Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Poliuria
Kembali ke Artikel & Berita

Poliuria: Gejala, Penyebab, dan Kaitannya dengan Diabetes

SBATips Kesehatan

Apakah Anda sering ke kamar mandi untuk buang air kecil? Bisa jadi tanda mengalami poliuria, yaitu saat jumlah urine lebih tinggi daripada normalnya. Apakah masalah ini serius dan bisa ditangani? Artikel ini akan menjawab pertanyaan Anda mengenai segala hal tentang poliuria.

Apa itu Poliuria?

Normalnya, setiap orang memproduksi urine sekitar 800 ml sampai 2 liter dalam 24 jam, meskipun jumlahnya dapat berbeda bergantung pada asupan cairan dan kondisi tubuh. Poliuria merupakan kondisi di mana tubuh memproduksi urine secara berlebihan, umumnya lebih dari 2,5-3 liter dalam 24 jam. 

Kondisi ini dapat membuat seseorang lebih sering buang air kecil dengan volume urine yang banyak. Poliuria juga dapat menjadi salah satu tanda diabetes, meskipun juga bisa disebabkan oleh kondisi atau faktor lain.

Kondisi ini perlu penanganan medis dan pengecekan menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti poliuria. Selain masalah dalam organ pencernaan, poliuria ini juga bisa terjadi karena reaksi hormon dan pengobatan.

Gejala Poliuria

Poliuria ini menyebabkan beberapa gejala seperti berikut ini.

  • Setiap buang air kecil, volume kencing selalu banyak. Total produksi urine bisa melebihi 2,5-3 liter dalam 24 jam. Bahkan dapat mencapai 15 liter sehari akibat penyakit tertentu.

  • Lebih sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil atau mengalami nokturia.

  • Lebih sering merasa haus, apalagi jika tubuh kehilangan banyak cairan melalui urine.

  • Urine tampak encer dan pucat, jika penyebabnya adalah terlalu banyak minum.

Poliuria Disebabkan Oleh Apa?

Tubuh memiliki mekanisme untuk menjaga keseimbangan cairan, sedangkan ginjal menyaring darah dan membuang zat sisa melalui urine. Poliuria dapat terjadi ketika proses pengaturan dan pembuangan cairan tersebut terganggu. Selain itu, beberapa kondisi atau faktor lain juga dapat meningkatkan produksi urine.

1. Minum Terlalu Banyak

Minum terlalu banyak air dapat menyebabkan produksi urine meningkat dan biasanya bukan tanda masalah kesehatan serius, terutama jika terjadi sementara. Hal tersebut juga bisa terjadi jika mengonsumsi alkohol dan kafein karena keduanya bersifat diuretik yang bisa meningkatkan produksi urine.

2. Diabetes Melitus

Seseorang dengan diabetes melitus tipe 1 dan 2 umumnya akan mengalami poliuria saat gula darahnya tidak terkontrol. Kekurangan insulin atau resistensi insulin membuat glukosa sulit masuk ke dalam sel sehingga menumpuk di dalam darah. Ketika kadar gula darah terlalu tinggi, sebagian glukosa dikeluarkan melalui urine dan menarik lebih banyak air, sehingga produksi urine meningkat.

3. Diabetes Insipidus

Meskipun sama-sama diabetes, diabetes insipidus ini berbeda dengan diabetes melitus. Diabetes insipidus merupakan sebuah kondisi langka di mana tubuh tidak memproduksi Anti-Diuretic Hormone (ADH) secara cukup atau tubuh alergi terhadap ADH. 

Diabetes insipidus menyebabkan tubuh memproduksi urine dalam jumlah banyak dan sangat encer karena ginjal tidak mampu memekatkan urine secara normal. Akibatnya, penderita dapat mengalami poliuria, lebih sering buang air kecil, serta merasa sangat haus dan perlu minum lebih banyak untuk menggantikan cairan yang hilang.

4. Pengobatan Medis

Salah satu pengobatan yang menjadi penyebab produksi urine berlebih adalah obat diuretik yang akan menghilangkan garam dari tubuh beserta air. Biasanya pengobatan ini berfungsi untuk mengontrol tekanan darah.

5. Penyakit Ginjal Kronis

Penyakit ginjal kronis juga bisa menyebabkan poliuria karena salah salah satu tugas ginjal dalam memekatkan urine gagal dilakukan. Kondisi tersebut akan membuat banyak cairan air yang keluar melalui urine sehingga volume urine meningkat dan seseorang dapat lebih sering buang air kecil.

Poliuria vs Nokturia

Banyak orang yang mungkin bingung dengan perbedaan poliuria dan nokturia. Secara mendasar, nokturia adalah kondisi ketika seseorang terbangun pada malam hari untuk buang air kecil. Kondisi ini dapat mengganggu kualitas tidur dan tidak selalu berarti jumlah urine dalam 24 jam meningkat.

Jika produksi urine memang meningkat khusus pada malam hari, istilah yang lebih tepat adalah poliuria nokturnal. Sementara itu, poliuria adalah saat tubuh memproduksi urine secara berlebihan. Seseorang dapat mengalami nokturia tanpa mengalami poliuria, dan sebaliknya.

Ada pula oliguria yang merupakan kondisi dimana produksi urine dalam 24 jam sangat rendah. Orang yang mengalami oliguria hanya memproduksi sebesar 400-500 ml urine dalam sehari.

Diagnosis Poliuria

Untuk mendiagnosis poliuria, dokter akan menanyakan gejala yang menyertai, jumlah dan jenis cairan yang dikonsumsi, obat-obatan yang digunakan, serta perubahan pola buang air kecil. Dokter juga perlu memastikan bahwa keluhan tersebut benar-benar berupa peningkatan volume urine dalam 24 jam, bukan hanya frekuensi buang air kecil. 

Setelah itu dokter akan melakukan beberapa tes meliputi:

  • Tes gula darah untuk memeriksa kemungkinan diabetes melitus.

  • Tes darah untuk ginjal dan elektrolit.

  • Tes urine untuk mengecek glukosa, protein, dan zat lainnya yang tidak seharusnya ada di urine.

  • Water deprivation test atau tes pembatasan cairan untuk menilai fungsi ginjal dalam memekatkan urine dan membedakan penyebab poliuria tertentu.

  • Pemeriksaan hormon tertentu, terutama jika dokter mencurigai gangguan hormon antidiuretik atau diabetes insipidus.

Cara Mengatasi Poliuria

Penanganan poliuria ini bisa termasuk pengobatan, terapi hormon, dan bahkan hanya merubah gaya hidup. Cara paling efektif dalam menangani poliuria adalah dengan melakukan penanganan ke penyebabnya secara langsung.

  • Untuk menangani diabetes melitus, pasien akan menjalankan terapi insulin atau pengobatan oral untuk mengatur gula darah kembali normal.

  • Untuk diabetes insipidus, dokter biasanya menyarankan penggantian hormon desmopressin atau obat oral yang membantu ginjal dalam menahan air.

  • Jika kondisi ini merupakan akibat pengobatan, maka dokter akan mengganti resepnya ke obat yang tidak memiliki efek samping tersebut.

  • Menangani penyakit ginjal.

  • Mengurangi asupan garam dalam makanan.

  • Mengurangi asupan cairan, dengan catatan poliuria terjadi karena terlalu banyak minum.

  • Menangani masalah mental yang menyebabkan seseorang minum terlalu banyak.

Kaitannya dengan Diabetes

Penderita diabetes mengalami peningkatan kadar gula darah akibat kekurangan insulin atau resistensi insulin. Di saat kadar glukosa darah melebihi kemampuan ginjal untuk menyerapnya kembali, sebagian glukosa akan masuk ke dalam urine.

Glukosa di dalam urine akan menarik air melalui proses yang disebut diuresis osmotik. Dampaknya, volume urine meningkat dan tubuh dapat mengalami dehidrasi sehingga penderita bisa menjadi sangat haus dan akan banyak minum lalu buang air kecil jadi makin sering.

Beberapa jenis diabetes yang menjadi penyebab seseorang mengalami poliuria meliputi:

  • Diabetes tipe 1: kerusakan sel beta pankreas menyebabkan tubuh kekurangan insulin. Poliuria dapat muncul cukup cepat ketika kadar gula darah meningkat secara signifikan.

  • Diabetes tipe 2: resistensi insulin dan penurunan produksi insulin dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat secara bertahap. Poliuria sering disertai rasa haus berlebihan, mudah lelah, atau penglihatan kabur.

  • Diabetes gestasional: diabetes yang muncul selama kehamilan. Jika kadar gula darah tidak terkontrol, kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu dan janin sehingga perlu dipantau dan ditangani oleh tenaga kesehatan. 

Diabetes yang menyebabkan poliuria bisa dengan mudah ditangani melalui pola makan dengan gizi yang seimbang, olahraga teratur, dan obat. Selain itu, tambahkan juga dengan minum cukup air, pantau gula darah secara rutin, dan periksa ke dokter secara berkala.

Kapan Harus ke Dokter?

Poliuria yang disertai gejala tertentu perlu diwaspadai karena dapat menandakan masalah kesehatan yang membutuhkan penanganan medis. Jika mengalami gejala-gejala berikut, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

  • Dehidrasi parah.

  • Kebingungan.

  • Napas putus-putus.

  • Lemas dan tidak sanggup melakukan aktifitas.

  • Memiliki riwayat penyakit diabetes.

  • Demam tinggi disertai sakit punggung.

  • Ada darah dalam urine.

  • Pusing.

  • Berat badan turun drastis.

Cek Fungsi Ginjal Sejak Dini!

Poliuria dapat berkaitan dengan gangguan fungsi ginjal, terutama ketika ginjal mengalami penurunan kemampuan untuk memekatkan urine. Bumame menyediakan Paket Pemeriksaan Fungsi Ginjal yang sangat berguna untuk menilai seberapa baik fungsi ginjal dalam menyaring darah serta menilai jika ada kelainan pada urine.

Konsultasikan kebutuhan pemeriksaan Anda dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui tes yang sesuai. Hubungi Whatsapp Bumame dan jadwalkan pemeriksaan Anda.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Source

  1. WebMD. (2024). Polyuria (Excessive Urine Production)

  2. Comprehensive Urology Care. (2026). What is Polyuria

  3. Ubie Health. (2026). Constantly Peeing? Why Your Body Triggers Polyuria + Medically Approved Next Steps

  4. Cleveland Clinic. (2025). Frequent Urination

  5. Cleveland Clinic. (2026). Nocturia

  6. Care Hospital. (2026). Polyuria

  7. Hans, F. (2024). Polyuria and diabetes: Understanding the connection and implications. African Journal of Diabetes Medicine, 32(4), 1.

  8. Cleveland Clinic. (2025). Oliguria (Low Urine Output)

  9. Compactcath. (2022). Nocturia, Polyuria, and Nocturnal Polyuria: what are the differences?

Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri

Frequently Asked Question

Apa itu poliuria?
Poliuria adalah kondisi ketika tubuh memproduksi urine secara berlebihan, umumnya lebih dari 2,5–3 liter dalam 24 jam.
Apa saja gejala poliuria?
Gejalanya meliputi volume urine yang banyak, lebih sering buang air kecil atau terbangun malam hari, rasa haus meningkat, serta urine yang encer dan pucat.
Apa penyebab poliuria?
Poliuria dapat disebabkan terlalu banyak minum, diabetes melitus, diabetes insipidus, penggunaan obat diuretik, dan penyakit ginjal kronis.
Bagaimana cara mendiagnosis poliuria?
Diagnosis dilakukan melalui evaluasi gejala dan pola buang air kecil, kemudian dapat dilanjutkan dengan tes gula darah, darah, urine, pembatasan cairan, serta pemeriksaan hormon tertentu.
Bagaimana cara mengatasi poliuria?
Penanganan dilakukan dengan mengatasi penyebabnya, seperti terapi diabetes, penggantian hormon untuk diabetes insipidus, penyesuaian obat, penanganan penyakit ginjal, atau perubahan asupan cairan.