Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Penyebab Jerawat di Pipi: Pemicu Sehari-hari dan Cara Mengatasinya
Kembali ke Artikel & Berita

Penyebab Jerawat di Pipi: Pemicu Sehari-hari dan Cara Mengatasinya

SBATips Kesehatan

Bangun tidur, muncul beberapa bintik merah baru di pipi kanan, sisi wajah yang semalaman menempel di bantal dan siang harinya sering menempel ke layar ponsel. Banyak orang lalu menebak penyebabnya, dari gorengan sampai anggapan bahwa jerawat di pipi menandakan paru-paru bermasalah.

Tebakan yang meleset bisa membuat jerawat dirawat dengan cara yang kurang tepat. Kulit pipi juga mudah teriritasi, dan jerawat yang dipencet bisa meninggalkan bekas.

Artikel ini membahas cara jerawat terbentuk, pemicunya di area pipi, cara membaca polanya, pilihan perawatan, dan kapan perlu ke dokter.

Bagaimana Jerawat Terbentuk di Kulit Pipi?

Jerawat atau akne vulgaris adalah gangguan pada folikel rambut, yaitu kantong kecil di kulit tempat rambut halus tumbuh. Menurut MSD Manual, jerawat terbentuk ketika sebum atau minyak alami kulit, sel kulit mati, dan bakteri menyumbat folikel. Sumbatan ini mendorong pertumbuhan bakteri Cutibacterium acnes, yang mengubah minyak menjadi zat yang mengiritasi kulit. Sebagian besar jerawat muncul di wajah, termasuk pipi.

Bentuk jerawat yang bisa muncul di pipi antara lain:

  • Komedo putih dan hitam. Komedo putih berupa benjolan kecil sewarna kulit, sedangkan komedo hitam berupa bintik hitam atau cokelat yang biasanya datar. Pilih cara menghilangkan komedo yang lembut karena kulit pipi mudah teriritasi.

  • Papula dan pustula. Papula adalah benjolan menonjol yang tampak merah muda atau merah pada kulit terang, serta cokelat atau ungu pada kulit gelap. Pustula adalah benjolan serupa yang berisi nanah.

  • Nodul dan kista. Keduanya berupa benjolan besar di bawah kulit yang bisa menyatu dan terasa nyeri. Bentuk yang sering disebut jerawat mendem ini lebih berisiko meninggalkan bekas.

Apakah Jerawat di Pipi Tanda Organ Dalam Bermasalah?

Peta wajah di media sosial sering mengaitkan letak jerawat dengan organ tertentu, misalnya jerawat di pipi sebagai tanda paru-paru atau hati yang terganggu.

Dokter kulit dari Cleveland Clinic menjelaskan bahwa letak jerawat di pipi tidak banyak menjelaskan penyebabnya. Jerawat di area ini bisa berkaitan dengan faktor keturunan atau bakteri dari kuas rias yang kotor, ponsel, dan sarung bantal yang jarang dicuci. Sumber medis yang menjadi rujukan artikel ini juga tidak mengaitkan jerawat di pipi dengan gangguan paru-paru atau hati. Karena itu, perhatikan dulu kebiasaan sehari-hari dan produk yang menyentuh pipi.

Pemicu Jerawat di Pipi yang Sering Ditemui

Pemicu berikut bisa muncul sendiri atau bersamaan.

1. Benda yang Sering Menempel ke Pipi

Layar ponsel, sarung bantal, dan kuas rias menyentuh kulit pipi hampir setiap hari. Bila jarang dibersihkan, benda-benda ini bisa membawa bakteri ke kulit. Kemenkes juga mengingatkan untuk berhenti menyentuh wajah dan selalu menjaga kebersihan tangan.

2. Masker yang Dipakai Berjam-jam

Jerawat akibat masker disebut maskne, bentuk acne mechanica atau jerawat akibat gesekan dan tekanan. Menurut DermNet, maskne adalah ruam kulit yang umum terkait masker dan khususnya mengenai pipi. Napas yang terperangkap membuat kulit di balik masker lembap dan hangat, sehingga folikel mudah tersumbat dan produksi minyak meningkat.

3. Kosmetik dan Produk Perawatan yang Menyumbat Pori

Sebagian kosmetik, sabun wajah, dan losion bisa memperparah jerawat karena menyumbat pori. NHS juga menyebut produk kulit atau rambut yang membuat kulit berminyak, sementara Kemenkes mencatat penggunaan kosmetik yang salah. Periksa label non-komedogenik, yang berarti tidak menyumbat pori, sebelum membeli produk wajah.

4. Perubahan Hormon

Saat pubertas, kelenjar minyak terpacu oleh hormon androgen seperti testosteron. Pada perempuan, naik turunnya hormon perempuan saat haid, kehamilan, dan menopause juga bisa mengubah kondisi jerawat. Jerawat bisa muncul setiap kali haid pada perempuan muda, sehingga sering dianggap sebagai salah satu tanda mau haid.

Bila jerawat disertai haid yang tidak teratur, dokter bisa mempertimbangkan kemungkinan sindrom ovarium polikistik atau PCOS. Gangguan hormon ini bisa mengacaukan siklus haid sekaligus memicu atau memperburuk jerawat.

5. Udara Panas, Lembap, dan Keringat

MSD Manual menyebut udara yang lembap dan keringat bisa memicu jerawat, dan Kemenkes juga memasukkan iklim serta suhu lingkungan sebagai pemicu. Kondisi ini dekat dengan keseharian di Indonesia, misalnya setelah berkendara di siang hari atau bekerja di ruangan pengap.

6. Obat-obatan Tertentu

Obat tertentu, khususnya golongan glukokortikoid dan steroid anabolik, bisa memperburuk jerawat atau memicu kekambuhan. Bila jerawat muncul setelah memulai obat baru, bicarakan dengan dokter yang meresepkannya sebelum mengubah atau menghentikan obat.

7. Stres dan Faktor Keturunan

Kemenkes menyebut stres dan faktor keturunan sebagai pemicu jerawat, dan dokter kulit Cleveland Clinic juga mengaitkan jerawat di pipi dengan faktor genetik. Untuk stres, mulailah mencari cara mengelola stres yang cocok dengan keseharian Anda.

Soal makanan, buktinya belum seragam. MSD Manual menyebut jerawat tidak berhubungan dengan cokelat, sedangkan peran produk susu dan makanan tinggi gula masih belum jelas. Kemenkes menganjurkan menghindari makanan berlemak dan makanan cepat saji serta memperbanyak buah, sayur, dan biji-bijian utuh.

Membaca Pola Jerawat di Pipi

Pola kemunculan jerawat bisa memberi petunjuk awal tentang pemicunya, seperti dalam tabel berikut:

Pola yang Terlihat

Kemungkinan Pemicu

Langkah Awal

Di sisi pipi yang sering menempel ke ponsel atau bantal

Kontak dengan benda yang jarang dibersihkan

Lap ponsel, ganti sarung bantal, dan cuci kuas rias

Di area yang tertutup masker

Maskne akibat panas, lembap, dan gesekan

Pakai masker yang tidak terlalu ketat dan beri jeda sekitar lima menit setiap beberapa jam bila memungkinkan

Setelah memakai kosmetik atau produk perawatan baru

Produk yang menyumbat pori

Hentikan produk itu dan pilih yang non-komedogenik

Kambuh mengikuti siklus haid

Perubahan hormon, termasuk kemungkinan PCOS bila haid tidak teratur

Catat siklus haid dan ceritakan kepada dokter

Pipi dan hidung merah menetap, ada bintil kecil tanpa komedo

Kemungkinan rosacea

Periksakan ke dokter untuk memastikan diagnosis

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Menurut MSD Manual, rosacea biasanya muncul pada usia 30 sampai 50 tahun dan membuat pipi serta hidung memerah lebih lama dari biasanya. Bintil kecil bisa muncul tanpa disertai komedo. Pemicunya antara lain makanan pedas, minuman panas, sinar matahari, cuaca panas, dan stres.

Masker yang dipakai lama juga bisa memicu kambuhnya rosacea dan memperberat dermatitis seboroik yang ditandai gatal, kemerahan, dan kulit mengelupas.

Bekas yang Bisa Tertinggal setelah Jerawat Mereda

Jerawat ringan umumnya tidak meninggalkan bekas. Risikonya meningkat bila jerawat dipencet, karena cara ini menambah peradangan dan memperdalam luka di kulit. Kista pada jerawat berat juga bisa pecah dan meninggalkan bekas.

Menurut NHS, jerawat bisa mengubah warna dan tekstur kulit serta meninggalkan cekungan dangkal yang disebut ice pick scar atau boxcar scar. Jerawat juga bisa memicu kecemasan, depresi, dan rasa kurang percaya diri.

Kapan Jerawat di Pipi Perlu Diperiksakan ke Dokter?

NHS menyarankan pemeriksaan ke dokter bila jerawat tidak membaik dengan perawatan sendiri, muncul dalam jumlah banyak, terasa dalam dan nyeri, atau mulai meninggalkan bekas. Tanda infeksi kulit, seperti kulit yang terasa panas, bengkak, dan merah, juga perlu diperiksakan. Kemerahan ini bisa lebih sulit terlihat pada kulit gelap. Pemeriksaan juga dianjurkan bila jerawat mulai membuat cemas, sedih, atau enggan bertemu orang.

Periksakan diri juga bila jerawat disertai haid yang tidak sesuai siklus menstruasi normal, atau bila kemerahan di pipi menetap tanpa komedo. Dokter mendiagnosis jerawat lewat pemeriksaan kulit. Ceritakan juga produk yang dipakai, obat yang diminum, dan pola haid Anda untuk membantu dokter menelusuri pemicunya. Bila dibutuhkan, dokter bisa menyarankan pemeriksaan lanjutan atau medical check up untuk melihat kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Pilihan Pengobatan Jerawat dari Dokter

Pengobatan disesuaikan dengan jenis dan beratnya jerawat. Pilihannya meliputi obat oles golongan retinoid dan antibiotik. Untuk jerawat yang lebih berat, dokter bisa meresepkan antibiotik minum, pil KB kombinasi bagi perempuan, atau retinoid minum.

MSD Manual mencatat hasil pil KB pada jerawat baru terlihat setelah lebih dari 6 bulan. Untuk rosacea, perawatan bertujuan mengendalikan gejala karena kondisi ini belum bisa disembuhkan.

Perawatan Harian untuk Pipi yang Mudah Berjerawat

Kulit pipi mudah teriritasi, sehingga dokter kulit Cleveland Clinic menyarankan perawatan jerawat di area ini tidak berlebihan. Kebiasaan berikut bisa membantu:

  • Cuci wajah dua kali sehari. Gunakan pembersih yang lembut, seperti dianjurkan NHS dan Kemenkes. Hindari menggosok kulit karena bisa memicu iritasi.

  • Tetap pakai pelembap. PERDOSKI menyebut kulit berjerawat tetap butuh pelembap, apalagi di iklim tropis dan ruangan ber-AC. Pilih yang banyak mengandung air, bebas minyak, dan non-komedogenik, biasanya berbentuk gel atau losion.

  • Bersihkan benda yang sering menyentuh pipi. Lap layar ponsel, ganti sarung bantal secara rutin, dan cuci kuas rias. Kebiasaan ini mengurangi bakteri yang berpindah ke pipi.

  • Pakai tabir surya ringan dan hapus riasan. Kemenkes menyarankan tabir surya wajah SPF 30 yang ringan, dan NHS menganjurkan menghapus riasan di akhir hari. Izin edar kosmetik bisa dicek di laman Cek Produk BPOM.

  • Biarkan jerawat sembuh tanpa dipencet. Memencet jerawat bisa memperdalam luka dan meninggalkan bekas. Jerawat yang dalam dan nyeri sebaiknya ditangani dokter.

Bila ingin mencoba vitamin untuk mengatasi jerawat, diskusikan dulu dengan dokter dan tetap jalankan perawatan dasar di atas.

Rawat Kulit Pipi dengan Sabar dan Konsisten

Jerawat di pipi bisa dirawat dengan menjaga kebersihan benda yang menempel ke wajah, memilih produk yang tidak menyumbat pori, dan merawat kulit dengan lembut. Catat kapan jerawat muncul, karena catatan ini memudahkan dokter mencari pemicunya.

Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Bila ingin berdiskusi soal pemeriksaan kesehatan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. Faktor Pemicu Timbulnya Jerawat.

  2. PERDOSKI. Mengapa Wajah Berjerawat Tetap Butuh Pelembap?

  3. Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Cek Produk BPOM.

  4. NHS. Acne.

  5. MSD Manual Consumer Version (Jonette E. Keri, MD, PhD). Acne.

  6. MSD Manual Consumer Version (Jonette E. Keri, MD, PhD). Rosacea.

  7. Cleveland Clinic Health Essentials. What It Means When Acne Is on Certain Areas of Your Face.

  8. DermNet (Jennifer Nguyen, Rosemary Nixon). Skin reactions to face masks.

Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing

Frequently Asked Question

Apa penyebab jerawat di pipi?

Jerawat di pipi terbentuk ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak alami kulit, sel kulit mati, dan bakteri. Pemicunya antara lain kontak dengan ponsel, sarung bantal, atau kuas rias yang kotor, pemakaian masker terlalu lama, kosmetik yang menyumbat pori, perubahan hormon, udara lembap, stres, dan faktor keturunan.

Apakah jerawat di pipi tanda paru-paru bermasalah?

Tidak ada kaitan yang didukung sumber medis dalam artikel ini antara jerawat di pipi dan gangguan paru-paru. Letak jerawat tidak banyak menjelaskan penyebabnya. Perhatikan kebiasaan sehari-hari, kebersihan benda yang menyentuh wajah, serta produk perawatan yang digunakan.

Bagaimana membedakan jerawat dan rosacea di pipi?

Jerawat dapat muncul sebagai komedo, papula, pustula, nodul, atau kista. Sementara itu, rosacea biasanya menyebabkan kemerahan menetap pada pipi dan hidung, terkadang disertai bintil kecil tanpa komedo. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan diagnosis.

Apakah masker bisa menyebabkan jerawat di pipi?

Bisa. Panas, kelembapan, dan gesekan di balik masker dapat memicu maskne, yaitu jerawat akibat gesekan dan tekanan. Gunakan masker yang tidak terlalu ketat dan, jika memungkinkan, berikan jeda pemakaian secara berkala.

Kapan jerawat di pipi perlu diperiksakan ke dokter?

Periksakan diri jika jerawat tidak membaik dengan perawatan mandiri, muncul dalam jumlah banyak, terasa dalam dan nyeri, atau mulai meninggalkan bekas. Konsultasi juga dianjurkan jika jerawat disertai haid tidak teratur, kemerahan pipi menetap tanpa komedo, atau menimbulkan kecemasan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.