Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Manfaat Minum Air Putih bagi Tubuh dan Cara Menakar Kebutuhan Harian
Kembali ke Artikel & Berita

Manfaat Minum Air Putih bagi Tubuh dan Cara Menakar Kebutuhan Harian

SBATips Kesehatan

Botol minum di meja kerja sering masih setengah penuh saat jam pulang tiba. Rasa haus baru terasa sore hari, bersamaan dengan kepala berat dan fokus yang buyar. Banyak orang menganggapnya lelah biasa.

Padahal keluhan seperti ini bisa berkaitan dengan kurang minum. Air membentuk sekitar 50 sampai 65 persen berat badan. Setiap hari tubuh kehilangan air lewat napas, keringat, urine, dan buang air besar, dan cairan itu perlu diganti dari minuman serta makanan.

Artikel ini membahas manfaat minum air putih yang didukung bukti, cara menakar kebutuhan harian menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kemenkes, tanda tubuh kurang minum, dan siapa yang perlu lebih berhati-hati.

Apakah Minum Air Putih Benar-Benar Bermanfaat?

Ya. Sel, jaringan, dan organ membutuhkan air agar bisa bekerja sebagaimana mestinya. Manfaatnya datang dari asupan cairan yang cukup dan teratur.

Mayo Clinic mencatat beberapa penelitian yang mengaitkan asupan air lebih banyak dengan sakit kepala, migrain, diabetes, obesitas, dan tekanan darah rendah, tetapi buktinya masih perlu diperkuat. Anggap air putih sebagai kebutuhan dasar yang dipenuhi sedikit demi sedikit sepanjang hari.

7 Manfaat Minum Air Putih yang Didukung Bukti

1. Menjaga Suhu Tubuh Tetap Stabil

Saat cuaca panas atau tubuh aktif bergerak, tubuh mendinginkan diri lewat keringat, dan air yang keluar perlu diganti. CDC menyebut kekurangan cairan bisa membuat tubuh kepanasan, sehingga pekerja lapangan dan orang yang rutin berolahraga perlu minum lebih sering.

2. Melumasi Sendi dan Melindungi Jaringan

Air membantu melumasi sekaligus meredam benturan pada sendi. CDC juga menyebut air melindungi sumsum tulang belakang dan jaringan sensitif lain. Bila sendi nyeri, bengkak, atau kaku berkepanjangan, periksakan ke dokter.

3. Membantu Kerja Ginjal

Ginjal menyeimbangkan cairan tubuh dan membuang sisa metabolisme lewat urine. Kementerian Kesehatan mencantumkan kebiasaan jarang minum air putih sebagai salah satu faktor risiko penyakit ginjal, bersama diabetes, hipertensi, dan obesitas. Cukup minum menjadi bagian dari kebiasaan menjaga kesehatan ginjal, sedangkan tes darah dan urine membantu mendeteksi gangguan ginjal yang sering tidak bergejala di tahap awal.

4. Membantu Menurunkan Risiko Batu Ginjal

NIDDK menyebut minum cukup cairan, khususnya air putih, sebagai langkah penting untuk mencegah batu ginjal, dengan anjuran enam sampai delapan gelas berukuran sekitar 240 mL per hari kecuali pada orang dengan gagal ginjal. Mayo Clinic menambahkan bahwa produksi urine yang cukup juga bisa membantu menurunkan risiko infeksi saluran kemih. Bila pernah mengalami batu ginjal, tanyakan jumlah cairan yang sesuai kepada dokter.

5. Melancarkan Buang Air Besar

Air mendukung pencernaan dan penyerapan zat gizi, serta membantu tubuh membuang sisa lewat buang air besar. CDC mencatat bahwa kekurangan cairan bisa memicu konstipasi atau sembelit. Bila sembelit tidak membaik meski pola minum sudah diperbaiki, konsultasikan dengan dokter.

6. Menjaga Fokus, Suasana Hati, dan Energi

Menurut Mayo Clinic, kekurangan cairan ringan pun bisa membuat Anda kurang bertenaga dan sulit berpikir jernih. CDC juga mengaitkannya dengan perubahan suasana hati. Bila lelah tetap terasa meski minum sudah cukup, penyebab lain perlu dicari bersama dokter.

7. Membantu Mengendalikan Asupan Kalori

Air putih tidak mengandung kalori. CDC menyebut minuman manis seperti soda dan teh bergula mengandung kalori tetapi sedikit zat gizi, sehingga menggantinya dengan air putih membantu mengurangi asupan kalori. Mayo Clinic menambahkan bahwa air bisa memberi rasa kenyang. Hasilnya lebih terasa bila Anda juga memahami kebutuhan kalori harian.

Berapa Kebutuhan Air Putih per Hari?

Kebutuhan tiap orang berbeda. Di Indonesia, acuannya adalah AKG dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019, yaitu kebutuhan rata-rata harian menurut umur, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan kondisi fisiologis. Tabel berikut merangkum angka kecukupan air orang dewasa.

Kelompok Usia

Laki-laki

Perempuan

 

19 sampai 64 tahun

2.500 mL

2.350 mL

65 sampai 80 tahun

1.800 mL

1.550 mL

80 tahun ke atas

1.600 mL

1.400 mL

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Ibu hamil mendapat tambahan 300 mL per hari pada setiap trimester. Ibu menyusui mendapat tambahan 800 mL pada 6 bulan pertama dan 650 mL pada 6 bulan berikutnya.

Sebagai pembanding, Mayo Clinic menyebut orang dewasa sehat umumnya cukup dengan total 2,7 sampai 3,7 liter cairan per hari dari semua sumber, termasuk sekitar 20 persen dari makanan seperti semangka dan stroberi. NHS memakai patokan 6 sampai 8 gelas per hari, dan teh, kopi, serta susu ikut dihitung.

Cara Mengetahui Tubuh Sudah Cukup Minum

NHS dan Mayo Clinic memakai dua patokan praktis, yaitu rasa haus dan warna urine. Asupan Anda kemungkinan sudah cukup bila jarang merasa haus dan urine berwarna kuning pucat atau bening. Pantau warna urine selama beberapa hari dan bandingkan dengan ciri warna urine yang sehat.

Sebaliknya, tubuh yang mulai kekurangan cairan atau mengalami dehidrasi biasanya memberi tanda berikut:

  • Haus dan mulut kering. Rasa haus muncul bersama mulut, bibir, dan lidah yang kering. Minumlah sedikit demi sedikit begitu tanda ini muncul.

  • Urine kuning gelap dan berbau tajam. Urine yang pekat termasuk tanda tubuh kekurangan cairan. Frekuensi buang air kecil biasanya ikut berkurang.

  • Pusing dan sakit kepala. Kepala terasa ringan atau berputar, khususnya saat berdiri. Pusing saat berdiri yang tidak kunjung hilang perlu segera diperiksakan.

  • Lemas dan mudah lelah. Energi turun dan aktivitas fisik terasa lebih berat. Rasa lelah yang tidak biasa perlu dinilai dokter.

Kondisi yang Membuat Kebutuhan Cairan Bertambah

Anda perlu minum lebih banyak dari biasanya pada kondisi berikut:

  • Cuaca panas dan lembap. Udara panas dan lembap seperti di Indonesia membuat tubuh lebih banyak berkeringat. Cairan itu perlu diganti meski Anda tidak sedang berolahraga.

  • Olahraga dan kerja fisik. Minumlah sebelum, selama, dan sesudah berolahraga. Aktivitas panjang di bawah terik matahari membutuhkan perhatian lebih.

  • Demam, diare, atau muntah. Ketiganya membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Larutan rehidrasi oral membantu mengganti gula, garam, dan mineral yang hilang, sedangkan diare yang berlangsung lama perlu diperiksakan ke dokter.

  • Hamil dan menyusui. Kebutuhan cairan bertambah sesuai tambahan dalam AKG di atas. Bila mual dan muntah membuat Anda sulit minum, bicarakan dengan dokter kandungan atau bidan.

  • Lansia dan penyandang diabetes. NHS menyebut lansia lebih berisiko kekurangan cairan, begitu pula penyandang diabetes. Lansia yang dirawat kadang tidak menyadari berapa banyak yang sudah diminum, jadi sediakan minum di dekatnya dan ajak minum saat makan.

  • Saat berpuasa. Waktu minum hanya tersedia antara berbuka dan sahur, sehingga jadwalnya perlu direncanakan. Strategi pencegahan dehidrasi saat puasa membantu membagi asupan cairan secara merata.

Bisakah Minum Air Terlalu Banyak?

Bisa, meski jarang pada orang dewasa sehat. Menurut Mayo Clinic, risikonya muncul pada sebagian atlet yang minum sangat banyak menjelang latihan panjang atau berat.

Pada keadaan itu ginjal tidak mampu membuang kelebihan air, sehingga kadar natrium dalam darah turun terlalu rendah. Kondisi ini disebut hiponatremia dan bisa mengancam nyawa. Pelari jarak jauh perlu memahami risiko hiponatremia saat olahraga.

Orang dengan gagal ginjal juga perlu berhati-hati. NIDDK mengecualikan mereka dari anjuran enam sampai delapan gelas sehari, sehingga jumlah cairannya sebaiknya mengikuti arahan dokter.

Tips Membiasakan Minum Air Putih Setiap Hari

Beberapa langkah praktis berikut membantu membentuk kebiasaan minum:

  • Bawa botol minum isi ulang. Botol di meja kerja atau tas menjadi pengingat sepanjang hari. Isi ulang setiap kali kosong agar jumlahnya mudah dipantau.

  • Minum saat dan di antara waktu makan. Segelas air bersama makanan membantu asupan tetap merata. Cara ini juga memudahkan lansia untuk minum teratur.

  • Pilih air putih saat makan di luar. Ganti minuman manis dengan air putih ketika memesan makanan. Kebiasaan kecil ini mengurangi asupan gula dan kalori harian.

  • Tambahkan irisan lemon atau jeruk nipis. Bila kurang suka rasa air tawar, irisan buah memberi aroma tanpa menambah gula. Air soda tanpa gula juga bisa menjadi variasi.

  • Batasi jus dan minuman manis. NHS menyarankan jus buah maksimal satu gelas kecil, sekitar 150 mL, per hari bersama makanan. Minuman tinggi gula juga bisa merusak gigi.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter?

Segera ke IGD bila tanda kekurangan cairan disertai kebingungan, napas cepat atau sesak, kulit dan bibir pucat, kebiruan, atau dingin, serta kantuk berat hingga sulit dibangunkan. NHS menyebut tanda ini bisa mengarah ke syok, komplikasi serius dari dehidrasi.

Buat janji dengan dokter bila Anda mengalami hal berikut:

  • Haus terus-menerus meski sudah banyak minum. Rasa haus berlebihan atau polidipsia yang muncul bersama sering buang air kecil atau poliuria termasuk gejala kencing manis. Dokter biasanya menyarankan tes gula darah untuk memastikannya.

  • Urine tetap gelap, jarang buang air kecil, atau pusing saat berdiri. NHS menggolongkan keluhan ini, juga jantung berdebar cepat, sebagai tanda yang perlu segera dinilai dokter. Keluhan yang menetap perlu dicari penyebabnya.

  • Muntah atau diare yang membuat cairan sulit masuk. Kondisi ini perlu diwaspadai pada lansia dan anak, yang lebih berisiko mengalami dehidrasi. Dokter bisa menilai apakah cairan perlu diberikan dengan cara lain.

Medical check up berkala juga membantu memantau gula darah dan fungsi ginjal, dua hal yang berkaitan erat dengan keseimbangan cairan tubuh.

Mulai dari Satu Gelas, Jadikan Kebiasaan Harian

Manfaat minum air putih hadir lewat hal sederhana, seperti suhu tubuh terjaga, buang air lancar, dan pikiran lebih jernih. Mulailah dengan segelas air setelah bangun tidur, lalu jadikan botol minum teman sehari-hari. Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan kesehatan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia.

  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Penyakit Ginjal.

  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Diabetes Melitus Tipe 2.

  4. Mayo Clinic. Water, How Much Should You Drink Every Day?

  5. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). About Water and Healthier Drinks.

  6. NHS. Water, Drinks and Hydration.

  7. NHS. Dehydration.

  8. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Eating, Diet, & Nutrition for Kidney Stones.

Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan

Frequently Asked Question

Apa manfaat minum air putih bagi kesehatan tubuh?

Minum air putih membantu menjaga suhu tubuh, melumasi sendi, mendukung fungsi ginjal, mencegah batu ginjal, melancarkan BAB, serta menjaga fokus dan energi. Mengganti minuman manis dengan air putih juga membantu mengurangi asupan kalori harian.

Berapa kebutuhan air putih per hari untuk orang dewasa?

Menurut Angka Kecukupan Gizi Kementerian Kesehatan 2019, kebutuhan air harian usia 19–64 tahun sekitar 2.500 mL untuk laki-laki dan 2.350 mL untuk perempuan. Kebutuhan dapat meningkat saat cuaca panas, berolahraga, hamil, atau menyusui.

Apakah teh, kopi, dan makanan ikut dihitung sebagai asupan cairan harian?

Ya. Teh, kopi, susu, dan makanan yang mengandung banyak air turut menyumbang asupan cairan harian. Namun, air putih tetap menjadi pilihan utama, terutama untuk membantu membatasi konsumsi gula dan kalori dari minuman manis.

Apa tanda tubuh kekurangan air putih?

Tanda kekurangan cairan meliputi rasa haus, mulut kering, urine berwarna kuning gelap dan berbau tajam, jarang buang air kecil, pusing, serta mudah lelah. Urine berwarna kuning pucat umumnya menandakan asupan cairan sudah cukup.

Apakah minum air putih terlalu banyak bisa berbahaya?

Ya. Minum air berlebihan dalam waktu singkat dapat menurunkan kadar natrium dalam darah hingga menyebabkan hiponatremia, kondisi yang berbahaya. Orang dengan gagal ginjal juga perlu mengikuti anjuran jumlah cairan dari dokter.