Demam tinggi datang mendadak sejak kemarin, badan pegal, lalu seseorang di rumah menyarankan cek trombosit. Hasilnya normal dan semua merasa lega. Padahal pada DBD, trombosit umumnya memang masih normal di hari-hari awal demam.
Pada masa awal inilah tes NS1 berperan. Tes ini mencari jejak virus dengue langsung di dalam darah, dan kemampuannya menangkap virus berubah dari hari ke hari.
Artikel ini membahas apa yang dideteksi tes NS1, hari demam yang sesuai untuk pemeriksaan, cara membaca hasilnya, faktor yang memengaruhi akurasi, hingga tanda yang perlu segera dibawa ke IGD.
Apa Itu NS1 dalam Pemeriksaan DBD?
NS1 adalah singkatan dari non-structural protein 1, yaitu protein yang dibuat virus dengue saat memperbanyak diri di dalam tubuh. Menurut CDC, protein ini dilepaskan ke aliran darah selama infeksi berlangsung.
Tes NS1 termasuk tes antigen, yaitu pemeriksaan yang mencari bagian dari virus itu sendiri. Tes antibodi seperti IgM dan IgG mencari respons kekebalan yang baru terbentuk setelah beberapa hari sakit. Karena itu, pedoman Kementerian Kesehatan menyebut deteksi antigen NS1 sebagai pilihan pada fase akut, yaitu masa awal sakit saat demam masih tinggi.
Mengapa NS1 Bisa Terdeteksi Sejak Hari Pertama Demam?
Menurut Kementerian Kesehatan, virus dengue beredar dalam kadar tinggi di darah pada hari pertama sampai ketiga demam, lalu menurun saat demam turun. Kemampuan tes NS1 menangkap infeksi juga lebih tinggi sampai hari ketiga dan menurun pada hari keempat sampai ketujuh.
Kajian di Jurnal Biomedik Universitas Sam Ratulangi menjelaskan antigen NS1 sudah muncul sejak hari pertama demam dan bisa tidak terdeteksi lagi setelah hari kelima atau keenam. CDC mencatat NS1 pada sebagian orang masih terdeteksi beberapa hari setelah gejala mereda.
Kapan Dokter Meminta Tes NS1?
Gejala awal DBD mirip banyak penyakit demam lain. Dokter biasanya menimbang tes NS1 pada situasi berikut:
Demam tinggi mendadak di hari pertama sampai kelima. Menurut Kementerian Kesehatan, fase demam DBD berlangsung 2 sampai 7 hari, umumnya sekitar 3 hari. Tes di awal rentang ini memberi peluang lebih besar untuk menangkap NS1.
Demam disertai keluhan yang khas. WHO mencatat nyeri kepala hebat, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, mual, dan ruam sebagai gejala yang sering menyertai. Munculnya bintik merah awal demam berdarah juga menjadi alasan untuk memeriksakan diri.
Ada kasus DBD di sekitar tempat tinggal. Virus ini menular lewat nyamuk Aedes aegypti yang menurut WHO aktif di siang hari. Demam di lingkungan yang sama layak diperiksa lebih awal.
Hasil trombosit awal normal, tetapi keluhan mengarah ke DBD. Tes NS1 membantu dokter mengenali infeksi tanpa menunggu trombosit turun. Hasilnya tetap dibaca bersama gejala dan pemeriksaan fisik.
CDC menganjurkan tes NS1 dipasangkan dengan tes antibodi IgM selama tujuh hari pertama sakit. Gambaran jenis tes untuk diagnosis DBD membantu Anda melihat posisi NS1 di antara pemeriksaan lain.
Persiapan Sebelum Tes NS1
Tes NS1 memakai sampel darah biasa. Persiapan yang membantu dokter justru berupa informasi yang Anda bawa, seperti berikut:
Hari pertama demam. Catat tanggal dan perkiraan jam demam mulai muncul. Menurut Kementerian Kesehatan, menghitung hari demam membantu dokter memperkirakan fase penyakit dan memilih tes yang sesuai.
Riwayat DBD sebelumnya. Infeksi ulang bisa menurunkan kemampuan tes NS1 menangkap virus. WHO juga mencatat infeksi kedua berisiko lebih besar berkembang menjadi dengue berat.
Riwayat vaksin dengue. Menurut StatPearls, vaksinasi dengue yang baru dijalani bisa mengganggu pembacaan tes antibodi. Informasi ini membantu dokter memilih tes lanjutan.
Obat yang sudah diminum. Sampaikan obat penurun demam atau pereda nyeri yang sudah dipakai. WHO menyarankan penderita dengue menghindari golongan obat antiinflamasi nonsteroid karena bisa meningkatkan risiko perdarahan.
Bagaimana Sampel NS1 Diperiksa?
Petugas mengambil sampel darah dari pembuluh darah di lengan. Menurut Kementerian Kesehatan, antigen NS1 lalu dideteksi dengan salah satu metode berikut:
ELISA. Metode laboratorium ini membaca antigen dengan alat khusus. CDC menyebut sampel serum, yaitu bagian cair darah setelah membeku, lebih disukai untuk metode ini.
Rapid test. Tes cepat ini memakai antibodi berlabel untuk menangkap protein NS1 pada strip. Pedoman Kemenkes menyebut tes cepat praktis dipakai di tempat perawatan pasien dan banyak digunakan karena mudah serta cepat.
Hasil tes NS1 umumnya dilaporkan positif atau negatif, lalu dibaca bersama hari demam dan gejala.
Cara Membaca Hasil NS1 Positif dan Negatif
Arti Hasil Positif
CDC menyebut hasil NS1 positif menandakan infeksi virus dengue yang sedang berlangsung. Pedoman Kemenkes juga mencatat hasil positif palsu amat jarang ditemukan.
Hasil positif belum menggambarkan berat ringannya penyakit. Menurut Kemenkes, trombosit umumnya normal di awal demam dan turun cepat menjelang akhir fase demam. Karena itu, dokter memantau kemungkinan trombosit rendah lewat cek darah berkala, terutama selama fase kritis DBD.
Arti Hasil Negatif
CDC menyebut hasil negatif belum menyingkirkan infeksi dengue. Menurut Kemenkes, negatif palsu bisa terjadi bila sampel diambil setelah NS1 menghilang dari darah, atau pada infeksi sekunder, yaitu infeksi dengue untuk kedua kalinya. Pada infeksi ulang, antibodi lama mengikat NS1 sehingga tes lebih sulit menangkapnya.
Data yang dirangkum Kemenkes menunjukkan tes NS1 menangkap sekitar 88% kasus pada infeksi pertama dan sekitar 61% pada infeksi ulang. Hasil negatif juga bisa berarti demam berasal dari penyakit lain, misalnya demam tifoid atau chikungunya. Bila gejala tetap mengarah ke DBD, CDC menyarankan tes antibodi IgM, termasuk sampel kedua beberapa hari kemudian.
Nilai rujukan bergantung pada laboratorium dan dokter. Pola umum kombinasi hasilnya terlihat seperti berikut:
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Faktor yang Memengaruhi Akurasi Tes NS1
Beberapa hal berikut bisa membuat hasil NS1 kurang menggambarkan kondisi sebenarnya:
Hari demam saat sampel diambil. Semakin jauh dari hari pertama demam, semakin kecil peluang NS1 tertangkap. Penurunan ini mulai terlihat pada hari keempat sampai ketujuh.
Infeksi pertama atau infeksi ulang. Menurut Kemenkes, pada infeksi ulang hasil positif amat jarang ditemukan setelah hari kelima sampai ketujuh. Karena itu, riwayat DBD sebelumnya perlu disampaikan kepada dokter.
Metode dan kualitas kit. WHO mencatat kualitas dan kinerja tes dengue yang beredar sangat beragam. Hasil tes cepat sebaiknya dibaca bersama gejala dan pemeriksaan darah lain.
WHO juga menyebut pemilihan tes dengue perlu mempertimbangkan tahap infeksi, riwayat paparan sebelumnya, dan status vaksinasi.
Mengapa NS1 Sering Diperiksa Bersama Hematologi Lengkap?
Tes NS1 menjawab apakah virus dengue ada di dalam darah. Hematologi lengkap atau tes darah lengkap menunjukkan bagaimana darah merespons infeksi. Menurut StatPearls, hasil trombosit dan hematokrit di awal sakit menjadi data dasar untuk memantau perubahan selama fase kritis.
Kemenkes juga mencatat leukosit biasanya turun sebelum trombosit turun dan hematokrit naik. Pola leukosit rendah ini membantu dokter memperkirakan datangnya kebocoran plasma, yaitu saat cairan darah merembes keluar dari pembuluh darah.
Bila ingin memeriksakan keduanya sekaligus, Paket DBD 1 di Bumame berisi pemeriksaan Hematologi lengkap dan Dengue NS-1 Rapid, dengan pilihan Home Care atau Walk In. Halaman produknya menyebutkan tidak diperlukan persiapan khusus. Untuk menyesuaikan waktu pemeriksaan dengan hari demam, Anda bisa hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Tanda yang Perlu Segera Dibawa ke IGD
Segera ke IGD bila muncul salah satu tanda berikut, tanpa menunggu hasil tes. Menurut WHO, gejala dengue berat sering muncul setelah demam hilang. Tanda tersebut meliputi:
Nyeri perut hebat atau muntah terus-menerus. Kemenkes memasukkan keduanya ke dalam tanda peringatan yang bisa mendahului syok. Muntah yang membuat penderita tidak bisa minum perlu segera ditangani.
Perdarahan. Gusi berdarah, mimisan, muntah berdarah, atau tinja berdarah termasuk gejala dengue berat menurut WHO. Tanda ini perlu segera diperiksa, terutama saat demam mulai turun.
Lemas berat, gelisah, atau mengantuk tidak seperti biasanya. Perubahan ini bisa menandakan aliran darah ke otak berkurang. Kemenkes mencatat gelisah termasuk tanda yang hampir selalu muncul sebelum syok.
Kulit pucat, dingin, dan lembap. Tangan dan kaki terasa dingin dan basah, kadang disertai nadi cepat dan lemah. Kemenkes menyebut tanda ini sebagai peringatan sebelum syok.
Jarang buang air kecil atau napas cepat. Kemenkes memasukkan berkurangnya buang air kecil ke dalam tanda peringatan. WHO juga mencatat napas cepat dan rasa sangat haus sebagai gejala dengue berat.
Di luar tanda bahaya, periksakan diri ke dokter bila demam tinggi tidak membaik. Anak memerlukan pengamatan lebih dekat, dan panduan DBD pada anak membantu orang tua mengenali gejalanya. Langkah pertolongan pertama demam berdarah di rumah tetap perlu disertai pemeriksaan dokter.
Catat Hari Demam dan Periksa di Waktu yang Sesuai
Tes NS1 bekerja baik di hari-hari awal demam, saat virus masih banyak beredar di darah. Pedoman Kemenkes menyebut gabungan gejala dan tes cepat yang dilakukan pada waktu yang tepat umumnya cukup untuk menunjang diagnosis.
Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Catat hari pertama demam, perhatikan tanda bahaya, dan diskusikan pilihan tes dengan dokter. Untuk menanyakan jadwal pemeriksaan, Anda bisa chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
Pemeriksaan tersedia di lima klinik Bumame.
Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat 11610. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi
Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta 14240. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi
Pilih lokasi terdekat dari tempat Anda.
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/9845/2020 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Infeksi Dengue pada Dewasa.
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. Tanda dan Gejala Demam Berdarah Dengue.
Wowor MF, Jurnal Biomedik Universitas Sam Ratulangi. Deteksi Dini Demam Berdarah Dengue dengan Pemeriksaan Antigen NS1.
Centers for Disease Control and Prevention. Clinical Testing Guidance for Dengue.
Centers for Disease Control and Prevention. NS1 Antigen Tests for Dengue Virus.
World Health Organization. Dengue.
World Health Organization. Laboratory testing for dengue virus, interim guidance, April 2025.
StatPearls, NCBI Bookshelf. Dengue Fever.
Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia
Frequently Asked Question
Tes NS1 sebaiknya dilakukan pada hari ke berapa demam?
Tes NS1 lebih mudah menangkap infeksi pada hari pertama sampai ketiga demam, dan kemampuannya menurun pada hari keempat sampai ketujuh. Setelah lewat hari kelima, dokter umumnya menambahkan tes antibodi IgM dan IgG.
