Dengan keseharian yang padat, banyak orang menjadikan malam hari sebagai waktu untuk berolahraga. Sebagian memilih melakukan olahraga ringan, namun ada juga yang memilih olahraga yang lebih berat, seperti workout di gym. Tapi, sebenarnya apakah olahraga malam baik untuk kesehatan?
Apakah Olahraga Malam Baik untuk Kesehatan?
Secara umum, olahraga malam tetap baik untuk kesehatan dan bisa menjadi pilihan rutinitas untuk memenuhi kebutuhan aktivitas fisik yang bantu menjaga kesehatan jantung, memperkuat otot, meningkatkan stamina tubuh, dan mendukung kesehatan mental.
Menurut WHO, orang dewasa disarankan untuk melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang setidaknya selama 150–300 menit per minggu atau aktivitas intensitas berat (high intensity interval training) selama 75–150 menit per minggu. Selain itu, sumber yang sama juga menganjurkan latihan otot setidaknya 2 hari dalam seminggu.
Di sini, Anda bisa membagi aktivitas tersebut ke beberapa sesi sesuai jadwal harian. Misalnya, berjalan kaki selama 30 menit setelah bekerja selama lima hari dalam seminggu bisa memenuhi rekomendasi aktivitas fisik intensitas sedang. Kemudian, menjadikan hari Sabtu dan Minggu untuk sesi latihan otot.
Yang terpenting adalah menyesuaikan jenis olahraga dengan kebugaran, waktu tersedia, dan kondisi kesehatan Anda. Dengan kata lain, olahraga malam bersifat positif jika intensitasnya sesuai dan tidak terlalu dekat dengan waktu istirahat.
Manfaat Olahraga Malam bagi Tubuh
Manfaat berolahraga di malam hari hampir sama seperti olahraga di rentang waktu lainnya. Dengan intensitas dan penerapan konsisten, olahraga malam bisa memberi beberapa manfaat kesehatan berikut ini.
1. Membantu Menjaga Kesehatan Jantung
Melakukan olahraga, khususnya aktivitas aerobik seperti jogging, jalan cepat, dan bersepeda bisa membantu melatih jantung serta meningkatkan kebugaran kardiorespirasi. Selain itu, jika penerapannya teratur, olahraga bisa membantu pengelolaan tekanan darah dan menurunkan risiko sejumlah penyakit kronis.
Dalam hal ini, Anda tidak harus berlatih dengan intensitas tinggi untuk memperoleh manfaat tersebut. Mulailah dari aktivitas yang terasa nyaman, lalu tingkatkan durasi atau intensitasnya secara bertahap.
2. Membantu Mengelola Berat Badan
Manfaat olahraga malam selanjutnya adalah membantu pengelolaan berat badan ideal. Dengan olahraga, Anda akan memaksa pembakaran kalori untuk menghasilkan energi.
Penerapan yang tepat dengan pola makan dan kebiasan sehat akan membantu pengelolaan berat badan. Selain itu, olahraga tipe latihan kekuatan juga bisa mempertahankan massa otot yang penting untuk fungsi tubuh dan metabolisme.
Namun, perlu Anda ingat bahwa olahraga malam tidak otomatis membakar lebih banyak lemak ketimbang olahraga pagi. Hasilnya lebih dipengaruhi oleh total aktivitas, intensitas latihan, pola makan, dan konsistensi penerapannya.
3. Mengurangi Stres Setelah Beraktivitas
Salah satu hal yang banyak disorot terkait apakah olahraga malam baik untuk kesehatan adalah manfaatnya dalam mengelola stres. Aktivitas fisik atau olahraga bisa bantu memperbaiki suasana hati dan mengurangi ketegangan yang berkaitan dengan stres.
Anda tidak selalu harus memilih olahraga intensitas berat. Jalan kaki santai atau bersepeda ringan bisa menjadi pilihan. Anda juga bisa menyesuaikan pilihan olahraga sesuai dengan kondisi tubuh atau preferensi pribadi.
4. Mendukung Kualitas Tidur
Banyak orang yang berpikiran bahwa olahraga saat malam bisa mengganggu waktu tidur. Padahal, hal ini tidak sepenuhnya benar. Banyak penelitian PubMed yang mengungkap bahwa olahraga malam tidak selalu mengganggu tidur, terutama jika dilakukan beberapa jam sebelum istirahat.
Meski begitu, respons setiap orang bisa berbeda. Jika Anda merasa sulit tidur setelah melakukan latihan intensitas tinggi, coba selesaikan olahraga lebih awal atau kurangi intensitas latihan.
5. Membantu Menjaga Kekuatan Otot dan Tulang
Latihan kekuatan seperti squat, push-up, dan latihan angkat beban bisa bantu mempertahankan massa dan kekuatan otot, serta mendukung kesehatan tulang. Jenis latihan ini juga bisa meningkatkan kemampuan tubuh dalam menjalankan rutinitas harian.
Risiko Olahraga Malam yang Perlu Diperhatikan
Meski olahraga malam bersifat aman, namun penerapan yang salah seperti intensitas berlebihan dan berdekatan dengan jam tidur memicu beberapa risiko. Di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Sulit Tidur
Sebagian orang merasa lebih segar setelah latihan berat, tapi mereka justru tidak bisa tertidur nyenyak, terutama jika olahraga berakhir terlalu dekat dengan waktu istirahat. Sejumlah riset mengungkap bahwa olahraga intensitas tinggi yang selesai satu jam atau bahkan kurang sebelum tidur bisa berpotensi mengganggu waktu tidur dan beberapa aspek kualitas tidur.
2. Tubuh Terlalu Lelah
Memaksakan latihan setelah menjalani rutinitas harian yang panjang bisa membuat tubuh semakin kelelahan. Jika Anda sudah kurang tidur atau merasa tidak bugar, pertimbangkan memilih olahraga ringan atau istirahat ketimbang memaksakan latihan intensif.
3. Risiko Cedera
Rasa lelah bisa mempengaruhi konsentrasi dan koordinasi gerak tubuh saat berolahraga. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi Anda untuk melakukan pemanasan sebelum olahraga dan tidak melewatkan pendinginan setelah menyelesaikan sesi olahraga.
Kapan Waktu Terbaik untuk Olahraga Malam?
Jika membahas waktu ideal untuk berolahraga malam, tidak ada penelitian yang spesifik merekomendasikan jam spesifik. Pasalnya, waktu terbaik untuk berolahraga sejatinya bergantung pada jadwal tidur, jenis latihan, dan bagaimana tubuh Anda merespons aktivitas fisik.
Jika Anda ingin melakukan jogging, latihan kekuatan, atau olahraga intensitas tinggi, sebaiknya selesaikan sesinya beberapa jam sebelum tidur, terutama jika Anda mudah terjaga setelah berolahraga.
Sebagai titik awal, WHO menyarankan untuk memberi jarak sekitar 2–4 jam sebelum waktu tidur sebagai waktu olahraga malam, lalu menyesuaikannya dengan respons tubuh. Di lain sisi, olahraga ringan seperti jalan santai, peregangan, atau yoga bisa dilakukan menjelang tidur.
Meski begitu, tetap perhatikan apakah aktivitas tersebut membuat Anda lebih rileks atau justru terasa semakin berenergi. Jangan lupa juga untuk mempertimbangkan waktu makan.
Setelah makan besar, beri jeda sebelum melakukan latihan berat agar tidak merasa begah atau tidak nyaman. Jika Anda hanya ingin berjalan santai, sesuaikan durasinya dengan kenyamanan tubuh.
Jenis Olahraga yang Baik Dilakukan di Malam Hari
Pilihan olahraga malam tidak harus rumit, yang terpenting sesuai dengan tujuan kebugaran dan kondisi tubuh. Berikut adalah beberapa jenis olahraga yang umumnya l bisa Anda lakukan di malam hari.
1. Jalan Kaki
Jalan kaki bisa membantu meningkatkan kesehatan jantung dan menjadi pilihan ideal setelah bekerja atau makan malam. Anda bisa mulai dengan melakukannya selama 15–30 menit pada kecepatan yang nyaman, lalu tingkatkan secara bertahap.
2. Jogging
Jogging adalah jenis latihan fisik yang bisa meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru, serta memenuhi kebutuhan aktivitas aerobik mingguan. Dalam penerapannya, mulai dengan tempo ringan, lalu tingkatkan secara bertahap. Selain itu, hindari memaksakan kecepatan saat tubuh sudah lelah.
3. Yoga dan Stretching
Gerakan lembut seperti yoga dan stretching bisa membantu meningkatkan fleksibilitas dan membuat tubuh lebih rileks. Untuk melakukannya, pilih gerakan yang nyaman, hindari memaksakan rentang gerak, dan utamakan jenis latihan ini jika Anda berencana berolahraga di waktu mendekati jam tidur.
4. Bersepeda
Bersepeda membantu melatih kebugaran kardiovaskular dan kekuatan otot kaki. Saat melakukannya, pastikan untuk mengatur intensitas sesuai kemampuan, dan jangan lupa gunakan perlengkapan keselamatan.
5. Strength Training
Latihan kekuatan pada dasarnya berperan dalam mempertahankan kekuatan dan massa otot. Di sini, Anda tidak harus menggunakan alat, karena ada banyak pilihan olahraga di rumah tanpa alat yang bisa menjadi pilihan, seperti squat, push-up, dan sit-up.
Tips Aman Berolahraga di Malam Hari
Agar olahraga malam menghasilkan manfaat optimal, ikuti tips-tips di bawah ini.
Mulai secara bertahap: Jika Anda baru kembali berolahraga, pilih durasi pendek dan intensitas ringan sebelum meningkatkannya.
Lakukan pemanasan dan pendinginan: Awali latihan dengan gerakan ringan, lalu turunkan intensitas secara bertahap setelah latihan.
Perhatikan waktu makan: Hindari latihan berat tepat setelah makan besar, karena bisa membuat perut terasa tidak nyaman.
Cukupi cairan tubuh: Minumlah sebelum dan setelah berolahraga, serta sesuaikan kebutuhan cairan dengan intensitas latihan dan banyaknya keringat.
Hindari kafein menjelang tidur: Minuman berkafein bisa membuat sebagian orang tetap terjaga, terutama jika dikonsumsi di malam hari.
Utamakan keselamatan: Gunakan pakaian yang nyaman, pilih tempat dengan pencahayaan memadai, dan pastikan lingkungan olahraga aman.
Jaga jadwal tidur: Jika latihan membuat Anda sulit terlelap, kurangi intensitas atau selesaikan olahraga lebih awal.
V-Boost Energy Booster untuk Mendukung Kebutuhan Vitamin
Vitamin adalah salah satu asupan penting untuk mendukung aktivitas fisik. Zat gizi makro ini memainkan peran penting untuk membantu metabolisme, menjaga fungsi otot, serta mempercepat pemulihan tubuh.
Oleh karena itu, selain makanan bergizi, hidrasi yang cukup, dan tidur berkualitas, vitamin menjadi salah satu kebutuhan yang wajib tercukupi. Bumame hadir sebagai fasilitator yang bisa membantu pemenuhan kebutuhan vitamin tubuh Anda.
Melalui paket medis V-Boost Energy Booster, Bumame menawarkan injeksi vitamin B1, B6, dan B12 untuk membantu mengoptimalkan metabolisme energi dan membantu proses pemulihan tubuh setelah rutinitas padat.
Selain paket injeksi vitamin, Bumame juga menyediakan paket Medical Check Up Plus. Paket ini terdiri dari 14 jenis pemeriksaan yang mencakup pemeriksaan kesehatan jantung, fungsi hati dan ginjal, hingga metabolisme tubuh.
Paket ini bisa menjadi sarana pemeriksaan rutin untuk mendapatkan gambaran kesehatan secara lebih luas dan mendeteksi risiko penyakit lebih dini, khususnya untuk Anda yang memiliki gejala tidak biasa seperti kelelahan berulang tanpa sebab jelas.
Kapan Harus ke Dokter?
Sebagian besar orang bisa melakukan aktivitas fisik ringan hingga sedang dengan menyesuaikan kemampuan tubuh. Tapi, jika Anda memiliki riwayat penyakit kronis, seperti penyakit jantung, gangguan pernapasan, atau kondisi yang membatasi aktivitas fisik, maka konsultasikan rencana olahraga dengan dokter terlebih dahulu.
Segera hentikan latihan dan cari pertolongan medis jika mengalami nyeri atau tekanan di dada, sesak napas berat yang tidak biasa, atau pusing hebat. Jangan sekadar menganggap gejala tersebut sebagai tanda bahwa intensitas olahraga terlalu berat.
Olahraga Malam Tetap Bermanfaat Jika Penerapannya Tepat
Jadi, apakah olahraga malam baik untuk kesehatan? Jawabannya adalah ya. Namun, hal ini hanya berlaku selama jenis, intensitas, dan waktu olahraga sesuai kebutuhan tubuh Anda.
Mulailah dengan aktivitas yang sederhana, seperti jalan kaki atau peregangan. Jika latihan berat membuat Anda sulit tidur, sebaiknya selesaikan latihan lebih awal atau ganti dengan aktivitas fisik yang intensitasnya lebih ringan.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
Stutz, J., Eiholzer, R., & Spengler, C. M. — Effects of Evening Exercise on Sleep in Healthy Participants: A Systematic Review and Meta-Analysis
World Health Organization (WHO) — WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour
World Health Organization (WHO) — Physical Activity
Bumame — Energy Booster
Bumame — Medical Check Up Plus
Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing
Frequently Asked Question
Apakah olahraga malam baik untuk kesehatan?
Ya. Olahraga malam dapat membantu menjaga kesehatan jantung, mengelola berat badan, mengurangi stres, mendukung kualitas tidur, serta mempertahankan kekuatan otot dan tulang. Sesuaikan intensitasnya dengan kondisi tubuh dan jadwal tidur.
Apa saja risiko olahraga malam?
Olahraga malam dapat menyebabkan sulit tidur jika latihan intensitas tinggi dilakukan terlalu dekat dengan waktu istirahat. Risiko lainnya meliputi kelelahan berlebihan dan cedera ketika tubuh sudah lelah atau konsentrasi menurun.
Olahraga malam sebaiknya dilakukan jam berapa?
Waktu terbaik bergantung pada jadwal tidur dan respons tubuh. Sebagai titik awal, selesaikan olahraga intensitas tinggi sekitar 2–4 jam sebelum tidur. Aktivitas ringan seperti jalan santai, peregangan, atau yoga dapat dilakukan lebih dekat dengan waktu tidur jika terasa nyaman.
Apa saja jenis olahraga yang cocok dilakukan malam hari?
Pilihan olahraga malam meliputi jalan kaki, jogging, yoga, peregangan, bersepeda, dan latihan kekuatan seperti squat serta push-up. Pilih jenis dan intensitas latihan sesuai kebugaran, tujuan, serta kondisi tubuh.
Kapan harus berhenti berolahraga dan mencari bantuan medis?
Hentikan latihan dan cari pertolongan medis jika mengalami nyeri atau tekanan dada, sesak napas berat yang tidak biasa, atau pusing hebat. Jika memiliki penyakit kronis atau kondisi yang membatasi aktivitas fisik, konsultasikan rencana olahraga dengan dokter.
