Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Milia di Wajah: Penyebab, Ciri, dan Cara Mengatasinya dengan Aman
Kembali ke Artikel & Berita

Milia di Wajah: Penyebab, Ciri, dan Cara Mengatasinya dengan Aman

SBATips Kesehatan

Bintik putih kecil di bawah mata atau di sisi hidung sering dikira komedo yang belum matang. Ditekan dengan jari, isinya tidak keluar. Dicoba dengan ujung peniti, kulit malah memerah dan bintiknya tetap ada selama berminggu-minggu.

Bintik seperti ini bisa jadi milia. Kondisi ini umumnya tidak sakit atau gatal, tetapi penanganannya berbeda dari komedo dan jerawat.

Artikel ini membahas penyebab dan ciri milia, cara membedakannya dari komedo putih dan jerawat, pilihan penanganan di dokter kulit, serta kapan bintik di wajah perlu diperiksakan.

Apa Itu Milia di Wajah?

Milia adalah kista berukuran sangat kecil, yaitu kantong tertutup di bawah kulit, yang berisi keratin, zat yang dihasilkan kulit secara alami. Zat ini terperangkap di bawah lapisan luar kulit dan membentuk bintik padat. Satu bintiknya disebut milium dan terbentuk di pangkal folikel rambut atau kelenjar keringat.

Menurut Skinsight, layanan informasi kulit dari VisualDx, milia bisa dialami siapa saja dari segala usia. Bintik ini sangat umum pada bayi baru lahir dan dianggap normal. Pada orang dewasa, milia bisa menetap berbulan-bulan sampai bertahun-tahun, walaupun sebagian hilang sendiri.

Kenapa Milia Sulit Dikeluarkan seperti Komedo?

Komedo dan jerawat berawal dari folikel rambut yang tersumbat minyak berlebih dan sel kulit mati. Pada jerawat, bakteri tumbuh di dalam sumbatan dan memicu peradangan serta nanah. Milia terbentuk dengan cara lain. Bintiknya berupa kantong kecil yang tertutup lapisan kulit, dan isinya adalah keratin padat.

Skinsight menjelaskan bahwa milia sulit dikeluarkan tanpa alat yang tepat. Upaya mengeluarkannya sendiri bisa menimbulkan masalah berikut:

  • Bekas luka. Menusuk atau mengorek bintik dengan jarum, peniti, atau kuku melukai kulit di sekitarnya. Skinsight dan NHS sama-sama mengingatkan risiko bekas luka akibat kebiasaan ini.

  • Infeksi kulit. Kulit yang terluka menjadi jalan masuk kuman. Kulit yang terasa panas, bengkak, dan kemerahan perlu diperiksa dokter.

  • Iritasi. Menggosok wajah terlalu keras dengan scrub bisa mengiritasi kulit. NHS menganjurkan membersihkan kulit dengan lembut tanpa menggosok.

Penyebab dan Faktor Risiko Milia

Berdasarkan penyebabnya, milia dibagi menjadi dua jenis. Milia primer terbentuk langsung dari keratin yang terperangkap pada kulit sehat, baik pada bayi maupun orang dewasa. Pada bayi, kelenjar minyak masih berkembang dan kulit belum mengelupas secara normal, sehingga sel kulit tertahan di kantong kecil.

Milia sekunder tampak serupa, tetapi muncul setelah saluran ke permukaan kulit tersumbat akibat kerusakan kulit. Menurut Skinsight, risikonya lebih tinggi pada kondisi berikut:

  • Luka bakar dan cedera yang melepuh. Kulit yang terbakar atau melepuh karena cedera bisa memunculkan milia di area yang terdampak. Bintik putih baru di bekas luka bakar perlu diperhatikan.

  • Penyakit kulit yang menimbulkan lepuh. Contohnya pemfigoid bulosa, epidermolisis bulosa, dan porfiria kutanea tarda. Pada keadaan ini, dokter akan menangani penyakit dasarnya.

  • Prosedur pelapisan ulang kulit. Tindakan seperti dermabrasi dan laser resurfacing bekerja pada lapisan luar kulit. Setelahnya, bintik putih kecil bisa muncul di area yang dirawat.

  • Pemakaian krim steroid jangka panjang. Krim ini kerap dipakai untuk peradangan kulit seperti dermatitis. Lama pemakaiannya sebaiknya mengikuti arahan dokter.

  • Kerusakan kulit akibat matahari. Paparan sinar matahari selama bertahun-tahun bisa merusak kulit dan ikut memicu milia. Faktor ini bisa dikurangi lewat perlindungan kulit sehari-hari.

Ciri-Ciri Milia di Wajah

Milia punya beberapa ciri yang membedakannya dari bintik lain di wajah.

1. Bintik Putih Kekuningan Berukuran Sangat Kecil

Bintiknya berdiameter sekitar 1 sampai 2 milimeter dan berbentuk bulat menonjol seperti kubah. Warnanya putih hingga kekuningan, dan Skinsight menggambarkan tampilannya mirip mutiara kecil.

2. Tidak Terasa Sakit atau Gatal

Milia umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri atau gatal. Bila bintik terasa gatal, perih, atau kemerahan, penyebabnya lebih mungkin kondisi lain, misalnya iritasi atau gatal pada kulit akibat alergi.

3. Muncul di Sekitar Mata, Hidung, dan Pipi

Pada orang dewasa, lokasi yang umum adalah pipi, kelopak mata, hidung, dagu, dan dahi. Bintiknya bisa muncul satu per satu atau berkelompok.

4. Bertahan Berbulan-bulan

Milia pada orang dewasa bisa menetap lama dan waktu hilangnya sulit diperkirakan. Bintik yang tiba-tiba membesar atau berubah warna perlu diperiksakan.

Milia, Komedo Putih, atau Jerawat?

Ketiganya sama-sama tampak sebagai bintik di wajah, tetapi asal dan penanganannya berbeda.

Ciri

Milia

Komedo putih

Jerawat meradang

Asal bintik

Keratin terperangkap di bawah lapisan luar kulit

Folikel rambut tersumbat minyak dan sel kulit mati

Sumbatan folikel yang ditumbuhi bakteri lalu meradang

Tampilan

Bintik putih kekuningan 1 sampai 2 mm berbentuk kubah

Benjolan kecil sewarna kulit

Benjolan merah (papul) atau berisi nanah (pustul)

Dipencet sendiri

Tidak dianjurkan, sulit keluar dan berisiko bekas luka

Tidak dianjurkan, bisa meninggalkan bekas luka

Tidak dianjurkan, bisa meninggalkan bekas luka

Langkah umum

Sering dibiarkan, atau diangkat dokter dengan alat steril

Cuci muka dengan lembut, pakai produk yang tidak menyumbat pori

Perawatan yang sama, ditambah obat dokter bila tidak membaik

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Komedo putih juga dikenal sebagai close komedo. Benjolan yang merah, hangat, bengkak, dan nyeri lebih mengarah ke peradangan atau infeksi seperti bisul. Benjolan lain seperti kutil juga bisa muncul di wajah, jadi bintik yang bentuknya tidak biasa sebaiknya dilihat dokter.

Milia pada Bayi Baru Lahir

Milia primer sangat umum pada bayi yang lahir cukup bulan dan dianggap normal. Bintiknya biasanya muncul di sekitar hidung, mata, pipi, dagu, dan dahi. Bintik serupa di langit-langit mulut bayi disebut Epstein pearls.

Menurut Skinsight, milia pada bayi tidak perlu dikeluarkan atau diobati dan cenderung hilang sendiri dalam beberapa minggu, walaupun kadang bertahan lebih lama. Bintik putih ini berbeda dari ruam merah dan iritasi pada dermatitis atopik pada bayi. Setiap benjolan baru pada kulit bayi tetap sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Sebagian besar milia bisa ditangani tanpa terburu-buru. Periksakan kulit Anda ke dokter bila muncul tanda berikut:

  • Bintik baru yang belum pernah diperiksa. Skinsight menyarankan setiap kista baru di kulit dievaluasi tenaga medis. Pemeriksaan ini memastikan bintik tersebut memang milia.

  • Bintik muncul setelah luka bakar, lepuh, atau prosedur kulit. Pola ini bisa mengarah ke milia sekunder. Kondisi kulit yang mendasarinya perlu dinilai dokter.

  • Kulit di sekitar bintik terasa panas, bengkak, nyeri, atau kemerahan. Tanda ini lebih mengarah ke peradangan atau infeksi kulit. Penanganannya berbeda dari milia.

  • Benjolan membesar, berdarah, atau terasa nyeri. Kementerian Kesehatan menyebut benjolan baru serta gatal, nyeri, atau perdarahan pada area kulit tertentu sebagai gejala yang perlu diwaspadai pada kanker kulit. Salah satu jenisnya, karsinoma sel basal, sering tampak sebagai benjolan kecil berwarna cerah.

Bagaimana Dokter Memastikan Diagnosis?

Dokter, khususnya dokter spesialis kulit, akan melihat bintik secara langsung dan menanyakan riwayat luka bakar, kulit melepuh, prosedur kulit, serta krim yang dipakai dalam jangka panjang. Informasi ini membantu membedakan milia primer dan sekunder. Bila tampilan benjolan tidak khas, dokter bisa mempertimbangkan biopsi, yaitu pengambilan sampel kecil jaringan kulit untuk diperiksa di laboratorium.

Cara Mengatasi Milia di Wajah

Milia tidak wajib diobati, dan sebagian bintik pada orang dewasa bisa hilang sendiri walaupun butuh waktu lama. Bila Anda ingin menghilangkannya, dokter kulit bisa memilih salah satu cara berikut:

  • Pengangkatan dengan alat steril. Dokter membuat tusukan kecil pada tiap bintik dengan pisau bedah steril, lalu mengeluarkan keratin dengan alat pengangkat komedo. Tindakan ini dilakukan di ruang praktik dengan peralatan yang bersih.

  • Krim retinoid topikal. Obat oles golongan retinoid bisa diberikan untuk membantu mengatasi milia. NHS menggolongkan obat oles retinoid sebagai obat dengan resep dokter, jadi pemakaiannya perlu mengikuti arahan dokter.

  • Chemical peel atau mikrodermabrasi. Dokter kulit bisa mengelupas kulit dengan cairan asam atau mengamplas halus lapisan luar kulit. Prosedur ini umumnya dilakukan dalam beberapa sesi.

  • Menangani penyebab dasar. Pada milia sekunder, dokter juga menangani kondisi kulit yang memicunya. Langkah ini berjalan bersamaan dengan penanganan bintiknya.

Karena proses terbentuknya berbeda, langkah seperti perawatan jerawat dengan vitamin belum tentu cocok untuk milia. Diskusikan dengan dokter sebelum mencoba produk atau obat baru.

Perawatan Sehari-hari untuk Mencegah Milia

Cara alami yang ramai dibagikan, seperti menggosok wajah dengan keras atau menusuk bintik dengan jarum, berisiko melukai kulit. Perawatan di rumah sebaiknya berfokus pada menjaga kulit tetap sehat dan mengurangi pemicu milia sekunder:

  • Bersihkan wajah dengan lembut. Cuci wajah dua kali sehari dengan pembersih lembut dan air suam-suam kuku. Hapus riasan setiap malam sebelum tidur.

  • Pilih produk yang tidak menyumbat pori. Produk berlabel non-comedogenic dirancang agar tidak menyumbat pori. Pilihan ini juga membantu kulit yang mudah berkomedo atau berjerawat.

  • Lindungi kulit dari matahari. Kementerian Kesehatan menganjurkan tabir surya minimal SPF 15 yang dioleskan ulang setiap dua jam serta pakaian pelindung seperti topi bertepi lebar. Hindari terik matahari langsung pukul 10.00 sampai 16.00 bila memungkinkan.

  • Gunakan krim steroid sesuai resep. Pemakaian jangka panjang termasuk pemicu milia sekunder. Konsultasikan dengan dokter bila Anda merasa perlu memakainya lebih lama.

Kulit Wajah Lebih Tenang dengan Langkah yang Tepat

Milia di wajah memang bisa mengganggu penampilan, tetapi umumnya tidak berbahaya. Kesabaran, perawatan kulit yang lembut, dan perlindungan dari matahari menjadi langkah awal yang baik. Bila bintik tidak kunjung hilang atau Anda ragu, pemeriksaan oleh dokter memberi jawaban yang jelas.

Selain memeriksakan kulit, medical check up berkala membantu Anda memantau kesehatan secara menyeluruh. Untuk informasi pemeriksaan di klinik Bumame, Anda bisa hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

Pemeriksaan tersedia di lima klinik Bumame.

Bumame Cideng

JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame TB Simatupang

Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame BSD

Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame Puri

Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat 11610. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi

Bumame Kelapa Gading

Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta 14240. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi

Pilih lokasi terdekat dari tempat Anda.

Referensi

  1. Skinsight, VisualDx. Milia Condition, Treatments and Pictures for Adults.

  2. Skinsight, VisualDx. Milia Condition, Treatments and Pictures for Infants.

  3. NHS. Acne.

  4. MedlinePlus, National Library of Medicine. Skin Conditions.

  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Kanker Kulit.

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apakah milia di wajah bisa hilang sendiri?

Bisa. Milia pada bayi baru lahir umumnya hilang dalam beberapa minggu, sedangkan pada orang dewasa dapat bertahan berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, meskipun sebagian bisa menghilang sendiri.

Bolehkah milia dipencet atau ditusuk sendiri?

Sebaiknya tidak. Milia berisi keratin yang terperangkap di bawah kulit sehingga sulit dikeluarkan sendiri. Memencet atau menusuknya berisiko menyebabkan infeksi, iritasi, dan bekas luka.

Apa perbedaan milia dan komedo putih?

Milia merupakan kantong kecil berisi keratin di bawah lapisan luar kulit. Komedo putih terbentuk ketika folikel rambut tersumbat minyak dan sel kulit mati. Keduanya memiliki penyebab dan penanganan berbeda.

Apakah milia pada bayi baru lahir berbahaya?

Milia pada bayi baru lahir umumnya normal, tidak berbahaya, dan tidak memerlukan pengobatan. Bintik biasanya menghilang sendiri dalam beberapa minggu. Namun, benjolan baru pada kulit bayi sebaiknya diperiksa dokter.

Bagaimana cara mencegah milia muncul di wajah?

Bersihkan wajah dengan lembut, gunakan produk nonkomedogenik, lindungi kulit dari sinar matahari, dan gunakan krim steroid hanya sesuai arahan dokter. Hindari menusuk atau menggosok bintik dengan keras.