Wajah terasa kasar saat diraba dan riasan tidak lagi menempel rata. Banyak orang lalu menggosok wajah dengan scrub lebih lama atau menambah toner asam ke rutinitas malam, berharap kulit kusam segera tampak segar.
Mengangkat sel kulit mati memang bisa membuat wajah terasa lebih halus. Namun, cara yang terlalu keras atau terlalu sering bisa membuat kulit merah dan teriritasi, dan sebagian bahan pengelupas membuat kulit lebih peka terhadap sinar matahari.
Artikel ini membahas manfaat dan batas bukti eksfoliasi wajah, jenisnya, pilihan sesuai jenis kulit, langkah yang lebih aman, dan tanda kulit perlu diperiksakan ke dokter.
Apa Itu Eksfoliasi Wajah dan Seberapa Besar Manfaatnya?
Menurut American Academy of Dermatology (AAD), eksfoliasi adalah proses mengangkat sel kulit mati dari lapisan terluar kulit. Kemenkes menyebut penumpukan sel kulit mati sebagai salah satu penyebab tekstur wajah tidak rata. Asam glikolat yang mengelupas sel mati juga membantu merangsang pergantian sel kulit.
PERDOSKI menyebut BHA dikenal efektif membantu mengatasi jerawat dan komedo. Kemenkes juga mencatat bahwa flek hitam, pigmentasi, hingga melasma bisa memudar secara perlahan dengan asam glikolat.
Meski begitu, AAD mengingatkan bahwa eksfoliasi tidak cocok untuk semua orang. Bukti ilmiah tentang manfaatnya juga masih terbatas. Tinjauan sistematis di jurnal BMJ Open terhadap 12 uji klinis dengan 387 peserta menemukan berbagai jenis peeling kimia tampak sama efektifnya untuk jerawat ringan sampai sedang dan umumnya bisa ditoleransi. Namun, kualitas metodologi penelitiannya dinilai sangat rendah sampai sedang, sehingga peneliti belum bisa menarik kesimpulan yang kuat tentang jenis yang lebih unggul.
Eksfoliasi Mekanis dan Kimia, Apa Bedanya?
Eksfoliasi mekanis memakai alat seperti sikat, bantalan (pad), spons, atau butiran scrub untuk mengangkat sel kulit mati lewat gesekan. Eksfoliasi kimia memakai asam untuk meluruhkan sel kulit mati, terutama alpha hydroxy acid (AHA) dan beta hydroxy acid (BHA).
AHA bekerja di permukaan kulit. FDA mencatat jenis yang umum di kosmetik adalah asam glikolat dan asam laktat. Asam glikolat berasal dari tebu dan berukuran kecil, sehingga mudah menembus lapisan kulit. BHA yang umum dipakai adalah asam salisilat. Karena larut dalam minyak, BHA bisa menembus permukaan kulit untuk membersihkan sebum atau minyak alami kulit yang berlebih.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Menyesuaikan Cara Eksfoliasi dengan Jenis Kulit
Menurut AAD, pilihan cara dan frekuensi eksfoliasi bergantung pada jenis kulit. Panduan umumnya seperti berikut:
Kulit kering, sensitif, atau mudah berjerawat. Kulit sensitif mudah perih atau terasa terbakar setelah memakai produk, sehingga kain lap wajah dan bahan kimia yang ringan mungkin lebih cocok. Kemenkes menyarankan pemilik kulit sensitif memilih produk asam glikolat yang dibilas, misalnya sabun cuci muka.
Kulit berminyak dan tebal. Pemilik kulit ini mungkin bisa memakai bahan kimia yang lebih kuat atau cara mekanis. BHA bisa menjadi pilihan karena membantu membersihkan minyak berlebih di pori.
Kulit sawo matang atau mudah meninggalkan noda gelap. AAD menyarankan menghindari eksfoliasi yang kuat bila warna kulit Anda lebih gelap atau sering muncul noda gelap setelah luka bakar, gigitan serangga, atau jerawat. Cara yang agresif bisa menambah hiperpigmentasi, yaitu noda gelap baru di kulit.
Langkah Eksfoliasi Wajah yang Lebih Aman di Rumah
Langkah berikut merangkum saran AAD, FDA, dan Kemenkes:
Periksa produk yang sedang dipakai. Krim retinoid resep dokter atau produk ber-retinol bisa membuat kulit lebih sensitif, dan eksfoliasi di atasnya bisa memperparah kulit kering atau memicu jerawat. Kemenkes juga menyarankan asam glikolat tidak dipakai bersama bahan pengelupas lain, termasuk obat jerawat golongan retinoid.
Uji di area kecil lebih dulu. FDA menyarankan produk ber-BHA dicoba pada area kulit yang kecil sebelum dipakai di area yang luas. Bila Anda juga memakai serum vitamin C atau niacinamide, perkenalkan produk baru satu per satu agar sumber iritasi mudah ditelusuri.
Gosok dengan lembut dan singkat. Oleskan scrub atau pembersih eksfoliasi dengan gerakan memutar kecil selama sekitar 30 detik, lalu bilas dengan air suam-suam kuku. Produk yang tidak dibilas dipakai sesuai petunjuk label, sedangkan sikat atau spons cukup disapukan pendek dan ringan. Segera oleskan pelembap sesudahnya agar kulit tetap terhidrasi.
Lewati kulit yang sedang terluka. AAD menyarankan untuk tidak melakukan eksfoliasi pada luka terbuka atau kulit yang terbakar matahari. Tunggu sampai kulit pulih.
Mulai jarang, lalu naikkan perlahan. Kemenkes mencontohkan asam glikolat dipakai 1 sampai 3 kali pada minggu pertama, lalu ditambah bertahap bila tidak muncul iritasi. Makin kuat metode eksfoliasi, makin jarang ia perlu dilakukan.
Baca kadar asam di label. FDA mencatat kesimpulan panel ahli keamanan kosmetik bahwa asam glikolat dan asam laktat aman untuk produk konsumen bila kadarnya 10 persen atau kurang dengan pH 3,5 atau lebih. PERDOSKI juga menyebut AHA dan BHA berkadar rendah tergolong aman. Produk berkadar lebih tinggi sebaiknya dipakai atas arahan dokter kulit.
Lindungi kulit dari matahari. Dalam penelitian yang dirangkum FDA, kepekaan kulit terhadap kemerahan akibat sinar UV naik 18 persen setelah empat minggu memakai AHA. FDA menyarankan tabir surya, pakaian pelindung, dan membatasi paparan matahari selama memakai AHA hingga seminggu sesudahnya. Kemenkes menganjurkan tabir surya minimal SPF 30 setiap pagi dan siang.
Tanda Kulit Mulai Kelebihan Eksfoliasi
AAD mengingatkan bahwa eksfoliasi berlebihan bisa membuat kulit merah dan teriritasi. FDA juga pernah menerima laporan keluhan setelah pemakaian produk AHA, antara lain rasa terbakar, ruam atau dermatitis, bengkak, kulit mengelupas, gatal, perubahan warna kulit, hingga lepuh. Pemakaian bersama bahan pengelupas lain bisa membuat kulit sangat sensitif dan mudah berjerawat.
Bila tanda tersebut muncul, langkah berikut membantu kulit pulih:
Hentikan semua produk pengelupas. PERDOSKI menyarankan penggunaan AHA dan BHA dihentikan segera bila terjadi iritasi. Tunda juga scrub dan sikat wajah sampai kulit kembali tenang.
Cuci muka dengan lembut. Kemenkes menyarankan pembersih berbahan dasar air yang lembut, dua kali sehari pada pagi dan malam. Mencuci muka lebih sering bisa membuat kulit makin kering.
Jaga kelembapan dan lindungi dari matahari. Pelembap membantu kulit tetap terhidrasi selama masa pemulihan. Tabir surya tetap dipakai setiap pagi, terutama bila Anda baru berhenti memakai AHA.
Siapa yang Perlu Menunda Eksfoliasi atau Bertanya ke Dokter Dulu?
Beberapa kondisi kulit membuat eksfoliasi lebih mudah memicu iritasi. Kelompok berikut sebaiknya berhati-hati:
Orang dengan rosacea. Rosacea adalah kondisi kulit yang membuat wajah mudah kemerahan. AAD menyarankan penderitanya berhenti melakukan eksfoliasi dan tidak menggosok atau memijat wajah. Asam glikolat dan asam laktat juga termasuk bahan yang bisa mengiritasi kulit dengan rosacea.
Orang dengan kulit kering atau eksim. Kulit kering dan sensitif lebih cocok dengan cara yang ringan. Bila Anda memiliki eksim kering, bicarakan dulu dengan dokter kulit sebelum mencoba produk pengelupas.
Kulit berjerawat yang sedang meradang. Kemenkes menyarankan untuk tidak memakai pembersih ber-scrub karena partikel kasarnya bisa memperburuk masalah kulit. Bila jerawat menjadi alasan utama, dokter bisa menilai pilihan perawatan lain, termasuk soal vitamin untuk mengatasi jerawat.
Bayi dan anak. FDA menyarankan produk ber-BHA tidak dipakai pada bayi dan anak. Bila kulit anak tampak kasar atau bersisik, mintalah saran dokter tentang perawatannya.
Peeling Kimia di Klinik Dokter Kulit
Selain produk rumahan, dokter kulit bisa melakukan peeling kimia di klinik, misalnya untuk jerawat. Tinjauan di BMJ Open mencatat efek yang sering muncul berupa rasa terbakar atau perih sementara, kemerahan, dan kulit bersisik setelah tindakan, sedangkan noda gelap jarang dilaporkan.
Dokter bisa menjelaskan jenis peeling, perkiraan hasil, dan risikonya sesuai kondisi kulit Anda. Noda gelap atau bekas jerawat yang menetap juga sebaiknya dinilai dokter kulit lebih dulu.
Kapan Iritasi setelah Eksfoliasi Perlu Diperiksakan?
Hentikan produk dan periksakan kulit ke dokter bila muncul kondisi berikut:
Lepuh, bengkak, atau rasa seperti terbakar. Keluhan ini termasuk yang dilaporkan ke FDA setelah pemakaian produk AHA. Dokter perlu menilai seberapa berat iritasinya dan perawatan yang sesuai.
Perih atau kemerahan yang tidak kunjung reda. FDA menyarankan berkonsultasi ke dokter bila iritasi atau rasa perih berlangsung lama setelah memakai produk BHA. Dokter bisa membedakan iritasi biasa dari reaksi alergi atau kondisi kulit lain.
Muncul noda gelap baru. Pada kulit yang lebih gelap, eksfoliasi yang agresif bisa meninggalkan noda. Hentikan cara yang dipakai dan tunjukkan perubahan warnanya kepada dokter.
Ragu soal jenis kulit. AAD menyarankan berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit bila Anda tidak yakin dengan jenis kulit atau punya pertanyaan seputar eksfoliasi. Dokter bisa membantu memilih cara yang sesuai.
Mulai dari Cara yang Lembut, Beri Kulit Waktu Beradaptasi
Eksfoliasi wajah bisa membantu kulit terasa lebih halus bila dilakukan dengan lembut, tidak terlalu sering, dan diikuti pelembap serta tabir surya. Pilih satu cara yang sesuai jenis kulit, mulai dari kadar rendah, lalu amati reaksi kulit dari minggu ke minggu.
Bila kulit memerah atau perih, beri jeda dan konsultasikan dengan dokter kulit. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan kesehatan atau medical check up, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
American Academy of Dermatology — How to Safely Exfoliate at Home
U.S. Food and Drug Administration (FDA) — Alpha Hydroxy Acids
U.S. Food and Drug Administration (FDA) — Beta Hydroxy Acids
American Academy of Dermatology — 7 Rosacea Skin Care Tips Dermatologists Recommend
Chen X, Wang S, Yang M, Li L, BMJ Open — Chemical Peels for Acne Vulgaris: A Systematic Review of Randomised Controlled Trials
PERDOSKI — Manfaat AHA dan BHA untuk Kulit
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — Asam Glikolat dan Beragam Manfaatnya
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — Faktor Pemicu Timbulnya Jerawat
Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna
Frequently Asked Question
Apa itu eksfoliasi wajah?
Eksfoliasi wajah adalah proses mengangkat sel kulit mati dari lapisan terluar kulit. Metodenya meliputi cara mekanis menggunakan scrub atau spons dan cara kimia menggunakan bahan seperti AHA dan BHA.
Berapa kali eksfoliasi wajah dalam seminggu?
Frekuensinya bergantung pada jenis kulit dan metode yang digunakan. Mulailah dengan frekuensi rendah, misalnya 1–3 kali pada minggu pertama untuk asam glikolat, lalu tingkatkan secara bertahap jika tidak muncul iritasi.
Apa perbedaan AHA dan BHA untuk wajah?
AHA, seperti asam glikolat dan asam laktat, bekerja di permukaan kulit. BHA, seperti asam salisilat, larut dalam minyak sehingga membantu membersihkan minyak berlebih di pori-pori.
Apa tanda kulit mengalami eksfoliasi berlebihan?
Tandanya meliputi kemerahan, rasa perih atau terbakar, gatal, kulit mengelupas, bengkak, dan munculnya jerawat baru. Hentikan produk pengelupas dan konsultasikan dengan dokter jika keluhan tidak membaik.
Apakah perlu menggunakan tabir surya setelah eksfoliasi wajah?
Ya. AHA dapat meningkatkan kepekaan kulit terhadap sinar UV. Gunakan tabir surya setiap pagi, kenakan pakaian pelindung, dan batasi paparan matahari selama menggunakan AHA hingga satu minggu setelah pemakaian.
