Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Sleep Paralysis Adalah: Penyebab dan Cara Mengatasi
Kembali ke Artikel & Berita

Sleep Paralysis Adalah: Penyebab dan Cara Mengatasi

SBATips Kesehatan

Pernah bangun tiba-tiba di tengah malam dan merasa sudah sadar, tapi tubuh malah kaku dan suara susah keluar? Bagi sebagian masyarakat, kondisi ini sering dikaitkan dengan hal spiritual, tapi dalam medis, kondisi ini termasuk normal dan dikenal sebagai sleep paralysis. Sleep paralysis adalah kondisi saat tubuh tidak bisa gerak atau bicara normal untuk sementara saat sedang tidur atau baru bangun.

Lalu, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Artikel ini akan membahas gejala, penyebab, hingga cara mengatasi dan mencegah sleep paralysis (SP) sebagai bahan referensi Anda untuk menghadapinya.

Sleep Paralysis Adalah

Ketindihan atau sleep paralysis adalah kondisi saat seseorang sudah sadar ketika tidur atau baru bangun, tapi belum bisa menggerakkan tubuh atau bisa normal untuk sementara. Kondisi ini bisa berlangsung beberapa detik hingga menit dan sering disertai dengan halusinasi.

Meski umumnya tidak memberikan efek berbahaya bagi tubuh, kondisi ini dapat terasa menakutkan. Kondisi ini biasanya akan muncul di usia remaja atau dewasa muda, sekitar umur 17 hingga 20 tahun. 

Penyebab Sleep Paralysis

Penyebab pasti dari kondisi ini belum sepenuhnya diketahui. Namun, ini berkaitan dengan gangguan saat tubuh beralih dari tidur untuk kemudian terjaga, yang mana kesadaran sudah kembali tapi kelumpuhan otot selama fase rapid eye movement (REM) masih berlangsung. 

Nah, ada beberapa faktor bisa meningkatkan risiko ini terjadinya, antara lain.

  • Kurang tidur: Waktu tidur yang tidak cukup bisa mengganggu pola tidur dan meningkatkan peluang terjadinya transisi tidur yang abnormal.

  • Jadwal tidur sering tidak teratur: Seperti sering begadang, kerja shift, atau mengalami jet lag, karena kondisi ini bisa mengganggu ritme sirkadian. Ini adalah sistem alami tubuh dalam mengatur kapan harus tidur dan bangun, sehingga pola tidur pun menjadi tidak stabil. 

  • Tidur posisi telentang: Posisi ini bisa berefek pada saluran napas dan memicu mikrokebangkitan saat tidur.

  • Menderita narkolepsi: Gangguan neurologis kronis (jangka panjang) di otak yang membuat otak menjadi tidak mampu mengatur siklus tidur dan bangun secara normal, sehingga meningkatkan sleep paralysis.

  • Konsumsi obat atau zat tertentu: Contohnya beberapa obat ADHD, antidepresan, obat tidur, alkohol, dan zat stimulan. Obat-obat tersebut bisa memengaruhi tubuh, kualitas tidur, atau fungsi otak.

  • Menderita stres dan kondisi kesehatan mental tertentu: Seperti gangguan kecemasan, depresi, atau gangguan bipolar. Kondisi tersebut bisa membuat tubuh terus berada di kondisi waspada yang kemudian mengganggu kualitas tidur dan menimbulkan gangguan ini.

Gejala dan Sensasi Saat Sleep Paralysis

Ciri paling khas sleep paralysis adalah sadar tapi tidak bisa bergerak atau bicara normal untuk sementara waktu. Untuk lebih jelasnya, berikut gejala dan sensasi yang mungkin Anda rasakan jika mengalami gangguan ini. 

  • Tidak bisa menggerakkan tubuh atau berbicara.

  • Sulit napas atau dada terasa tertekan.

  • Mata masih bisa digerakkan, bahkan terbuka.

  • Halusinasi, seperti melihat atau mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi, atau merasa ada seseorang di dalam kamar yang sedang memperhatikan. Bahkan, beberapa orang mungkin merasa seperti ada sesuatu yang menekan atau mencekik tubuh.

  • Muncul rasa takut, panik, atau tidak berdaya, utamanya akibat dari tidak bisa bergerak meskipun sadar keadaan sekitar.

  • Berkeringat hingga jantung berdebar, yang bisa muncul sebagai respons dari tubuh terhadap ketakutan dan panik yang dialami.

Mengingat gejalanya yang cukup meresahkan, sebaiknya Anda mulai mempelajari cara tidur cepat dengan teknik dan kebiasaan efektif. Seperti menjaga jadwal tidur tetap teratur hingga menciptakan suasana kamar yang nyaman untuk mengurangi resiko gangguan ini. 

Apakah Sleep Paralysis Berbahaya?

Secara umum, sleep paralysis tidak berbahaya dan tidak menimbulkan kelumpuhan permanen. Episodenya juga berlangsung singkat dan bisa berakhir dengan sendirinya saat tubuh kembali sepenuhnya terjaga. 

Walau begitu, pengalaman seperti ini mungkin terasa sangat menakutkan dan jika terjadi terus terusan bisa menimbulkan ketakutan untuk tidur dan gangguan kecemasan. Ini tentu dapat berefek pada penurunan kualitas hidup. Karena itu, walaupun tidak berbahaya, sebaiknya Anda tidak menyepelekannya.

Cara Mengatasi dan Mencegah Sleep Paralysis

Tidak ada cara spesifik yang bisa menjamin sleep paralysis tidak akan kambuh. Tapi, Anda bisa mencoba mengubah pola hidup dan kebiasaan untuk mengurangi risikonya dan meningkatkan kualitas tidur. Adapun cara mengatasi dan mencegah sleep paralysis adalah sebagai berikut.

  • Tidur cukup dan teratur, yaitu sekitar 7-9 jam setiap malam dan usahakan tidur serta bangun di waktu yang sama setiap harinya, termasuk di akhir pekan. Selain itu, hindari begadang atau kurang tidur agar kualitas tidur bisa tetap terjaga dan risiko ketindihan pun bisa dikurangi.

  • Batasi minum kopi, alkohol, dan merokok, terutama pada sore hingga malam hari saat menjelang tidur. Sebab, zat-zat tersebut bisa mengganggu kualitas dan pola tidur Anda.

  • Hindari memakai gadget saat akan tidur, seperti ponsel, tablet, atau komputer. Jika memungkinkan, beri jeda sekitar 30-60 menit sebelum Anda tidur agar tubuh dan pikiran lebih siap dan tenang untuk beristirahat.

  • Menciptakan lingkungan tidur yang nyaman dan aman dengan menciptakan kamar yang tenang, gelap, dan sejuk. Ini adalah salah cara sederhana untuk tidur lebih nyenyak.

  • Pastikan peralatan untuk tidur seperti kasur dan bantal bersih serta nyaman. 

  • Kelola stres dan kecemasan dengan baik terutama sebelum tidur. Misalnya dengan latihan pernapasan, meditasi, membaca, atau peregangan ringan untuk membantu tubuh menjadi lebih rileks.

  • Coba tidur menyamping jika gangguan ini lebih sering muncul saat Anda tidur telentang.

  • Tetap tenang saat sleep paralysis terjadi, dengan menanamkan dalam diri bahwa episodenya akan berlangsung singkat dan akan berakhir dengan sendirinya. 

  • Jaga pola makan sehari-hari tetap seimbang, yaitu dengan makan makanan bergizi kaya protein, karbohidrat, vitamin mineral dan serat secara teratur. Tujuannya untuk mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh dan membantu menjaga kualitas tidur.

  • Hindari makan makanan dalam porsi besar dan terlalu berdekatan dengan waktu tidur. Sebab, ini bisa membuat tidur menjadi tidak nyaman yang kemudian bisa mengganggu pola tidur.

  • Cek kesehatan secara berkala, terutama jika gangguan ini seringkali terjadi, mulai mengganggu aktivitas, atau disertai keluhan tidur lainnya. Melalui pengecekan, Anda bisa tahu apakah ada kondisi tertentu yang berhubungan dengan gangguan tidur sehingga bisa ditangani segera.

  • Tangani kondisi yang menjadi penyebabnya, seperti dengan mengobati narkolepsi.  

Kapan Harus ke Dokter?

Sleep paralysis adalah gangguan yang umumnya hanya terjadi sesekali, sehingga jarang butuh pemeriksaan khusus. Tapi, jika kondisi ini terjadi terus terusan dan malah mengganggu kualitas tidur, membuat takut tidur, atau mulai berdampak pada aktivitas sehari-hari, maka sebaiknya lakukan konsultasi ke dokter. 

Apalagi jika gangguan ini disertai dengan sering tertidur tanpa sengaja atau kelemahan otot yang muncul tiba-tiba bahkan saat sedang sadar. Terutama saat tertawa, terkejut, atau mengalami emosi kuat, maka periksa ke dokter harus dilakukan karena  ini bisa mengarah pada narkolepsi.

Jaga Kualitas Tidur, Kenali Penyebabnya Sejak Dini!

Kesimpulannya, sleep paralysis adalah gangguan yang umumnya berlangsung singkat dan tidak bahaya. Namun, bisa menimbulkan masalah, terutama jika terjadi berulang, karena bisa menimbulkan gangguan kecemasan bahkan menurunkan kualitas hidup. 

Jadi, sebaiknya Anda melakukan tindakan pencegahan dengan menjaga jadwal tidur tetap teratur, mengelola stres, hingga membatasi kafein dan alkohol. Jika sleep paralysis sering Anda alami dan mulai mengubah pola hidup, sebaiknya Anda langsung konsultasikan dengan dokter. 

Akan lebih baik lagi jika Anda melakukan tes hormon stres, seperti melalui Cortisol Random Bumame sesuai anjuran dokter. Ini penting mengingat salah satu penyebab dari gangguan ini adalah stres. Ingin coba untuk cek? Hubungi tim Bumame sekarang!

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Jurnal Flourishing. (2023). Sleep Paralysis Ditinjau dari Perspektif Neuropsikologi: Kajian Literatur. 

  2. Primaya Hospital. (2024). Penyebab Sleep Paralysis atau Ketindihan dan Cara Mengatasinya. 

  3. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. (2022). Sleep Paralysis. 

  4. Ciputra Hospital. (2024). Mengenal Ketindihan (Sleep Paralysis) dalam Dunia Medis. 

  5. Healthdirect. (2025). Sleep paralysis. 

  6. Cleveland Clinic. (2024). Sleep Paralysis. 

  7. Gwinnett Sleep. (2026). Is Sleep Paralysis Dangerous? What You Should Know. 

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apa itu sleep paralysis atau ketindihan?
Sleep paralysis atau ketindihan adalah kondisi ketika seseorang sudah sadar saat tidur atau baru bangun, tetapi belum bisa menggerakkan tubuh atau berbicara secara normal untuk sementara. Kondisi ini dapat berlangsung beberapa detik hingga menit dan sering disertai halusinasi.
Apa penyebab sleep paralysis?
Penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui, tetapi kondisi ini berkaitan dengan peralihan dari tidur ke keadaan terjaga ketika kelumpuhan otot selama fase REM masih berlangsung. Risikonya dapat meningkat akibat kurang tidur, jadwal tidur tidak teratur, tidur telentang, narkolepsi, konsumsi zat tertentu, serta stres atau kondisi kesehatan mental tertentu.
Apakah sleep paralysis berbahaya?
Secara umum, sleep paralysis tidak berbahaya dan tidak menyebabkan kelumpuhan permanen. Namun, jika sering berulang, kondisi ini dapat menimbulkan ketakutan untuk tidur, gangguan kecemasan, dan penurunan kualitas hidup.
Bagaimana cara mengatasi dan mencegah sleep paralysis?
Anda dapat mengurangi risikonya dengan tidur cukup selama 7–9 jam setiap malam, menjaga jadwal tidur teratur, membatasi kopi dan alkohol menjelang tidur, menghindari gadget sebelum tidur, mengelola stres, serta mencoba tidur menyamping jika ketindihan sering terjadi saat tidur telentang. Saat mengalaminya, usahakan tetap tenang karena episode biasanya berakhir dengan sendirinya.
Kapan seseorang yang mengalami sleep paralysis perlu ke dokter?
Konsultasikan dengan dokter jika sleep paralysis sering berulang, mengganggu kualitas tidur, membuat takut tidur, atau berdampak pada aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan juga diperlukan jika disertai sering tertidur tanpa sengaja atau kelemahan otot yang muncul tiba-tiba saat sadar.