Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Diet DM: Panduan Pola Makan untuk Penderita Diabetes
Kembali ke Artikel & Berita

Diet DM: Panduan Pola Makan untuk Penderita Diabetes

SBATips Kesehatan

Menjaga kadar gula darah tetap stabil tidak hanya bergantung pada obat, tetapi juga pada makanan yang dikonsumsi setiap hari. Diet DM (diabetes mellitus) dapat membantu mengontrol gula darah tanpa harus menghilangkan semua makanan favorit dari menu harian.

Lantas, bagaimana mengatur pola makan agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi sekaligus membantu mencegah lonjakan gula darah? Simak artikel ini untuk mengetahui panduannya.

Apa Itu Diet DM?

Diet DM merujuk pada program diet khusus bagi penderita diabetes mellitus sebagai bagian dari lima pilar utama penanganan diabetes berdasarkan konsensus Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI).

Program ini juga disebut terapi nutrisi medis yang mengharuskan pasien mengubah gaya hidup secara keseluruhan menjadi lebih sehat. Pasien wajib memperhatikan asupan harian yang mengacu pedoman gizi seimbang, seperti memperbanyak sayur dan buah serta mengurangi konsumsi gula dan lemak.

Terapi ini bersifat berkelanjutan dan jangka panjang karena gangguan metabolik kronis seperti diabetes tidak cukup hanya dengan terapi pemberian obat. Pasien harus menjalani kepatuhan diet dengan mengubah gaya hidup secara total.

Mulai dari meningkatkan edukasi tentang diabetes, mengatur pola makan, aktivitas fisik, dan pemantauan gula darah secara mandiri. Adapun manfaat terapi diet DM bagi pasien adalah sebagai berikut.

  • Mencegah komplikasi seperti hipoglikemia, hiperglikemia, gangguan ginjal, gangguan jantung yang menyebabkan jantung koroner, hipertensi, dan gangguan saraf.

  • Menurunkan kadar gula dalam darah.

  • Mempertahankan atau mencapai berat badan normal.

  • Mempercepat pemulihan pasien.

  • Meningkatkan kualitas hidup pasien.

Meski begitu, menjalani diet DM tidaklah mudah. Tantangan seperti merasa bosan, tertekan, dan sulitnya mempertahankan konsistensi sering dialami pasien, sehingga pada akhirnya mereka enggan melanjutkan proses pengobatan kemudian memilih mengonsumsi obat saja.

Oleh karena itu, penting untuk memberikan dukungan kepada pasien yang menjalani diet khusus diabetes, khususnya lingkup keluarga sebagai orang terdekat, baik secara emosional, fasilitas, informasional, dan pemantauan kepatuhan terapi.

Prinsip Diet DM yang Perlu Diterapkan

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prinsip diet diabetes melitus tidak jauh berbeda dengan diet pada umumnya, yakni mengonsumsi gizi seimbang sesuai kebutuhan energi harian. Namun,  penderita diabetes juga perlu memperhatikan aturan 3J sebagai berikut.

1. Jadwal Makan

Pasien diabetes harus mematuhi jadwal makan sesuai dengan ketentuan. Misalnya, pasien harus konsisten sarapan pada pukul 06.30, kemudian lanjut menyantap snack pukul 09.30. Makan siang pukul 11.30, dilanjut snack pukul 14.30. Makan malam sekitar pukul 19.00, snack boleh diberikan pukul 21.00 (bila diperlukan).

Jadi, aturan makannya mencakup tiga hidangan utama dengan dua atau tiga makanan ringan yang diberi jeda. Jeda tersebut wajib diberikan selama 3 jam setelah makanan utama. Tentu ukuran porsi pemberian snack tidak boleh berlebihan.

Aturan makan seperti ini sangat penting untuk memberikan tubuh jeda dalam mencerna makanan dan menyerap nutrisi. Selain itu, cara ini dapat melatih perut pasien akan rasa lapar sesuai waktu yang telah ditentukan.

2. Jumlah Makanan

Aturan diet DM selanjutnya adalah melihat jumlah makanan per satu kali makan. Cara ini mengharuskan pasien mengonsumsi makanan dengan melihat jumlah kalori dan nutrisi sesuai kebutuhan tubuh. Dengan kata lain, pasien harus menghitung kebutuhan kalori dengan tepat, bukan berdasarkan kadar gula.

Menghitung kebutuhan kalori ini bisa dilakukan menggunakan rumus Basal Metabolic Rate (BMR) dengan mengalikan kalori basal (termasuk usia, tinggi badan, berat badan, dan jenis kelamin) dengan banyaknya aktivitas fisik. Aturan pembagian kalori harian adalah:

  • Makan pagi (sarapan): 20%

  • Makan siang: 30%

  • Makan malam: 25%

  • Snack: 10–12%

Apabila pasien tidak mematuhi aturan porsi makan, maka akan berpengaruh pada melonjaknya kadar gula darah. Di samping itu, komposisi makan yang biasanya dianjurkan adalah:

  • Karbohidrat kompleks: 45–60% dari total kalori

  • Lemak sehat: 20-25%

  • Protein 15-20% ditambah keharusan mengonsumsi buah dan sayur rendah gula

3. Jenis Makanan

Terakhir, pasien diet DM juga wajib memperhatikan jenis makanan. Penderita penyakit gula wajib membiasakan makan makanan bergizi seimbang dengan memperhatikan kadar indeks glikemik (ukuran karbohidrat yang bisa meningkatkan kadar gula dalam tubuh) di setiap hidangan.

Contoh makanan yang direkomendasikan untuk penderita diabetes adalah karbohidrat kompleks dari beras merah. Beras merah mengandung indeks glikemik rendah yang kaya akan serat sehingga tidak membuat lonjakan gula darah. Selain itu, sumber karbohidrat bisa didapatkan dari singkong, sagu, jagung, maupun ketan.

Pasien juga sebaiknya menghindari makanan tinggi lemak jenuh dan mengurangi asupan gula serta garam. Sebab, kandungan garam tinggi (natrium) lama-kelamaan bisa membuat kadar glukosa tidak terkontrol sehingga memicu hipertensi.

Sementara kandungan lemak jenuh memicu resistensi insulin yang dapat menumpuk dalam sel hati sehingga mengganggu kerja reseptor insulin. Selain itu, kadar kolesterol jahat mampu menyebabkan komplikasi, salah satunya penyakit jantung.

Makanan yang Perlu Dibatasi saat Menjalani Diet DM

Kunci utama dari keberhasilan diet DM adalah mengubah gaya hidup sehat yang berawal dari asupan harian. Berikut ini beberapa asupan yang harus dibatasi, bahkan dihindari selama diet.

  • Makanan berbahan dasar tepung, seperti roti dan mie, karena bisa memicu lonjakan gula darah dan kenaikan berat badan karena termasuk karbohidrat sederhana yang mudah diserap oleh tubuh.

  • Makanan atau minuman manis, seperti es krim, minuman ringan berpemanis, kue manis, kental manis, soda, dan sirup, karena bisa meningkatkan kadar gula darah normal.

  • Makanan tinggi kolesterol, seperti otak dan jeroan, karena mengandung lemak jenuh yang menyebabkan komplikasi hingga risiko penyakit jantung.

  • Buah-buahan tinggi gula, seperti anggur, pisang, mangga, aprikot, dan kismis.

  • Makanan bersantan, junk food, makanan olahan seperti sosis, nugget, dan sejenisnya.

  • Sereal kemasan, karena merupakan produk ultra-process yang tinggi gula dan mengandung pewarna maupun pengawet.

  • Produk susu tinggi gula, lemak, dan pemanis buatan.

Contoh Menu Diet Diabetes Melitus dalam Sehari 

Sebagai gambaran, berikut ini contoh menu makanan untuk diet diabetes sehari-hari.

  • Sarapan (06.30): 1 telur rebus, nasi merah, buah jeruk, dan kopi tanpa gula. Kemudian, Anda bisa menyantap cemilan pagi berupa edamame dan air putih.

  • Makan siang (sekitar jam 12.00): Nasi merah ½ porsi, tumis kangkung atau bayam, dan ikan kembung bakar. Untuk camilan sore, Anda bisa makan yogurt plain rendah lemak tanpa tambahan pemanis yang dicampur dengan kacang-kacangan dan biji-bijian.

  • Makan malam (18.30–19.00: Sup ayam hainan tanpa kulit, sayur pakcoy rebus, dan susu nabati dari kacang almond. Anda bisa menyantap potongan pepaya atau alpukat sebagai camilan malam.

Tips Menjalankan Diet DM agar Lebih Mudah Konsisten

Proses menjalani diet DM yang konsisten membutuhkan dukungan, terutama dari keluarga dan kesadaran akan pentingnya perubahan gaya hidup sehat. Di samping dukungan emosional, kepedulian, dan bantuan nyata dari keluarga, pasien diet DM juga membutuhkan akses layanan kesehatan profesional yang mampu memantau perkembangan kadar gula darah secara berkelanjutan.

Paket Gula Darah dan Kolesterol dari Bumame adalah solusi tepat bagi Anda yang ingin memahami metabolisme tubuh secara menyeluruh, terutama setelah mengubah pola makan selama beberapa bulan tanpa perlu check up penuh. Tersedia pula pemeriksaan khusus penggemar kopi atau minuman manis yang memiliki riwayat diabetes dari keluarga melalui Paket Penggemar Kopi & Minuman Manis sebagai langkah awal deteksi lonjakan gula darah.

Pemeriksaan Glukosa Sewaktu bisa Anda gunakan untuk mendeteksi gangguan pengaturan gula darah dan resistensi insulin tanpa persyaratan waktu makan tertentu. Layanan ini  cocok untuk pasien obesitas atau punya riwayat diabetes dari keluarga yang sering haus, buang air kecil, mudah lapar, dan luka yang sulit sembuh.

Semua layanan Bumame ini bisa digunakan untuk semua anggota keluarga, terutama Anda yang tidak punya waktu menjalani pemeriksaan fisik di klinik. Pasalnya, Bumame memiliki fasilitas home care yang memudahkan Anda periksa kesehatan cukup di rumah saja.

Kapan Konsultasi ke Dokter atau Ahli Gizi?

Konsultasi sangat dibutuhkan sejak awal pasien menjalani program diet DM. Hal ini karena program diet bersifat personal yang berarti menyesuaikan kondisi dan kebutuhan tubuh setiap individu. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan konsultasi cara diet yang benar kepada ahli gizi atau dokter supaya program diet berjalan maksimal.

Mulai Ubah Pola Hidup Sehat Demi Menjaga Kadar Gula Darah

Cara diet diabetes pada dasarnya berfokus pada mengubah gaya hidup sehat, mulai dari pengaturan pola makan dan asupan harian yang tinggi nutrisi. Di sisi lain, keberhasilan diet DM juga terletak pada seberapa banyak aktivitas fisik atau olahraga yang Anda lakukan sebagai penyeimbang mendapatkan tubuh ideal.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Mengenal Diet Diabetes Mellitus.

  2. Rumah Sakit Umum Daerah dr. M. Haulussy Ambon. (.n.d). Diet Sehat untuk Pasien Diabetes Mellitus: Tips dan Rekomendasi.

  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026). Nutrisi Diet Diabetes Mellitus.

  4. Jurnal Gizi Ilmiah. (2025). Pemberian Diet Diabetes Melitus, Rendah Garam, Rendah Lemak, dan B12 pada Pasien Diabetes Melitus dengan Hipertensi, Dislipidemia, dan Hernia Nukleus Pulposus: Sebuah Laporan Kasus.

  5. Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan. (2023). Penerapan Diet 3J untuk Mengatasi Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah pada Pasien DM Tipe 2.

  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Pentingnya Edukasi pada Penderita Diabetes (Diabetesi).

  7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Prinsip 3J Penderita Diabetes.

  8. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa. (2025). Edukasi Kesehatan tentang Diet DM pada Penderita Diabetes Mellitus.

  9. Dr.Mohans. (2023). 5 Best And Worst Fruits For People With Diabetes.

  10. Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh. (2026). Stop Makan Gula dan Tepung Selama 24 Jam, Apa yang Terjadi pada Tubuh Manusia?

  11. Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi. (2026). Pengalaman Pasien Diabetes dalam Menjalani Pola Hidup Sehat dan Dukungan Keluarga.

Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna

Frequently Asked Question

Apa itu diet DM?

Diet DM atau diet diabetes melitus adalah terapi nutrisi medis yang membantu mengendalikan kadar gula darah melalui pola makan bergizi seimbang dan perubahan gaya hidup secara berkelanjutan.

Apa prinsip 3J dalam diet DM?

Prinsip 3J terdiri dari Jadwal Makan, Jumlah Makanan, dan Jenis Makanan. Ketiganya membantu mengatur waktu makan, porsi sesuai kebutuhan kalori, serta pilihan makanan dengan gizi seimbang.

Makanan apa saja yang dianjurkan untuk penderita diabetes?

Penderita diabetes dapat memilih karbohidrat kompleks seperti beras merah, singkong, sagu, dan jagung, serta mengonsumsi sayur dan buah dengan memperhatikan kandungan gula. Pola makan juga perlu membatasi gula, garam, dan lemak jenuh.

Makanan apa yang perlu dibatasi saat menjalani diet DM?

Makanan yang perlu dibatasi meliputi makanan dan minuman manis, makanan berbahan tepung, jeroan, buah tinggi gula, makanan bersantan, junk food, makanan olahan, sereal kemasan tinggi gula, serta produk susu tinggi gula dan lemak.

Mengapa penderita diabetes perlu berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi?

Konsultasi diperlukan karena diet DM harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap individu. Dokter atau ahli gizi dapat membantu menentukan pola makan yang tepat agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi dan pengelolaan diabetes lebih optimal.