Paha terasa kaku dua hari setelah kembali berolahraga, atau punggung pegal setelah seharian duduk. Nyeri otot termasuk keluhan yang umum, dan sebagian besar membaik dengan istirahat serta perawatan di rumah.
Sebagian kecil perlu perhatian lebih. Nyeri yang disertai urine gelap, otot sangat lemah, atau bengkak setelah olahraga berat bisa menandakan kerusakan otot yang membebani ginjal.
Artikel ini membahas tanda bahaya tersebut lebih dulu, lalu penyebab, cara membedakan pegal biasa dari cedera, pemeriksaan dokter, serta cara meredakan dan mencegahnya.
Tanda Kerusakan Otot Berat yang Perlu Segera ke IGD
Kerusakan otot yang luas disebut rabdomiolisis, yaitu kondisi saat jaringan otot terurai dan isinya bocor ke aliran darah. Cleveland Clinic menyebut kondisi ini jarang, tetapi sisa otot dalam jumlah besar bisa merusak ginjal. Segera ke IGD bila nyeri otot disertai tanda berikut:
Urine berwarna gelap. Warnanya bisa cokelat, merah, atau seperti teh. Perubahan warna urine ini berkaitan dengan mioglobin dari otot yang terurai.
Otot sangat lemah atau kaku. Lengan atau tungkai sulit digerakkan seperti biasa. Kemenkes menyarankan ke IGD bila ada bagian tubuh yang tidak mampu digerakkan.
Bengkak setelah olahraga berat atau cedera remuk. Tertimpa benda berat termasuk pemicu yang sering. Latihan intens tanpa jeda, udara panas, dehidrasi, dan terbaring lama setelah jatuh juga bisa memicunya.
Gejalanya biasanya muncul satu sampai tiga hari setelah cedera otot, dan sebagian orang tidak merasakan pegal yang berarti. Kemenkes juga meminta segera ke IGD bila nyeri otot disertai leher kaku, sulit menelan, atau sesak napas. Di rumah sakit, cairan dan elektrolit diberikan lewat infus untuk membantu membuang sisa otot dari tubuh.
Mengenal Nyeri Otot atau Mialgia
Nyeri otot atau mialgia adalah rasa sakit pada jaringan otot. Kemenkes menggolongkannya sebagai gejala dari suatu penyakit atau kondisi, dengan rasa kaku, kram, tertarik, berat, atau lemah. Keluhan ini bisa muncul di otot mana pun karena hampir semua gerakan bergantung pada fungsi otot. Kaki kram saat tidur yang membangunkan seseorang di malam hari juga termasuk keluhan otot.
Menurut Cleveland Clinic, nyeri di satu titik lebih sering berkaitan dengan cedera atau beban berlebih pada otot tersebut. Pegal menyeluruh lebih sering berkaitan dengan kondisi yang memengaruhi seluruh tubuh, dan kerap dikeluhkan sebagai badan sakit semua, misalnya saat flu.
Beragam Pemicu Nyeri Otot
Pemicunya bisa berasal dari otot itu sendiri atau dari kondisi lain di dalam tubuh.
1. Pegal Tertunda setelah Latihan
Otot yang dipakai melebihi kebiasaannya bisa mengalami robekan kecil. Pegal bisa terasa segera atau baru muncul sehari sampai dua hari kemudian, yang dikenal sebagai delayed onset muscle soreness (DOMS). Keluhan ini umum dialami setelah mencoba jenis latihan baru dan biasanya membaik dengan istirahat serta perawatan di rumah.
2. Otot Tertarik atau Robek
Cedera ini disebut strain, yaitu peregangan berlebih atau robekan pada otot dan tendon. Nyeri mulai terasa saat seratnya robek, disertai nyeri tekan, otot lemah, bengkak atau memar, dan bagian yang cedera sulit dipakai. Menurut NHS, sebagian besar strain membaik setelah 2 minggu, sedangkan cedera berat bisa butuh waktu berbulan-bulan.
3. Duduk Berjam-jam tanpa Banyak Bergerak
Pekerjaan yang menuntut duduk berjam-jam bisa membuat otot kaku dan nyeri. Peregangan lembut membantu mencegah kaku, dan Kemenkes juga menyarankan tidur cukup serta mengelola stres untuk meredakan nyeri otot.
4. Infeksi Virus seperti Flu dan Demam Berdarah
Pegal di sekujur tubuh sering menyertai infeksi virus. Cleveland Clinic dan Kemenkes mencatat flu sebagai salah satu pemicunya, dan keluhan ini umumnya sementara. Pada demam berdarah dengue, Kemenkes menyebut nyeri sendi dan otot yang intens muncul bersama demam, sakit kepala hebat, dan nyeri di belakang mata.
5. Efek Samping Obat Tertentu
Kemenkes mencatat obat kolesterol golongan statin dan obat darah tinggi golongan ACE inhibitor sebagai pemicu nyeri otot, dan MedlinePlus menyebut statin bisa menyebabkan kerusakan otot. Bila nyeri muncul setelah mulai minum obat, sampaikan kepada dokter sebelum mengubah dosis atau menghentikannya.
6. Gangguan Mineral, Vitamin D, atau Hormon Tiroid
Menurut Cleveland Clinic, hipotiroidisme atau kekurangan hormon tiroid, kekurangan vitamin D, dan gangguan elektrolit bisa mengganggu kerja otot hingga menimbulkan nyeri. Kemenkes mencontohkan hipokalemia atau kekurangan kalium. Bila nyeri datang bersama lelah berkepanjangan, dokter bisa menelusuri gejala hipotiroid dan tanda kekurangan vitamin D lewat tes darah.
7. Penyakit yang Menimbulkan Nyeri Menyeluruh
Beberapa penyakit jangka panjang membuat nyeri terasa di banyak bagian tubuh. Kemenkes menggambarkan fibromialgia sebagai penyakit dengan nyeri di sekujur tubuh, dan mencatat penyakit autoimun seperti lupus sebagai pemicu lain. Peradangan otot yang menetap atau miositis juga bisa menimbulkan nyeri.
Pegal Biasa, Otot Tertarik, atau Kerusakan Otot Berat?
Waktu munculnya nyeri dan keluhan penyertanya membantu membedakan tiga kondisi ini.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Kapan Nyeri Otot Perlu Diperiksakan ke Dokter?
Selain tanda bahaya di atas, Kemenkes menyarankan ke dokter bila nyeri otot disertai demam, bengkak atau kemerahan, muncul tiba-tiba tanpa sebab yang jelas, muncul setelah minum obat, atau belum hilang setelah beberapa hari. Cleveland Clinic menambahkan pegal yang memburuk meski sudah istirahat dan nyeri lebih dari seminggu tanpa sebab yang diketahui.
Untuk cedera otot atau sendi, NHS menyarankan pertolongan darurat bila terdengar bunyi retak saat cedera, bentuk bagian tubuh berubah, atau area cedera terasa kebas dan kesemutan.
Cara Dokter Menelusuri Pemicu Nyeri Otot
Pemeriksaan biasanya dimulai dengan tanya jawab. Menurut Cleveland Clinic, dokter bisa menanyakan seberapa berat nyerinya, sejak kapan, muncul mendadak atau perlahan, dan apakah ada keluhan lain seperti otot lemah. Perubahan rutinitas olahraga atau obat juga ikut ditanyakan.
Setelah pemeriksaan fisik, dokter bisa meminta tes darah atau urine sesuai dugaan penyebabnya. Pada dugaan kerusakan otot berat, dokter memeriksa kadar mioglobin dalam urine dan kreatin kinase dalam darah.
Tes CK saat Dokter Mencurigai Kerusakan Otot
Kreatin kinase (CK) adalah enzim yang sebagian besar berada di otot rangka, dan otot yang rusak melepaskannya ke darah dalam jumlah lebih besar. Menurut MedlinePlus, kadar yang tinggi umumnya menandakan kerusakan otot, sedangkan lokasi dan penyebabnya dinilai dokter dari keluhan dan riwayat Anda. Olahraga berat juga bisa menaikkan kadarnya, jadi dokter mungkin meminta Anda menghindarinya beberapa hari sebelum tes.
Bila dokter meminta pemeriksaan ini, tes CK di Bumame memakai sampel darah, tanpa puasa, tersedia secara Walk In maupun Home Care, dan hasilnya bisa diperoleh dalam 1x24 jam. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Cara Meredakan Nyeri Otot di Rumah
Pegal ringan dan cedera kecil umumnya bisa dirawat di rumah dengan langkah berikut:
Istirahatkan otot yang nyeri. Beri jeda dari latihan berat agar otot sempat pulih dan kembali kuat. Obat pereda nyeri yang dijual bebas bisa membantu nyeri ringan bila dipakai sesuai aturan pada kemasan.
Kompres dingin untuk cedera baru. Pada otot yang tertarik, NHS menyarankan kompres es hingga 20 menit setiap 2 sampai 3 jam, membalut, dan meninggikan area cedera. Hindari panas, alkohol, dan pijat pada beberapa hari pertama.
Kompres hangat atau rendam air dingin untuk pegal biasa. Kemenkes menyebut kompres hangat maupun dingin bisa dipakai untuk otot yang sakit. Studi pada atlet futsal mahasiswa di Indonesia mendapati rendam air dingin menurunkan nyeri otot 24 jam setelah pemulihan, dibandingkan pemulihan pasif.
Peregangan lembut dan pijatan. Peregangan hati-hati membantu mencegah kaku selama otot pulih, dan pijatan bisa mengurangi tegang serta memperlancar aliran darah ke otot. Pada otot yang baru tertarik, pijat ditunda sampai hari-hari awal terlewati.
Tetap bergerak ringan. Kemenkes menyarankan olahraga ringan seperti berjalan, bersepeda, dan berenang. Pilih intensitas yang tidak menambah nyeri.
Kebiasaan Olahraga yang Membantu Mencegah Nyeri Otot
Risiko pegal berlebih dan cedera otot bisa dikurangi dengan kebiasaan berikut:
Lakukan pemanasan dan pendinginan. Kemenkes menyarankan keduanya setiap kali berolahraga. Pemanasan sebelum olahraga menyiapkan otot untuk gerakan yang sesungguhnya, sedangkan pendinginan diisi gerakan peregangan.
Naikkan beban secara bertahap. Cleveland Clinic menyarankan memulai program olahraga secara perlahan dan mendengarkan sinyal tubuh. Prinsip ini juga berlaku saat menyusun jadwal olahraga pemula, dengan hari istirahat di antara latihan berat.
Cukupi cairan dan hindari kepanasan. Kemenkes menganjurkan minum banyak air untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Cleveland Clinic juga menyarankan menghindari tubuh kepanasan untuk mencegah kerusakan otot berat.
Beri Otot Waktu Pulih dan Dengarkan Sinyalnya
Sebagian besar nyeri otot membaik dengan istirahat, kompres, dan gerakan ringan. Perhatikan pola keluhannya, segera ke IGD bila muncul urine gelap atau otot sangat lemah, dan periksakan nyeri yang menetap lebih dari beberapa hari. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.
Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan otot, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Tim Promkes RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten — Myalgia.
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Promosi Kesehatan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten — Mencegah dan Mengatasi Cedera Olahraga.
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Novita Agustina, RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang — Tanda dan Gejala Demam Berdarah Dengue.
Harun H, Syafriani R, Jorpres, Jurnal Olahraga Prestasi, Universitas Negeri Yogyakarta — Efek Rendam Air Dingin terhadap Kadar Laktat, Power Otot Tungkai dan Nyeri Otot pada Atlet Futsal Mahasiswa.
Cleveland Clinic — Myalgia (Muscle Pain): What It Is, Causes & Relief.
Cleveland Clinic — Rhabdomyolysis: Symptoms, Causes & Treatments.
MedlinePlus, National Library of Medicine (NIH) — Creatine Kinase.
NHS — Sprains and Strains.
Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed
Frequently Asked Question
Apa penyebab nyeri otot yang sering terjadi?
Nyeri otot dapat disebabkan latihan berlebihan, cedera, duduk terlalu lama, infeksi virus seperti flu, atau efek samping obat tertentu. Gangguan elektrolit, kekurangan vitamin D, hipotiroidisme, dan penyakit yang menyebabkan peradangan otot juga dapat menjadi pemicunya.
Berapa lama pegal setelah olahraga biasanya hilang?
Pegal tertunda atau DOMS biasanya muncul satu hingga dua hari setelah latihan yang tidak biasa dan membaik dengan istirahat serta perawatan di rumah. Jika nyeri menetap lebih dari beberapa hari, semakin berat, atau tidak membaik meski sudah beristirahat, konsultasikan dengan dokter.
Apakah urine gelap setelah olahraga berat berbahaya?
Ya. Urine berwarna cokelat, merah, atau seperti teh setelah olahraga berat dapat menjadi tanda rabdomiolisis, yaitu kerusakan otot luas yang dapat merusak ginjal. Jika disertai kelemahan otot berat, kekakuan, atau pembengkakan, segera pergi ke IGD.
Apa itu tes CK dan kapan dibutuhkan?
Tes CK mengukur kadar kreatin kinase, enzim yang dilepaskan ke darah ketika otot mengalami kerusakan. Dokter dapat meminta pemeriksaan ini jika terdapat kelemahan otot, urine gelap, atau dugaan kerusakan otot akibat penyakit maupun obat tertentu. Olahraga berat juga dapat meningkatkan kadar CK.
Lebih baik kompres hangat atau dingin untuk nyeri otot?
Untuk cedera otot yang baru terjadi, gunakan kompres dingin hingga 20 menit setiap dua sampai tiga jam pada hari-hari awal. Hindari panas dan pijatan pada fase awal cedera. Untuk pegal biasa atau otot kaku, kompres hangat dapat membantu meredakan ketidaknyamanan.
.jpg&w=3840&q=75)