Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Posisi Tidur untuk Penderita Skoliosis: Cara Atur Bantal agar Punggung Nyaman
Kembali ke Artikel & Berita

Posisi Tidur untuk Penderita Skoliosis: Cara Atur Bantal agar Punggung Nyaman

SBAOthers

Sebagian penderita skoliosis bangun pagi dengan punggung pegal, padahal semalaman sudah berganti posisi berkali-kali. Dari situ muncul pertanyaan yang wajar, apakah cara tidur ikut membentuk lengkung tulang belakang.

Kemenkes mencatat nyeri punggung sebagai salah satu keluhan yang sering disampaikan pasien skoliosis. Malam yang gelisah juga membuat aktivitas esok hari terasa lebih berat. Kabar baiknya, beberapa penyesuaian kecil pada posisi, bantal, dan kasur bisa membantu tubuh beristirahat lebih nyaman.

Artikel ini membahas pengaruh posisi tidur terhadap kurva, posisi yang umumnya terasa nyaman, cara menata bantal dan kasur, tidur dengan brace atau penyangga punggung, serta keluhan yang perlu diperiksakan ke dokter.

Bisakah Posisi Tidur Mengubah Lengkung Tulang Belakang?

Skoliosis adalah kondisi saat tulang belakang melengkung ke samping secara tidak normal, sehingga bentuknya menyerupai huruf S atau C. Kondisi ini sering mulai terlihat pada masa pubertas, meski bisa dialami siapa saja. Selain kurva, gejala skoliosis bisa berupa bahu atau pinggul yang tidak sejajar. Lengkung berlebihan ke arah depan atau belakang punya nama berbeda, yaitu lordosis dan kifosis.

Sejauh ini, posisi tidur tidak tercatat sebagai penyebab maupun cara meluruskan skoliosis. Untuk jenis yang umum, yaitu skoliosis idiopatik atau skoliosis yang penyebabnya belum diketahui, AAOS dan NHS menyebut kondisi ini tidak berkaitan dengan postur yang buruk. Kemenkes menambahkan bahwa postur yang buruk bisa memperparah gejala.

Bahkan brace, alat penyangga yang dipakai berjam-jam setiap hari, tidak meluruskan kurva yang sudah terbentuk. Menurut AAOS, alat ini dipakai untuk mencegah kurva bertambah besar selama masa pertumbuhan. Karena itu, tujuan mengatur posisi tidur lebih sederhana, yaitu mengurangi tegangan otot, menjaga tulang belakang tetap relatif lurus, dan membantu Anda bangun dengan badan lebih segar.

Nyeri Punggung saat Tidur pada Remaja dan Orang Dewasa

Pada anak dan remaja, AAOS menyebut skoliosis jarang terasa nyeri, sehingga banyak kurva kecil baru diketahui lewat skrining sekolah atau pemeriksaan rutin. Kemenkes juga mencatat skoliosis sering tidak menimbulkan rasa sakit pada awalnya.

Gambarannya berbeda pada usia dewasa. NHS menyebut nyeri punggung lebih sering dialami orang dewasa dengan skoliosis, dan sebagian di antaranya membutuhkan penanganan untuk meredakan nyeri. Pada kelompok ini, posisi tidur dan bantal yang pas menjadi bagian dari perawatan sehari-hari, berdampingan dengan saran dokter.

Kemenkes juga mengingatkan bahwa nyeri leher yang sudah ada bisa memengaruhi kualitas tidur. Karena itu, keluhan leher dan punggung sebaiknya diperhatikan bersamaan dengan pengaturan posisi tidur.

Pilihan Posisi Tidur yang Umumnya Terasa Nyaman

Dokter spesialis rehabilitasi medik di laman Kemenkes menganjurkan posisi terlentang atau miring dengan kepala, leher, dan badan tetap segaris. Saran pada daftar berikut juga mengikuti panduan MSD Manual untuk mencegah nyeri punggung bawah agar tidak berulang. Arah dan letak kurva setiap penderita skoliosis berbeda, jadi anggap daftar ini sebagai titik awal untuk dicoba.

1. Terlentang dengan Bantal di Bawah Lutut

Saat tidur terlentang, letakkan bantal di bawah lutut seperti yang disarankan MSD Manual. Pilih bantal kepala yang lebih tipis dan lembut, sesuai saran Harvard Health untuk posisi ini, agar tulang belakang tetap relatif lurus. Posisi ini layak dicoba lebih dulu bila Anda sering bangun dengan punggung bawah terasa kaku.

2. Miring dengan Bantal di Antara Lutut

MSD Manual menyarankan orang yang tidur miring memakai bantal yang menjaga kepala tetap netral, tidak menunduk ke arah kasur dan tidak mendongak. Bantal kedua diletakkan di antara lutut dengan pinggul dan lutut sedikit ditekuk, bila cara ini meredakan nyeri punggung. Harvard Health menambahkan bahwa posisi miring butuh bantal kepala yang lebih padat dan cukup tinggi.

Cobalah tidur bergantian di sisi kanan dan kiri, lalu perhatikan sisi yang terasa lebih ringan di punggung. Dokter atau fisioterapis bisa membantu memilih sisi dan ganjalan yang sesuai dengan arah kurva Anda.

3. Tengkurap dengan Bantal Tipis bila Sudah Terbiasa

MSD Manual menyebut tidur tengkurap boleh diteruskan bila memang terasa nyaman. Namun, dokter rehabilitasi medik di laman Kemenkes menjelaskan bahwa posisi ini membuat kepala menoleh ke samping dalam waktu lama, sehingga otot leher terus teregang. Ketegangan ini bisa memicu nyeri ringan dan kaku di leher belakang saat bangun tidur.

Bila Anda sudah lama terbiasa tidur tengkurap, pakai bantal kepala yang tipis dan lembut sesuai saran Harvard Health. Setelah itu, coba beralih pelan-pelan ke posisi miring dengan guling di depan tubuh.

Bantal, Guling, dan Kasur yang Menopang Punggung

Posisi yang sudah dipilih lebih mudah bertahan sepanjang malam bila perlengkapan tidurnya mendukung. Beberapa hal berikut bisa Anda sesuaikan:

  • Bantal kepala. Kemenkes menyarankan bantal yang nyaman dan tidak terlalu tipis atau keras, karena bantal yang tidak pas bisa memicu nyeri leher. Harvard Health menyarankan bantal yang lebih padat untuk posisi miring dan bantal yang lebih tipis untuk posisi terlentang atau tengkurap. Ukurannya pas bila kepala, leher, dan badan terasa segaris.

  • Guling dan bantal tambahan. Guling yang biasa dipeluk bisa dipakai sebagai ganjalan di antara lutut saat miring atau di bawah lutut saat terlentang. Bentuknya yang panjang bisa menopang lutut sampai pergelangan kaki sekaligus. Sesuaikan jumlah dan letaknya sampai punggung terasa lebih ringan.

  • Kasur. MSD Manual menyarankan tidur dalam posisi yang nyaman di atas kasur dengan kepadatan sedang. Kemenkes menyebut kasur yang terlalu empuk atau terlalu keras bisa menjadi salah satu pemicu nyeri leher saat bangun. Bila Anda sering bangun pegal di kasur yang sama, coba bandingkan dengan kasur lain yang kepadatannya sedang.

Tidur dengan Brace dan Setelah Operasi Tulang Belakang

Pada remaja yang masih tumbuh, dokter bisa menyarankan brace untuk kurva yang berisiko bertambah besar. Kemenkes mencatat brace biasanya dipakai berjam-jam setiap hari, pengobatannya bisa berlangsung beberapa tahun, dan kepatuhan memakainya sangat berpengaruh pada hasil. AAOS menyebut dokter yang menentukan berapa lama brace dipakai setiap hari.

Bila jadwalnya mencakup jam tidur, pakai posisi terlentang atau miring dengan bantal tambahan sebagai ganjalan sampai terasa nyaman. AAOS menyebut brace dibuat khusus mengikuti bentuk tubuh, jadi bagian yang menekan kulit atau mengganggu tidur perlu disampaikan kepada dokter atau ortotis yang membuatnya. Ubah jam pemakaian hanya atas persetujuan dokter.

Setelah operasi penyambungan tulang belakang (spinal fusion), posisi tidur dan cara bangun dari kasur mengikuti petunjuk tim bedah. Masa pemulihan tiap orang berbeda, jadi tanyakan kapan Anda boleh kembali ke posisi tidur yang biasa.

Kebiasaan Sebelum Tidur agar Punggung Lebih Rileks

Beberapa kebiasaan berikut bisa membantu otot lebih rileks menjelang tidur:

  • Kompres hangat. Kemenkes menyebut kompres hangat membantu merelaksasikan otot yang tegang dan mengurangi kaku. Mandi air hangat atau bantal penghangat sebelum tidur bisa menjadi pilihan, asalkan suhunya tetap nyaman di kulit.

  • Peregangan dan olahraga di siang hari. Program okupasi terapi untuk pasien skoliosis memakai olahraga dan peregangan rutin untuk mengelola nyeri punggung dan gerak yang terbatas. NHS menyebut olahraga umum baik untuk kesehatan dan sebaiknya tetap dilakukan kecuali dokter menyarankan lain. Pilih aktivitas yang Anda sukai, misalnya jalan kaki atau renang.

  • Istirahat yang terencana. Kemenkes menyarankan pasien skoliosis beristirahat secara teratur sebelum badan terasa lelah atau sakit, serta merencanakan istirahat yang baik setiap malam. Kebiasaan ini bisa dilengkapi dengan cara sederhana untuk tidur lebih nyenyak, seperti jam tidur yang teratur.

Keluhan Malam Seperti Apa yang Perlu Diperiksakan?

Segera ke IGD bila nyeri punggung disertai mati rasa atau lemah pada salah satu atau kedua tungkai, sulit buang air kecil, atau tidak bisa menahan buang air kecil maupun buang air besar. MSD Manual menyebut tanda ini bisa mengarah ke kerusakan saraf atau tekanan pada sumsum tulang belakang. Sesak napas berat juga perlu penanganan segera.

Jadwalkan konsultasi ke dokter bila Anda mengalami keluhan berikut:

  • Nyeri hebat saat malam hari. MSD Manual memasukkan nyeri hebat di malam hari, demam, dan penurunan berat badan ke dalam tanda yang perlu diwaspadai pada nyeri punggung. Keluhan seperti ini perlu dicari penyebabnya.

  • Nyeri menetap pada anak atau remaja. AAOS menyebut skoliosis jarang terasa nyeri pada usia ini, jadi nyeri punggung yang terus muncul perlu diperiksa dokter.

  • Bentuk punggung tampak berubah. Bahu atau pinggul yang makin tidak sejajar perlu dinilai ulang, dan NHS menyarankan pemeriksaan bila skoliosis terasa memburuk.

  • Napas lebih cepat terengah. Kemenkes mencatat gangguan pernapasan sebagai salah satu gejala dan komplikasi skoliosis, dan AAOS menyebut kurva berat yang tidak ditangani bisa memengaruhi fungsi paru.

Bila Anda melihat tanda penyakit skoliosis yang belum pernah diperiksakan, seperti bahu tidak sejajar atau tonjolan di punggung saat membungkuk, dokter akan memeriksa bentuk punggung. Setelah itu, dokter bisa meminta foto rontgen, MRI, atau CT scan untuk menilai kurva.

Mulai dari Satu Penyesuaian Kecil Malam Ini

Tidur yang lebih nyaman dengan skoliosis bisa dimulai dari langkah sederhana, seperti bantal di antara lutut atau bantal kepala yang lebih pas. Catat posisi yang membuat Anda bangun lebih segar, lalu bawa catatan itu saat kontrol ke dokter atau fisioterapis. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan, termasuk saat keluhan punggung mulai berubah.

Untuk pemeriksaan kesehatan umum seperti medical check up atau pertanyaan seputar layanan di klinik, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Mengenal Skoliosis.

  2. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Skoliosis dan Okupasi Terapi.

  3. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Faktor Penyebab Penggunaan Scoliosis Brace Tidak Efektif untuk Penderita Adolescent Idiopathic Scoliosis.

  4. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Tips Mengatasi Nyeri Leher Akibat Salah Posisi Tidur.

  5. American Academy of Orthopaedic Surgeons, OrthoInfo. Idiopathic Scoliosis in Children and Adolescents.

  6. NHS. Scoliosis.

  7. Moley PJ, MSD Manual Consumer Version. Low Back Pain.

  8. Harvard Health Publishing. Is Your Pillow Hurting Your Health?

Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed

Frequently Asked Question

Posisi tidur apa yang nyaman untuk penderita skoliosis?

Posisi terlentang dengan bantal di bawah lutut atau miring dengan bantal di antara lutut bisa dicoba. Pilih posisi yang membantu mengurangi pegal dan membuat Anda bangun dengan punggung lebih nyaman.

Apakah posisi tidur bisa meluruskan tulang belakang yang melengkung akibat skoliosis?

Tidak. Posisi tidur tidak terbukti meluruskan kurva skoliosis. Tujuan mengatur posisi tidur adalah mengurangi ketegangan otot, meredakan rasa pegal, dan membantu meningkatkan kenyamanan saat beristirahat.

Apakah penderita skoliosis boleh tidur tengkurap?

Boleh jika posisi tersebut terasa nyaman. Namun, kepala yang menoleh ke samping dalam waktu lama dapat membuat otot leher tegang. Gunakan bantal tipis dan pertimbangkan beralih secara bertahap ke posisi miring.

Bantal dan kasur seperti apa yang cocok untuk penderita skoliosis?

Pilih bantal yang menjaga kepala, leher, dan badan tetap segaris serta kasur dengan kepadatan sedang. Bantal tambahan dapat digunakan di antara lutut saat tidur miring atau di bawah lutut saat tidur terlentang.

Kapan nyeri punggung saat tidur perlu diperiksakan ke dokter?

Periksakan diri jika nyeri hebat pada malam hari, nyeri menetap pada anak atau remaja, atau bentuk punggung semakin berubah. Segera ke IGD jika nyeri disertai kelemahan atau mati rasa pada tungkai maupun gangguan buang air.