Aroma nasi yang baru matang atau parfum rekan kerja tiba-tiba membuat perut bergejolak. Bagi banyak ibu, mual muntah saat hamil menjadi bagian dari minggu-minggu awal kehamilan.
Keluhan ini umum dan biasanya mereda sendiri, tetapi sebagian tandanya membutuhkan pertolongan di IGD. Artikel ini membahas tanda darurat, waktu puncak mual, penyebab, cara meredakannya di rumah, dan penanganan dari dokter.
Kapan Mual Muntah Hamil Perlu Segera ke IGD?
Kemenkes menyebut mual muntah yang terus-menerus dan berlebihan sebagai tanda bahaya kehamilan karena bisa menimbulkan dehidrasi atau kekurangan cairan hingga penurunan kesadaran. Segera ke IGD bila Anda mengalami tanda berikut:
Tidak bisa menahan makanan atau minuman. Setiap teguk air kembali dimuntahkan, atau tidak ada makanan dan minuman yang bisa ditahan selama 24 jam.
Buang air kecil sangat sedikit atau berwarna gelap. Tanda ini, apalagi bila Anda tidak buang air kecil lebih dari 8 jam, menunjukkan tubuh kekurangan cairan.
Pingsan, pusing berat, atau linglung. Rasa hendak pingsan saat berdiri, jantung berdebar, atau bingung perlu dinilai dokter secepatnya.
Muntah berdarah atau berwarna kecokelatan. Hal yang sama berlaku bila muntah disertai nyeri perut hebat atau demam tinggi.
Apa Itu Mual Muntah saat Hamil?
Dalam istilah medis, mual muntah saat hamil disebut emesis gravidarum, yaitu mual yang disertai muntah pada trimester pertama. Sebutan populernya morning sickness, padahal keluhan ini bisa datang kapan saja, bahkan sepanjang hari. Cleveland Clinic mencatat mual muntah dialami hingga 70% perempuan di trimester pertama.
Mual sering dianggap sebagai salah satu ciri awal kehamilan. Bila kehamilan belum dipastikan, pola mual di pagi hari perlu dicermati karena penyebabnya bisa beragam.
Kapan Mual Muntah Mencapai Puncaknya?
Waktunya berbeda pada tiap ibu, tetapi polanya cukup mirip:
Mulai sekitar minggu ke-5 sampai ke-6. MSD Manual mencatat mual biasanya mulai sekitar minggu ke-5, sedangkan Cleveland Clinic menyebut bisa sejak minggu ke-6. Kemenkes mencatat sebagian ibu sudah merasakannya sejak bulan pertama.
Memuncak sekitar minggu ke-8 sampai ke-10. Cleveland Clinic menyebut keluhan terasa berat bagi kebanyakan ibu pada rentang ini, dan MSD Manual menempatkan puncaknya sekitar minggu ke-9.
Mereda sekitar minggu ke-13 sampai ke-20. Cleveland Clinic mencatat banyak ibu merasa lebih baik sekitar minggu ke-13. NHS menyebut keluhan umumnya hilang di minggu ke-16 sampai ke-20, sejalan dengan Kemenkes yang menyebut gejala mulai mereda pada pertengahan trimester kedua.
Masa puncak ini jatuh di pertengahan trimester pertama kehamilan. Mual berat yang belum membaik setelah minggu ke-20 perlu dibicarakan dengan dokter.
Tidak mengalami mual juga wajar. Cleveland Clinic menyebut ibu yang tidak mengalami morning sickness punya peluang yang sama untuk melahirkan bayi sehat.
Mengapa Kehamilan Memicu Mual dan Muntah?
Penyebabnya belum diketahui sepenuhnya. Cleveland Clinic menyoroti kenaikan hormon kehamilan seperti hCG (human chorionic gonadotropin) dan estrogen, serta dugaan peran gula darah rendah dan perubahan metabolisme. Keluhan sering dipicu aroma tertentu, makanan pedas, suhu panas, dan kurang istirahat.
Muntah selama hamil juga bisa berasal dari kondisi lain, terutama bila baru muncul setelah trimester pertama, atau disertai nyeri perut maupun diare. Menurut MSD Manual, contohnya:
Gastroenteritis. Infeksi usus dan lambung ini membuat muntah datang tiba-tiba. Muntahnya biasanya disertai diare.
Infeksi saluran kemih atau infeksi ginjal. Tandanya antara lain sering berkemih dan nyeri saat berkemih. Infeksi ginjal juga menimbulkan nyeri pinggang dan demam.
Gangguan di rongga perut. Radang usus buntu dan radang kantong empedu (kolesistitis) bisa memicu muntah. Keduanya biasanya menimbulkan nyeri perut yang lebih menonjol.
Hamil anggur. Pada kasus yang jarang, muntah berat dan menetap berasal dari mola hidatidosa, yaitu pertumbuhan jaringan plasenta yang tidak normal. Dokter memeriksanya lewat USG panggul dan tes darah hCG.
Kondisi yang Membuat Ibu Lebih Rentan Mual
Beberapa faktor berikut meningkatkan peluang mual muntah:
Kehamilan pertama atau hamil kembar. Pada kehamilan kembar dua atau lebih, risiko mual muntah berat juga meningkat.
Riwayat pribadi atau keluarga. Ibu yang pernah mengalami mual muntah berat di kehamilan sebelumnya lebih mungkin mengalaminya lagi. Risiko juga lebih tinggi bila ibu kandung atau saudara perempuan pernah mengalaminya.
Mudah mabuk perjalanan atau punya riwayat migrain. NHS juga mencatat ibu yang dulu mual saat memakai kontrasepsi berisi estrogen.
Obesitas dan stres. NHS menyebut indeks massa tubuh 30 atau lebih, sedangkan Cleveland Clinic menyebut stres dan rasa cemas meningkatkan risiko mual berat.
Apakah Mual Muntah Membahayakan Janin?
Pada kebanyakan ibu, tidak. NHS menyebut mual muntah kehamilan tidak menambah risiko bagi bayi, dan Kemenkes menyebut keluhan ini tidak membahayakan ibu dan janin meski bisa mengganggu aktivitas.
Muntah yang terus-menerus perlu perhatian lebih. Bentuk beratnya disebut hiperemesis gravidarum, yaitu mual muntah berat yang menetap hingga menimbulkan dehidrasi dan penurunan berat badan. NHS memperkirakan kondisi ini dialami sekitar 1 sampai 3 dari 100 ibu hamil. Bila ditangani dengan baik, mual muntah berat umumnya tidak membahayakan bayi, tetapi berat badan ibu yang turun meningkatkan risiko bayi lahir lebih kecil dari perkiraan.
Cara Meredakan Mual Muntah saat Hamil di Rumah
Kemenkes menyebut kebanyakan kasus tidak memerlukan penanganan medis khusus. Langkah berikut bisa dicoba:
1. Makan Sedikit tetapi Sering
MSD Manual menyarankan 5 sampai 6 kali makan porsi kecil sehari dan makan sebelum terasa lapar. NHS menganjurkan makanan polos yang tinggi karbohidrat dan rendah lemak, seperti roti, nasi, dan biskuit asin.
2. Siapkan Biskuit di Samping Tempat Tidur
Kemenkes dan Cleveland Clinic menyarankan makan biskuit atau roti kering sebelum beranjak dari tempat tidur. Cara sederhana ini membantu menenangkan perut di pagi hari.
3. Pilih Makanan Tawar dan Dingin
Pisang, nasi, dan roti panggang biasanya lebih mudah diterima, sedangkan makanan pedas, berlemak, atau tinggi gula sebaiknya dihindari. Bila aroma masakan panas memicu mual, NHS menyarankan makanan dingin. Tetap perhatikan daftar makanan yang dilarang untuk ibu hamil.
4. Minum Sedikit demi Sedikit
NHS menyarankan minum air sedikit-sedikit tetapi sering karena cara ini bisa membantu mencegah muntah. Kemenkes juga menganjurkan memperbanyak air putih dan menghindari minuman berkafein.
5. Jauhi Pemicu dan Cukupi Istirahat
Catat bau yang membuat mual kambuh, seperti aroma masakan atau pengharum ruangan yang menyengat, dan jaga sirkulasi udara di rumah. Rasa lelah bisa memperberat mual, jadi usahakan tidur cukup.
6. Coba Jahe atau Akupresur
NHS menyebut ada sejumlah bukti bahwa jahe bisa membantu mengurangi mual dan muntah. Sebuah tinjauan enam penelitian dalam jurnal kebidanan Indonesia juga mendapati jahe lebih efektif daripada daun mint di trimester pertama. Untuk suplemen jahe, tanyakan dulu kepada dokter atau apoteker. Tekanan di pergelangan tangan, dengan jari atau gelang khusus, bisa membantu sebagian ibu.
7. Atur Waktu Minum Suplemen
Bila mual muncul setelah minum suplemen kehamilan, Kemenkes menyarankan meminumnya tepat sebelum tidur. Tetap lanjutkan vitamin ibu hamil sesuai anjuran dokter.
Langkah Dokter Menilai Mual Muntah yang Berat
Di luar tanda darurat, segera hubungi dokter bila muntah tiga kali atau lebih sehari, berat badan turun, mual sepanjang hari membuat Anda sulit makan dan minum, atau sakit kepala muncul berulang kali. Bila muntah sering atau tampak dehidrasi, MSD Manual menyebut dokter biasanya melakukan pemeriksaan berikut:
Detak jantung janin. Dokter memakai alat Doppler genggam di perut. USG panggul dilakukan bila detak jantung tidak terdeteksi atau ada dugaan hamil anggur.
Tes urine. Tes ini mengukur keton, zat sisa yang terbentuk saat tubuh membakar lemak karena asupan makanan kurang.
Tes darah. Kadar elektrolit, fungsi ginjal, dan enzim hati membantu dokter menilai dehidrasi. Hasilnya juga membantu menentukan apakah muntah berasal dari kehamilan atau dari kondisi lain.
Tes Darah Rutin di Awal Kehamilan
Mual muntah umumnya muncul di trimester pertama, masa ketika kesehatan ibu mulai dipantau lewat tes darah saat hamil. Di Bumame, Paket Kehamilan Trimester I mencantumkan hematologi lengkap, glukosa puasa, HBsAg kualitatif, anti-HCV, anti-HIV, serta IgM anti-Toxoplasma, anti-rubella, dan anti-CMV, dengan pembacaan hasil bersama dokter. Halaman produknya menyarankan pemeriksaan sebelum usia kehamilan 12 minggu, saat kondisi ibu stabil dan tidak sedang muntah berlebihan.
Mual muntah berat tetap ditangani langsung oleh dokter atau IGD. Untuk pertanyaan seputar persiapan pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Penanganan Medis bila Cara di Rumah Belum Cukup
Dokter menyesuaikan penanganan dengan tingkat keluhan:
Vitamin dan obat antimual. MSD Manual menyebut vitamin B6 biasanya dicoba lebih dulu. NHS menyebut dokter bisa memberikan obat antimual (antiemetik) jangka pendek yang aman untuk kehamilan, sering dari golongan antihistamin.
Cairan infus dan rawat inap. Ibu yang mengalami dehidrasi mendapat cairan berisi gula, elektrolit, dan vitamin lewat pembuluh darah. Muntah berat yang menetap bisa memerlukan rawat inap.
Mengobati penyebab lain. Bila muntah berasal dari kondisi di luar kehamilan, dokter akan menangani kondisi tersebut. Karena itu, sampaikan keluhan lain seperti diare atau nyeri saat berkemih.
Kemenkes menganjurkan konsultasi dengan dokter sebelum minum obat antimual apa pun. Ibu yang pernah mengalami mual muntah berat bisa membahas rencana penanganan sejak awal di kehamilan berikutnya, karena NHS menyebut kondisi ini cenderung berulang.
Lalui Trimester Pertama dengan Lebih Nyaman
Mual muntah saat hamil umumnya memuncak sekitar minggu ke-9 dan mereda di trimester kedua. Makan sedikit tetapi sering, cukup minum, dan istirahat membantu Anda melewati masa ini, sementara tanda darurat ditangani di IGD. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.
Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan kehamilan, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
NHS — Vomiting and Morning Sickness.
NHS — Severe Vomiting in Pregnancy.
Cleveland Clinic — Morning Sickness: When It Starts, Treatment & Prevention.
Sarah Grace Downs, Robert P. Heine, MSD Manual Consumer Version — Nausea and Vomiting During Early Pregnancy.
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Morning Sickness.
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Tanda-Tanda Bahaya pada Ibu Hamil.
Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat — Tanda Bahaya Kehamilan yang Harus Diketahui oleh Ibu Hamil.
Hariyani E, Safriana RE, Indonesian Journal of Midwifery Today — Efektivitas Jahe dan Daun Mint untuk Mengatasi Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester I.
Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed
Frequently Asked Question
Kapan mual muntah saat hamil mencapai puncaknya?
Mual muntah biasanya mulai sekitar minggu kelima hingga keenam, lalu mencapai puncak pada minggu kedelapan hingga kesepuluh, terutama sekitar minggu kesembilan. Keluhan umumnya mereda pada minggu ke-13 hingga ke-20.
Apakah mual muntah saat hamil berbahaya bagi janin?
Mual muntah ringan hingga sedang umumnya tidak membahayakan ibu maupun janin. Namun, muntah berat yang menyebabkan dehidrasi dan penurunan berat badan perlu ditangani dokter karena dapat meningkatkan risiko bayi lahir lebih kecil.
Apakah normal jika hamil tanpa mual muntah?
Ya, kondisi tersebut normal. Ibu hamil yang tidak mengalami mual muntah tetap memiliki peluang yang sama untuk melahirkan bayi sehat.
Bagaimana cara mengatasi mual muntah saat hamil di rumah?
Makanlah dalam porsi kecil tetapi sering, siapkan biskuit sebelum bangun tidur, minum sedikit demi sedikit, dan cukup istirahat. Hindari aroma atau makanan pemicu. Jahe juga dapat membantu sebagian ibu, tetapi konsultasikan penggunaan suplemen jahe dengan dokter atau apoteker.
Kapan mual muntah saat hamil harus dibawa ke IGD?
Segera ke IGD jika tidak bisa menahan makanan atau minuman selama 24 jam, buang air kecil sangat sedikit atau berwarna gelap, mengalami pingsan, pusing berat, linglung, muntah berdarah, atau nyeri perut hebat disertai demam tinggi.
.jpg&w=3840&q=75)