singkat, disertai rasa panas membakar dan tubuh demam tinggi.

Evaluasi medis cepat dan akurat pada kondisi krusial tersebut sangat penting. Tidak hanya untuk menentukan langkah penanganan yang tepat, tetapi juga mencegah kerusakan permanen pada jaringan reproduksi. Selain itu, dapat meminimalisir risiko kesalahan diagnosis dengan gangguan peradangan lainnya yang gejalanya mirip.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi dengan Baik

Organ reproduksi–baik untuk pria maupun wanita–sangat penting, sehingga menjaga kebersihan dan kesehatannya sangat penting. Kondisi peradangan seperti orchitis adalah respons alami tubuh yang muncul akibat infeksi bakteri atau virus yang sebenarnya dapat dicegah.

Namun, bila sudah terlanjur mengalami gangguan peradangan tersebut, Anda tidak perlu panik. Anda wajib segera berkonsultasi dengan dokter dan mendapatkan penanganan medis yang tepat. Setelah pulih, sebisa mungkin terapkan pola hidup sehat, terutama terkait aktivitas seksual, untuk mencegahnya kembali terjadi.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Mayo Clinic. (2024). Orchitis.

  2. Siloam Hospitals. (2025). Apa Itu Orchitis? Peradangan pada Testis dengan Risiko Mandul

  3. National Library of Medicine (NLM). (2023). Orchitis.

  4. Cleveland Clinic. (2024). Orchitis.

  5. Medscape. (2023). Orchitis.

  6. Longdom Publishing. (2024). Orchitis: Causes, Symptoms, and Complications of Testicular Inflammation.

  7. Eka Hospitals. (2025). Orkitis: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi.

  8. MedlinePlus. (2025). Orchitis.

Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed

Frequently Asked Question

Apa itu orchitis?
Orchitis adalah peradangan pada salah satu atau kedua testis yang dapat menyebabkan pembengkakan, nyeri, serta sensasi panas atau terbakar.
Apa penyebab orchitis?
Orchitis dapat disebabkan oleh infeksi virus, terutama paramyxovirus yang memicu gondongan, atau infeksi bakteri seperti gonore, klamidia, dan Escherichia coli.
Apa saja gejala orchitis?
Gejalanya meliputi pembengkakan testis, nyeri, kulit kemerahan dan terasa hangat, demam, menggigil, lemas, mual, muntah, serta darah dalam air mani.
Bagaimana cara menyembuhkan penyakit orchitis?
Penanganan dapat meliputi antibiotik untuk infeksi bakteri, obat pereda nyeri dan antiradang, istirahat, kompres dingin, serta celana penyangga testis.
Apakah orchitis dapat menyebabkan kemandulan?
Orchitis berpotensi mengganggu kualitas sperma dan kesuburan jika tidak segera ditangani, terutama ketika peradangan menyebabkan kerusakan pada jaringan testis.