Wajah bisa saja bersih, tetapi punggung justru dipenuhi bintik merah yang baru terasa saat bersandar atau ketika kaus olahraga menempel di kulit. Karena sulit dilihat, jerawat punggung sering dibiarkan sampai meninggalkan noda gelap.
Jerawat punggung umum terjadi dan bisa dikendalikan. Tantangannya, tidak semua bintil di punggung adalah jerawat. Radang folikel rambut akibat jamur atau bakteri bisa terlihat mirip, padahal penanganannya berbeda.
Artikel ini membahas penyebab, pemicu harian, cara membedakannya dari jerawat jamur dan bisul, perawatan, dan tanda yang perlu diperiksakan.
Apa Itu Jerawat Punggung?
Jerawat punggung adalah jerawat biasa atau acne vulgaris yang tumbuh di kulit punggung. Jerawat terbentuk ketika folikel rambut, saluran kecil tempat rambut halus tumbuh dan kelenjar minyak bermuara, tersumbat. Kemenkes menyebut wajah, leher, dan badan bagian atas sebagai lokasi yang umum.
Menurut MSD Manual, jerawat biasanya mereda pada usia 20-an, meski sebagian orang, umumnya perempuan, masih mengalaminya hingga usia 40-an.
Kenapa Jerawat Bisa Muncul di Punggung?
Kelenjar minyak menempel pada folikel rambut dan mengalirkan minyak alami kulit atau sebum ke permukaan. Menurut MSD Manual, jerawat muncul ketika sebum yang mengering, sel kulit mati, dan bakteri menyumbat saluran tersebut.
Di dalam sumbatan, bakteri Cutibacterium acnes yang secara alami hidup di folikel berkembang lebih banyak. Bakteri ini mengurai minyak menjadi zat yang mengiritasi, sehingga timbul bintil merah dan bernanah.
Hormon ikut berperan. Saat pubertas, hormon androgen seperti testosteron membuat kelenjar minyak lebih aktif, sehingga jerawat banyak dialami remaja dan dewasa muda.
Pemicu Harian yang Sering Terlewat
Selain hormon, beberapa hal berikut bisa memicu atau memperberat jerawat di punggung:
Keringat dan udara lembap. MSD Manual mencatat kelembapan tinggi dan keringat sebagai pemicu jerawat. Kemenkes juga menyebut iklim dan suhu, hal yang dekat dengan cuaca Indonesia yang panas.
Pakaian ketat dan gesekan. Pakaian yang terlalu ketat bisa memicu jerawat. Gesekan berulang dari tali tas, sandaran kursi, atau perlengkapan olahraga juga membuat folikel lebih mudah meradang.
Produk perawatan yang berminyak. Kosmetik, pembersih, dan losion tertentu bisa menyumbat pori. Pelembap dan tabir surya yang menutup kulit terlalu rapat juga bisa memicu jerawat jamur.
Obat tertentu. Obat golongan kortikosteroid dan steroid anabolik bisa memicu atau memperburuk jerawat, dan jerawat akibat steroid anabolik khas muncul di bahu dan punggung atas. Diskusikan dengan dokter sebelum menghentikan obat resep.
Perubahan dan gangguan hormon. Jerawat bisa kambuh mengikuti siklus haid dan berubah selama kehamilan. Gangguan hormon seperti sindrom ovarium polikistik atau PCOS juga bisa memicu jerawat.
Stres dan keturunan. Stres bisa memperburuk jerawat yang sudah ada. Kemenkes juga memasukkan faktor keturunan ke dalam daftar pemicu.
Soal makanan, buktinya masih beragam, dan MedlinePlus menilai pengaruhnya kecil pada kebanyakan orang. Kotoran juga tidak memicu jerawat, jadi menggosok punggung lebih keras tidak membantu.
Ragam Bentuk Jerawat di Punggung
Jerawat punggung bisa muncul dalam beberapa bentuk sekaligus, dan tiap bentuk butuh perhatian yang berbeda.
1. Komedo Hitam dan Putih
Komedo adalah sumbatan pori yang belum meradang. Sumbatan yang belum menutup pori sepenuhnya menjadi komedo hitam, sedangkan sumbatan yang menutup penuh menjadi komedo putih. Keduanya umumnya tidak nyeri dan menandakan jerawat ringan.
2. Bintil Merah dan Bintil Bernanah
Bintil merah yang padat disebut papula, sedangkan bintil berpuncak kekuningan berisi nanah disebut pustula. Keduanya terasa sedikit tidak nyaman, apalagi saat tertekan sandaran kursi. Jumlah yang terus bertambah menandakan jerawat yang lebih berat.
3. Benjolan Dalam yang Nyeri
Benjolan keras di bawah kulit disebut nodul, sedangkan kantong besar berisi nanah disebut kista. Bentuk ini sering disebut jerawat mendem. Benjolan dalam lebih mudah pecah dan meninggalkan bekas, sehingga sebaiknya diperiksakan ke dokter.
Komplikasi yang Perlu Diketahui
Jerawat ringan umumnya sembuh tanpa bekas. Komplikasi lebih mungkin muncul pada jerawat yang dipencet atau berupa benjolan dalam:
Noda gelap dan bekas cekung. Jerawat yang dipencet dan kista yang pecah bisa meninggalkan noda gelap atau cekungan yang menetap. Penanganan bekas luka jerawat bergantung pada bentuk dan kedalamannya.
Beban emosional. Jerawat bisa menimbulkan stres dan membuat sebagian remaja menarik diri dari pergaulan. Konseling kadang dibutuhkan untuk membantu mengatasinya.
Jerawat, Jerawat Jamur, atau Bisul?
Bintil di punggung belum tentu jerawat. DermNet menjelaskan bahwa folikulitis Malassezia, yang populer disebut jerawat jamur, sering terlambat dikenali karena mirip jerawat. Kondisi ini adalah infeksi folikel rambut oleh ragi Malassezia yang sebenarnya hidup normal di kulit.
Jerawat jamur banyak dialami remaja laki-laki dan pria dewasa muda. Pemicunya antara lain udara panas dan lembap, minyak kulit berlebih, keringat berlebihan, pemakaian antibiotik, dan obat kortikosteroid.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Perbedaan ini penting karena penanganannya berbeda. Jerawat jamur membutuhkan obat antijamur, sedangkan radang folikel akibat bakteri dan bisul ditangani sebagai infeksi bakteri. Jamur penyebab kurap juga bisa menimbulkan radang folikel. Ceritakan pula keluhan gatal pada kulit kepada dokter karena gejala ini membantu membedakan penyebabnya.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Jerawat ringan bisa dirawat sendiri dengan sabar. Periksakan diri ke dokter bila muncul kondisi berikut:
Benjolan dalam atau bekas mulai muncul. Benjolan besar yang keras dan nyeri biasanya butuh obat dari dokter. Bentuk ini juga lebih sering meninggalkan bekas.
Tidak membaik dengan perawatan rutin. Jerawat yang tidak merespons perawatan awal butuh terapi tambahan. Dokter bisa memilih obat sesuai tingkat keparahannya.
Bintil seragam yang sangat gatal. Pola ini lebih mengarah ke jerawat jamur, apalagi bila sering kambuh. Pemeriksaan kerokan kulit membantu memastikannya.
Benjolan hangat disertai demam. Benjolan merah yang makin nyeri, bernanah, dan disertai demam bisa menandakan infeksi yang meluas. Kondisi ini perlu segera ditangani dokter.
Disertai haid tidak teratur. Kombinasi ini bisa berkaitan dengan gangguan hormon seperti PCOS. Dokter akan menilai kemungkinan tersebut lebih lanjut.
Benjolan tanpa tanda radang yang menetap juga perlu diperiksa karena benjolan di punggung punya penyebab lain.
Bagaimana Dokter Menegakkan Diagnosis?
Diagnosis jerawat umumnya cukup dengan melihat kulit. Dokter mencari komedo untuk memastikan keluhan tersebut memang jerawat, lalu menilai tingkat keparahannya dari jumlah dan jenis bintilnya.
Bila dicurigai jerawat jamur, sampel kerokan kulit bisa diperiksa di laboratorium untuk melihat ragi. Pada radang folikel yang sering kambuh, sampel nanah bisa dibiakkan agar obatnya sesuai. Dokter juga menanyakan obat yang dipakai, siklus haid, dan riwayat keluarga.
Cara Mengatasi Jerawat Punggung
Pengobatan disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahan jerawat. Langkah dasarnya bisa dimulai di rumah:
Bersihkan dengan lembut. Basuh punggung sekali atau dua kali sehari dengan sabun lembut. Sabun antibakteri, sabun berbutir kasar, dan gosokan keras tidak menambah manfaat dan bisa mengiritasi kulit.
Pilih produk berbahan dasar air. Produk yang sangat berminyak bisa memperburuk jerawat. Kemenkes menyarankan pelembap bebas minyak dan tabir surya yang ringan.
Hindari memencet. Memencet menambah peradangan dan memperbesar risiko bekas. Biarkan bintil mengering sendiri atau minta bantuan dokter.
Pakai produk yang terdaftar. Sabun atau krim jerawat sebaiknya punya izin edar. Nomor registrasinya bisa dicek lewat layanan Cek Produk BPOM.
Bila perawatan dasar belum cukup, dokter bisa meresepkan obat oles golongan retinoid, antibiotik oles atau minum, terapi hormonal untuk perempuan, atau retinoid minum untuk jerawat berat.
Hasilnya butuh waktu. Di awal pemakaian retinoid oles, jerawat bisa tampak memburuk dan perbaikan kadang baru terlihat setelah 3 sampai 4 minggu. Beberapa obat jerawat tidak boleh dipakai saat hamil, jadi beri tahu dokter bila Anda hamil atau merencanakan kehamilan.
Jerawat jamur ditangani dengan obat antijamur oles, sampo antijamur, atau obat minum sesuai resep dokter. Bisul kecil bisa pecah sendiri dengan bantuan kompres hangat, sedangkan bisul besar atau disertai demam perlu ditangani dokter. Bila tertarik mencoba vitamin untuk jerawat, diskusikan dulu pilihannya dengan dokter.
Langkah Mencegah Jerawat Punggung Kambuh
Jerawat dan jerawat jamur sama-sama mudah kambuh, sehingga kebiasaan harian berperan besar:
Mandi setelah berkeringat. Bilas tubuh dan ganti pakaian setelah olahraga atau beraktivitas di luar ruangan. Kulit yang lama lembap oleh keringat lebih mudah berjerawat.
Kurangi gesekan. Pilih pakaian longgar yang menyerap keringat dan atur tali tas agar tidak terus menekan area yang sama. Cara ini mengurangi iritasi pada kulit yang meradang.
Bijak memilih produk. Gunakan pelembap dan tabir surya yang ringan serta bebas minyak. Produk yang menutup kulit terlalu rapat bisa memicu jerawat jamur.
Kelola stres dan pola makan. Luangkan waktu untuk beristirahat karena stres bisa memperberat jerawat. MSD Manual juga menganjurkan pola makan yang seimbang.
Kulit Punggung Lebih Nyaman dengan Langkah yang Konsisten
Jerawat punggung umum terjadi dan bisa dikendalikan. Kenali bentuknya, bilas keringat, kurangi gesekan, rawat kulit dengan lembut, dan beri waktu bagi pengobatan untuk bekerja.
MSD Manual memasukkan diabetes ke dalam faktor risiko radang folikel dan bisul. Bila keluhan ini sering kambuh, dokter mungkin menyarankan medical check up untuk menilai kondisi tubuh, termasuk gula darah. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Faktor Pemicu Timbulnya Jerawat.
Keri JE. MSD Manual Consumer Version. Acne.
MedlinePlus, National Library of Medicine. Acne.
Oakley A, Stewart T. DermNet. Malassezia Folliculitis.
Passarelli PJ. MSD Manual Consumer Version. Folliculitis and Skin Abscesses.
Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Cek Produk BPOM.
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
Frequently Asked Question
Apa penyebab jerawat di punggung?
Jerawat punggung muncul ketika minyak kulit, sel kulit mati, dan bakteri menyumbat folikel rambut. Hormon, keringat, pakaian ketat, gesekan, produk berminyak, stres, serta obat tertentu juga dapat memicu atau memperburuknya.
Apa perbedaan jerawat punggung dan jerawat jamur?
Jerawat biasa memiliki bentuk bintil yang beragam dan dapat disertai komedo. Jerawat jamur cenderung berupa bintil kecil seragam yang terasa gatal, biasanya tanpa komedo, dan sering muncul di punggung atas serta dada.
Bagaimana cara mengatasi jerawat di punggung?
Bersihkan punggung dengan sabun lembut, mandi setelah berkeringat, gunakan produk bebas minyak, dan hindari memencet jerawat. Jika tidak membaik, dokter dapat menentukan pengobatan sesuai jenis dan tingkat keparahannya.
Apakah jerawat punggung bisa meninggalkan bekas?
Ya. Jerawat yang meradang, berbentuk benjolan dalam, atau sering dipencet dapat meninggalkan noda gelap dan bekas cekung. Jerawat ringan umumnya sembuh tanpa meninggalkan bekas.
Kapan jerawat punggung perlu diperiksakan ke dokter?
Periksakan jika muncul benjolan dalam yang nyeri, bekas mulai terbentuk, jerawat tidak membaik, atau bintil seragam terasa sangat gatal dan sering kambuh. Benjolan hangat disertai demam perlu segera ditangani. Jerawat dengan haid tidak teratur juga perlu dievaluasi.
