Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Kuku Cantengan: Penyebab, Perawatan di Rumah, dan Tanda Perlu ke Dokter
Kembali ke Artikel & Berita

Kuku Cantengan: Penyebab, Perawatan di Rumah, dan Tanda Perlu ke Dokter

SBAOthers

Sudut kuku jempol kaki terasa nyeri setiap kali memakai sepatu, lalu kulit di sampingnya memerah dan bengkak. Banyak orang langsung mencungkil sudut kuku yang menusuk itu, berharap nyerinya cepat hilang.

Langkah ini sering memperdalam luka dan memudahkan kuman masuk. Pada penyandang diabetes, infeksi kecil di jari kaki perlu perhatian lebih awal.

Artikel ini membahas penyebab cantengan, cara merawatnya di rumah, tanda yang perlu diperiksa dokter, dan langkah tambahan bagi penyandang diabetes.

Apa Itu Kuku Cantengan?

Cantengan adalah sebutan sehari-hari untuk dua kondisi yang saling berkaitan. Yang pertama adalah kuku yang tumbuh ke dalam kulit atau onikokriptosis, yaitu tepi kuku yang menekan dan melukai lipatan kulit di sisinya. Kondisi ini lebih sering mengenai kuku jempol kaki.

Yang kedua adalah paronikia atau infeksi lipatan kuku, yaitu infeksi jaringan di sekitar kuku. Infeksi ini lebih sering mengenai kuku tangan, tetapi bisa juga muncul di kuku kaki, dan dalam bahasa Jawa sering disebut cantangen. Kuku yang tumbuh ke dalam termasuk pemicu infeksi lipatan kuku, sehingga keduanya sering muncul bersamaan.

Infeksi lipatan kuku yang akut muncul cepat dan biasanya mengenai satu kuku. Bentuk kronis berlangsung lebih dari enam minggu, bisa mengenai beberapa kuku, dan berkaitan dengan dermatitis akibat paparan air dan bahan iritan yang berulang.

Mengapa Kuku Bisa Tumbuh ke Dalam Kulit?

Kuku tumbuh ke dalam ketika kulit di lipatan kuku terus tertekan dan terluka oleh tepi kuku. Pemicunya antara lain:

  • Cara memotong kuku. Kuku yang dipotong terlalu pendek atau sudutnya dibulatkan bisa tumbuh menusuk kulit di sisinya. Kebiasaan merawat kuku termasuk pemicu yang sering ditemui.

  • Sepatu sempit. Ujung sepatu yang menjepit membuat jari saling berhimpitan dan mendorong tepi kuku ke arah kulit. Tekanan ini berulang setiap kali Anda berjalan.

  • Cedera berulang. Benturan saat berlari atau menendang bola bisa merusak lipatan kuku. Cedera kuku yang tidak disengaja juga termasuk pemicunya.

  • Keringat dan kuku tebal. Keringat berlebih melunakkan lipatan kuku sehingga lebih mudah ditembus tepi kuku. Pada usia lanjut, kuku menebal dan lebih mudah menekan kulit. Riwayat jamur kuku juga meningkatkan risikonya.

Infeksi muncul saat kuman masuk lewat kulit yang rusak akibat kuku yang tumbuh ke dalam, kebiasaan menggigit kuku, mencabut kulit di pinggir kuku, atau manikur. Pada kasus akut, infeksi bakteri ini umumnya disebabkan oleh Staphylococcus aureus.

Siapa yang Lebih Sering Mengalami Cantengan?

Remaja lebih rentan karena kakinya lebih banyak berkeringat, sementara kuku jempol yang tumbuh ke dalam lebih sering dialami pria muda. Pelari dan pemain bola juga berisiko karena ujung jari kakinya menerima tekanan berulang. Pada lansia, kuku yang menebal, gerak yang terbatas, atau penglihatan yang berkurang menyulitkan perawatan kuku kaki sendiri.

Infeksi lipatan kuku lebih mudah dialami pekerja yang tangannya sering basah, seperti pencuci piring dan petugas kebersihan, serta pemakai kuku palsu dalam waktu lama. Penyandang diabetes atau gangguan sistem imun juga berisiko lebih tinggi, dan kelainan di kakinya sering tidak terasa.

Gejala Kuku Cantengan dari Tahap Awal hingga Bernanah

Gejala biasanya muncul bertahap, sehingga urutannya membantu Anda menilai kapan perawatan di rumah masih cukup.

1. Nyeri di Sisi Kuku

Keluhan awal berupa rasa sakit di sudut atau sisi kuku, sering di jempol kaki. Nyeri bertambah saat disentuh atau tertekan sepatu dan kaus kaki.

2. Merah, Bengkak, dan Terasa Hangat

Kulit di lipatan kuku memerah, lalu membengkak dan terasa hangat. Pantau setiap hari apakah radangnya berkurang atau justru melebar.

3. Nanah atau Cairan yang Keluar

Pada cantengan yang terinfeksi, cairan atau nanah bisa keluar dari sisi kuku. Kadang terbentuk abses, yaitu kantong nanah yang perlu ditangani dokter.

4. Daging Tumbuh di Tepi Kuku

Pada kasus berat yang berlangsung lama, lipatan kuku menebal dan muncul jaringan granulasi yang sering disebut daging tumbuh. Kondisi ini biasanya memerlukan tindakan dokter.

Komplikasi bila Infeksi Menyebar

Cantengan bisa memicu infeksi lipatan kuku oleh bakteri atau jamur. Infeksi juga bisa meluas ke kulit di sekitar kuku atau selulitis, bahkan mencapai tulang atau osteomielitis.

Pada penyandang diabetes, aliran darah ke kaki bisa berkurang sehingga luka lebih lambat sembuh. Infeksi yang tidak kunjung sembuh bisa berkembang menjadi gangren hingga berujung amputasi, sehingga luka diabetes di jari kaki perlu diperiksa sejak awal.

Langkah Merawat Cantengan Ringan di Rumah

Cantengan ringan tanpa nanah dan demam umumnya bisa dirawat sendiri lebih dulu. Langkah ini berlaku bagi orang tanpa diabetes atau gangguan aliran darah ke kaki:

  • Rendam dengan air hangat. Sumber Kemenkes menyarankan 15 sampai 20 menit, 3 sampai 5 kali sehari. NHS menyarankan air hangat bergaram untuk melunakkan kulit dan mengurangi peluang infeksi.

  • Jaga tetap kering. Setelah dicuci dengan sabun, keringkan kaki sampai ke sela jari. Kaki yang lembap membuat lipatan kuku makin lunak.

  • Pakai alas kaki longgar. Pilih sandal atau sepatu yang lebar di bagian depan. Dengan begitu, tepi kuku tidak tertekan saat berjalan.

  • Redakan nyeri. Obat pereda nyeri yang dijual bebas bisa membantu. Ikuti aturan pakai pada kemasan.

  • Biarkan kuku tumbuh. Hindari memotong atau mencungkil sudut kuku yang menusuk. Kebiasaan ini bisa memperdalam luka.

Bila dalam dua sampai tiga hari keluhan tidak berkurang, periksakan diri ke dokter. Patokan ini dipakai panduan AAFP untuk infeksi lipatan kuku sebelum nanah dikeluarkan oleh dokter.

Tanda Cantengan Perlu Segera Diperiksa Dokter

Periksakan diri ke dokter bila muncul salah satu tanda berikut:

  • Nanah, demam, atau menggigil. Nanah yang keluar atau benjolan berisi nanah di sisi kuku menunjukkan infeksi yang perlu ditangani dokter. Badan yang terasa panas, dingin, atau menggigil juga bisa menjadi tanda infeksi.

  • Radang meluas atau tidak membaik. Kemerahan yang melebar dari sisi kuku ke kulit jari atau kaki bisa mengarah ke selulitis. Nyeri yang menetap atau bertambah setelah perawatan di rumah juga perlu dinilai dokter.

  • Kuku tumbuh ke dalam pada penyandang diabetes. NHS menyarankan kondisi ini diperiksakan ke dokter. Masalah kaki bisa lebih serius pada diabetes.

  • Cantengan yang sering kambuh. Kuku yang berulang kali tumbuh ke dalam di sisi yang sama mungkin memerlukan tindakan kecil. Dokter akan menilai cara yang sesuai untuk mencegah kekambuhan.

Perhatian Khusus bagi Penyandang Diabetes

Kerusakan saraf atau neuropati akibat diabetes membuat kaki kurang peka, sehingga luka kecil bisa tidak terasa. Keluhan seperti kaki yang sering kesemutan bisa menjadi salah satu tandanya. Pedoman Kemenkes memasukkan kuku yang tumbuh ke dalam sebagai tanda yang dipantau untuk deteksi dini kelainan kaki, bersama gejala diabetes pada kaki lain seperti kulit kering bersisik dan kaki baal. Langkah yang dianjurkan:

  • Ke dokter lebih awal. Hindari merawat kuku yang tumbuh ke dalam sendiri. Minta tenaga kesehatan memotong kuku yang tebal atau melengkung ke dalam kulit.

  • Tanyakan dulu soal merendam kaki. NIDDK menyarankan penyandang diabetes tidak merendam kaki karena kulit bisa terlalu kering. Cek suhu air cuci kaki dengan siku.

  • Periksa kaki setiap hari. Lihat juga sela jari, dan gunakan cermin bila sulit menunduk. Laporkan ke dokter bila ada kulit terkelupas, kemerahan, atau luka.

  • Potong kuku tegak lurus. Pedoman Kemenkes menganjurkan cara ini untuk kuku kaki. Hindari juga berjalan tanpa alas kaki dan sepatu yang sempit atau bertepi tajam.

  • Kendalikan gula darah. Langkah ini membantu mencegah infeksi lipatan kuku berulang. Pemeriksaan kaki oleh dokter dianjurkan minimal setahun sekali.

Infeksi kulit yang sering dialami penyandang diabetes antara lain bisul dan abses. Bila luka di kaki tidak kunjung sembuh, pelajari langkah perawatan luka diabetes bersama dokter.

Pemeriksaan dan Pengobatan Cantengan oleh Dokter

Dokter umumnya cukup memeriksa kuku secara langsung. Foto rontgen atau tes laboratorium hanya dibutuhkan bila gambaran keluhannya tidak biasa.

Pada kasus ringan sampai sedang, dokter bisa menyelipkan kapas atau kasa steril di bawah tepi kuku dan meresepkan obat oles antiradang. Perawatan ini berlanjut sampai kuku tumbuh melewati lipatan kulit, biasanya dalam 2 sampai 12 minggu. Bila sudah ada kantong nanah, dokter membius jari lalu membuat sayatan kecil untuk mengeluarkan nanah.

Pada kasus berat atau yang sering kambuh, dokter mengangkat tepi kuku yang menancap dengan bius lokal, lalu bisa mematikan matriks atau akar kuku di sisi itu. Penelitian yang dirangkum AAFP mencatat kekambuhan 1,1 sampai 4,3 persen setelah tindakan dengan bahan kimia.

Antibiotik diberikan bila dokter menilai ada infeksi bakteri, terutama yang sudah meluas ke kulit sekitarnya. Infeksi lipatan kuku kronis bisa memerlukan obat oles antiradang atau antijamur, disertai upaya menghindari paparan iritan.

Cara Memotong Kuku agar Cantengan Tidak Kambuh

Kebiasaan berikut membantu mencegah cantengan kambuh:

  • Potong lurus. Potong kuku sejajar ujung jari tanpa membulatkan sudut dan tidak terlalu pendek. Gunakan pemotong kuku yang bersih dan tajam.

  • Pilih sepatu yang pas. Sepatu sebaiknya cukup lega di bagian depan agar jari tidak berhimpitan saat berjalan. Batasi sepatu sempit berujung lancip untuk pemakaian seharian.

  • Jaga tangan dan kaki tetap kering. Keringkan setiap selesai terkena air. Saat mencuci piring, pakai sarung tangan karet berlapis katun.

  • Lindungi kulit di sekitar kuku. Hindari menggigit kuku atau memotong kutikula. Bawa alat kuku sendiri saat pedikur di salon.

Rawat Kaki Lewat Kebiasaan Kecil Setiap Hari

Cantengan ringan umumnya membaik dengan perendaman, kaki yang kering, dan alas kaki yang longgar. Periksakan diri bila muncul nanah, demam, atau radang yang meluas. Bagi penyandang diabetes, deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Bila Anda ingin memantau gula darah lewat tes gula darah atau berdiskusi soal medical check up, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI (dr. I.G.A.A. Dwi Karmila, Sp.KK(K), RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah). Cantengan di Kaki.

  2. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI (Tim Promkes RSST RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten). Paronikia.

  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/302/2026 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tatalaksana Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa.

  4. NHS. Ingrown Toenail.

  5. Mayeaux EJ, Carter C, Murphy TE, American Family Physician (AAFP). Ingrown Toenail Management.

  6. Leggit JC, American Family Physician (AAFP). Acute and Chronic Paronychia.

  7. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Diabetes & Foot Problems.

Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri

Frequently Asked Question

Apa perbedaan kuku cantengan dan paronikia?

Cantengan dapat merujuk pada kuku yang tumbuh ke dalam kulit atau infeksi lipatan kuku yang disebut paronikia. Kuku yang tumbuh ke dalam dapat melukai kulit dan memicu infeksi, sehingga kedua kondisi ini sering terjadi bersamaan.

Berapa lama merendam kaki yang cantengan?

Untuk cantengan ringan, sumber Kementerian Kesehatan menyarankan merendam kaki dalam air hangat selama 15–20 menit, sebanyak 3–5 kali sehari. Setelahnya, keringkan kaki dengan baik. Penyandang diabetes sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu karena merendam kaki dapat membuat kulit terlalu kering.

Apakah kuku cantengan boleh dipotong sendiri?

Hindari memotong atau mencungkil sudut kuku yang menusuk kulit karena dapat memperdalam luka. Biarkan kuku tumbuh dan gunakan alas kaki yang longgar. Jika keluhan tidak membaik atau sering kambuh, dokter dapat menangani tepi kuku yang bermasalah.

Kapan cantengan harus diperiksa ke dokter?

Periksakan diri jika muncul nanah, demam, menggigil, kemerahan yang meluas, atau nyeri yang tidak membaik dengan perawatan di rumah. Penyandang diabetes atau gangguan aliran darah ke kaki perlu mendapatkan pemeriksaan lebih awal.

Apakah cantengan bisa kambuh?

Ya. Cantengan dapat kambuh jika kuku dipotong terlalu pendek, sudutnya dibulatkan, atau sepatu terus menekan jari kaki. Pada kasus yang berulang, dokter dapat mengangkat bagian tepi kuku dan mempertimbangkan tindakan pada akar kuku untuk mengurangi risiko kekambuhan.