Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Nyamuk DBD: Ciri-Ciri, Cara Penularan, dan Cara Memutus Siklusnya
Kembali ke Artikel & Berita

Nyamuk DBD: Ciri-Ciri, Cara Penularan, dan Cara Memutus Siklusnya

SBAOthers

Pagi hari di teras, seekor nyamuk kecil berbelang putih hinggap di pergelangan kaki. Anda menepuknya, lalu lupa. Gigitan seperti ini terasa biasa, padahal jenis nyamuknya ikut menentukan virus yang mungkin terbawa.

Nyamuk DBD membawa virus dengue dari satu orang ke orang lain. Menurut WHO, sebagian besar infeksi dengue berlangsung ringan atau tanpa gejala, tetapi sebagian penderita mengalami dengue berat yang perlu dirawat di rumah sakit.

Artikel ini membahas ciri nyamuk DBD, cara penularannya, siklus hidupnya, dan langkah memutus siklus itu dari rumah.

Apa Itu Nyamuk DBD?

Nyamuk DBD adalah sebutan sehari-hari untuk nyamuk Aedes yang menularkan virus dengue. WHO menyebut penular utamanya adalah nyamuk betina Aedes aegypti. Aedes albopictus, yang dikenal sebagai nyamuk macan atau nyamuk hutan, juga bisa menularkan virus ini dengan peran yang biasanya lebih kecil.

Menurut CDC, Aedes aegypti hidup di dalam dan luar rumah, sedangkan Aedes albopictus lebih banyak di luar rumah dan menggigit manusia maupun hewan. ECDC mencatat Aedes aegypti juga menularkan virus penyebab demam kuning, chikungunya, dan Zika.

Ciri-Ciri Nyamuk DBD yang Bisa Anda Kenali

Ciri berikut membantu Anda mengenali nyamuk DBD dan menentukan kapan perlu lebih waspada.

1. Tubuh Kecil Berbelang Hitam Putih

ECDC menggambarkan Aedes aegypti berukuran relatif kecil dengan sisik putih keperakan di kaki dan tubuh yang membentuk pola hitam putih. Ciri pembedanya adalah sisik perak berbentuk lira di punggung bagian depan. Aedes albopictus punya pola yang mirip, sehingga belang putih sudah cukup menjadi alasan untuk berhati-hati.

2. Aktif pada Siang Hari

WHO menyebut nyamuk penyebar dengue aktif pada siang hari, dan ECDC menambahkan nyamuk ini juga aktif saat fajar dan senja. Anak yang tidur siang serta orang yang beraktivitas pagi atau sore hari perlu ikut terlindungi.

3. Lebih Memilih Darah Manusia

Hanya nyamuk betina yang menggigit karena membutuhkan darah untuk bertelur. Menurut ECDC, Aedes aegypti lebih memilih darah manusia dan bisa mengisap darah berkali-kali dalam satu siklus bertelur, sehingga satu nyamuk berpeluang menggigit beberapa orang.

4. Beristirahat di Dalam Rumah

ECDC mencatat Aedes aegypti suka beristirahat di dalam ruangan dan mudah masuk ke bangunan. Kemenkes juga menganjurkan pakaian bekas pakai disimpan di wadah tertutup sebagai bagian dari langkah 3M Plus.

5. Bertelur di Wadah Berisi Air

CDC menjelaskan nyamuk betina bertelur di dinding dalam wadah berisi air, sedikit di atas permukaan air. Sedikit air sudah cukup, sehingga ember, tong, vas bunga, ban bekas, atau tandon air bisa menjadi tempat berkembang biak.

6. Jarak Terbang Pendek

Menurut CDC, nyamuk ini hanya terbang sejauh beberapa blok sepanjang hidupnya, dan ECDC memperkirakan jaraknya sekitar 200 meter. Artinya, sumber nyamuk yang menggigit Anda kemungkinan besar ada di rumah sendiri atau tetangga.

Bagaimana Nyamuk DBD Menularkan Virus Dengue?

Penularan dimulai saat nyamuk betina mengisap darah orang yang membawa virus dengue, baik yang sedang demam, belum bergejala, maupun tanpa gejala. Menurut WHO, penularan dari manusia ke nyamuk bisa terjadi sejak 2 hari sebelum gejala muncul sampai 2 hari setelah demam reda.

Virus lalu memperbanyak diri di tubuh nyamuk dan menyebar ke kelenjar liur. Tahap yang disebut masa inkubasi ekstrinsik ini berlangsung sekitar 8 sampai 12 hari pada suhu 25 sampai 28 °C. Setelah itu, nyamuk bisa menularkan virus sepanjang sisa hidupnya.

NHS menyebut dengue tidak menular langsung antarmanusia, dan WHO mencatat penularan dari ibu hamil ke janin atau lewat transfusi darah jarang terjadi. Karena nyamuk bisa tertular sampai 2 hari setelah demam reda, penderita DBD sebaiknya tidur berkelambu selama masa itu agar nyamuk di rumah tidak ikut membawa virus.

Siklus Hidup Nyamuk Aedes dari Telur sampai Dewasa

CDC mencatat telur nyamuk Aedes menjadi nyamuk dewasa dalam 7 sampai 10 hari. Setiap tahap punya titik lemah yang bisa diputus dari rumah.

Tahap

Tempat dan ciri

Cara memutusnya

Telur

Menempel di dinding dalam wadah, di atas permukaan air, tahan kering hingga 8 bulan

Sikat dinding wadah saat menguras, lalu tutup rapat

Jentik

Menetas saat telur terendam air, hidup di air, bergerak aktif

Kuras wadah, beri larvasida, atau pelihara ikan pemakan jentik

Pupa

Hidup di air dan tidak makan

Buang genangan dan daur ulang barang bekas

Nyamuk dewasa

Betina mengisap darah, lalu mencari air untuk bertelur

Kasa jendela, kelambu, dan losion antinyamuk

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Siklus ini sejalan dengan anjuran WHO untuk menutup, mengosongkan, dan membersihkan wadah air rumah tangga setiap minggu.

Siapa yang Lebih Rentan Terkena DBD?

Kondisi berikut membuat peluang tertular atau risiko sakit berat lebih tinggi:

  • Lingkungan padat dengan kebiasaan menampung air. WHO mengaitkan penularan dengan kepadatan penduduk dan cara menyimpan air. Kemenkes mencatat DBD identik dengan musim hujan karena genangan di lubang atau barang bekas menjadi tempat nyamuk berkembang biak.

  • Pernah terkena dengue. WHO dan NHS mencatat infeksi berikutnya lebih berisiko menjadi dengue berat. Sampaikan riwayat ini kepada dokter saat Anda demam.

  • Bayi, anak kecil, lansia, dan ibu hamil. NHS memasukkan kelompok ini ke dalam kelompok berisiko sakit berat. Orang tua perlu mengenali gejala DBD pada anak sejak hari pertama demam.

  • Penyakit kronis tertentu. NHS menyebut asma, diabetes, tekanan darah tinggi atau rendah, serta gangguan yang membuat mudah berdarah. Kondisi ini bisa memperberat sakit bila tertular.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Digigit nyamuk belum tentu berarti tertular. Gejala dengue umumnya muncul 4 sampai 10 hari setelah gigitan, berupa demam tinggi, sakit kepala berat, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, atau ruam. Periksakan diri ke dokter bila demam tinggi muncul mendadak, termasuk bila disertai bintik merah awal demam berdarah.

Segera ke IGD bila muncul nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, gusi atau hidung berdarah, darah di muntahan atau tinja, napas cepat, gelisah, atau kulit pucat dan dingin. WHO mencatat gejala berat ini sering muncul setelah demam mereda. Kemenkes menggambarkan fase DBD dari fase demam menuju fase kritis, saat tanda peringatan seperti ini bisa muncul.

Dokter bisa meminta pemeriksaan darah seperti tes NS1. Pilihan tes untuk diagnosis dini DBD lainnya disesuaikan dengan gejala dan kondisi Anda.

Perawatan Saat Sudah Terinfeksi Dengue

WHO dan Kemenkes menyebut belum ada obat antivirus khusus untuk dengue. Penanganan berfokus pada istirahat, cukup minum, dan pereda nyeri sesuai anjuran dokter. Golongan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) tidak dianjurkan karena bisa meningkatkan risiko perdarahan.

Selama sakit, dokter memantau trombosit rendah, yaitu penurunan keping darah yang bisa menyertai fase kritis. Langkah pertolongan pertama demam berdarah di rumah tetap perlu disertai pemantauan dokter.

Cara Memutus Siklus Nyamuk DBD di Rumah

Kemenkes mengajak masyarakat menjalankan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) lewat gerakan 3M Plus. Studi kasus kontrol di Kelurahan Andalas, Padang, menemukan perilaku PSN 3M Plus berhubungan bermakna dengan kejadian DBD. Langkahnya meliputi:

  • Menguras dan menyikat penampungan air. Kuras bak mandi, ember, dan tandon setidaknya seminggu sekali. Sikat dindingnya karena telur nyamuk menempel di sana.

  • Menutup rapat wadah air. Tutup rapat tandon dan tempayan yang dipakai setiap hari. Wadah yang tertutup rapat tidak bisa dimasuki nyamuk untuk bertelur.

  • Mendaur ulang barang bekas. Ban, botol, dan kaleng bekas bisa menampung air hujan. Pilah dan singkirkan barang ini secara rutin, khususnya pada musim hujan.

  • Menjalankan langkah Plus. Kemenkes menganjurkan larvasida untuk penampungan yang sulit dikuras, ikan pemakan jentik, kawat kasa pada jendela, dan perbaikan talang air yang tersumbat. Ajak tetangga bergotong royong karena nyamuk ini hanya terbang dalam jarak pendek.

  • Melindungi diri dari gigitan. WHO menganjurkan pakaian yang menutupi tubuh, kelambu saat tidur siang, kasa jendela, serta losion antinyamuk berbahan DEET, picaridin, atau IR3535. NHS menyarankan lengan panjang khususnya pada pagi dan awal malam.

Pengasapan atau fogging di luar rumah termasuk penyemprotan insektisida di luar ruangan, yang menurut ECDC kurang efisien terhadap Aedes aegypti karena nyamuk ini lebih banyak berada di dalam rumah. Pengendalian yang berfokus pada wadah tempat bertelur tetap menjadi dasar.

WHO juga menjelaskan Wolbachia, bakteri alami yang bisa dimasukkan ke populasi nyamuk Aedes untuk menurunkan kemampuannya menularkan dengue. Beberapa negara sudah menerapkan atau mengevaluasinya, dan rekomendasi WHO diperkirakan terbit akhir 2027.

Vaksin Dengue sebagai Lapisan Perlindungan Tambahan

Vaksin melatih sistem kekebalan mengenali virus sebelum tubuh terpapar. Karena gigitan pada siang hari sulit dihindari sepenuhnya, vaksin dengue bisa melengkapi 3M Plus dan pencegahan gigitan. WHO mencatat satu vaksin, QDenga, sudah berizin di beberapa negara dengan rekomendasi untuk kelompok usia tertentu di wilayah penularan tinggi.

Bila dokter menilai vaksin ini sesuai, Vaksin DBD QDenga tersedia di Bumame lewat kunjungan klinik atau Home Care. Isinya virus dengue hidup yang dilemahkan dari empat serotipe atau jenis virus, diberikan dua kali dengan jarak tiga bulan, dan membantu menurunkan risiko DBD. Petugas medis akan menanyakan riwayat kesehatan, termasuk kehamilan dan daya tahan tubuh, sebelum penyuntikan.

Untuk vaksinasi anak, hubungi CS Bumame untuk memastikan ketersediaan sesuai usia anak. Untuk informasi jadwal, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Mulai dari Satu Wadah Air di Rumah

Memutus siklus nyamuk DBD dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan rutin. Pilih satu hari setiap minggu untuk menguras, menyikat, dan menutup wadah air, lalu ajak tetangga melakukan hal yang sama. Bila demam tinggi muncul, periksakan diri ke dokter lebih awal. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. World Health Organization Indonesia. Lembar Fakta Dengue dan Dengue Berat.

  2. Direktorat Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas, Kementerian Kesehatan RI. Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan 3M Plus.

  3. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. Tanda dan Gejala Demam Berdarah Dengue.

  4. Priesley F, Reza M, Rusdji SR. Jurnal Kesehatan Andalas. Hubungan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan Menutup, Menguras dan Mendaur Ulang Plus (PSN M Plus) terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Andalas.

  5. European Centre for Disease Prevention and Control. Aedes aegypti – Factsheet for Experts.

  6. Centers for Disease Control and Prevention. Life Cycle of Aedes Mosquitoes.

  7. NHS. Dengue.

  8. World Health Organization. WHO Update on the Assessment of Wolbachia Population Replacement for the Control of Aedes-Borne Diseases.

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Apa ciri-ciri nyamuk DBD yang perlu dikenali?

Nyamuk DBD umumnya berukuran kecil dengan belang hitam putih pada tubuh dan kaki. Nyamuk Aedes aegypti memiliki pola sisik putih keperakan menyerupai lira di punggung bagian depan. Nyamuk ini aktif pada siang hari dan sering beristirahat di dalam rumah.

Apakah setiap gigitan nyamuk DBD dapat menularkan virus dengue?

Tidak. Nyamuk harus terlebih dahulu mengisap darah orang yang terinfeksi, kemudian virus berkembang di tubuhnya selama sekitar 8–12 hari sebelum dapat ditularkan. Dengue juga tidak menular secara langsung dari satu orang ke orang lain.

Berapa lama gejala DBD muncul setelah digigit nyamuk yang terinfeksi?

Gejala dengue umumnya muncul 4–10 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi. Gejalanya dapat berupa demam tinggi, sakit kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, atau ruam. Jika demam tinggi muncul mendadak, segera periksakan diri ke dokter.

Bagaimana cara memutus siklus hidup nyamuk DBD di rumah?

Lakukan 3M Plus dengan menguras dan menyikat wadah air minimal seminggu sekali, menutup rapat tempat penampungan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang dapat menampung air. Tambahkan langkah perlindungan seperti memasang kasa jendela, menggunakan kelambu, dan memakai losion antinyamuk.

Apa tanda bahaya DBD yang mengharuskan seseorang segera ke IGD?

Segera ke IGD jika muncul nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan pada gusi atau hidung, darah dalam muntahan atau tinja, napas cepat, gelisah, atau kulit pucat dan dingin. Tanda bahaya dapat muncul setelah demam mereda sehingga kondisi tetap perlu dipantau.