Perubahan pubertas tidak selalu berjalan sesuai harapan. Suara tidak kunjung berubah, menstruasi belum datang, atau tanda-tanda perkembangan seksual muncul lebih lambat dari seharusnya dapat menjadi sinyal yang perlu diperhatikan. Salah satu kondisi yang dapat menyebabkan keterlambatan tersebut adalah sindrom Kallmann, yaitu kelainan langka yang berkaitan dengan gangguan hormon reproduksi.
Apa Itu Sindrom Kallmann?
Sindrom Kallman merupakan kelainan genetik yang disebabkan oleh terhentinya atau kurangnya produksi hormon gonadotropin-releasing hormone (GnRH) sejak dalam kandungan. Hormon ini berperan sebagai pengendali utama sistem reproduksi yang penting bagi perkembangan seksual anak-anak saat masuk masa pubertas.
Penyakit ini pertama kali ditemukan oleh seorang ahli patologi asal Spanyol, Maestre de San Juan, yang kemudian dikembangkan dalam konteks modern oleh dokter asal Prancis bernama Francois Kallmann pada tahun 1944.
Ketika itu, Kallmann menemukan tiga keluarga yang mengidap hipogonadisme dan anosmia secara bersamaan. Dari penelitian tersebut, ia mengetahui bahwa penyakit ini bersifat herediter, atau turunan genetik dari orang tua ke anaknya. Pada tahun 1950, ahli anatomi dari Swiss berna de Morsier mengembangkan lebih rinci kondisi sindrom Kallman.
Ia menemukan bahwa remaja dengan kondisi ini mengalami perkembangan reproduksi yang terlambat dari anak seusianya, atau bahkan tidak mengalami sama sekali. Contohnya, tidak mengalami menstruasi di usia seharusnya pada anak perempuan dan payudara sedikit bahkan tidak berkembang sama sekali.
Pada anak laki-laki, organ reproduksi tidak menunjukkan perkembangan sempurna, terutama saat masa pubertas. Salah satunya ukuran penis tidak normal, testis tidak turun ke skrotum, suaranya tidak membesar, hingga tidak tumbuh rambut di area kemaluan atau ketiak.
Kondisi ini termasuk penyakit langka dan bisa dialami oleh siapa saja. Universitas Airlangga menyebutkan bahwa kondisi ini paling banyak ditemukan pada anak laki-laki dengan persentase 4-5 kali lebih sering ketimbang anak perempuan.
Meski sama-sama menghambat fungsi reproduksi, sindrom Kallman cukup berbeda dengan normosmic idiopathic hypogonadotropic hypogonadism (nIHH). Penderita sindrom ini umumnya mengalami anosmia, sementara indera penciuman pasien niHH tidak.
Penyebab Kallmann Syndrome
Kelainan ini terjadi sejak dalam kandungan yang mana disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut.
1. Kekurangan Hormon GnRH
Penyebab utama sindrom Kallmann adalah rendahnya atau tidak berkembangnya kadar hormon testosteron pada laki-laki dan estrogen pada perempuan akibat kekurangan hormon reproduksi utama yang disebut gonadotropin (GnRH), yaitu luteinizing (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH).
Kedua hormon tersebut sangat penting untuk pembentukan sel telur dan pematangan sel sperma pada pria. Nah, ketika perkembangan neuron GnRh mengalami gangguan selama masa kehamilan, maka proses pubertas saat remaja menjadi terganggu.
2. Proses Migrasi Neuron yang Terganggu
National Organization for Rare Disorders menyebutkan bahwa penderita sindrom yang mengeluhkan masalah pada indera penciuman terjadi karena terganggunya proses migrasi sel saraf menuju otak akibat kelainan genetik.
Maksudnya, saat janin masih dalam kandungan, sel saraf reproduksi (neuron GnRH) berkembang sangat kompleks yang mana terbentuk di area olfactory placode atau hidung janin. Setelah itu, ia akan bermigrasi mengikuti neuron olfaktori (saraf penciuman) dari hidung ke otak, yaitu hipotalamus yang mengatur produksi hormon.
Nah, ketika proses tersebut mengalami gangguan akibat mutasi genetik, maka janin akan kekurangan GnRH sekaligus mengalami anosmia. Sementara itu, apabila proses migrasi tersebut tidak mengalami hambatan dan berhasil sampai otak, tetapi setelah sampai otak neuron tidak mampu memproses hormon GnRH dengan baik, maka pasien hanya mengalami masalah hormon tanpa gangguan penciuman.
Faktor Risiko Sindrom Kallmann
Secara umum, kelainan ini tidak mengancam nyawa. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang memperbesar risiko terkena kelainan ini, di antaranya adalah sebagai berikut.
Genetik, yang mampu bermutasi sehingga menyebabkan proses migrasi sel penghasil GnRH dan neuron olfaktorius tidak berhasil selama embrio berkembang. Salah satu gen tersebut adalah ANOS1 atau KAL 1.
Jenis kelamin, yaitu laki-laki karena sindrom ini sifatnya diwariskan melalui kromosom X. Laki-laki hanya memiliki 1 kromosom X sehingga tidak punya cadangan lain apabila sudah bermutasi.
Gejala dan Tanda Sindrom Kallmann
Gejala umum pada pasien adalah tidak ada tanda-tanda pubertas ketika memasuki usia remaja, atau muncul tetapi berkembang tidak sempurna. Mulai dari gangguan kesuburan pria, ukuran penis tidak normal, tidak mengalami menstruasi sampai ciri seksual sekunder, yakni suara dan wajah tidak berubah sebagaimana mestinya, dan tidak tumbuh rambut di sekitar kemaluan.
Pasien juga sering mengeluhkan masalah indera penciuman, baik anosmia (tidak bisa mencium) atau hiposmia (penciuman lemah). Karena sistem reproduksi bermasalah, beberapa dari penderita mengalami penurunan libido dan disfungsi ereksi serta infertilitas akibat produksi sperma dan sel telur terganggu.
Selain itu, pasien bisa mengalami gejala non reproduktif lainnya, seperti:
Satu ginjal tidak berkembang;
Gerakan mata tidak normal;
Gangguan pendengaran;
Gangguan perkembangan gigi;
Gerakan tangan di satu sisi tubuh secara tidak sengaja diikuti tangan sisi lainnya;
Bibir sumbing;
Jari-jari pendek;
Gangguan visual-spasial, yaitu sulit memproses informasi visual; dan
Diagnosis Sindrom Kallmann
Sebagian kasus dapat terdeteksi ketika pasien memasuki usia pubertas. Tim medis akan melihat ciri fisik yang tidak normal, seperti:
Testis berukuran kecil;
Payudara tidak berkembang; dan
Belum pernah mengalami menstruasi atau perkembangan seksual lainnya.
Setelah itu, pemeriksaan akan berlanjut dengan:
Mengecek kadar gonadotropin dan hormon steroid seks menggunakan metode endokrinologis, yang bertujuan untuk mengukur hormon dalam tubuh;
Pemeriksaan hormon AMH sebagai upaya mengukur kuantitas cadangan sel telur pada penderita perempuan;
Pemeriksaan gejala anosmia; dan
Pemeriksaan MRI otak bagian depan untuk mendeteksi adanya kelainan hipotalamus sebagai penyebab utama.
Meski kelainan ini umumnya bisa dideteksi saat masa pubertas, bukan berarti tidak bisa dicurigai sejak bayi. Anda bisa mengetahuinya dengan melihat ciri fisik berupa penis bayi laki-laki kecil dan gagalnya buah zakar turun ke kantong skrotum.
Selain itu, cek kadar LH dan FSH-nya, apakah normal atau tidak. Biasanya, tim medis menggunakan MRI otak bagian depan untuk mendiagnosis bayi terkait indera penciuman dan jalur hormonal.
Pengobatan Sindrom Kallmann
Sementara itu, langkah pengobatan yang bisa dilakukan antara lain:
Pemeriksaan fisik lengkap, terutama di area genital;
Terapi penggantian hormon, dengan memberikan hormon seperti testosterone sebagai pengganti kekurangan dalam tubuh penderita. Pemberian ini membantu pemulihan ukuran penis, menstimulasi pertumbuhan rambut, dan kematangan seks sekunder lainnya;
Pemberian hormon FSH dan LH dari luar tubuh untuk merangsang pertumbuhan sperma;
USG abdomen untuk memantau ukuran rahim;
Terapi kombinasi estrogen-progesteron untuk perempuan yang tidak berencana hamil. Sementara untuk yang berencana hamil bisa terapi GnRH pulsatif;
Pemeriksaan densitometri tulang untuk memantau adanya risiko osteoporosis pada tulang belakang dan panggul; dan
Pemeriksaan kromosom untuk melihat diagnosa secara spesifik.
Pentingnya Pemeriksaan Hormon untuk Kesuburan Pria
Laki-laki menyimpan risiko terkena sindrom Kallmann lebih besar daripada perempuan. Oleh karena itu, sebagai upaya pencegahan, Anda bisa melakukan tes kesuburan pria bersama Bumame.
Paket ini membantu Anda dalam mengetahui kondisi kesuburan maupun ketidaksuburan (infertilitas) secara detail melalui beberapa rangkaian pemeriksaan. Salah satunya adalah LH, FSH, tes urine rutin, cek hormon testosteron, dan prolactin untuk melihat kadar hormon prolaktin yang berhubungan dengan gangguan produksi sperma.
Pemeriksaan ini juga tersedia untuk perempuan, yakni melalui Paket Kesuburan Wanita. Layanan ini membantu Anda memantau kondisi fertilitas secara detail bersama tenaga profesional Bumame, mulai dari cek LH, FSH, hormon progesteron, hingga TSHs.
Jika ingin mengambil paket kesehatan lengkap, Paket MCU Basic & Cek Hormon adalah pilihan ideal untuk memantau keseimbangan hormon perempuan secara komprehensif. Mulai dari pemeriksaan kesehatan dasar, evaluasi hormon reproduksi wanita lengkap, dan pemantauan kesehatan organ vital, seperti hematologi, fungsi ginjal, fungsi hati, sampai kadar gula darah.
Menariknya, semua layanan Bumame ini bisa Anda nikmati dengan mudah tanpa perlu repot datang ke klinik karena ada fasilitas home care yang aman dan nyaman.
Kapan Harus Konsultasi dengan Dokter?
Anda bisa mendatangi dokter spesialis apabila menemukan tanda atau gejala tidak biasa pada fisik, terutama ketika memasuki masa pubertas. Pasalnya, langkah yang tepat dan cepat dapat meminimalisir dampak ke depannya pada pasien, khususnya berkaitan dengan infertilitas dan risiko lain seperti kondisi kesehatan mental.
Kenali Sindrom Kallmann dan Lakukan Pemeriksaan bersama Bumame
Sindrom Kallmann adalah penyakit langka yang berhubungan dengan hormon reproduksi manusia. Meski secara umum tidak mengancam nyawa, penyakit ini perlu mendapat penanganan serius sejak awal untuk menghindari risiko lain pada pasien di kemudian hari, salah satunya dengan pemeriksaan kesuburan bersama Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
National Library of Medicine. (2023). A Rare Disease of Kallmann Syndrome: A Case Report.
Bocah Indonesia. (2024) Sindrom Kallmann: Penyebab, Gejala, dan Cara Pengobatannya
Universitas Airlangga. (2024). Mengenal secara Holistik Penyakit Kallmann Syndrome (KS) melalui Studi Kasus
News Medical & Life Sciences.Kallmann Syndrome Signs and Symptoms
National Organization for Rare Disorders. (2015). Kallmann Syndrome
European Journal of Human Genetics. (2009). Kallmann Syndrome
Pan African Medical Journal. (2022). A Rare Case of 34-year-old Patient Diagnosed Late with Kallmann Syndrome: A Case Report
Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna
_(1).jpg&w=3840&q=75)