Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Jam Tidur Bayi per Bulan: Kisaran Normal dan Pola Tidurnya
Kembali ke Artikel & Berita

Jam Tidur Bayi per Bulan: Kisaran Normal dan Pola Tidurnya

SBAOthers

Bayi berusia dua bulan baru tertidur setelah menyusu, lalu kurang dari satu jam kemudian sudah membuka mata lagi. Sementara itu, bayi kerabat yang seusia kabarnya sudah tidur panjang sampai pagi. Wajar bila Anda bertanya-tanya, apakah jam tidur si kecil sudah cukup.

Angka yang beredar sering berbeda antara satu sumber dan sumber lain. Kebutuhan tidur bayi sebenarnya berupa rentang, dan polanya terus berubah sepanjang tahun pertama. Tidur yang cukup ikut menopang tumbuh kembang, karena saat tidur tubuh melepaskan hormon pertumbuhan dan memperkuat daya tahan tubuh.

Artikel ini merangkum kisaran jam tidur bayi menurut WHO dan Kementerian Kesehatan, polanya dari bulan ke bulan, tanda tidurnya cukup, tidur yang aman, dan kapan perlu ke dokter.

Berapa Jam Bayi Perlu Tidur dalam 24 Jam?

Menurut pedoman WHO, bayi usia 0 sampai 3 bulan membutuhkan 14 sampai 17 jam tidur yang berkualitas setiap hari, sedangkan bayi usia 4 sampai 11 bulan membutuhkan 12 sampai 16 jam. Kedua angka ini sudah termasuk tidur siang. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencantumkan kisaran serupa, yaitu 12 sampai 16 jam per 24 jam untuk bayi usia 4 sampai 12 bulan.

Setelah ulang tahun pertama, kebutuhannya turun menjadi 11 sampai 14 jam, termasuk tidur siang, dengan jam tidur dan jam bangun yang teratur. Kebutuhan ini terus bergeser seiring usia, sehingga jam tidur normal anak dan orang dewasa berbeda dari angka pada bayi.

Rentangnya lebar karena setiap bayi berbeda. NHS, layanan kesehatan nasional Inggris, menyebut sebagian bayi tidur jauh lebih banyak daripada bayi lain, ada yang tidur lama dan ada yang sebentar-sebentar.

Tabel berikut merangkum kisaran dan pola tidur di setiap tahap usia:

Usia

Total Tidur per 24 Jam, Termasuk Tidur Siang

Pola yang Umum

0 sampai 3 bulan

14 sampai 17 jam

Tidur 1 sampai 2 jam setiap kali, siang maupun malam

4 sampai 6 bulan

12 sampai 16 jam

Mulai mengikuti pola siang dan malam, tidur siang sekitar 3 kali

6 sampai 9 bulan

12 sampai 16 jam

Sebagian bayi mungkin tidak lagi perlu menyusu malam

9 sampai 12 bulan

12 sampai 16 jam

Tidur siang 1 sampai 2 kali, terbangun malam bisa muncul lagi

1 sampai 2 tahun

11 sampai 14 jam

Tidur malam makin menyatu

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Pola Tidur Bayi dari Bulan ke Bulan

Cara bayi membagi tidurnya antara siang dan malam berubah cepat di tahun pertama.

Usia 0 sampai 3 Bulan

Sistem saraf bayi baru lahir belum matang, sehingga ia tidur banyak, tetapi hanya 1 sampai 2 jam setiap kali, siang maupun malam. Kemenkes menyebut siklus tidur bayi seusia ini hanya sekitar 40 sampai 60 menit, dengan banyak tidur ringan. Pada tahap ini bayi bisa bergerak, mengerutkan wajah, atau bersuara sehingga tampak hampir bangun.

Bayi baru lahir juga sering lebih aktif di malam hari karena ritme sirkadian, yaitu jam biologis yang mengatur tidur dan bangun mengikuti terang dan gelap, belum terbentuk sempurna. Memasuki usia dua bulan, bayi mulai lebih banyak tidur di malam hari, meski masih terbangun untuk menyusu.

Usia 4 sampai 6 Bulan

Pada usia ini, bayi umumnya sudah mampu mengikuti jadwal tidur siang dan malam. Kemenkes menyebut polanya mulai lebih teratur, dengan tidur siang sekitar 3 kali sehari. Menurut NHS, kebutuhan menyusu malam mulai berkurang di usia 3 sampai 6 bulan. Sebagian bayi bisa tidur 5 sampai 8 jam atau lebih di malam hari, tetapi tidak semuanya.

Usia 6 sampai 9 Bulan

NHS menyebut sebagian bayi usia 6 bulan sampai 1 tahun mungkin tidak lagi memerlukan menyusu malam, meski tumbuh gigi atau rasa lapar masih bisa membangunkannya. Kemenkes menambahkan, sebagian bayi di usia ini sudah siap dikenalkan cara tidur yang lebih mandiri secara bertahap.

Usia 9 sampai 12 Bulan

Setelah usia 9 bulan, gangguan tidur kembali sering muncul. MSD Manual menyebut pemicunya antara lain separation anxiety atau rasa cemas saat berpisah dari orang tua, kemampuan baru bergerak sendiri, tidur siang panjang di sore hari, dan bermain terlalu seru menjelang tidur. Di akhir tahun pertama, bayi biasanya tidur siang 1 sampai 2 kali sehari. Pada usia 1 tahun, sebagian besar bayi sudah bisa tidur 8 sampai 9 jam tanpa terputus di malam hari.

Bayi Tidur Terlalu Sedikit atau Terlalu Banyak?

Satu malam yang berat belum menggambarkan pola tidur. Catat total tidur bayi selama 24 jam, termasuk tidur siang, selama beberapa hari, lalu bandingkan dengan rentang usianya. Kemenkes menyebut bayi yang aktif dan tumbuh normal biasanya memiliki waktu tidur yang cukup.

Bayi yang terjaga terlalu lama bisa kelelahan. Menurut Kemenkes, tubuhnya lalu memproduksi hormon stres seperti kortisol dan adrenalin, sehingga bayi lebih rewel, sulit ditenangkan, dan tidur malamnya sering terputus. Tidur siang yang cukup membantu mencegahnya.

Bayi baru lahir memang lebih banyak tidur daripada terjaga. Namun, bayi yang sulit dibangunkan atau tidak mau menyusu perlu segera diperiksa.

Mengapa Bayi Masih Sering Terbangun Malam?

Terbangun di malam hari merupakan bagian normal dari perkembangan tidur bayi. Di antara dua siklus tidur, bayi bisa terbangun sesaat. Sebagian bisa tidur lagi tanpa banyak bantuan, sebagian lain masih membutuhkan orang tuanya.

Pemicu lain yang sering membangunkan bayi antara lain:

  • Lapar. Kebutuhan menyusu sering membangunkan bayi, khususnya bayi yang lebih kecil. Seiring bertambahnya usia, menyusu malam biasanya berkurang.

  • Kemampuan baru. Bayi yang sedang belajar berguling, duduk, merangkak, atau berdiri bisa lebih sering terbangun. Rutinitas tidur yang tetap sama membantunya mengenali waktu tidur.

  • Tumbuh gigi, sakit, atau rasa tidak nyaman. Lonjakan pertumbuhan, tumbuh gigi, sakit, serta kamar yang terlalu panas atau dingin bisa mengganggu tidur. Bila tidur terganggu disertai demam atau bayi tampak sakit, periksakan ke dokter.

  • Asosiasi tidur. Bayi yang selalu digendong atau disusui sampai terlelap menganggap kebiasaan itu sebagai syarat untuk tidur. Saat terbangun di tengah malam, ia mencari kebiasaan yang sama untuk tidur lagi.

Bila terbangunnya disertai tangis yang sulit diredakan, pahami juga pemicu bayi menangis saat tidur agar Anda bisa merespons dengan tenang.

Langkah Membantu Bayi Membangun Pola Tidur

Beberapa kebiasaan berikut bisa dimulai sejak bulan-bulan awal:

  1. Bedakan siang dan malam. Siang hari, buka tirai dan ajak bayi bermain. Malam hari, redupkan lampu, kurangi stimulasi, dan lakukan kegiatan menyusui atau mengganti popok dengan tenang agar jam biologisnya berkembang.

  2. Jalankan rutinitas tidur. Rutinitas sederhana sekitar 20 sampai 30 menit, seperti mandi, berganti baju tidur, menyusu, membaca buku, lalu mematikan lampu, menjadi tanda waktu tidur sudah dekat. Lakukan dengan urutan yang relatif sama setiap malam.

  3. Kurangi bantuan tidur secara bertahap. Menurut MSD Manual, bayi yang selalu diayun sampai terlelap tidak belajar cara tertidur sendiri. Saat bayi siap, bantuan bisa dikurangi dari digendong sampai tertidur menjadi digendong sampai tenang, lalu ditenangkan di tempat tidur dengan sentuhan atau suara.

  4. Atur tidur siang. Tidur siang yang cukup membantu bayi tidak kelelahan menjelang malam. Kemenkes menyarankan bayi tidak dibiasakan tidur pada sore hari karena bisa membuatnya rewel di malam hari.

  5. Tetap responsif. Rutinitas yang konsisten tetap memberi ruang untuk menanggapi kebutuhan bayi. Bila bayi lapar, sakit, atau tidak nyaman, berikan bantuan sesuai kebutuhannya.

Tempat Tidur yang Aman di Setiap Usia

MSD Manual dan Kemenkes menganjurkan langkah berikut agar tidur bayi tetap aman, termasuk untuk menurunkan risiko sudden infant death syndrome (SIDS) atau sindrom kematian bayi mendadak:

  • Telentang setiap kali tidur. Bayi selalu ditidurkan telentang untuk menurunkan risiko SIDS. Posisi tengkurap dan miring perlu dihindari.

  • Kasur rata dan kokoh tanpa benda lunak. Tempat tidur bayi dijaga bebas dari bantal, guling, selimut longgar, bumper, dan mainan. Bantal, mainan, atau selimut tebal bisa menghalangi napas bayi.

  • Sekamar tanpa berbagi kasur. Hindari tidur sekasur dengan bayi setidaknya sampai usia 12 bulan karena bayi bisa terbekap, terjerat, atau terperangkap. Tempat tidur terpisah di kamar yang sama lebih aman dan tetap memudahkan Anda menyusui.

Bila Anda menyusui sambil tiduran, kembalikan bayi ke tempat tidurnya setelah selesai.

Kapan Pola Tidur Bayi Perlu Diperiksakan?

Segera bawa bayi ke IGD bila ia sulit atau tidak bisa dibangunkan, tangisnya lemah, melengking, atau tidak kunjung berhenti, serta bila napasnya sangat cepat atau tampak sesak. NHS memasukkan tanda ini ke dalam kondisi darurat.

Tanda lain yang bisa menunjukkan sakit serius adalah bayi yang lemas terkulai, tidak mau menyusu, napasnya sesekali terhenti, atau napasnya tidak teratur. Percayai naluri Anda dan segera cari pertolongan medis bila bayi tampak sakit.

Konsultasikan ke dokter atau tenaga kesehatan bila masalah tidur mulai mengganggu cara bayi menyusu atau berinteraksi di siang hari. Dokter bisa menilai pola tidur bersama pertumbuhan bayi, termasuk mencari tanda gangguan tumbuh kembang dan menyarankan tes tumbuh kembang anak bila perlu.

Beri Si Kecil Waktu Menemukan Ritme Tidurnya

Rentang jam tidur dari WHO dan Kemenkes bisa menjadi pegangan, sementara rutinitas yang tenang, tempat tidur yang aman, dan respons yang hangat membantu bayi menata tidurnya sedikit demi sedikit.

Jaga juga kondisi Anda. Terapkan cara sederhana agar tidur lebih nyenyak saat ada kesempatan, dan bicarakan dengan dokter bila rasa sedih setelah melahirkan terasa berat, termasuk saat mengalami baby blues. Medical check up berkala juga membantu memantau kesehatan Anda. Untuk berdiskusi soal pemeriksaan kesehatan keluarga, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. World Health Organization (WHO). To Grow Up Healthy, Children Need to Sit Less and Play More.

  2. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. Manfaat Tidur Siang untuk Anak.

  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Ini Dia Tantangan Tidur Anak yang Umum Sesuai Usia dan Cara Mengatasinya.

  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Kenapa Bayi Sering Bangun Malam? Pahami Pola Tidurnya dan Ajari Kemampuan Tidur.

  5. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. Apa Benar Kualitas Tidur Bayi Berpengaruh pada Kesehatan?

  6. Consolini DM, MSD Manual Consumer Version. Sleeping Behaviors in Newborns and Infants.

  7. NHS. Helping Your Baby to Sleep.

  8. NHS. When to Get Urgent Medical Help for Babies and Children Under 5.

Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani

Frequently Asked Question

Berapa jam tidur bayi usia 0 sampai 3 bulan dalam sehari?

WHO menganjurkan bayi usia 0 sampai 3 bulan tidur selama 14 sampai 17 jam dalam 24 jam, termasuk tidur siang. Tidurnya biasanya terbagi dalam beberapa periode pendek, baik siang maupun malam.

Apakah tidur siang dihitung dalam jam tidur bayi?

Ya. Total kebutuhan tidur bayi dihitung selama 24 jam, termasuk seluruh periode tidur siang dan tidur malam.

Kapan bayi mulai tidur lebih lama di malam hari?

Bayi umumnya mulai mengikuti pola siang dan malam pada usia 4 sampai 6 bulan. Saat berusia 1 tahun, sebagian besar bayi dapat tidur 8 sampai 9 jam tanpa terputus pada malam hari, meskipun setiap bayi memiliki pola berbeda.

Apakah wajar bayi sering terbangun di malam hari?

Ya. Terbangun pada malam hari merupakan bagian normal dari perkembangan tidur bayi. Setelah usia 9 bulan, frekuensinya bisa meningkat akibat kecemasan saat berpisah dari orang tua atau kemampuan bergerak yang baru.

Kapan bayi yang banyak tidur perlu dibawa ke dokter?

Segera cari pertolongan medis jika bayi sulit dibangunkan, lemas terkulai, atau tidak mau menyusu. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda masalah kesehatan serius yang memerlukan pemeriksaan segera.