Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Diare pada Ibu Hamil Trimester 2: Tanda Bahaya, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Kembali ke Artikel & Berita

Diare pada Ibu Hamil Trimester 2: Tanda Bahaya, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

SBATips Kesehatan

Memasuki trimester kedua, banyak ibu mulai merasa lebih nyaman. Mual mereda, nafsu makan kembali, dan gerakan janin mulai terasa. Lalu suatu pagi perut melilit dan buang air besar cair berkali-kali, sehingga muncul pertanyaan apakah kondisi ini aman bagi janin.

Diare saat hamil umumnya disebabkan infeksi saluran cerna, dan banyak kasus bisa dirawat di rumah selama cairan tubuh tercukupi. Meski begitu, beberapa tanda perlu diperiksa hari itu juga. NICHD, misalnya, memasukkan kram perut, dengan atau tanpa diare, ke dalam gejala persalinan prematur.

Artikel ini membahas tanda bahaya, pemicu diare, cara membedakannya dari kontraksi, serta perawatan dan pencegahan di rumah.

Tanda Diare yang Membutuhkan Pertolongan Segera

Segera ke IGD atau fasilitas kesehatan terdekat bila diare disertai salah satu tanda berikut:

  • Tanda kekurangan cairan. Dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh ditandai mulut kering, lemas, pusing, dan jarang buang air kecil. NHS menyarankan ibu hamil menghubungi dokter bila tidak buang air kecil selama 8 jam atau minuman selalu dimuntahkan.

  • Darah dalam feses. Kemenkes menganjurkan diare yang disertai darah dalam feses diperiksakan ke dokter, karena feses berdarah bisa menandakan diare akibat infeksi. Penyebab BAB berdarah yang lain juga perlu dipastikan lewat pemeriksaan.

  • Demam tinggi. Kemenkes menyebut demam pada ibu hamil bisa menandakan infeksi dan perlu segera diperiksa. Demam yang disertai bingung, menggigil hebat, sesak napas berat, kulit tampak belang, atau tidak buang air kecil seharian bisa menandakan sepsis, menurut NHS.

  • Nyeri perut hebat atau kram teratur. NHS meminta ibu hamil segera menghubungi rumah sakit bila nyeri perut terasa hebat atau tidak hilang setelah istirahat 30 sampai 60 menit. Kram teratur sebelum usia kehamilan 37 minggu bisa menandakan persalinan prematur.

  • Gerakan janin berkurang. Menurut NHS, gerakan janin biasanya mulai terasa pada usia kehamilan 16 sampai 24 minggu. Bila gerakannya berkurang, berubah pola, atau hilang, segera hubungi tenaga kesehatan tanpa menunggu esok hari.

  • Darah atau cairan dari vagina. Kemenkes menggolongkan perdarahan dan air ketuban yang pecah sebelum waktunya sebagai tanda bahaya kehamilan. Menurut NHS, keduanya perlu segera dilaporkan ke rumah sakit bila muncul bersama nyeri perut.

Apakah Diare di Trimester Kedua Berbahaya bagi Janin?

Diare yang tidak disertai tanda bahaya umumnya bisa dirawat di rumah, selama Anda masih bisa minum sedikit demi sedikit dan gerakan janin terasa seperti biasa. NHS menyebut diare selama hamil umumnya tidak berhubungan dengan kehamilan. Penyebab yang umum adalah gastroenteritis atau infeksi saluran cerna, dan diarenya biasanya reda dalam 5 sampai 7 hari.

Perhatian lebih dibutuhkan pada tiga keadaan berikut:

  • Kekurangan cairan. Kemenkes menyebut dehidrasi sebagai komplikasi diare yang perlu dihindari. Muntah yang terus-menerus selama hamil juga bisa menyebabkan kekurangan cairan.

  • Infeksi yang bisa memengaruhi kehamilan. Bakteri Listeria dari makanan tercemar bisa memicu diare. Gejalanya pada ibu hamil biasanya ringan seperti flu, tetapi CDC mencatat infeksi ini bisa menyebabkan keguguran, persalinan prematur, atau infeksi berat pada bayi baru lahir.

  • Kram yang ternyata kontraksi. Menurut NICHD, persalinan prematur bisa terjadi sejak usia kehamilan 20 minggu, dengan gejala yang bisa berupa kram perut disertai diare. Tabel di bawah membantu membedakannya.

Mengenal Diare dan Gejalanya selama Kehamilan

Diare adalah buang air besar dengan feses cair atau encer lebih dari 3 kali dalam 24 jam, menurut Kemenkes, dan ambang diagnosis ditentukan oleh dokter. Keluhan penyertanya antara lain kram perut, dorongan BAB yang sulit ditahan, mual atau muntah, demam, dan rasa lelah.

Mual muntah kehamilan biasanya mereda pada usia 16 sampai 20 minggu, menurut NHS. Muntah berat selama hamil disebut hiperemesis gravidarum dan bisa memerlukan penanganan dokter.

Saat konsultasi, dokter menanyakan lama diare untuk menentukan kemungkinan penyebabnya. Lamanya keluhan juga menjadi dasar pembedaan diare akut dan kronis.

Pemicu Diare yang Umum selama Hamil

Kemenkes mencatat beberapa pemicu diare berikut:

  • Infeksi saluran cerna. Virus seperti rotavirus, bakteri seperti E. coli, dan parasit seperti Giardia bisa menginfeksi usus. Keluhan infeksi usus biasanya berupa BAB cair dan kram perut, kadang dengan demam.

  • Makanan atau minuman tercemar. Makanan yang disiapkan atau disimpan kurang bersih, air yang tidak bersih, dan makanan sisa yang sudah dingin termasuk faktor risiko diare. CDC menyebut diare akibat Listeria biasanya muncul dalam 24 jam setelah makan makanan tercemar.

  • Intoleransi makanan. Sebagian orang mengalami diare setelah mengonsumsi makanan tertentu, misalnya susu pada intoleransi laktosa. Bila diare selalu muncul setelah minum susu, sampaikan polanya kepada dokter atau bidan.

  • Efek samping obat. Beberapa obat, seperti antibiotik, bisa memicu diare. Tanyakan kepada dokter atau bidan sebelum menghentikan obat atau vitamin ibu hamil yang sedang diminum.

  • Penyakit pencernaan kronis dan stres. Penyakit Crohn, kolitis ulserativa, sindrom iritasi usus, serta stres dan kecemasan juga bisa menyebabkan diare. Bila diare kambuh berulang kali, kemungkinan penyebab diare berkepanjangan perlu dibahas bersama dokter.

Diare Biasa atau Tanda Persalinan Prematur?

NICHD menyebut perut yang sesekali kencang masih normal selama hamil. Kontraksi yang sering, misalnya enam kali atau lebih dalam satu jam, sudah tergolong tidak normal. Tabel berikut membantu membedakan keluhan pencernaan dari tanda persalinan prematur.

Ciri

Lebih sesuai dengan infeksi saluran cerna

Perlu diwaspadai sebagai persalinan prematur

Pola kram

Kram atau nyeri perut yang menyertai BAB cair

Kram seperti nyeri haid, atau perut kencang setiap 10 menit atau lebih sering

Keluhan penyerta

Mual, muntah, demam, dan lemas

Nyeri punggung bawah yang tumpul, rasa tertekan di panggul, keputihan yang berubah, atau keluar cairan dan darah dari vagina

Langkah awal

Minum sedikit tetapi sering, istirahat, dan pantau gerakan janin

Hubungi dokter atau segera ke rumah sakit untuk diperiksa

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Kedua keadaan ini bisa muncul bersamaan. Karena itu, kram yang teratur tetap perlu diperiksa walaupun Anda yakin penyebabnya diare.

Diare yang Perlu Dikonsultasikan Walau Tidak Darurat

Sebagian keluhan cukup dibicarakan dengan dokter atau bidan dalam waktu dekat. NHS menyarankan ibu hamil menghubungi dokter bila diare berlangsung lebih dari 7 hari, muntah lebih dari 3 hari, atau ibu memiliki penyakit jangka panjang, diabetes, atau rutin minum obat. Kemenkes juga menganjurkan konsultasi bila diare tidak membaik setelah beberapa hari.

Pemeriksaan untuk Mencari Penyebab Diare

Dokter biasanya menanyakan gejala, lama diare, makanan yang dikonsumsi, dan riwayat perjalanan, lalu melakukan pemeriksaan fisik. Pada kasus tertentu, dokter bisa meminta pemeriksaan feses untuk mencari infeksi atau kondisi lain.

Selama hamil, kondisi janin ikut dinilai. Bila gerakan janin berkurang, NHS menyebut tenaga kesehatan akan memeriksa gerakan dan detak jantungnya. Ibu dengan kram teratur sebelum usia kehamilan 37 minggu juga perlu dipantau di rumah sakit.

Pemeriksaan Elektrolit atas Saran Dokter

Diare yang berat atau berkepanjangan bisa menyebabkan kekurangan cairan, dan tubuh ikut kehilangan elektrolit bersama cairan yang keluar. Bila dokter menyarankan pemeriksaan elektrolit, Paket Na, K, Cl di Bumame mengukur natrium, kalium, dan klorida dari sampel darah. Pemeriksaan ini tidak memerlukan puasa dan tersedia untuk Walk In maupun Home Care.

Hasilnya keluar dalam lebih dari 1x24 jam, jadi tanda bahaya tetap ditangani di IGD. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Cara Mengatasi Diare saat Hamil di Rumah

Perawatan di rumah berfokus pada menjaga cairan tubuh. Langkah berikut bisa membantu:

  • Minum sedikit tetapi sering. NHS menyarankan banyak minum, misalnya air putih, dan cukup istirahat. Bila sedang muntah, teguk air sedikit demi sedikit daripada minum banyak sekaligus.

  • Gunakan oralit atas saran tenaga kesehatan. Kemenkes menyebut oralit sebagai larutan pengganti cairan dan elektrolit yang hilang karena diare. Bila dokter atau bidan menyarankannya, jangan campur larutannya dengan susu atau teh manis. Bedanya dengan minuman elektrolit lain bisa ditanyakan saat konsultasi.

  • Makan saat merasa sanggup. NHS menyarankan ibu makan ketika sudah merasa mampu. Kemenkes menganjurkan makanan lunak yang mudah dicerna, seperti bubur dan pisang, sebagai makanan untuk orang diare, serta menghindari makanan pedas dan berlemak.

  • Tanyakan dulu sebelum minum obat. Kemenkes mengingatkan obat antidiare dan antibiotik perlu digunakan sesuai anjuran dokter. Selama hamil, sampaikan usia kehamilan kepada dokter atau apoteker sebelum minum obat diare apa pun.

Langkah Mencegah Diare selama Kehamilan

Kebersihan tangan, makanan, dan air minum menjadi dasar pencegahan:

  • Cuci tangan dengan sabun. Lakukan terutama setelah dari toilet dan sebelum makan. Kemenkes mencatat tidak mencuci tangan dengan sabun sebagai faktor risiko diare.

  • Pilih makanan yang matang dan bersih. Hindari daging dan makanan laut yang tidak dimasak dengan baik, serta makanan sisa yang sudah dingin. Daftar makanan yang dilarang untuk ibu hamil membantu menyusun menu yang lebih aman.

  • Minum air yang aman. Bila ragu dengan kualitas air, minum air kemasan atau didihkan dulu airnya, sesuai saran Kemenkes. Dapur dan toilet yang jarang dibersihkan juga termasuk faktor risiko diare.

  • Waspadai demam setelah makan makanan berisiko. CDC meminta siapa pun yang demam setelah makan makanan yang ditarik dari peredaran untuk menghubungi tenaga kesehatan. Langkah ini makin penting saat hamil.

Jaga Cairan Tubuh dan Tetap Dekat dengan Dokter atau Bidan

Diare saat hamil biasanya reda dalam 5 sampai 7 hari. Selama itu, cukupi cairan, pantau tanda bahaya dan gerakan janin, lalu periksakan diri lebih awal bila keluhan tidak membaik. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Tanda-Tanda Bahaya pada Ibu Hamil

  2. Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat — Diare

  3. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Penanganan Awal pada Diare

  4. NHS South West London, Healthier Together — Diarrhoea and vomiting (concerns during pregnancy)

  5. Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development (NICHD) — What are the symptoms of preterm labor?

  6. NHS — Stomach pain in pregnancy

  7. NHS — Your baby's movements

  8. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) — Symptoms of Listeria Infection

Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna

Frequently Asked Question

Apakah diare pada ibu hamil trimester 2 berbahaya bagi janin?

Diare ringan umumnya dapat dirawat di rumah selama ibu mampu minum dan gerakan janin terasa seperti biasa. Segera periksakan diri jika muncul demam tinggi, dehidrasi, darah dalam feses, nyeri perut hebat, atau gerakan janin berkurang.

Berapa lama diare saat hamil biasanya berlangsung?

Diare umumnya berlangsung 5–7 hari. Hubungi dokter jika diare berlangsung lebih dari 7 hari atau Anda tidak buang air kecil selama 8 jam.

Apakah diare bisa menjadi tanda persalinan prematur?

Bisa. Kram perut dengan atau tanpa diare dapat menjadi gejala persalinan prematur. Kram atau perut kencang yang teratur, misalnya setiap 10 menit atau lebih sering, perlu segera diperiksa.

Apa yang sebaiknya diminum ibu hamil saat diare?

Minum air putih sedikit demi sedikit tetapi sering untuk menjaga kecukupan cairan. Oralit dan obat diare sebaiknya digunakan sesuai saran dokter atau bidan.

Bagaimana cara mencegah diare selama hamil?

Cuci tangan dengan sabun setelah dari toilet dan sebelum makan, minum air yang aman, serta hindari makanan yang tidak dimasak hingga matang, terutama daging dan makanan laut.