Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Kenapa Sering Lupa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Kembali ke Artikel & Berita

Kenapa Sering Lupa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

SBATips Kesehatan

Apakah Anda pernah lupa menaruh kunci, kesulitan mengingat informasi yang baru saja Anda dapatkan dari seseorang, atau tidak ingin mengambil apa-apa ketika masuk kamar? Kondisi seperti ini cukup umum terjadi, khususnya saat pikiran sedang penuh atau tubuh kelelahan. Tapi, kemudian muncul pertanyaan: kenapa sering lupa?

Permasalahan ini memiliki penyebab yang beragam. Oleh karena itu, memahami penyebabnya akan membantu menentukan langkah yang tepat tanpa perlu langsung menganggapnya sebagai tanda penyakit serius.

Kenapa Sering Lupa?

Ingatan melibatkan beberapa proses, seperti menerima informasi, menyimpannya, dan mengingatnya kembali ketika dibutuhkan. Gangguan pada salah satu proses tersebut bisa membuat Anda lebih mudah lupa. Adapun kondisi yang bisa menyebabkan gangguan tersebut adalah sebagai berikut.

1. Kurang Tidur atau Kualitas Tidur Buruk

Dalam laman National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), tidur berperan penting dalam proses penguatan ingatan dan konsentrasi. Saat kurang tidur, otak Anda bisa kesulitan memproses informasi baru sehingga Anda lebih mudah lelah dan sulit fokus ketika beraktivitas.

Kondisi seperti sleep apnea (gangguan pernapasan ketika tidur) atau insomnia juga bisa berpengaruh terhadap kualitas istirahat. Jika Anda sering terbangun, mendengkur dengan keras, atau tetap merasa lelah meskipun tidur cukup lama, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter.

2. Depresi, Stres, dan Kecemasan Berlebihan

Ketika menghadapi tantangan di tempat kerja, masalah keluarga, atau memiliki banyak tanggung jawab, perhatian Anda cenderung terbagi. Hal ini membuat informasi yang seharusnya Anda ingat tidak bisa tersimpan dengan baik.

Gangguan kecemasan dan depresi memicu pelepasan hormon kortisol, sehingga memengaruhi konsentrasi dan kemampuan mengingat. Keluhan tersebut tidak selalu menjadi tanda kerusakan otak dan bisa membaik saat kondisi yang mendasarinya ditangani dengan baik.

3. Kurang Konsentrasi dan Terlalu Banyak Multitasking

Mengerjakan banyak hal dalam waktu bersamaan, misalnya membalas pesan sambil mengikuti rapat, terkadang membuat perhatian berpindah-pindah. Informasi yang tidak Anda perhatikan secara utuh cenderung lebih sulit untuk diingat kembali.

Hal ini bisa menjelaskan kenapa orang sering lupa dan tidak fokus, padahal sebenarnya informasi yang diterima belum disimpan dengan baik sejak awal. Mengerjakan satu tugas pada satu waktu dan mengurangi gangguan bisa membantu memperbaikinya.

4. Kekurangan Nutrisi

Otak memerlukan zat gizi lengkap untuk mendukung fungsi saraf dan metabolisme tubuh. Ketika otak kekurangan tiamin atau vitamin B1, fungsi saraf bisa terganggu. Sementara kekurangan vitamin B12 bisa mengakibatkan gangguan saraf yang terkadang disertai dengan masalah ingatan.

Sementara itu, omega-3 adalah kelompok asam lemak yang berperan dalam struktur dan fungsi sel, termasuk sel otak. Akan tetapi, mengonsumsi suplemen omega-3 tidak secara otomatis bisa meningkatkan daya ingat pada semua orang.

Supaya kebutuhan nutrisi terpenuhi, Anda perlu mengonsumsi makanan beragam seperti telur, susu, ikan, kacang-kacangan, daging, dan sayuran. Ini adalah berbagai pilihan makanan yang meningkatkan daya ingat.

5. Efek Samping Obat-obatan

Beberapa obat bisa mengakibatkan efek samping seperti perlambatan berpikir, batuk, atau gangguan konsentrasi. Contohnya adalah obat tidur, obat penenang, antihistamin, antidepresan, dan obat lain yang bisa memengaruhi sistem saraf.

Selain itu, obat penurun tekanan darah tinggi juga bisa berkontribusi terhadap keluhan akibat tekanan darah terlalu rendah maupun efek samping lainnya. Akan tetapi, tidak semua orang yang mengonsumsi kelompok obat tersebut mengalami gangguan ingatan.

6. Konsumsi Alkohol Berlebihan

Penyebab kenapa sering lupa juga bisa dari kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan. Sebab, alkohol bisa mengganggu kerja otak yang berperan dalam membentuk ingatan. Ketika mengonsumsi alkohol dengan takaran berlebihan, Anda bisa kesulitan mengingat suatu kejadian.

Dalam jangka panjang, alkohol bisa membuat Anda mengalami kekurangan nutrisi dan kerusakan sistem saraf. Mengurangi atau bahkan menghindari alkohol tentu bisa menjaga kesehatan otak secara keseluruhan.

7. Pertambahan Usia

Seiring dengan bertambahnya usia, sebagian orang memerlukan waktu yang lebih lama untuk mengingat sesuatu atau mempelajari informasi baru. Terkadang sesekali lupa meletakkan barang atau memerlukan waktu untuk mengingat kejadian dan nama seseorang, meskipun hal ini tergolong wajar.

Meski begitu, penurunan kemampuan daya ingat akan terus berkembang sehingga berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari. Karena itu, jangan anggap kondisi sering lupa sebagai bagian normal karena faktor penuaan.

8. Gangguan Kognitif Ringan (Mild Cognitive Impairment)

Mild cognitive impairment juga bisa menjadi alasan kenapa sering lupa. Ini adalah kondisi saat kemampuan berpikir atau mengingat mengalami penurunan lebih besar ketimbang orang seusianya, tetapi biasanya belum mengganggu kemandirian dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.

9. Kondisi Kesehatan

Beberapa masalah kesehatan juga bisa memengaruhi ingatan, seperti gangguan ginjal, diabetes, gangguan tiroid, dan penyakit hati. Hipotiroidisme adalah kondisi saat kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang terlalu sedikit. Kondisi ini biasanya disertai dengan perlambatan berpikir, kelelahan, dan kesulitan berkonsentrasi.

Sebaliknya, hipertiroidisme terjadi saat hormon tiroid diproduksi secara berlebihan yang bisa mengakibatkan gangguan tidur, kecemasan, dan kesulitan fokus. Gangguan kesehatan lain, termasuk masalah pada otak atau infeksi tertentu, juga bisa menyebabkan perubahan fungsi kognitif.

Apakah Sering Lupa Berarti Mengalami Gangguan Ingatan?

Jawabannya adalah tidak selalu. Sering lupa tidak membuat Anda secara otomatis mengalami penyakit Alzheimer atau demensia. Stres, kurang tidur, efek obat, gangguan tiroid, dan kekurangan vitamin adalah beberapa faktor yang bisa memengaruhi ingatan.

Untuk informasi selengkapnya, pahami perbandingan tanda kelupaan yang umum dan tanda yang perlu Anda waspadai.

Kelupaan yang Umum

Perubahan Ingatan yang Perlu Diwaspadai

Sesekali lupa menaruh kunci, tetapi bisa menemukannya sendiri

Sering kehilangan barang dan tidak bisa menelusuri kembali bagaimana cara menemukannya

Sesekali lupa nama seseorang, kemudian bisa mengingatnya kembali

Kesulitan mengenali orang yang diulang maupun sering melupakan informasi penting

Memerlukan catatan untuk mengingat jadwal

Berulang kali lupa janji penting meskipun sudah menggunakan pengingat

Sesekali hilang fokus saat lelah

Kesulitan mengikuti percakapan maupun menyelesaikan tugas yang sebelumnya dikuasai

Tetap mandiri saat menjalankan aktivitas

Kesulitan mengelola keuangan, menggunakan alat-alat yang familiar, maupun menemukan jalan pulang

Ketika perubahan ingatan semakin memburuk, sering, dan mulai mengganggu kemandirian, sebaiknya Anda menjadwalkan pemeriksaan medis. Dengan begitu, faktor risiko Alzheimer dan demensia bisa berkurang.

Cara Mencegah dan Mengatasi Sering Lupa

Cara mengatasi sering lupa harus disesuaikan dengan penyebabnya. Ketika keluhan terjadi karena kurang tidur atau perhatian terbagi, perubahan kebiasaan bisa menjadi langkah terbaik. Akan tetapi, jika terdapat kondisi tertentu, penanganan penyebab tersebut harus menjadi prioritas.

  • Perbaiki kualitas tidur: Usahakan tidur cukup dan teratur. Umumnya, orang dewasa memerlukan waktu tidur setiap malam sekitar 7–9 jam.

  • Kelola stres: Sisihkan waktu untuk beristirahat, berbicara dengan orang terpercaya, atau melakukan aktivitas yang Anda sukai. Cari bantuan profesional ketika kecemasan maupun depresi mengganggu kehidupan sehari-hari.

  • Kurangi multitasking: Selesaikan satu tugas sebelum Anda berpindah ke tugas lain. Gunakan catatan untuk mencatat informasi penting.

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang: Pastikan asupan protein, vitamin B12, B1, dan lemak sehat tercukupi. Sebaiknya suplemen digunakan sesuai kebutuhan dan saran tenaga medis.

  • Rutin berolahraga: Kebiasaan ini akan membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan mendukung kesehatan otak.

  • Latih otak dan pertahankan interaksi sosial: Mempelajari keterampilan baru, membaca, bermain permainan strategi, dan berinteraksi dengan orang lain bisa membantu menjaga aktivitas kognitif.

  • Evaluasi obat bersama dokter: Ketika tanda-tanda kelupaan muncul setelah mulai mengonsumsi obat tertentu, tanyakan pada dokter apakah obat tersebut berkontribusi terhadap keluhan.

  • Periksa kondisi kesehatan jika dibutuhkan: Dokter bisa menilai apakah keluhan berhubungan dengan gangguan hormon, kekurangan nutrisi, atau masalah kesehatan lainnya.

Medical Check Up untuk Mendukung Pemeriksaan Kesehatan

Saat keluhan sering lupa berlangsung terus-menerus, pemeriksaan kesehatan bisa menjadi langkah evaluasi awal. Dokter akan mendiagnosis untuk menentukan jenis pemeriksaan berdasarkan gejala, obat yang Anda konsumsi, riwayat kesehatan, dan hasil pemeriksaan.

Salah satu pemeriksaan rutin yang bisa Anda manfaatkan adalah Medical Check Up Plus dari Bumame. Paket pemeriksaan ini mencakup pemeriksaan profil lipid, darah lengkap, asam urat, gula darah puasa, fungsi ginjal, fungsi hati, urine lengkap, vitamin D 25-OH, dan HbA1c.

Pemeriksaan kesehatan ini akan memberi Anda gambaran terkait kondisi kesehatan berdasarkan parameter yang diperiksa. Akan tetapi, paket tersebut tidak secara khusus digunakan untuk mendiagnosis penyebab gangguan kesehatan. Dokter membutuhkan pemeriksaan tambahan, seperti fungsi tiroid atau kadar vitamin B12, sesuai indikasi.

Kapan Harus ke Dokter?

Buat janji dengan dokter jika keluhan melupakan sesuatu semakin sering terjadi, berlangsung selama beberapa minggu, dan mengganggu hubungan sosial, pekerjaan, dan aktivitas harian. Pemeriksaan juga harus dipertimbangkan ketika keluarga melihat adanya perubahan kemampuan berpikir maupun perilaku Anda yang tidak biasa.

Jaga Kesehatan Otak dengan Mengenali Penyebabnya

Alasan kenapa sering lupa bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti stres, kurang tidur, kekurangan nutrisi, maupun kondisi medis tertentu. Maka dari itu, keluhan tersebut tidak harus langsung Anda kaitkan dengan Alzheimer, tetapi juga sebaiknya tidak Anda abaikan saat semakin mengganggu aktivitas.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. National Institute on Aging (NIA) — Memory Problems, Forgetfulness, and Aging

  2. National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS) — Brain Basics: Understanding Sleep

  3. MedlinePlus — Memory Loss

  4. National Institute on Aging (NIA) — Memory Problems, Forgetfulness, and Aging: What's Normal and What's Not

  5. National Institute on Aging (NIA) — What Is Mild Cognitive Impairment?

  6. National Institute on Aging (NIA) — What Are the Signs of Alzheimer's Disease?

  7. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) — Signs and Symptoms of Stroke

  8. National Institute on Aging (NIA) — Memory Loss and Forgetfulness

  9. National Health Service (NHS) — Memory Loss (Amnesia)

Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan

Frequently Asked Question

Kenapa sering lupa padahal masih muda?

Sering lupa pada usia muda dapat dipengaruhi stres, kecemasan, kurang tidur, kebiasaan multitasking, atau kekurangan nutrisi. Jika keluhan berlangsung terus-menerus atau mengganggu aktivitas, konsultasikan dengan dokter untuk mengevaluasi penyebabnya.

Apakah sering lupa dan tidak fokus menjadi tanda Alzheimer?

Tidak selalu. Kurang tidur, stres, kelelahan, efek obat, dan masalah kesehatan tertentu juga dapat memengaruhi ingatan serta konsentrasi. Diagnosis Alzheimer memerlukan evaluasi medis.

Vitamin apa yang berhubungan dengan daya ingat?

Vitamin B1 dan B12 berperan dalam fungsi saraf. Kekurangan vitamin tersebut dapat menyebabkan gangguan neurologis yang terkadang memengaruhi ingatan. Suplemen tidak otomatis meningkatkan daya ingat jika tubuh tidak mengalami kekurangan, sehingga penggunaannya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan saran tenaga medis.

Apakah sering lupa bisa kembali normal?

Bisa, bergantung pada penyebabnya. Keluhan yang berkaitan dengan stres, kurang tidur, atau kondisi medis tertentu dapat membaik setelah faktor penyebabnya ditangani. Jika kelupaan semakin sering atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Bagaimana cara mengatasi kebiasaan sering lupa?

Perbaiki kualitas tidur, kelola stres, kurangi multitasking, konsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, dan gunakan catatan untuk informasi penting. Evaluasi obat bersama dokter jika keluhan muncul setelah mengonsumsi obat tertentu.