Hasil medical check up kantor seorang karyawan menulis tekanan darah 135/85 mmHg dengan keterangan normal-tinggi. Saat ia mencocokkannya dengan tabel di situs kesehatan luar negeri, angka yang sama masuk hipertensi stage 1.
Kedua label berasal dari pedoman berbeda yang memakai batas angka sendiri. Memahaminya penting karena WHO mencatat sebagian besar orang dengan hipertensi tidak merasakan gejala. Bila tensi sangat tinggi disertai nyeri dada, sesak napas, sakit kepala hebat, atau gangguan penglihatan, segera ke IGD.
Artikel ini membandingkan klasifikasi hipertensi menurut Kemenkes, Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI), pedoman Eropa, dan pedoman Amerika, lalu membahas cara membaca angka Anda dan langkah lanjutnya.
Dua Angka yang Menentukan Tingkatan Tekanan Darah
Tekanan darah ditulis sebagai dua angka dalam satuan mmHg. Angka atas adalah tekanan sistolik, yaitu tekanan saat jantung berkontraksi. Angka bawah adalah tekanan diastolik, saat jantung mengendur di antara dua denyut.
Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Kemenkes 2026 menetapkan hipertensi bila angka atas 140 mmHg atau lebih dan/atau angka bawah 90 mmHg atau lebih pada pengukuran di klinik. Kata dan/atau berarti satu angka yang melewati batas sudah cukup. Ambang diagnosis ditentukan oleh dokter.
Bila kedua angka jatuh di kategori berbeda, ESC/ESH 2018 dan pedoman Amerika memakai kategori yang lebih tinggi. Dengan aturan ini, 150/85 mmHg masuk derajat 1 walau angka bawahnya masih di rentang normal-tinggi.
Batas Tiap Tingkatan Menurut Empat Pedoman
Pedoman di Indonesia dan Eropa menetapkan batas hipertensi di 140/90 mmHg. WHO memakai batas yang sama bila hasil itu muncul pada dua hari berbeda. Pedoman Amerika dari American College of Cardiology dan American Heart Association (ACC/AHA) memakai batas 130/80 mmHg.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Dengan tabel ini, 135/85 mmHg tergolong normal-tinggi menurut Kemenkes, PERHI, dan ESC/ESH, tetapi masuk stage 1 menurut ACC/AHA. Angka 128/78 mmHg termasuk normal menurut PERHI dan ESC/ESH, sedangkan ACC/AHA menyebutnya elevated atau meningkat. CDC menyebut pedoman AHA/ACC tahun 2025 masih memakai batas 130/80 mmHg.
Arti Tiap Tingkatan dan Langkah Lanjutnya
1. Optimal dan Normal
Untuk hasil di bawah 130/85 mmHg, Konsensus PERHI menganjurkan pengukuran ulang dalam 3 tahun, atau dalam 1 tahun bila ada faktor risiko. ESC/ESH memakai patokan yang sama untuk semua usia mulai 16 tahun, termasuk saat menilai tekanan darah normal wanita di berbagai usia.
2. Normal-Tinggi atau Elevated
Rentang 130-139/85-89 mmHg disebut normal-tinggi. Kemenkes juga memakai istilah prehipertensi untuk rentang ini. PNPK Kemenkes 2026 merekomendasikan perubahan gaya hidup pada tahap ini, sedangkan PERHI menyebut obat baru dipertimbangkan bila ada indikasi tambahan.
Menurut MSD Manual, pedoman Amerika juga menangani kelompok elevated, serta stage 1 dengan risiko penyakit jantung dan stroke 10 tahun di bawah 10%, lewat perubahan gaya hidup dan cek ulang dalam 3 sampai 6 bulan. Kemenkes menganjurkan garam kurang dari 5 gram per hari serta lebih banyak sayur, buah segar, ikan, dan kacang-kacangan, seperti pada menu makanan penurun darah tinggi.
3. Hipertensi Derajat 1
Derajat 1 berada di 140-159/90-99 mmHg, rentang yang pada pedoman Amerika sudah masuk stage 2. Bila tidak ada tanda kerusakan organ, PERHI menyebut pengukuran bisa diulang dalam beberapa bulan untuk memastikan diagnosis.
Pola hidup sehat bisa memperlambat atau mencegah kebutuhan obat pada derajat 1. Namun, PERHI menekankan obat sebaiknya tidak ditunda bila sudah ada kerusakan organ atau risiko jantung tinggi. Pilihan cara menurunkan darah tinggi yang sesuai bisa Anda bahas bersama dokter.
4. Hipertensi Derajat 2 dan 3
Kemenkes dan ESC/ESH menempatkan derajat 2 di 160-179/100-109 mmHg dan derajat 3 di 180/110 mmHg ke atas. Pada PERHI, kedua rentang ini masuk derajat 2, yaitu 160/100 mmHg ke atas. Untuk angka setinggi ini, PERHI menganjurkan konfirmasi ulang dalam beberapa hari sampai beberapa minggu.
5. Hipertensi Sistolik Terisolasi
Hipertensi sistolik terisolasi terjadi bila angka atas 140 mmHg atau lebih, sedangkan angka bawah di bawah 90 mmHg. ESC/ESH 2018 menggolongkannya ke derajat 1, 2, atau 3 sesuai angka atasnya.
Pembagian di atas dipakai untuk orang dewasa. Pada anak, Kemenkes menilai tekanan darah dengan persentil menurut usia, jenis kelamin, dan tinggi badan. Tensi tinggi saat hamil, termasuk hipertensi gestasional, ditangani mengikuti PNPK komplikasi kehamilan.
Tingkatan Ditentukan dari Pengukuran Berulang
Menurut MSD Manual, diagnosis tidak bisa didasarkan pada satu hasil tinggi. Tensi diukur lagi pada kunjungan yang sama, lalu dua kali pada setidaknya 2 hari lain. Kemenkes dan PERHI mengatur cara mengukurnya:
Persiapan. Istirahat 5 menit sebelum diukur dan hindari kafein, rokok, serta olahraga minimal 30 menit sebelumnya. Kandung kemih sebaiknya tidak penuh, lengan tidak tertutup pakaian ketat, dan Anda tidak berbicara selama pengukuran.
Posisi. Duduk bersandar dengan kedua kaki menapak lantai tanpa disilangkan. Lengan bertumpu di meja dengan siku setinggi jantung, dan ukuran manset disesuaikan dengan lingkar lengan atas.
Jumlah pengukuran. Tensi diukur tiga kali dengan jeda 1 sampai 2 menit, lalu hasilnya diambil dari rata-rata pengukuran kedua dan ketiga. Pada kunjungan pertama, kedua lengan diukur dan lengan dengan angka lebih tinggi dipakai sebagai acuan.
Cek saat berdiri. PERHI menganjurkan pengukuran 1 dan 3 menit setelah berdiri. Penurunan angka atas 20 mmHg atau lebih atau angka bawah 10 mmHg atau lebih menandakan hipotensi ortostatik, salah satu bentuk tekanan darah rendah.
Batas Berbeda untuk Pengukuran di Rumah
Hasil tensimeter di rumah cenderung lebih rendah daripada hasil di klinik. Karena itu, PERHI dan ESC/ESH memakai batas 135/85 mmHg untuk rata-rata pengukuran mandiri di rumah atau home blood pressure monitoring.
PERHI menganjurkan pengukuran pagi, 1 jam setelah bangun dan buang air kecil sebelum sarapan, serta malam sebelum tidur. Ukur minimal dua kali dengan jeda 1 menit selama setidaknya 3 hari, idealnya 7 hari, dan hasil hari pertama tidak dihitung.
Pengukuran di rumah juga membantu mengenali hipertensi jas putih, yaitu tensi tinggi di klinik yang normal saat diukur di rumah. Stres saat diperiksa termasuk penyebab tensi naik sementara. Kebalikannya, hipertensi terselubung terlihat normal di klinik tetapi tinggi di rumah, dan menurut MSD Manual dialami 10 sampai 30% orang dengan tekanan darah tinggi.
Krisis Hipertensi dan Tanda Perlu ke IGD
Segera ke IGD bila tensi sangat tinggi disertai sakit kepala hebat, pusing, pandangan kabur, nyeri dada, sesak napas, irama jantung tidak teratur, kebingungan, kejang, gejala gangguan saraf, atau penurunan kesadaran. Menurut Kemenkes dan WHO, gejala ini bisa menandakan gangguan organ.
WHO menyebut gejala seperti ini bisa muncul pada tekanan darah sangat tinggi, biasanya 180/120 mmHg atau lebih. PNPK Kemenkes 2026 memakai istilah hipertensi emergensi untuk derajat 3 (180/110 mmHg ke atas) yang disertai kerusakan organ mendadak. Tensi berat tanpa bukti kerusakan organ disebut hipertensi urgensi, yang umumnya tidak memerlukan rawat inap.
Tingkatan Tensi dan Penilaian Risiko Jantung
Tekanan darah tinggi yang menetap membuat dinding pembuluh darah menebal dan meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal, menurut MSD Manual. Konsensus PERHI mencatat lebih dari 50% pasien hipertensi punya faktor risiko lain, misalnya diabetes, LDL dan trigliserida tinggi, atau berat badan berlebih. Kemenkes menganjurkan penapisan kerusakan organ setiap 6 bulan sampai 1 tahun, dengan pemeriksaan EKG untuk mencari penebalan otot bilik kiri jantung.
Di Bumame, Paket Kesehatan Jantung mencantumkan antara lain konsultasi dokter umum, pemeriksaan fisik oleh dokter, EKG, rontgen thorax, kolesterol total, HDL, LDL, trigliserida, HbA1c, dan urine lengkap. Hasilnya bisa membantu dokter menilai risiko jantung Anda bersama catatan tensi. Untuk pertanyaan seputar isi paket, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Kapan Angka Tensi Perlu Dinilai Dokter?
Kemenkes menganjurkan skrining hipertensi untuk semua orang dewasa berusia 18 tahun ke atas. Buat janji dengan dokter dalam kondisi berikut:
Hasil di atas batas pada beberapa kali ukur. Tensi klinik 140/90 mmHg atau lebih, atau rata-rata di rumah 135/85 mmHg atau lebih, perlu dinilai untuk memastikan diagnosis. Bawa catatan tensi harian dan hasil MCU sebelumnya agar dokter bisa membandingkan angkanya.
Normal-tinggi disertai faktor risiko. Rentang 130-139/85-89 mmHg bersama diabetes, kolesterol tinggi, merokok, atau riwayat keluarga penyakit jantung perlu ditinjau dokter, karena PERHI menilai risiko dari gabungan keduanya.
Tensi tinggi di usia muda atau naik mendadak. Kemenkes menyebut derajat 2 sampai 3 pada usia di bawah 40 tahun atau perburukan mendadak pada usia tua sebagai tanda kemungkinan hipertensi sekunder, yaitu tensi tinggi akibat penyakit lain. Menurut MSD Manual, jenis ini dialami sekitar 15% orang dengan tekanan darah tinggi.
Pahami Angka Tensi Anda, Rencanakan Langkah Bersama Dokter
Klasifikasi hipertensi membantu Anda dan dokter membaca angka yang sama dengan bahasa yang sama. Catat hasil pengukuran dan tanyakan pedoman yang dipakai pada hasil Anda. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.
Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan jantung, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/303/2026 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Hipertensi Dewasa.
Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia. Konsensus Penatalaksanaan Hipertensi 2021: Update Konsensus PERHI 2019.
Williams B, dkk. European Society of Cardiology dan European Society of Hypertension, European Heart Journal. 2018 ESC/ESH Guidelines for the Management of Arterial Hypertension.
Weir MR. MSD Manual Consumer Version. High Blood Pressure (Hypertension).
Centers for Disease Control and Prevention. About High Blood Pressure.
World Health Organization. Hypertension.
Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed
Frequently Asked Question
Apa saja klasifikasi hipertensi menurut Kemenkes?
PNPK Kemenkes 2026 membagi tekanan darah menjadi kategori optimal, normal, normal-tinggi, serta hipertensi derajat 1, 2, dan 3. Hipertensi ditandai tekanan sistolik 140 mmHg atau lebih dan/atau diastolik 90 mmHg atau lebih pada pengukuran klinik.
Apakah tensi 130/80 termasuk hipertensi?
Menurut Kemenkes dan PERHI, tekanan darah 130/80 mmHg termasuk kategori normal-tinggi. Sementara itu, pedoman ACC/AHA Amerika menggolongkannya sebagai hipertensi stage 1. Diagnosis tetap memerlukan pengukuran berulang dan penilaian dokter.
Apa beda hipertensi derajat 1 dan derajat 2?
Menurut Kemenkes, hipertensi derajat 1 berada pada rentang 140–159/90–99 mmHg, sedangkan derajat 2 berada pada 160–179/100–109 mmHg. PERHI menggolongkan tekanan darah 160/100 mmHg ke atas sebagai hipertensi derajat 2.
Berapa batas tekanan darah tinggi saat mengukur di rumah?
PERHI dan pedoman Eropa menggunakan rata-rata 135/85 mmHg sebagai batas tekanan darah tinggi untuk pengukuran di rumah. Pengukuran perlu dilakukan berulang selama beberapa hari agar hasilnya dapat dinilai dengan lebih akurat.
Apakah satu kali hasil tensi tinggi berarti hipertensi?
Belum tentu. Hasil tekanan darah tinggi umumnya perlu dikonfirmasi melalui pengukuran berulang pada hari berbeda. Jika tekanan darah sangat tinggi atau terdapat tanda kerusakan organ, dokter perlu segera melakukan penilaian.
