Seharian kaki dipakai berdiri, berjalan, atau duduk di depan layar. Begitu Anda berbaring, betis dan tungkai justru terasa pegal, berat, atau ingin terus digerakkan, sehingga jam tidur ikut mundur.
Kemenkes menyebut pegal-pegal sebagai istilah sehari-hari untuk nyeri otot atau mialgia, yang biasanya tidak berbahaya dan membaik sendiri. Pegal yang datang hampir setiap malam tetap perlu diperhatikan, karena bisa berkaitan dengan sindrom kaki gelisah, cadangan zat besi yang rendah, atau aliran darah di tungkai yang terganggu.
Artikel ini membahas tanda yang perlu segera diperiksa, pemicu yang umum, cara meredakannya di rumah, dan pemeriksaan yang mungkin diminta dokter.
Tanda Gumpalan Darah yang Perlu Diperiksa Segera
Sebelum menelusuri pemicu yang umum, perhatikan dulu tanda gumpalan darah di pembuluh darah balik bagian dalam atau trombosis vena dalam (DVT). NHS menyebut tandanya berupa nyeri betis atau paha yang berdenyut dan bengkak di satu kaki, dengan kulit yang tampak merah, kebiruan, atau lebih gelap di sekitar area yang nyeri.
Bila tanda ini muncul, periksakan diri ke dokter pada hari yang sama. Segera ke IGD bila keluhan itu disertai sesak napas atau nyeri dada, karena gumpalan bisa terbawa ke paru (emboli paru). NHS menyarankan untuk tidak menyetir sendiri ke IGD.
Menurut NHS, peluang terbentuknya gumpalan lebih besar pada usia di atas 60 tahun, saat hamil hingga 6 minggu setelah melahirkan, setelah operasi, setelah perjalanan lebih dari 4 jam, dan pada orang dengan varises.
Mengapa Kaki Lebih Terasa Pegal saat Malam?
Beberapa keluhan di kaki memang menguat saat tubuh beristirahat. Kemenkes dan NHS mencatat gejala sindrom kaki gelisah memburuk pada malam hari dan saat duduk atau berbaring. Keluhan varises sering memberat di penghujung hari setelah berdiri lama, dan NIDDK menyebut gejala kerusakan saraf tepi sering lebih berat di malam hari.
Enam Penyebab Kaki Pegal di Malam Hari
Satu orang bisa mengalami lebih dari satu pemicu sekaligus.
1. Otot Lelah setelah Aktivitas Seharian
Kemenkes menyebut nyeri otot sering muncul karena otot dipakai berlebihan, cedera, atau tegang, misalnya akibat gerakan berulang, kurang pemanasan, atau postur yang buruk. Rasanya bisa kaku, tertarik, berat, atau lemah, dan cenderung muncul selama atau setelah aktivitas. Pegal ini umumnya membaik dengan istirahat, tetapi periksakan diri bila belum hilang setelah beberapa hari.
2. Sindrom Kaki Gelisah
Sindrom kaki gelisah atau restless legs syndrome adalah kondisi saraf yang memunculkan dorongan kuat untuk menggerakkan kaki, menurut Kemenkes. NHS menggambarkan rasa tidak nyaman yang menyertainya sebagai kesemutan, berdenyut, gatal, atau nyeri. Keluhan mereda ketika kaki digerakkan, dibawa berjalan, atau diregangkan.
Faktor keturunan dan zat kimia otak dopamin diduga berperan. Kemenkes mencatat risikonya meningkat pada kekurangan zat besi, kehamilan khususnya trimester ketiga, gagal ginjal stadium akhir, kerusakan saraf akibat diabetes yang tidak terkontrol, dan kafein berlebihan. Keluhan ini bisa mengganggu tidur hingga memicu insomnia dan kantuk berat di siang hari.
3. Cadangan Zat Besi yang Rendah
NHS menyebut sindrom kaki gelisah diduga terkait kadar zat besi dan dopamin di tubuh, dan bisa berhubungan dengan anemia defisiensi besi. MedlinePlus mencatat rasa kesemutan atau panas di kaki pada sindrom ini bisa disebabkan kekurangan zat besi. Menurut Kemenkes, kekurangan zat besi bisa terjadi karena kurang gizi, menstruasi yang berat, atau tukak lambung.
4. Aliran Darah Balik yang Terganggu
Menurut Kemenkes, katup pembuluh darah balik (vena) yang terganggu membuat darah mengalir balik dan menumpuk di tungkai. Kondisi ini disebut insufisiensi vena kronis, dengan keluhan tungkai terasa berat, gatal, kaku, atau bengkak hilang timbul, serta pelebaran pembuluh darah atau varises.
Keluhan varises sering memberat di penghujung hari setelah berdiri lama dan biasanya hilang saat duduk dengan kaki diangkat. Perempuan, ibu hamil, orang dengan obesitas, dan pekerja yang lama berdiri lebih berisiko mengalaminya. Periksakan diri bila pegal disertai kaki bengkak, perubahan warna kulit, atau luka di tungkai.
5. Gangguan Saraf Tepi
Kerusakan saraf tepi atau neuropati perifer biasanya mengenai kaki dan tungkai, menurut NIDDK. Rasanya bisa panas seperti terbakar, kesemutan, mati rasa, atau nyeri, dan sering lebih berat di malam hari. Hingga separuh penyandang diabetes mengalaminya. Bila keluhan Anda lebih mirip kaki yang sering kesemutan, sampaikan kepada dokter.
6. Kram Otot di Betis
Kram bisa tertukar dengan kaki gelisah karena gejalanya mirip, menurut NHS. Kemenkes juga mencatat kram otot sebagai kondisi yang perlu disingkirkan sebelum dokter menetapkan diagnosis kaki gelisah. Bila keluhan Anda lebih sering berupa kaki kram saat tidur, ceritakan polanya kepada dokter.
Petunjuk dari Pola Keluhan di Kaki
Waktu munculnya pegal dan hal yang meredakannya bisa memberi petunjuk awal.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Cara Meredakan Kaki Pegal di Rumah
Langkah berikut bisa dicoba untuk pegal ringan tanpa tanda bahaya:
Gerakkan dan pijat kaki. NHS menyarankan berjalan, peregangan, atau memijat kaki saat gejala kaki gelisah muncul. Kemenkes juga menganjurkan pijat dan peregangan pada otot yang pegal.
Mandi air hangat atau kompres. Kemenkes menyarankan mandi air hangat sebelum tidur serta kompres hangat atau dingin pada kaki. Pilih yang terasa lebih nyaman bagi Anda.
Tinggikan kaki dan selingi duduk lama. Untuk tungkai yang terasa berat, Kemenkes menganjurkan meninggikan kaki 2 kali sehari selama 10 menit. Saat harus duduk atau berdiri lama, sempatkan berjalan 2 menit setiap 30 menit.
Atur kafein dan alkohol. NHS menyarankan tidak minum teh, kopi, atau minuman berenergi setelah tengah hari, serta tidak minum alkohol setidaknya 2 jam sebelum tidur. Berhenti merokok juga dianjurkan.
Bergerak di siang hari dan tidur teratur. NHS menyarankan olahraga di siang hari serta tidur dan bangun pada jam yang sama. Membaca atau mengisi teka-teki juga bisa mengalihkan perhatian saat gejala kaki gelisah muncul.
Kapan Pegal di Kaki Perlu Diperiksakan?
Pegal ringan umumnya membaik sendiri. Jadwalkan konsultasi bila:
Kaki gelisah membuat Anda sulit tidur atau memengaruhi kesehatan mental. NHS juga menyarankan pemeriksaan bila perawatan mandiri tidak membantu.
Nyeri otot disertai demam, bengkak, atau kemerahan. Kemenkes menambahkan nyeri yang muncul tiba-tiba tanpa sebab jelas, setelah minum obat, atau belum hilang setelah beberapa hari.
Tungkai sering terasa berat, gatal, atau bengkak hilang timbul. Kemenkes menyarankan pemeriksaan untuk memastikan diagnosisnya.
Anda memiliki diabetes dan kaki terasa panas, kesemutan, atau mati rasa. NIDDK menganjurkan memeriksa kaki setiap hari dan segera menemui dokter bila ada masalah.
Tanya Jawab dan Tes yang Bisa Diminta Dokter
Dokter biasanya memulai dengan menanyakan gejala serta riwayat kesehatan pribadi dan keluarga. Untuk dugaan kaki gelisah, Kemenkes menyebut tes darah, antara lain untuk kadar zat besi, gula darah, dan hormon tiroid, serta tes fungsi ginjal dan pemeriksaan saraf otot kaki (elektromiografi) bila perlu.
Bila dokter menduga kekurangan zat besi, MedlinePlus menyebut tes kadar ferritin bisa diminta bersama tes zat besi lain. Keluhan pembuluh darah balik umumnya diperiksa dengan USG Doppler, menurut Kemenkes. Dugaan gumpalan darah memerlukan rujukan untuk USG dalam 24 jam, menurut NHS.
Menilai Cadangan Zat Besi dengan Tes Ferritin
Ferritin adalah protein yang mengikat dan menyimpan zat besi, sehingga kadarnya membantu dokter menilai cadangan zat besi tubuh. Kadar rendah bisa menandakan anemia defisiensi besi, sedangkan kadar tinggi bisa dipengaruhi peradangan, menurut MedlinePlus. Karena itu, hasilnya perlu dibaca bersama dokter. Bila dokter menyarankannya, pemeriksaan Ferritin di Bumame menggunakan sampel darah, tanpa puasa, dan tersedia untuk Walk In maupun Home Care. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, chat CS Bumame.
Pengobatan Disesuaikan dengan Penyebabnya
Kaki gelisah. NHS menyebut pengobatan dimulai dari kondisi yang mendasarinya, misalnya suplemen zat besi bila kadarnya rendah, serta peninjauan obat yang bisa memperberat gejala. Pada kasus berat, Kemenkes menyebut dokter bisa meresepkan obat untuk meningkatkan dopamin atau meredakan nyeri saraf. Hindari minum suplemen zat besi tanpa saran dokter.
Masalah pembuluh darah balik. Kemenkes menyebut stoking kompresi sesuai petunjuk dokter, olahraga rutin, dan meninggikan tungkai secara berkala. Bila perlu, dokter bisa menyarankan ablasi vena, skleroterapi, atau operasi.
Gumpalan darah. NHS menyebut kondisi ini diobati dengan obat pengencer darah. Obatnya diresepkan dan dipantau dokter.
Gangguan saraf tepi. NIDDK menyebut gula darah, tekanan darah, dan kolesterol yang terjaga sesuai target bisa mencegah kerusakan saraf bertambah berat. Dokter menentukan pengobatan lain sesuai hasil pemeriksaan.
Pahami Pola Pegal agar Tidur Kembali Nyaman
Kaki pegal di malam hari umumnya bisa diredakan dengan istirahat, gerak ringan, dan tidur yang teratur. Catat kapan pegal muncul dan apa yang meredakannya, karena pola itu membantu dokter menemukan penyebabnya. Bila keluhan datang hampir setiap malam atau mengganggu tidur, periksakan diri ke dokter. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Untuk informasi layanan pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — Myalgia
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — Restless Legs Syndrome
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — Insufisiensi Vena Kronik, Apakah Anda Memilikinya?
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — Varises Tungkai Bawah
NHS — DVT (Deep Vein Thrombosis)
NHS — Restless Legs Syndrome
MedlinePlus, National Library of Medicine — Ferritin Blood Test
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) — Peripheral Neuropathy
Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed
Frequently Asked Question
Apa penyebab kaki pegal di malam hari?
Penyebabnya meliputi otot lelah setelah aktivitas, sindrom kaki gelisah, kadar zat besi rendah, gangguan aliran darah balik seperti varises, gangguan saraf tepi, dan kram otot.
Mengapa kaki terasa lebih pegal saat malam?
Gejala sindrom kaki gelisah memburuk saat tubuh beristirahat pada malam hari. Varises juga dapat terasa lebih berat setelah berdiri lama, sedangkan gangguan saraf tepi sering menimbulkan keluhan lebih kuat pada malam hari.
Apakah kaki pegal di malam hari tanda kekurangan zat besi?
Bisa, karena kekurangan zat besi berkaitan dengan sindrom kaki gelisah. Dokter dapat menyarankan tes darah, termasuk pemeriksaan ferritin, untuk menilai cadangan zat besi tubuh.
Kapan kaki pegal di malam hari perlu segera diperiksa?
Segera periksakan diri pada hari yang sama jika satu kaki terasa nyeri, bengkak, dan kulitnya kemerahan atau lebih gelap. Jika disertai sesak napas atau nyeri dada, segera ke IGD.
Bagaimana cara meredakan kaki pegal sebelum tidur?
Coba berjalan ringan, melakukan peregangan atau pijatan, dan mandi air hangat. Jika tungkai terasa berat setelah berdiri lama, tinggikan kaki sekitar 10 menit dan atur jadwal tidur secara teratur.
